Monday, 30 April 2018

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Assalaamualaikum,

Sesuai judulnya, kali ini saya mau bandingkan tiga gendongan yang saya miliki, yaitu Geos (Gendongan Kaos), BabyK'Tan, dan Hip Seat Carrier (merk Mooimom). Postingan ini saya tulis karena cukup banyak orang yang bertanya di DM instagram mengenai gendongan ini. Kenapa saya pilih gendongan ini, lalu enak yang mana dan lain-lain. Karena itu saya pikir saya akan tulis di blog saja, supaya jika ada yang bertanya lagi tinggal saya share saja postnya. Jadi tidak perlu menjelaskan berkali-kali.

Geos (Gendongan Kaos)
Geos adalah gendongan pertama yang saya beli bahkan sebelum melahirkan. Gendongan tipe ini relatively termasuk murah, harganya di kisaran Rp 90.000-150.000 tergantung merknya. 

Geos pertama yang saya beli online di @malilkids ukuran S, dan ternyata pas sampe saya coba kekecilan. Mungkin sayanya juga kepedean kali ya liat chartnya pilih S. Geos kedua hadiah dari teman, merknya Mere et Moi. Saya suka bahannya, sayang kekecilan juga karena ukuran S. Karena saya suka bahannya dan enggak sengaja nemu di baby shop ukuran M-nya, akhirnya saya beli lagi.


Ini bayik kira-kira usia 4,5 bulan.

Gimana rasanya pake geos? 
Menurut saya geos ini cukup praktis. Ukurannya kecil jadi bisa dilipat dan dengan mudah keluar-masuk tas saat dibutuhkan. Harganya juga cukup terjangkau.

Tapi sejujurnya geos bukan gendongan favorit saya. Pertama, kalau beli online, agak susah karena belum tentu pas. Kalo diitung saya jadi punya 3 geos, geosnya 1 saya kadoin ke teman yang memang badannya kurus. Yang satu lagi dijadiin selimut. Jadi jatuhnya agak boros juga karena ukuran yang ga pas ini. Hihihi. Saran saya kalo beli geos sebaiknya dicobain aja yah supaya ga salah ukuran. Tapi ya wajar juga sih karena memang harganya termasuk terjangkau.

Kedua, dari dulu saya kurang suka gendongan yang menaruh beban bayi di satu sisi saja. Saya pikir geos akan lebih nyaman daripada gendongan sling karena bahannya kaos (saya pernah pakai gendongan sling waktu kakak aira masih bayi). Dan ternyata memang betul lebih nyaman, tapi di atas setengah jam tangan saya sebelah udah enggak kuat karena pegal. Tapi poin yang ini beneran tergantung preference orang ya. Karena orang kan beda-beda. Ada teman saya yang malah nyaman gendong pakai jarik kemana-mana. Kadang tergantung bayinya juga nyaman atau enggak di dalam gendongan.

Kesimpulannya, menurut saya geos ini menang di praktis. Kalau cuma aktivitas di bawah setengah jam, gendongan ini oke. Harganya juga oke karena ga nguras kantong.


Baby K'Tan







Ini salah satu gendongan yang banyak ditanyakan di instagram ke saya. Even in real life, banyak teman yang bertanya mengenai gendongan ini. Yang ketemu saya tiap hari pasti sudah sering lihat saya pakai gendongan ini.

Baby K' Tan itu apa?

Simplenya, Baby K'Tan itu merk gendongan yang hasil akhirnya seperti baby wrap tapi instan. Terdiri dari 2 loop untuk menggendong, dan sash untuk menggendong lebih mantap. Sashnya ini kalau dibalik bisa dijadikan kantong. Cara pakainya lebih mudah daripada wrap, tidak perlu melilit-lilit.

Pertama kali lihat di instagram, karena waktu itu saya lagi cari gendongan yang cukup praktis dan nyaman untuk bayi yang usianya masih 2 bulanan. Soalnya saya masih kepikiran belum nemu gendongan yang nyaman padahal saya sudah harus mulai aktif keluar rumah bersama bayi.

Suatu hari, I came across Baby K'Tan profile, dan banyak sekali video yang mendukung grafisnya, dan banyak juga info mengenai cara menggendong yang baik. Baby K'Tan juga sudah mendapat sertifikasi hip dysplasia yang menjamin bahwa gendongan tersebut aman dan ga mengganggu pertumbuhan pinggul bayi.

Yang pingin tahu lebih banyak info mengenai kebaikan dari gendongan ini, silakan cari di instagramnya @babyktanid yah, karena saya juga enggak berniat promosiin, wkwkwk. Di sini saya mau share pengalaman saja selama menggunakan gendongan ini.

Kesan pertama saat saya melihat foto-foto di instagramnya, saya lihat bayi yang digendong dalam baby k'tan sepertinya nyaman sekali. Posisinya itu "snug", jadi kayak nyaman di bayinya dan nyaman juga di penggendongnya. Saya langsung mikir pengen beli gendongan ini.

Karena harganya memang enggak murah, sampai saya sempat bertanya ke beberapa orang yang pernah coba pakai babyk'tan di instagram. Alhamdulillah ya pada baik-baik ngejawab. Dari awal saya yakin gendongan ini nyaman sih, hanya ada beberapa kekhawatiran. Misalnya saat anak bertumbuh besar, apakah ia bakal tetap nyaman? Apa bakal melar ya karena bahannya kayak kaos doang gitu? Apa harus beli merk lokal yang mirip-mirip aja gitu ya biar lebih murah.

Etapi saya cari gendongan lain kok baliknya ke situ-situ lagi. Dan Hubby juga sadar saya mulai antar jemput si kakak bawa baby dari car seat ke kelas, kalo gendongannya ga nyaman saya bakal ngeluh terus. Lagian dia ingat juga itu geos 3 biji ga kepake karena alasan ga nyaman. Saya sih tipenya ga minta beliin karena memang saya sendiri suka perhitungan kalo soal duit, tapi  bakal ngeluh terus kalo enggak suka xD. Wkwkwk. Serba salah yah suamikuuh. Pukpuk Hubby. Singkatnya, akhirnya dibelilah itu Baby K'Tan. Ambil warna denim supaya masuk ke berbagai warna baju.

Jadi buibu, Baby K'Tan ini terdiri dari 2 bagian, yaitu 2 loop untuk menggendong, serta sash untuk lebih memantapkan gendongan supaya gendongannya "snug". Sash-nya ini kalau dibalik berubah jadi kantong untuk naruh gendongan. Jadi cukup praktis ya. Ini dia penampakannya.







Gimana Rasanya Pake Baby K'Tan?

Nyaman. Ga nyesel. Baby K'Tan ini bahannya emang kaos, tapi ternyata jahitannya kuat. Karena dari bahan kaos, gendongan ini juga bisa dengan mudah dilipat dan masuk tas ukuran medium. Baby juga nyaman digendong dan emang ada rasa 'snug' sama bayi. Jadi rasanya tuh kayak melukin bayi kemana-mana. Kerasa banget babywearing-nya. Dan rata-rata orang lain juga suka liat gendongan ini. saat dipakai Karena saya pakai yang warna denim, jadinya hampir selalu cocok sama baju-baju saya yang rata-rata casual. Bahannya juga enggak panas. Kalau lagi jemput kakaknya ke kelas dan matahari lagi tinggi, saya tinggal umpetin kepalanya Adek ke dalam kainnya jadi enggak ribet bawa topi.

Kekurangannya?
Tentu saja ada ya, walaupun enggak besar. Jadi waktu saya beli memang ukuran saya di antara XS dan S (Ukuran baju orang bule). Karena kepikirnya biar Hubby bisa pakai juga, akhirnya saya pilih ukuran S aja. Karena ukuran baju dia antara S dan M. Agak takut sebenernya bakal kegedean dan kurang ngerasa 'snug'. Pas datang ya memang demikian ya. Ukurannya cukup pas tapi ga benar-benar snug karena saya harusnya pakai XS. Jadi salah satu kekurangannya adalah kalau ukuran tubuh kita beda sama suami, kita enggak bisa pakai gendongan yang sama.

Kekurangan lainnya adalah, jika sudah dipakai beberapa lama dan belum dicuci, kainnya seperti agak mulur. Tapi kalau sudah dicuci dan kering, biasanya balik lagi. Malah kalau dipakai abis dicuci ini paling enak deh soalnya pas banget di badan.

Kelebihannya?
Baby K'Tan ini paling sering ditanyain orang kalau lagi jalan karena memang keliatannya bagus saat dipakai.
Kelebihan lainnya, Baby K'Tan ini ringkas dan bisa dilipat lalu dimasukkan ke dalam tas ukuran medium. Jadi misalnya kita lagi jalan-jalan lalu si adek pengen keluar dari gendongan, kita enggak perlu terlalu repot karena gendongannya bisa dimasukkan ke tas.
Sejujurnya, karena alasan yang terakhir itu saya suka banget sama si Baby K'Tan. Ga butuh banyak tempat di tas dan bayik juga nyaman digendong kemana-mana. Walaupun memang seiring bertambah besar tubuhnya terasa tambah berat pakai gendongan ini, tapi  sampai usia 6,5 bulan ini rasanya masih nyaman.

Overall, sekitar 5 bulan pakai gendongan ini, saya puas banget. Walaupun ada nyeselnya juga kenapa ga beli XS. Kenapa? Karena suami lebih suka pake gendongan Hip Seat Carrier daripada Baby K'Tan. Buat dia Baby K'Tan pakainya repot katanya, lebih suka yang tinggal ceklek-ceklek kayak ransel. Wkwkwk.





Gendongan Hip Seat Carrier (Mooimom)

Teman-teman mungkin pernah baca review saya ya tentang gendongan yang satu ini.

Baca di sini: Review Gendongan MOOIMOM Hip Seat Carrier

Sekarang saya mau review lagi ya setelah sekitar 3 bulan pemakaian. Setelah beberapa lama, it turned out, suami lebih menyukai gendongan ini daripada saya. Yes, pertama memang gendongan ini praktis seperti ransel. Tinggal ceklak-ceklek aja.

Selain itu, somehow, memang bentuknya lebih keliatan manly dibandingkan gendongan yang lain. Mungkin karena memang mirip seperti ransel itu tadi ya. Kalau Hubby giliran jaga si adek, lalu si adek rewel atau enggak bisa tidur, Hubby pasti otomatis ambil gendongan yang ini. Pakai Baby K'Tan katanya ribet pakainya. Iya, kalau Baby K'Tan suami selalu saya bantuin makenya.

Menurut Hubby, gendongan hip seat ini, seiring bertambahnya berat si adek kerasa lebih enak. Mungkin karena jadinya lebih mantap ya. Saya sendiri bawa gendongan ini kalau memang bawa stroller. Karena memang kalau ga bawa stroller, saat anak ga mau digendong jadinya mayan ribet naruh gendongannya karena ga bisa masuk tas. Apalagi kalau perginya sendiri tanpa hubby.




Kesimpulannya, 

Geos
(+)
Murah
Bisa dilipat
Kalau tidak dipakai bisa dijadiin selimut

(-)
Tumpuan di satu bahu bikin pegal
Salah satu tangan masih harus pegang leher atau punggung bayi kalau jalan
Kalau enggak pas ukurannya dan belinya online ribet juga.

Baby K'Tan
(+) 
bisa dilipat masuk tas
Ada kantongnya
Modelnya cakep. Kalo dipakai banyak yang bilang bagus
Nyaman

(-)
Kalau udah lama ga dicuci bahannya kayak rd mulur. Tapi kali dicuci balik lagi sih enak lagi bahannya.
Gendong hadap depan sepertinya kurang nyaman.

Hip seat carrier: 
(+)
Nyaman dipakai lebih lama saat bayi sudah tambah berat BB nya karena lebih mantap.
Lebih nyaman posisi saat hadap depan (walaupun posisi ini tetap gaboleh lama-lama ya, moms)
Suamiku lebih suka gendong bayi pakai ini

(-)
Kurang praktis karena bulky, tidak bisa dilipat kecil


Saya sendiri lebih sering pakai gendongan yang mana? Sampai saat ini (adek usia 7 bulan) saya masih lebih sering gendong pakai baby K'Tan karena alasan bisa dilipat itu tadi dan nyaman. Saya cuma gendong adek dari car seat di parkiran ke sekolah, jadi memang ga jauh. Kalau weekend sih jarang pakai gendongan karena ngemall biasanya pakai stroller aja. Dipake ngemall sampai 2 jam juga masih oke sih, masih nyaman juga. Cuma kalau travelling yang bener-bener seharian jalan di outdoor gitu kurang tau juga ya bakal nyaman atau engga. Soalnya belum pernah coba. Ini juga usia adek masih 7 bulan kan, belum begitu berat, dan belum terlalu demanding pengen digendong hadap depan. Jadi belum teruji nih, kalau beratnya nanti udah di atas 8 kg masih nyaman apa engga. Ini juga alasan kenapa saya masih mempertimbangkan punya hip seat carrier.

Kalau suamiku lebih suka mooimom hip seat carrier karena gampang pakainya tinggal ceklek-ceklek. Kalau jalan-jalan dia yang bawa atau si adek lagi pengen digendong terus, pasti suami ambil gendongan ini. 

Kesimpulannya? Semua gendongan ada plus-minusnya, tinggal disesuaikan saja yah sama kebutuhan kita. Asal jangan lupa sama syarat babywearing yang aman ini, 

Sumber: Instagramnya Baby K'Tan.

Dan jangan lupa, posisi punggung harus C-Shape, dan kaki harus M-Shape. Terutama buat newborn. Kalau saya sih udah 7 bulan juga tetep kaki kudu M-Shape.



Nah, semoga bermanfaat reviewnya. Selamat Babywearing, Moms!

Wassalaamualaikum.

Thursday, 26 April 2018

Bagaimana Membuat MPASI Rumahan & Membentuk Kebiasaan Makan yang Baik pada Bayi


Assalaamualaikum,

Weekend lalu, saya datang ke event yang diadakan The Urban Mama. Jadi secara regular memang The Urban Mama ini ngadain acara #TUMLuncheon. Acara yang biasanya berbarengan dengan waktu makan siang ini biasanya membicarakan berbagai tema menarik yang menjadi perhatian mama-mama dan keluarga-keluarga di perkotaan.

Tema yang diangkat minggu kemarin adalah mengenai Menyiapkan MPASI Rumahan bersama Phillips Avent. Semangat 45 sebenernya saya dateng. Karena kebetulan Adek Alia baru banget mulai MPASI. 

Walaupun saya pernah ngalamin yang namanya menyiapkan MPASI setiap hari saat Kakak Aira bayi, yang saya ingat sampai sekarang menyiapkan makanan buat bayi itu stressful. Iya stressfull, karena  bikinnya lama, cucian alat masaknya banyak, dan kadang Airanya GTM alias ga mau makan sama sekali. Ada lagi masalah klasik yang lain, yaitu sembelit. Kalau 7 tahunan lalu memang jarang ada forum yang bisa dipakai buat berbagi masalah per-MPASI-an. Biasanya info yang didapat sepotong-sepotong. Kalaupun ada bukunya isinya cuma resep. Jadi fix deh pokonya Mamanya kudu belajar lagi.

Sebelum mulai, kita makan salad dulu dari The Yummy Bowl. Ini enak lho, Aira aja sampai habis 2 xD.

Jadi ternyata pola pikir saya ini kudu dirubah ya waktu mempersiapkan MPASI buat bayi. Kenapa? Karena sesungguhnya saat kita menyiapkan MPASI, kita ini sedang membentuk kebiasaan makannya dari awal dan akan terbawa hingga usianya lebih dewasa. Pembicara di acara ini, Spesialis Anak dr. Ranti Hannah, bahkan mengatakan kebiasaan makan anak dimulai dari sejak ia di dalam kandungan ibunya. Jadi penting banget untuk membangun style makan yang responsif terhadap kebutuhan anak.

Ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan ibu saat memberi makan bayinya. Di bawah ini saya bikinkan tabelnya,


Untuk membentuk style makan yang responsif, latihlah anak untuk memahami sinyal lapar dan kenyang tubuh. Susun jadwal yang tetap untuk makan berat dan selingan. Jangan jadikan makanan sebagai reward atau hadiah, dan percayalah kepada anak anda. Ada beberapa tanda yang bisa kita perhatikan apakah bayi kita sedang lapar atau sudah kenyang:



Kiri ke Kanan : dr. Ranti Hannah Sp.A dan Ibu Santi Panjaitan dari Phillips Avent.
Juga ada beberapa tips untuk membentuk kebiasaaan makanan yang baik sejak bayi;
- Biasakan makanan yang sehat sejak hamil dan selama menyusui
- Saat bayi mulai makan, berikan makanan sehat sesuai rekomendasi (jenis dan jumlahnya)
- Kenali tanda lapar dan kenyang bayi (percaya pada sinyal lapar & kenyang anak)
- Orangtua memberi contoh dengan memakan makanan yang sehat setiap waktu dan meminimalkan makanan yang kurang sehat. 
- Bentuk suasana yang menyenangkan saat makan
- Susun jadwal rutin untuk makan. Maksimal 30 menit di meja makan.
- Jangan gunakan makanan sebagai hukuman atau hadiah
- Usahakan agar anak makan bersama keluarga. Anak jadi memperhatikan saat kakak atau ayah mencoba makanan baru. Serta bisa mengkomunikasikan saat ia lapar atau kenyang.
- Minimalkan gangguan seperti TV, gadget, mainan, atau lomba makan.
- Hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanan. Percayalah padanya saat ia memberikan sinyal kenyang.
- Ini bukan restoran! Hindari memberikan semua yang diinginkan anak.
- Jangan khawatir berantakan
- Pantau pertumbuhan dan perkembangannya

Di sesi kedua, kita diajak untuk membuat resep MPASI nusantara bersama Mama Kushandari Arfanidewi (@kelincitertidur) dengan menggunakan Phillips Avent Baby Food Maker. 





Resepnya ada 2, yaitu Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning dan Kue Pulut Mangga.
Duh, wanginya beneran berselera deh. Padahal cuma makanan bayi. Nanti resepnya saya tulis di akhir tulisan ini yah.

Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning (kiri), dan Kue Pulut Mangga (kanan)
Dan, ini dia nih Essential Baby Food Maker dari Phillips Avent. Masak makanan bayi jadi mudah karena satu alat ini bisa untuk mengukus dan melumat sekaligus. 


● sirkulasi oenguapan dari atas ke bawah untuk memastikan makanan matang merata sehingga tekstur dan nutrisi tetap terjaga
● desain tutup wadah yang cerdas sehingga semua bahan aman di dalam wadah, mencegah makanan masuk ke dalam tangki air. Melumat makanan bayi dari semua tahapan lembut sampai kasar
● Tangki air ekstra besar sehingga mudah dibersihkan dan diisi ulang.
● mengombinasikan langkah mudah mengukus dan melumat untuk membuat MPASI dari bahan dasar daging, ikan, dan sayur.
Kapasitas blender 1050 (cair) / 400 ml (padat). Kapasitas steam 720 ml, kapasitas wadah air 180 ml, panjang kabel 80 cm, 330 watt.

Mupeng juga yaah.. hihihi.


Senang sekali bisa mendapat ilmu per-MPASI-an bersama The Urban Mama. Kapan-kapan pengen ikutan lagi deh acara berfardah kayak gini.

Seru kalo udah ketemu sama mama-mama blogger ini.

Makan siangnya masih dari Yummy Bowl. Endess pisan..

Jangan lupa foto bareng bersama peserta dan pembicara.

Wassalaamualaikum.

Oia, berikut di bawah ini resep MPASI Tim Ikan Bumbu Kuning dan Kue Pulut Mangganya ya. Semoga bermanfaat.


Resep Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning
Bahan-bahan:
150 gr ikan sebelah
50 gr ikan teri
1/2 pack tahu sutera
Bayam
Butternut squash
Santan
Nasi putih
Minyak kelapa butternut squash

Bahan yang dihaluskan:
200 gr bawang merah
100 gr bawang putih
3 ruas kunyit
2 ruas jahe
6 butir kemiri
4 batang sereh
5 lembar daun jeruk
4 buah belimbing wuluh
Minyak kelapa seceukupnya

Cara membuat:
1. Campur nasi putih dengan santan, kaldu ayam bubuj, dan minyak kelapa. Kukus agar lembut dan blender
2. Bumbui ikan dengan bumbu dasar kuning, diamkan minimal 2 jam.
3. Kukus ikan, tahu, dan butternut squash, lalu masukkan bayam paling akhir
4. Blend campuran ikan hingga lembut dan sajikan dengan nasi yang sudah dikukus tadi.

Kue Pulut Mangga (Pure)
Beras putih
Ketan
Santan
Gula
Garam
Pandan
Mangga harum manis matang

Cara membuat:
1. Campur ketan dengan santan, gula dan garam. Kukus ketan dan beras hingga matang
2. Blender hingga halus
3. Kupas dan potong mangga harum manis.
4. Sajikan

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...