Friday, 12 August 2016

Inspirasi Kebaya, Make Up dan Hijabstyle untuk Wisuda


Model    : Safia
Photographer : Mia Fauzia


Assalaamualaikum,

Di post yang lalu saya sudah cerita ya beberapa waktu ini saya cukup sibuk dengan beberapa kegiatan pribadi. Salah satunya adalah acara wisuda adek saya, Safia, di Universitas Padjadjaran, Bandung. Di sini saya mau cerita bagaimana proses pemilihan kebaya yang dilakukan serta pemilihan hijab stylenya.


Tentang Kebaya Wisuda

Jadi si adek ini kepingin pake kebaya yang nggak kebaya banget. Dia nggak mau rempong pakai kebaya yang biasa alias pengen nyaman. Lalu saya keingetan sama baju atasan peplum saya yang modelnya kayak kebaya saat dipakai. Post-nya ada di sini. Kebetulan adekku juga kepingin model peplum buat kebayanya. Jadi saya bawalah baju warna krem itu untuk wisudanya. 

Saat dicoba, ternyata warna bajunya terlalu netral dibandingkan dengan kain yang bakal dipakai sebagai bawahannya. Selain itu, adekku juga suka warna pink. Karena itu akhirnya adek sama mama ke toko kain cari bahan kebaya lalu dijahit dengan model baju yang krem tadi. Dia memilih bahan warna abu-abu dan pink sebagai furingnya. 

Saat bajunya sudah jadi, ternyata hasilnya bagus. Oiya, penjahitan atasan kebaya ini juga termasuk cukup mudah karena berupa atasan peplum berbahan kebaya. Jadi bayar jasanya juga tidak semahal harga pembuatan kebaya. Tapi tetep kece dong ya.

Bawahannya dipakaikan kain (bahasa sundanya: sinjang lamban). Ini kain yang sama yang saya pakai buat wisuda. Dan si adek berkali-kali nyanyi Mojang Priangan, lagu Sunda yang artinya Gadis Priangan. Entahlah mungkin dia ngerasa cantik yak. Hahaha. Ya syukurlah kalo dia riang berarti make up sama hijabstylenya  cocok. Oiya, tentang make up dan hijab style akan saya bahas di bawah yah.

Hal lain yang saya suka adalah atasannya tentu lebih nyaman daripada kebaya biasa. Atasan ini juga bisa dipakai dengan celana untuk datang ke acara formal di kesempatan lainnya. 





Tentang Make Up Wisuda

Saya dulu termasuk nekat karena make up sendiri untuk wisuda. Padahal saya bukan orang yang sangat make up savvy. Yang saya tahu saat itu, saya tidak suka memakai make up yang berat dan menor.

Ternyata adekku juga nggak mau pakai make up yang berat. Dia ingin terlihat 'dandan' tapi tidak berlebihan. Ya, kalo istilah saya kita pakai make up just to elevate the look. Hanya untuk menutup kekurangan dan menonjolkan kelebihan wajah tapi tidak berlebihan. Karena kakaknya sekarang udah rada ngerti make up, dia mempercayakan soal make up sama saya.

Saya pikir, wisuda biasanya dilaksanakan pada siang hari dan tentu dengan iklim kita di sini akan terasa gerah. Jadi sebaiknya nggak pake make up yang terlalu berat. Warna-warna natural menurut saya cocok banget dengan acara juga cocok dengan usianya. 

Saya memilih warna palet netral seperti cokelat, oranye, bronze dan putih untuk bagian mata. Alis dibuat senatural mungkin tanpa dicabut. Saya tidak pakai bulu mata palsu karena bulu mata adek saya cukup panjang. Selain itu saya dan adek kurang nyaman dengan penggunaan bulu mata palsu karena takutnya seperti menyambung rambut. 

Makeup-nya ga lupa pake highlighter di sekitar puncak tulang pipi, dagu, atas bibir, hidung dan sedikit di dahi di antara alis. Ini mah pengaruh sering nontonin para beauty vlogger di YouTube. Hahahha xD. Tapi memang highlighter itu cucok banget deh bikin muka jadi segar dan glowing.




Tentang Hijabstyle untuk Wisuda

Untuk hijab, adek memilih warna pink baby yang sama dengan warna pink yang ada pada kebayanya. Di sini untuk tetap stick to the theme, which is simple, saya memilih inner ninja dengan warna yang sama tanpa ditambahkan elemen lain. Saya ingin aksesori wisuda seperti medali dan topi dari toga terlihat lebih menonjol. Selain itu toga wisudanya sendiri sudah ada beberapa warna dan corak universitas, jadi saya tidak menginginkan tampilan yang terlalu ramai.

Sebenarnya, ada dua hijabstyle yang saya buat waktu itu. Tapi hijabstyle ini yang memang saya sempatkan untuk saya foto. Satu lagi modelnya sedikit mirip turban dan yang turban itu yang akhirnya dipakai pada hari H. Tapi untuk foto dengan kebaya, sebenarnya hijabstyle ini tampak lebih graceful menurut saya. 

Apakah ada yang berminat mengetahui tutorial hijabnya? Kalau ada yang berminat mungkin akan saya buatkan tutorialnya.



Nah, semoga bermanfaat ya buat Teman-Teman yang lagi cari inspirasi buat wisuda :). 

Wassalaamualaikum.



Monday, 8 August 2016

Ancol Getaway


Assalaamualaikum,

Halo! Akhirnya menyentuh blog ini juga semenjak bulan puasa lalu xD. Banyak hal pribadi yang harus saya kerjakan akhir-akhir ini. So, yeah. I actually can't wait to share some of my stories about what I did. But to begin with, hari ini saya mau sharing tentang short getaway kami ke Pantai Ancol.

Yang pernah liat post saya di instagram mungkin tahu bahwa jalan-jalan ke Ancol ini saya post sudah lamaa sekali, sekitar beberapa hari sebelum puasa. Hahaha. I know, I didn't realise it was that long. Btw, instagram saya @amommyslifeandstyle , siapa tahu ada yang mau follow :D.

Hari itu kami berangkat pagi sekali dari rumah. Sekitar pukul 5.30 dari Depok. Tentu saja kami sudah beberapa kali datang ke Ancol. Tapi saat itu saya ingin sekali mencoba pantai yang berada di bagian depan Ancol Beach City mall. Katanya bagian pantai yang ini jauh lebih bersih dibandingkan dengan bagian pantai Ancol yang lain. 

Ternyata betul, pantai di sini bersih. Pengunjung yang datang diminta tidak membawa makanan-minuman dan tidak diperkenankan membawa tikar dan sejenisnya. Pantas saja bersih ya :D. Tapi worthed banget lah karena dengan begitu kita bisa mendapat foto yang bersih dan tidak banyak orang. Hehehe.

Sayangnya, di area ini ada proyek reklamasi yang sedang dilakukan. Jadi anak-anak tidak bisa berenang di pantainya waktu itu. Ada juga sih yang nekat berenang tapi kami enggak mau ambil resiko kalau ada apa-apa. Si Bebe juga saya ajak ke area pantai yang lain tapi dia nggak mau. Maunya di sini aja.
























Oiya, di Ancol Beach City ini kamar mandinya cukup bersih jadi ya enaklah basuh bocil nggak pake riweuh. Cuma saran saya sih datangnya mending pagi aja sebelum jam 7. Selain belum panas, pantainya belum penuh dan ga susah cari parkir. Antri mandinya juga enggak lama :D.

Oiya, saya juga buat Vlog-nya di channel saya MiaFauziaDaily di YouTube. Please follow my youtube channel and subscribe yah, Mentemen :D. Hehehe. 




Ancol emang selalu jadi alternatif yang mudah dan murah ya buat orang Jakarta dan sekitarnya. Kapan ya main ke sini lagi. Kalau temen-temen suka jalan-jalan ke Ancol nggak? 


You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...