Thursday, 14 December 2017

Review Peralatan Menyusui : Mooimom Silicon Breastpump

Assalaamualaikum,

Halo! Apa kabar? Sejak post terakhir itu, pingin banget post tulisan mengenai kelahiran Adek. Tapi entah kenapa tiap nulis rasanya tulisan kayaknya ga akan selesai satu postingan. Karena udah nulis banyak tapi belum beres-beres. Masih banyak kejadian berhubungan dengan kelahiran yang ingin saya tuliskan dan rasanya masih berjejalan di pikiran minta dikeluarkan. Hahaha. Setelah melahirkan ini sulit sekali menemukan waktu luang untuk menulis. Jadi saya pikir kali ini saya mau menulis dulu apa yang saya bisa tulis dengan lebih cepat dulu. Insya Allah mengenai pengalaman melahirkan dan hal-hal lain yang berkaitan akan saya share kemudian.

Sesuai janji saya di post mengenai produk Maternity di post sebelumnya, kali ini saya mau share review Mooimom Manual Breastpump


Saya memang stay at home mom, tapi dari sejak hamil saya punya rencana untuk pumping agar selalu tersedia ASIP di freezer kalau-kalau saya ada kegiatan atau acara di luar. Selain itu, saat melahirkan si Kakak dulu, Kakak Aira harus di fototerapi karena kuning. Jadi saya memang sudah punya pompa ASI Mini Electric dari Medela.

Walaupun memompa ASI itu lebih mudah dengan pompa elektrik, tapi menurut saya kegiatan mensterilisasi breastpump, nyari colokan, dan lain-lain itu ya memang agak riweuh ya. Waktu itu karena saya lihat produk ini di website Mooimom, dan pernah baca juga review produknya di blog orang, saya jadi tertarik nyobain juga. Kebetulan waktu itu di websitenya kalau pertama daftar bisa dapet potongan Rp 30.000 buat pembelian pertama. Dulu produk breastpump manualnya ini murah meriah, kayaknya cuma Rp 149.000 ya kalau tidak salah. Jadi waktu itu saya pikir kalaupun misalnya nanti kurang bagus  fungsinya ya kayaknya enggak rugi-rugi amat lah. Jadi sebelum melahirkan saya udah langsung pede aja beli breastpump ini.  

Setelah melahirkan Adek, ternyata Adek Alia juga kuning seperti kakaknya dan harus di fototerapi selama 24 Jam di RS. Sedih banget, tapi ternyata kakaknya juga sama sedihnya. Awalnya saya enggak nangis, eh kakaknya nangis karena Adeknya harus nginep di RS. Jadinya Emaknya mewek juga. 

Saat tahu Adek harus difototerapi itu saya baru punya stok 2 botol ASIP di freezer.  Iyalah ya orang baru pulang 2 hari, jahitan bekas operasi Caesarnya aja masih sakit. Akhirnya ya pumping kejar-kejaran. Beruntung juga saya sudah sedia 2 breastpump di rumah. Jadi selama Adek di RS itu Papanya antar ASI sekitar 3 jam sekali. Berarti saya harus makan banyak, istirahat dan ga banyak pikiran kalau mau ASI lancar. Tiap pumping saya pakai dua pompa sekaligus. Yang Medela Mini Electric di kanan, Mooimom di kiri, lalu dibalik.

Surprisingly, si Mooimom breastpump kecil ini beneran bagus. Jadi cara pakainya itu tinggal di pijit ujung botolnya lalu mulut botolnya dipasang di PD. Setelah itu naturally dia jadi kayak suction cup gitu mengeluarkan ASI dan masuk ke botol tanpa perlu memompa. Terutama kalau PD lagi penuh-penuhnya saat bangun tidur atau karena beberapa waktu enggak dimimiin. Saya dapet ASI segini banyak hanya dalam waktu yang lebih sebentar daripada pakai si mini electric. Cuma ya itu, keadaan PD memang saat itu lagi penuh.

Breastpump ini ada lid-nya. Kalau-kalau mau ditaruh biar enggak tumpah.

Karena cara kerjanya ga benar-benar dipompa, mungkin ini yang suka dibilang sama beberapa orang lain yang review kalau breastpump ini semacam milk saver. Buat saya sih enak banget ya karena ga pegel mompa. Dan saat kita menyusui bayi misalnya dengan PD kanan, PD kiri bisa dipasang manual breastpump ini. Somehow kan saat satu PD kita dimimiin, PD sebelahnya suka malah nambah  banyak produksi ASI-nya karena terstimulasi oleh bayi.

Kelebihannya lagi, breastpump ini ukurannya kecil dan simpel. Kalau mau disteril ga rempong cuci part-part nya karena ya cuma segitu doang. Bodi-nya terbuat dari bahan silikon, jadi mulut/corongnya yang lebar itu elastis banget untuk dipakai memasukkan ASI hasil perahan ke dalam mulut botol kaca ASI yang kecil. 



Kekurangannya mungkin cuma satu. Jadi saat PD kita penuh sekali dan ASI yang dihasilkan sudah lebih dari 60-70 ml, botolnya mulai keberatan dan ngeri lepas kalau enggak dipegangin. Kalau sudah begitu mendingan botolnya dipegangin daripada jatuh. Kalau enggak, pindahkan dulu deh ASIP nya ke botol lain, lalu perah lagi. Sayang ASI-nya kalau sampai jatuh. Bisa nangis emaknya T_T.

Jujur akhir-akhir ini malah saya lebih sering pake breastpump ini daripada si mini electric. Mungkin karena saya juga bukan working woman yang punya target harus target pumping. Apalagi sepanjang hari juga kan seringnya dimimiin sama bayik.  Jadi saya pumping kalau pas lagi sempat atau pas PD lagi penuh aja. Soalnya ya itu, gampang banget sterilisasinya, hampir dibilang fuss free.

Oiya, harganya di web mooimom.id juga sepertinya sekarang udah naik jadi Rp 199.000 . Tapi kalau beli pertama mayanlah dapet potongan Rp 30.000 kan ya *Anaknya perhitungan saya xD*. Dan sekarang warna lid-nya jadi hijau toska. Ini dia kemasannya seperti foto di bawah. 

Dan sekarang juga ada model yang bagian bawahnya ada suction-nya supaya bisa nempel di bagian datar serta kapasitasnya juga lebih besar. Harganya Rp 290.000 . 

Gambar-gambar ini saya pinjam dari websitenya Mooimom.


Overall, saya rekomendasiin silicon breastpump ini buat para busui. Breastpump ini gampang disterilisasi, dan cara kerjanya ga perlu mompa sama sekali jadi ga pegel. Kalau PD lagi penuh, ga seberapa lama juga penuh oleh ASI perah cupnya. Saya sih merasa tertolong banget sama si Mooimom Silicon Breastpump ini. Harganya pun enggak mahal. FYI, ini bukan sponsored post. Jadi memang breastpump ini saya beli sendiri. 

Semoga bermanfaat :). Wassalaamualaikum.



Wednesday, 22 November 2017

MinumMilo : Bonding Time bersama Si Kakak Pertama dan Mimpi ke Barcelona



Assalaamualaikum,

Weekend lalu, kami akhirnya bisa jalan-jalan dan makan di luar bareng berempat. Maklum setelah melahirkan, sebulan terakhir ini saya lebih banyak di rumah untuk memulihkan diri, dan mengurus adek Alia yang masih newborn. Apalagi saya masih enggak bisa kemana-mana dan menjaga diri karena melahirkan dengan bedah caesar. Jadilah saya agak sedikit 'mengabaikan' kakak Aira. Di bulan pertama ini, saya enggak mengantar jemputnya ke sekolah, dan hampir setiap saat saya dalam keadaan menggendong adek Alia. Jadi saya senang sekali bisa jalan-jalan sekalian belanja groceries bersama. 

Kalau lagi belanja grocery gini, saya enggak melewatkan beli Milo buat di rumah. Milo ini biasanya selalu ada persediaan di kotak di dapur. Soalnya bisa bikin minuman enak dalam sekejap. Kalau mau tambah fancy dan seru, tinggal tambah ekstra krim, ekstra susu, atau ekstra saus cokelat. Enak 😋. Jadi saya langsung kepikir pingin bikin MILO dingin berdua sama Aira di rumah. 




Sampe rumah, kebetulan si adek bobo. Jadi saya manfaatin waktu buat bikin iced Milo sama si kakak dan ngobrol bonding berdua. Dan saya tahu saya juga harus meluangkan waktu berdua saja dengannya every once in a while. Sebenarnya saya juga kangen ngobrol berdua gini sama Aira tanpa dialihkan perhatian sama adik bayi. 

Saya sama Aira sama-sama suka Milo dingin pakai es. Paling enak sih kalau seduh Milo-nya ekstra banyak, lalu dikocok pakai shaker. Sore itu gerah banget dan kami cape abis jalan-jalan. Jadi rasanya nyess.. seger. 

Kakak Aira lagi nunjukin giginya yang mulai goyang lagi.
Nah, kebetulan di supermarket kemarin saya lihat ada undian Consumer Promo Road to Barcelona 2017 dari Milo. Hadiahnya bikin ngiler karena kita #BisaKeBarcelona . Ada 3 (tiga) paket Family Trip ke Barcelona, 50 Koin emas @10 gram, Ratusan Voucher Belanja, dan Ribuan Merchandise Official Barcelona .

Caranya mudah. Kirimkan struk belanja asli produk MILO (Bubuk dan/atau cair) senilai Rp100.000 (tidak berlaku kelipatan) atau 30 sachet MILO Active-Go 18g dan atau MILO 3in1 35g beserta data diri ke PO BOX MILO JKT 10000 atau bisa masukkan langsung ke dropbox yang tersedia (info selengkapnya di Facebook MILO Indonesia). 

Saya juga langsung beli stok MILO lagi nih, buat dikirimkan. Saya satukan pembeliannya dalam satu struk. Oiya, pajak hadiah ditanggung pemenang ya.



Nah, tunggu apalagi? Yuk #MinumMilo dan kirim kemasan MILO sebanyak-banyaknya biar bisa terbang ke Barcelona! 


Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...