Thursday, 13 September 2012

Good People



Guru pengajian saya pernah bilang, kalau mau jadi orang baik, maka kita harus berdekatan dengan orang yang baik. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah bersabda, jika kita berdekatan dengan pedagang minyak wangi, maka kita pun akan terkena wanginya.

Alhamdulillah sudah hampir 1,5 tahun mengenal teman-teman di pengajian komplek. Banyak sekali pelajaran yang didapat. Ada pelajaran agama, persahabatan, dan pelajaran tentang hidup. 




Hari ini pulang pengajian langsung pengen nge-blog. Hm.. yang dibahas begitu mengena rasanya di hati. Padahal berawal dari pertanyaan sederhana dari guru kami, Bu Yuli. "Bagaimana puasanya? Mungkin pada mau share puasa tahun ini dengan puasa tahun kemarin. Apa ada bedanya? Apa ada kemajuan?"

Ternyata alhamdulillah beberapa teman sudah khatam Alquran di bulan puasa. Ada yang menyiasatinya dengan membaca dua puluh halaman setiap hari, ada pula yang menyiasati dengan memanfaatkan waktu malam harinya untuk mengaji. 

Ada pula yang merasa tahun ini lebih berat karena tahun kemarin masih bekerja, sementara bulan puasa tahun ini sudah resign. Ada perbedaan antara menjalankan puasa di kantor dan di rumah. 

Saat giliran saya? Hm.. saya ga bisa sharing apa-apa. Rasanya ibadah puasa saya masih sama saja dengan tahun lalu. Astaghfirullaahaladzim... Sepertinya lidah saya kelu. Merasakan rasa tidak enak yang luar biasa karena sudah 'menyerahkan diri' pada kesibukan di rumah. Kesibukan mengurus rumah, mengurus suami, mengurus anak dan lain-lain. Hari-hari saya terbawa oleh rutinitas kesibukan yang itu-itu saja. Saya lupa menambahkan ibadah sunnah dalam jadwal saya.

Bu Yuli bilang, kita harus berhati-hati. Jangan sampai suami dan anak kita menjadi fitnah buat kita. Maksudnya, jangan sampai kecintaan kita terhadap suami dan kecintaan kita terhadap anak menghalangi kecintaan kita terhadap Allah SWT. Jangan sampai kita berfikir It's okay tidak melakukan ibadah karena kita sudah terlalu cape mengurus rumah, suami dan anak. Yang ditekankan di sini adalah ibadah sunah tentu saja. Ibadah wajib kita tentu harus jalankan setiap hari.


Ada beberapa hal yang bisa dilakukan;

Pertama, bangunlah lebih pagi. Jangan dulu memikirkan hari yang akan kita hadapi. Salat tahajudlah terlebih dulu. Jika masih bingung mau melakukan apa setelah Tahajud, bacalah Alquran saja terlebih dahulu. Nanti kita akan terbiasa menyisihkan waktu untuk beribadah.

Kedua, sisihkan waktu untuk memikirkan ibadah apa yang akan kita rutinkan. Waktunya bisa kapan saja. Sebelum tidur atau setelah masak. Oke-oke saja. Ini juga bisa kita lakukan untuk memikirkan pelajaran apa saja yang kita dapat hari ini. Bagi saya, rasanya cocok untuk berkontemplasi. Untuk bersyukur atas nikmat kita hari ini dan mengingatkan kembali apa yang ingin kita capai dalam hidup. Jangan sampai hidup kita terbawa oleh rutinitas dan terlupa dengan tujuan kita sebelumnya. Sehingga tujuan hidup kita itu hanya menjadi mimpi belaka.

Ketiga, jika sudah memantapkan niat, maka jalankanlah dengan rutin. Jika kita sampai kita gagal atau berhenti melakukannya pada suatu hari saja, esoknya kita akan lebih 'permisif', tidak semangat dan lalu lupa dengan apa yang sudah kita mulai.

Mendengarkan teman-teman sharing cerita mereka, right then, I realised that I was wasting my time. I am a new wife and a new mom and my everyday routine drag me day by day that I forgot what really matters to me. 

Subhanallah...
Bahagianya punya teman-teman yang mau berbagi dan mendorong kita menjadi lebih baik. Ya Allah dekatkanlah aku, keluargaku, dan teman-temanku dengan orang-orang yang mendorong kami pada kebaikan. Amin. 

No comments:

Post a Comment

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...