Sunday, 4 June 2017

In TheBalm of Your Hand (Swatches & Review)



Assalaamualaikum,

Setelah sekian lama enggak review make-up. akhirnya punya energi juga buat nulis review ini. Jadi, sebenarnya produk ini sudah saya beli sejak sekitar sekitar hampir dua bulan yang lalu, dan foto-foto review yang dipasang di sini juga udah saya ambil sejak itu. Tapi ternyata kemudian saya sempat sibuk sekali, dan kemudian diharuskan bedrest sama dokter. Alhamdulillah sekarang udah nggak bedrest, tapi masih dibatasi aja aktivitasnya sampai yakin benar pulih. Nah, cerita lengkap tentang bedrest dan lain-lain ini biar saya ceritain di post yang lain aja yah. Sekarang kita fokus dulu review make-up nya :D.

Jadi ceritanya saya memang beberapa waktu terakhir ini pengen banget punya eyeshadow pallet. Tapi beli beberapa di drugstore kayaknya kurang puas. Kalo browsing sih banyak yah palet-palet yang bagus, tapi harganya juga bagus xP. Maklum saya juga bukan yang makeup addict banget, jadi enggak berani beli palet yang harganya mendekati satu juta. Maunya sih dapet palet yang bisa diandalkan, tapi dengan harga yang cukup reasonable. 



Pas lagi browsing di instagram @makeuppucino , tetiba saya nemuin palet dari The Balm ini. So, the idea of this pallet is, produk-produk di dalamnya adalah produknya The Balm yang sudah sangat dikenal bagus dan jadi favorit, tapi disatukan di satu palet. Enggak cuma eyeshadow, di palet ini ada si bronzer Bahama Mama, sampai highlighter Mary-Lou Manizer. Menggoda banget, bukan? Mungkin makanya itu dikasi judul In The Balm of Your Hand, Greatest Hits Vol. 1 *sok tau. Di bagian dalamnya bahkan si The Balm ini malah nambahin kata-ka "Who says you can't have it all?"

Kemasannya seperti kemasan TheBalm biasanya terbuat dari kertas dengan ilustrasi retro. Di bagian belakang kemasan, terdapat keterangan produk-produk apa saja yang ada di dalam paletnya.



Now, I know you've been eager to see the products inside, so let me show you. Kita mulai dari bagian atas ya.



Hot Mama. Hot Mama ini blush sekaligus bisa dipake eye shadow juga. Warnanya peach natural dan agak shimmery. 
Instain. Blush yang warnanya dikasih nama Argyle ini warna pink terang dan matte.
Cabanaboy. Ini juga salah satu produk favorit banyak orang dari TheBalm. Blush warna pink tua ini juga bisa dipakai sebagai eyeshadow dan matte juga.
Bahama Mama. Bronzer ini juga salah satu produk terkenalnya TheBalm. Warnanya pas di wajah ga kayak noda. Bisa dipakai sebagai eyeshadow, warnanya bagus buat warna transisi. Kadang aku pake juga buat contour hidung.
Caramel dari Palet How 'Bout Them Apples? Ini adalah lip and cheek stain gitu. Jadi produknya bisa dibaurin di pipi jadi kayak blush on cream gitu tapi bisa sekaligus jadi lip stain. Warnanya cucok banget. Kalo dipake di pipi wajah jadi keliatan lebih segar tapi ga lebay. Kalo dipake di bibir, bibir jadi lembab tapi warnanya seger jadi keliatannya lebih natural.

Sekarang kita lihat palet bagian bawah.
Insane Jane dari Palet Shady Lady. Sesuai namanya, eyeshadow ini warnanya kayak silver abu-abu metalik gitu.
Mischevious Marissa dari Palet Shady Lady. Warnanya agak cokelat-gold gitu. Cakep banget but dipake di lid, atau pun bisa juga sih dipake buat highlight.
Sexy dari Palet Nude Tude. Eyeshadow ini warnanya ungu tua agak ke coklat tua dan warnanya matte.
Lead Zeppelin dari Palet Balm Jovi. Eye shadow shimmer yang warnanya hijau tua agak keabuan.
Mary-Lou Manizer.  Highlighter ini salah satu produk favorit dari the Balm juga. Suka banget karena shimmernya pas dan ga bikin keliatan terlalu berkilau.
Mia Moore. Lipstik ini warnanya merah berry gitu.

Sekarang kita swatch warnanya ya. 

Hot Mama, Instain, Cabana Boy, dan Bahama Mama.

Insane Jane, Mischevious Marissa, Sexy, Lead Zeppelin, dan Mary-Lou Manizer.

Menurut saya warna-warna di palet ini pigmented dan bagus. Mungkin tekstur eyeshadownya agak powdery kalo buat orang yang lebih suka eyeshadow creamy, tapi menurut saya sih powdery-nya ga mengganggu. 

Hampir semua produk di palet ini saya suka. Terutama cheek/lip stain, bronzer, highlighter dan dan blush on-nya. Mungkin karena di hari biasa saya memang ga biasa pakai eyeshadow. Tapi dari kesemuanya saya paling suka cheek/lip stain-nya karena praktis banget dan pipi langsung keliatan segar merona. 

Overall, buat saya palet ini recommended banget karena bisa dibawa travelling. Gaperlu bawa banyak palet, kita tinggal bawa satu ini aja udah cukup. Semua produk di palet juga bagus, jadi kalau mau pergi travelling atau mudik, palet ini ga menuhin tas kalau dibawa-bawa.



Nah itu dia review palet In TheBalm of Your Hand Vol. 1 dari TheBalm. Kalau kamu pernah coba nggak? Atau punya palet multifungsi lain yang recommended? Silakan comment di bawah ya :).

Wassalaamualaikum.

Sunday, 14 May 2017

Weekend Project: (DIY) Bikin Monster Kardus bersama Dancow Advanced Excelnutri+




Assalaamualaikum,

Enggak terasa, si Bebe sekarang sudah menginjak usia 6 tahun. Rasanya baru kemarin masuk sekolah TK. Eh, sekarang sudah mau SD. Banyak perkembangannya yang meningkat di usia ini. Sudah bisa membedakan dua bahasa (Indonesia dan Inggris), sudah bisa mengungkapkan pendapat dengan lebih runtut, berani tampil di depan umum, lebih mandiri saat makan, tidur atau membersihkan diri, belajar menghapal surat-surat Al-Quran di juz 30, bisa membaca, menari, menulis surat dan juga menggambar. 

Alhamdulillah banyak perkembangan baik yang saya lihat. Meski tentu saja, masih banyak pekerjaan rumah sebagai orang tua yang harus dilakukan. Di usia ini anak juga cepat bosan dan sering mencari tantangan yang lebih tinggi yang dia bisa taklukkan. Sebagai orang tua kita juga harus lebih pandai menstimulasi perkembangan motorik halus dan motorik kasarnya. Termasuk memberikannya nutrisi yang cukup selama pertumbuhannya agar ia berkembang optimal. 

Nah, kebetulan beberapa waktu lalu saya menerima paket dari Dancow. Paketnya cukup besar dan berisi dua kotak hitam dengan pita kuning emas yang cantik.




Di paket pertama, ada satu kotak susu Dancow Advanced Excelnutri+,  sebuah Diary perkembangan si kecil, beserta informasi mengenai susu pertumbuhan dan perkembangan anak dari tahun ke tahun. Wah, berguna banget nih informasinya. Saya share di sini ya,

Usia Pertumbuhan 1-3 Tahun : Si kecil mulai aktif bergerak dan berjalan. Ukuran otaknya mencapai 80% di awal kehidupan hingga usia 2 tahun. Dancow 1+ dengan Lactobacillus Rhamnosus, serat pangan inulin, dan minyak ikan. Lindungi si kecil agar bebas bereksplorasi supaya tumbuh kembangnya optimal. 

Usia Pertumbuhan 3-5 tahun   : Si kecil mulai merespon serta bisa menentukan pilihan. Ukuran otaknya mencapai 90% di usia 6 tahun. Stimulasi si kecil agar ia dapat belajar bersosialisasi dan berkreasi dengan optimal. Dancow3+ 3-5 tahun dengan minyak ikan sumber DHA serta LA-ALA. 

Usia Pertumbuhan 5-12 tahun   : Si kecil mulai bereksplorasi dan berkegiatan di luar ruangan. Pertumbuhannya pun cepat di masa ini. Dukung proses belajar si kecil memasuki dunia sekolah. Dancow 5-12 tahun dengan protein dan kalsium.

Di dalam diary, kita bisa menemukan halaman-halaman yang kita isi mengenai pertumbuhan anak kita dari tahun ke tahun lho. This is so exciting!



Di kotak ke dua, ada jaket kuning yang cukup tebal dari Dancow. Cocok banget untuk beraktivitas di luar seperti jalan pagi atau trekking.












Ternyata, Dancow Advanced Excelnutri+ ini merupakan susu pertumbuhan inovasi baru dari Dancow. Dengan lebih dari 3X Lactobacillus Rhamnosus,  bakteri baik yang dapat mendukung daya tahan tubuh si kecil di dalam saluran cernanya. 

Nah, kalau nutrisinya baik dan dapat mendukung daya tahan tubuh anak, rasanya cocok banget untuk anak-anak usia si Bebe yang sedang senang-senangnya mengeksplorasi motorik halus dan motorik kasarnya. Karena kadang kita suka takut anak kita saat eksplorasi kena hujan, kena panas, atau enggak sengaja nelan sesuatu yang harusnya enggak boleh dimakan. Yah, namanya juga anak-anak kan ya. 


Ngomong-ngomong soal melatih motorik anak, Si Bebe dua tahun terakhir ini senang banget menggambar. Melatih motorik anak itu tentu lebih menyenangkan jika sesuai dengan apa yang diminatinya. Awalnya sih dia senang coret-coret di kertas. Setelah itu kami memang selalu menyediakan satu rim kertas di ruang tengah agar ia bisa mengakses kertas dan alat tulis serta menggambar kapan pun ia mau. Walaupun awalnya hanya coret-coret tanpa makna, tapi sebenarnya ia sedang melatih jemarinya. Ia juga sedang menumpahkan ide dan imajinasinya serta melatih konsentrasi. 

Makin lama gambarnya makin memiliki makna. Ia juga makin sering menulis surat buat teman-temannya. Awalnya hanya berisi gambar, tapi setelah mengenal huruf ia jadi sering menambahkan tulisan. Misalnya: Buat Mama, Buat Papa, Buat Bu Eka, sampai liburan kemarin ia menulis surat buat 12 teman perempuannya di kelas xD. Kadang tulisannya pakai lope-lope segala. Hihihi.

Setelah terampil pegang pensil, medianya mulai beralih ke krayon, dan sekarang mulai diperkenalkan memakai kuas dan cat. Dia seneng banget bisa main cat. Kalo dulu main cat pakai tangan, kalo sekarang pengennya pakai kuas. Udah bisa teratur mengeluarkan cat, menyiapkan keperluan melukis, ambil air, sampai mencuci sendiri palet cat yang sudah dipakai di kran. 

Nah, ceritanya beberapa waktu lalu saya pulang belanja dari sebuah hipermarket. Belanjaannya dipak menggunakan kardus bekas. Sampai rumah si Bebe bantuin Mamanya ngeluarin barang-barang dan lalu dia mulai bermain-main dengan kardus itu. Awalnya ia iseng membuat sebuah lubang untuk tempat matanya mengintip. Lama-lama dia taruh si kardus di kepala dan bilang dia jadi monster sambil mengeluarkan bunyi,"Grrr... Raaaar..." sambil hilir mudik.

Akhirnya mamanya gatel juga liatnya. Jadi saya ajak dia bikin monster sekalian pakai kardus. Hihihihi. Nah, ini dia bahan-bahan yang kami pakai. Sebuah kotak kardus bekas, cat poster besar warna kuning untuk mengecat permukaan kardus, cat poster kecil buat melukis wajah monsternya, dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk melukis seperti palet dan kuas.



Pertama, kita bikin matanya dulu ya. Karena membuat lubang pada kardus cukup sulit buat anak-anak, saya cukup memberikan bolpoin untuk membuat lubang pada mata. Ternyata membuat lubang dengan bolpoin ini cukup mudah, tinggal ditancapkan berkali-kali dan lama-lama akan terbentuk lubangnya.

Mimik wajahnya kalau lagi konsentrasi. Persis emaknya xD.

Nah, kalau sudah dilubangi, kita tinggal cat kardusnya memakai cat poster. Awalnya si Bebe menggunakan kuas kecil, tapi ternyata bikin pengerjaannya lama. Akhirnya dia mulai menggunakan jari-jarinya,



Tapi ternyata pakai jari juga lama, akhirnya Papa ngasih kuas cat agak besar yang biasa dipakai buat ngecat kayu. Hahahaha. Jadinya selesai lebih cepat dan lebih rata.




Nah, kalau sudah dicat dan diratakan, tinggal kita jemur deh sampai kering.



Untungnya siangnya matahari cukup panas, jadinya cepet kering deh catnya. Sekarang tinggal menggambar wajah si monster. Si Bebe bikin monster yang wajahnya ramah. Hahaha.



Panas-panas tapi tetep happy kalo diajakin ngelukis :D.
Nah, ini dia monsternya setelah jadi. Si Bebe seneng banget hilir mudik sambil ngeraung kayak monster. Hahaha. 




Ah ya, tips dari saya, saat anak mengembangkan kemampuan motorik halusnya, sebaiknya bebaskan anak untuk berkreasi. Walaupun mungkin hasilnya tidak sebagus yang kita inginkan, tapi kita jadi tahu fitrahnya seperti apa dan bagaimana ide-idenya berkembang. Kita hanya menemani dan menolong saat dibutuhkan saja. Misalnya saat ia bingung atau mulai lelah. 

Masa kanak-kanak itu kan ga akan terulang. Jadi mendukung dia lebih mengeksplorasi minatnya adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Kalau agak kotor atau panas-panasan sedikit sih enggak usah khawatir. Kita bisa membantunya dengan memberikan nutrisi terbaik dan pengaturan waktu agar istirahatnya cukup. Yuk, Bunda. Katakan #IyaBoleh untuk selalu mendukung pertumbuhannya agar ia menemukan potensi terbaiknya. 

Yang ingin lihat DIY ini di video, boleh liat video di bawah ini ya caranya :).

Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...