Monday, 23 December 2013

Emak Blogger Meet Up

Assalaamualaikum,
Hi guys! How's your weekend? I guess some of us will enjoy a long weekend holiday with families and friends, well happy holiday then :). 

Today I want to share stories from the KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) meet up last Sunday. We met up at Taman Koleksi IPB, Bogor and it was fun!

Sunday was 22 December: mother's day in Indonesia. So that day I got a girl's day out from Hubby. Hubby was willing to take care of Bebe for a few hours while I'm gone. Thank you, Hubby :*.

So I went there with my friend, Dyah Pitaloka by train. We planned to go with Dessy and Fadlun At first, but Dessy was late because of the rain and Fadlun decided to go with bus because of the rain. But we finally managed to meet at the venue, though :).

Taman Koleksi was located next to the Botani Square Mall. It was rain even harder in Bogor but Pipit and I made it :). We met many blogger moms whom we know from blogging. I also met some bloggers whom I never met or read the blog before. It's nice to have some new friends! :D

No blogger meet ups without taking pictures, doesn't it? ;) 
So here they are,

Kopdar seruuu ;). Featuring mermaid style by Mak Founder of KEB, Mira Sahid XD.


Cheers! :)


Mak Fadlun with Mak Dessy.

Left: Dessy, Pipit, Mira, and little Nuha
 (Notice that Mak Pipit and his daughter were wearing boots! What a cute couple ^^.
Right: Winny, Pipit and little Nuha.


Left: Mak Anis with Echa's baby boy.
Right: Me and Mak Ina


Pipit and little Nuha :).


Mak Winny and Irma Senja.


Left: Mak Napitupulu Rodame.
Right: Desi Namora and Ranii.

Dessy.

Dwina, me, and Fadlun.


Pipit and me.


Winny, Pipit and Dessy. Nuha is so cute ^^.

The Glasses Trio XD.

This photo is courtesy of Mira Sahid.
 I love this photo, so cute ^^.

So that's the story I got from the meet up. See you in the next post yah ;)

Sunday, 22 December 2013

My Mom and The Age of Fifteen

Jikalau ditanya tentang cerita gw sama Mamah, sepertinya begitu banyak yang ingin diceritakan sehingga bingung mau cerita yang mana. Tapi setelah gw pikir-pikir, gw ingin bercerita mengenai Mamah dan umur gw yang ke lima belas. Kenapa begitu? Karena umur lima belas dan beberapa tahun sebelumnya itu berat dan gw sering bertengkar dengannya di usia ini.

Ceritanya, saat itu gw tidak merasa nyaman dengan pergaulan dengan teman-teman satu kelas. Selama masa awal di SMP itu rasanya tak ada yang bisa gw sebut sahabat dan itu menyebalkan. Ditambah lagi, saat itu ada sepupu gw yang dititipkan di rumah. Kehadiran satu remaja lagi yang lebih besar dan berbeda pemikiran dengan gw membuat semuanya tambah rumit. Dan, setelah kupikir sekarang, mungkin karena umur 15 itu masa puber dan gampang dipengaruhi orang. Begitu pentingnya masa ini sampai-sampai Jane Austen beberapa kali menyinggungnya dalam novel terkenal, Pride and Prejudice.

Saat itu Mamah dan gw sering bertengkar. Banyak hal yang bikin dia sering memarahi gw.  Nilai gw memang terus turun pada tahun pertama. Dia bahkan pernah mengancam memasukan gw ke pesantren karena rangking gw yang turun terus dari posisi 3 ke 5. Waktu itu memang gw paling sulit menyesuaikan diri dengan ilmu-ilmu eksakta.

Saat itu gw sering merasa heran dengan mamah. Kenapa ia selalu marah-marah? Gw ga mengerti apa yang beliau marahkan. Ketika gw duduk di sandaran kursi, alih-alih di tempat duduknya, ia marahi gw. Mamah bilang itu tidak sopan. Kalo dipikir-pikir sekarang, mungkin gw dulu memang terlalu cuek.

Kemudian pada beberapa bulan hidup gw saat itu gw sering berbohong padanya, berbohong tentang shalat. Begini ceritanya,

Suatu hari pulang sekolah gw berwudlu dan masuk kamar. Seperti kebohongan gw bulan-bulan sebelumnya, gw diam di kamar beberapa saat tapi tidak shalat. Mamah sedang istirahat sambil menonton televisi ketika dia bertanya pada gw yang baru keluar kamar.

"Sudah shalat?" Tanyanya sambil lalu, seperti biasa.
"Sudah," kata gwsambil duduk di sampingnya.
"Cepet amat solatnya,"katanya. Ini juga komentarnya yang biasa. Dia selalu keheranan karena  gw selalu shalat dengan terburu-buru. Gw diam saja.
Dia pun tak curiga sampai dia melihat betis gw yang ternyata masih basah karena berwudlu.

"Bohong ya?" Dia menyelidik "Lihat betisnya masih basah." 
Gw merasa bersalah. Gw sebenarnya memang ga suka berbohong. Tapi bulan-bulan itu  gw sering berbohong tidak shalat. Tadinya terasa aneh berbohong, sampai jadinya keterusan karena tidak ketahuan.

And there she was, got angry with me. She cried so hard. Maybe because of the hard months she faced because of her ignorant daughter. I really felt I was a bad daughter for her that day. I cried hard too. Saying sorry was the hardest thing for me right then. So I was just sat there and cried. 

Pada suatu hari, pada tanggal 21 Juni, hari ulang tahun gw yang ke 15, pukul 00.30 Mamah membangunkan gw. Disuruhnya gw mengambil wudhu dan shalat tahajud. Setelah selesai shalat tahajud, gw dipanggilnya ke ruang tengah. Di sana duduk Mamah dan Papap. Gw duduk dengan bingung.

"Neng," kata Mamah, begitu gw biasa dipanggil di rumah.
"Neng sekarang udah lima belas tahun. Dalam agama Islam, kamu sudah baligh. Memang perempuan baligh pada usia 9 tahun atau jika sudah menstruasi, tapi pada umur 15 ini kami, Mamah dan Papap sudah menganggap kamu dewasa,"

"Sekarang, apa yang Neng lakukan, baik ataupun buruk, sudah menjadi tanggung jawab Neng sendiri, bukan tanggung jawab orang tua lagi. Neng sekarang sudah punya raport sendiri dari Allah. Ada dua malaikat yang menuliskan amal baik dan buruk Neng. Mulai saat ini, Papap dan Mamah hanya bisa membimbing, mengingatkan. Sekarang Neng sudah dewasa."

Tumpah air mata gw mendengar kata-katanya.

"Neng, sekarang harus bisa menjaga shalat ya. Mamah jeung Papap nitipkeun ka Neng, kahade dijaga shalat nya." Mamah pun ikut menangis

Gw peluk Mamah dan sambil tetap menangis gw meminta maaf padanya atas semua kesalahan-kesalahan gw. Begitu pun pada Papap.

"Sudah. Sekarang Neng sudah umur 15 tahun. Ini usia yang baru, catatan Neng yang baru."

Kemudian Papap dan Mamah mendoakan gw banyak hal. Yang gw ingat  benar sampai sekarang hanyalah keinginan mereka agar gw jadi manusia yang saleh dan berguna.

Setelah kejadian itu, gw selalu mengingat pesan Mamah kemana pun gw pergi: shalat. Ketika gw mulai tinggal jauh di luar kota, ketika gw mulai kuliah dan bekerja. Mamah selalu menelepon gw pada jam setengah empat pagi hanya untuk mengingatkan shalat. 

Gw pun selalu menurut, karena kemudian gw merasa bahwa shalat itu memang bagian dari keimanan gw. Walau kadang sambil malas dan terkantuk-kantuk atau terburu-buru.

Apalagi sejak menginjakkan kaki di kota Jakarta di mana semua tempat terasa jauh karena macet. Shalat di stasiun dan naik kereta berikutnya, berhenti di mesjid yang terlewati, shalat di mal, numpang shalat di toko busana muslim, adalah hal yang biasa. 

Pengalaman ini membekas banget di hati gw. Karena menunjukkan betapa Mamah pantang menyerah mengajarkan gw untuk berada di jalur yang benar pada masa-masa kritis.  Kecerewetannya ternyata adalah cintanya buat gw yang ga gw pahami waktu itu.  Bukti tekad kerasnya untuk tidak menyerah akan perilaku buruk gw. Belakangan, 10 tahun kemudian, adik gw juga mengalami cerita ulang tahun ke 15 yang sama seperti malam itu.

Terima kasih, Mamah. Jikalau ada ajaran yang kau sampaikan yang tertanam padaku sekarang, maka itu adalah shalat. Shalat gw belum sempurna. Seringnya karena merasa wajib menjaganya. Semoga gw bisa lebih baik dan bisa mengajarkan anak gw banyak hal  sebaik dan sesabar Mamah mengajarkan gw. Aamiin.. Ya Rabbal aalamiin..



Mamah itu adalah cinta tiada akhir gw. Setelah kejadian itu pun beliau selalu hadir di masa-masa kritis gw yang lain, dari beratnya ngerjain skripsi sampai saat gw melahirkan. Gw pun selalu berdoa semoga Mamah dan Papap selalu sehat, panjang umur, selalu bahagia dan sejahtera. Aamiin.. Allaahumma Aamiin..




Selamat Hari Ibu ya, Mah. I love you.



Thursday, 19 December 2013

That Wedges

Been not having a crush on good shoes for a long time when I found this wedges. I just can't tell how crazy I am about wedges, especially the flat one -because they're like flat shoes, only higher. For me, comfort always comes first when it comes to choosing the right shoes. I bought some shoes but ended up not wearing them because they're uncomfortable for a long walk, especially when I go alone with my Bebe.

So, I found this wedges a few weeks ago in GOSH store. I thought, "Interesting." But then I walked by because I thought I didn't need a new pair of shoes.

Until, I found myself still thinking about the wedges along the following week! Hahaha... Ah well, I should have bought them in the first place when I saw them -_-'. Anyway, this is my fourth pair of shoes I bought from GOSH. This is not an advertorial, really. I just thought they have comfortable wedges with comfortable soles. 

When it comes to buying shoes, comfort soles is number one for me. Although, I have to admit, I was about 7 times that close to fall with these wedges I'm wearing because I didn't use to wear wedges that high (9 cm high) for a long walk. And I did fall at the Informa store- in front of an old couple- when I rushed walking behind my Hubby, taking my Bebe to the toilet because she said she wanted to poop XD. Hahaha... but really, they're comfortable for a walk. 




Have a good day, everyone! :)

Tuesday, 10 December 2013

Hijab Tutorial: Simple and Easy

Wow it's been almost one year since the last time I post hijab tutorial :). I think today we can find hijab tutorial almost every where on the Internet and book stores. And to be honest, I only have several ways of wrapping my hijab. I just love wrapping hijab with simple, clean, and easy style. I don't have any sophisticated way to wrap it. Hahaha...

So, let's begin the tutorial :).

1. Put your hijab on your head with one side is shorter than the other.


2. Take the shorter side to your temple and secure it with a pin.

3. Take the longer side to the other direction, 

4. Take it all the way to the back of your neck, to the other side.
Here, you can decide how long do you want the hijab to be.


5. Done :)

Hijab - Kaffah by Siti Juwariyah


Monday, 2 December 2013

Friday, 29 November 2013

Ancol Beach

This is a late post. Very late post, in fact. We went to Ancol beach about a month ago for fun. It was late in the afternoon and the sun was about to set in the west. Not much to do, just saw the sea, walked along the beach, and ate the food I had cooked from home by the seaside. 

Ah yes, that day we forgot to bring the camera, so these pictures below were taken by my Hubby's phone. Thank God the sun was so bright that day.






Papa said it was,"A beach walk with my princess." 

The sun almost set. It was a beautiful view.

"Dermaga hati," it says.





Tuesday, 19 November 2013

Updaaate!!

Feeling a little tired lately. Two weeks ago I got toothache and sore throat, and a few days ago my daughter caught flu. Well, since I'm feeling better today, I'll update some new photos :).

Can you guess where I was? :p
Clue: this photo was taken last week in a mall in Jakarta.


Now, can you guess where we were in the photo?
Clue: This mall is near the mall in the first photo. :D





Say Cheese! :D

Those photos above were taken at our house. We bought a tent for our Bebe at Pasar Gembrong. If you need toys for your beloved ones you can go there, because they have many toys with cheaper price (but I don't guarantee quality :p). 

Hubby and I were thinking to go there and bought some toys because we heard about the cheap price but never been there. We brought camera there too, but apparently the place was pretty crowded and the weather is so hot that day that I don't have any wish to take any picture. Hehehe..

Sekian apdet hari ini :p.


Saturday, 16 November 2013

(Sharing) Cara Klaim Asuransi Lewat ACA dan Nissan Insurance

Assalaamualaikum,
Hi guys, apa kabar? Oh how I miss blogging. Minggu lalu sakit gigi plus panas dalem jadi malas sekali mau nulis. Now, that I have recovered, I can start blogging again. Yeay! Alhamdulillah... (tapi tetep harus ke dokter gigi yah).

Jadi sekitar sebulan lalu saat liburan Idul Adha, kami pulang mudik ke Tasik. Alhamdulillah bisa ngabisin beberapa hari di rumah sama Mamah, Papap, dan Adek. Tapi postingan ini bukan mau ceritain mudik, melainkan asuransi mobil. So, this is how the story goes.

Hari Selasa setelah shalat Id, gw, hubby, bebe dan adek berangkat dari Tasik. Kami memilih berangkat pagi-pagi untuk menghindari macet. Maklumlah ada libur kejepit, biasanya memang jalur Tasik-Bandung dan Bandung-Depok macet kalau pas ada long weekend begitu.

Baru sampai Kota Garut, tiba-tiba di jalan yang lengang dari arah berlawanan datanglah satu motor yang ngebut menyalip motor di depannya dannn... brakkk!!! Spion kanan mobil kami patah ditabraknya. 


Penahan kaca spionnya ditempel pake lakban. Kalau jalan, kacanya ngga bisa ditutup seluruhnya

Kayaknya motor itu dalam kecepatan tinggi sampai tidak oleng atau jatuh saat menabrak mobil kami. Walaupun itu kami syukuri juga sih, karena kalau motornya ngga ngebut, pasti dia jatuh ke jalan dan bakal jadi masalah yang lebih besar buat kami(kalo orang Indonesia kan selalu ada untungnya. Bersikap positif ya, harus positif :p).

Ternyata spion kanan membentur kaca samping, kaca spionnya pecah, dan penahannya patah. Spion itu hanya tergantung karena ada seutas kabel pengatur elektrik yang tidak putus. Kaca samping yang tertabrak pun ada baret agak dalam karena tertabrak kaca spion.

Kami akhirnya mutusin berhenti di minimarket terdekat. Kesal dan marah karena perjalanan masih jauh. Akhirnya hubby ngasih ide beli lakban. Berhubung di minimarketnya ngga ada lakban hitam, akhirnya kami beli lakban yang warna bening. Gw yang pasang lakbannya. Lumayanlah walopun ancur tapi bayangan kendaraan di belakang masih keliatan. Ini dia penampakannya.

Alhamdulillah kami sampai rumah dengan selamat. Sorenya kami langsung menelepon hotline asuransi untuk lapor. Kami pakai Nissan Insurance yang all risks dari ACA dan sama sekali belum pernah klaim asuransi sebelumnya. Setelah cari-cari hotlinenya, hubby ngelaporin kejadian tadi siang tersebut dan langsung dicatat dan diberikan nomor laporan. 

Untuk pemeriksaan kerusakannya, kami diminta untuk datang ke bengkel Nissan. FYI, hanya beberapa bengkel Nissan yang bisa melayani body repair untuk asuransi. Yang terdekat dari rumah kami di Depok adalah Nissan Cibubur dan Nissan Warung Buncit. Nissan T. B. Simatupang katanya sudah tidak melayani asuransi lagi, padahal lokasinya lebih dekat. Yasudah ngga apa-apa. Kami putuskan ke Nissan Warung Buncit. Pertimbangannya, hubby berkantor di daerah Sudirman, jadi kalau harus repair pada hari kerja hubby bisa sekalian ambil atau antar mobilnya sambil berangkat atau pulang kerja.

Sementara, agar kaca mobil bisa ditutup, kaca spionnya gw bebat pake lakban hitam.  Dari penahan kaca sampai covernya gw tutup. Untungnya mobilnya warna hitam jadi ga keliatan banget kalo ngga diperhatiin. Begini penampakannya.





Sabtu itu kami ke Nissan Warung Buncit. Menurut CS dari hotline Nissan, kelengkapan yang harus dibawa adalah fotokopi polis,  KTP, SIM pengemudi saat kejadian, dan STNK. Kalau kejadian melibatkan pihak ketiga, maka dibutuhkan keterangan dari kepolisian. Pada hari itu, kami menemui Service Advisor (SA) untuk mengisi beberapa form pelaporan. Kerusakan mobilnya ditandai dan difoto sebagai bukti untuk asuransi.

Tiga hari kemudian, hubby sudah terima e-mail laporan dari asuransi untuk approval. Sayangnya ketika dihubungi, SA di bengkel Nissan Warung Buncit bilang barangnya saat dipesan tersedia, tapi saat pengiriman barang tidak ada dan kami diminta menunggu sampai tanggal 3 Desember. Agak kesal juga ya, karena spion itu walaupun kecil tapi sangat berbahaya kalo tidak berfungsi sempurna dan menunggu barangnya sampai sebulan lebih itu ngga masuk akal karena kami ngga tahu kan sampai kapan spionnya yang dilakban bisa bertahan.

Akhirnya kami bicara dengan bagian spare part dan katanya akan menghubungi kami dalam beberapa hari. Beberapa hari kemudian hubby kembali menelepon dan SA sebelumnya malah tidak memberi kabar apa-apa, katanya klaim itu ada prosedurnya dan seakan kami harus menerima saja menunggu sebulan lebih untuk penggantian kaca spion. Akhirnya hubby minta dihubungkan dengan bagian spare part dan ternyata malam itu akan ada pengiriman lagi dan kemungkinan besar termasuk kaca spion kami di dalamnya. Penting ya, dicatat. Ada kurang komunikasi antara SA sama body repair tentang kaca spion kami, tapi pelayanan sih okelah. 

Hari Senin, hubby kembali menelepon bagian spare part di bengkel dan ternyata kaca spion kami sudah sampai. Pada hari Rabu kaca spionnya sudah bisa dipasang, namun penggantian kaca depan yang tergores belum bisa dilakukan karena kaca filmnya belum sampai ke bengkel. Okelah, yang penting kaca spionnya dulu yang paling penting kan? 

Begini nih penampakan  kaca spion yang sudah diganti. Alhamdulillah asuransinya memuaskan dan kaca spionnya udah cantik lagi.



Eits, tapi tunggu dulu, hari Sabtunya kami ke Nissan lagi dan kaca depan yang tergoresnya juga diganti baru. Alhamdulillah lagi... 


Begitulah pengalaman kami klaim asuransi mobil. Semoga bermanfaat ya teman-teman :).





Wednesday, 6 November 2013

Islamic New Year: Resolutions.

Pagi-pagi hari Senin, Mamah mengingatkan kalo malamnya pergantian tahun baru Islam. Hm, udah lama ga denger ceramahnya mamahku, kangen dengar ceramahnya dan semua petuahnya yang panjang. Yang dulu jaman ABG biasanya gw biasanya nanggepin dengan ngangguk-ngagguk berharap ceramahnya cepat selesai, sekarang gw malah kangen.

Ngomong-ngomong soal tahun baru, sepertinya setahun ke belakang punya banyak sekali pembelajaran buat gw. Sebagai ibu, istri, anak. Terutama, dalam menghadapi pendapat negatif orang lain tentang gw serta jadi ibu yang te o pe.

Kata Hubby, kalo kita ga seperti orang lain, ga berarti kita juga ga te o pe. Masih banyak kekurangan yang dimiliki, tapi hubby bilang, kita semua emang ga sempurna, kesempurnaan itu cuma milik Allah. Yang penting gw sempurna buat dia dan buat si bebe. Hiks *mellow*. 

Bener memang kita semua punya kelebihan yang berbeda dibandingkan orang lain. Tapi kadang gw masih mendengarkan penilaian negatif dari orang. Hm, gabisa dihindari yah karena kita hidup bersama orang lain. Jadi memang kita yang harus merubah mindset kita. 

Mumpung masih di sekitar momen pergantian tahun baru Islam, ga ada salahnya kan bermuhasabah. Gw berharap dan bertekad bisa menjadi lebih baik lagi tahun ini. Tidak untuk memenuhi ekspektasi orang lain atau karena tekanan dari orang lain, tapi karena gw akan merasa bangga jika gw berubah menjadi lebih baik. 

Karena pas juga dengan momen tahun baru hijriyah, gw sisipkan kutipan dari page yang gw like di facebook. Gw suka kata-katanya dan cahaya dari atas yang kayak downlight nerangin kata-katanya *lebay, biarin*


Last but not least, Selamat Tahun Baru Islam ya, Teman-Teman! Semoga tahun baru ini kita jadi orang yang lebih baik dan lebih bahagia, Aamiin. 

Cheers :).



Thursday, 31 October 2013

Family Funtastic Day

Last Saturday we went to Jungle Land. It's a family gathering event of my Hubby's office and it was pretty fun.

We went off from home at about 7.30 am and got there at 8.30 am. FYI, Jungle Land is an amusement park that is located at Sentul Area, Bogor. I've never went there so I was pretty excited. 

Here are some photos we took there,

In front of Jungle Land. In the morning before we went in.

Tuesday, 22 October 2013

Random Things on Saturday



Hari Sabtu kemarin aneh banget karena dipenuhi random things alias ngga jelas. Hihihi... jadi yah, sabtu itu kita berangkat jam 06.45 pagi dari rumah karena mau servis di Nissan Warung Buncit. Tentang servis ini ntar mungkin gw tulis tapi nanti.

Pagi banget perginya? Iya soalnya pas punya mobil pertama udah pengalaman kalo dateng kesiangan ngantrinya lama banget dan suka mati gaya. Berhubung dikasih tau bukanya jam 08.00, yah kita perginya pagi deh karena Depok ke Warung Buncit kan rada lumayan jaraknya.

Jam 07.50 an kita udah sampai di Nissan. Abis tu... nunggu. Lumayan dapat antrian ke dua. Padahal masih belom jam 8 ya tetep dapet antrian ke dua. Sambil nunggu nemenin si Bebe main di playground yang disediain sambil internetan *teuteup yah :p*.

Akhirnya sekitar setengah jam kemudian kita di layanin sama mas-masnya. Sambil nunggu Papa keliling-keliling keluar dan ternyata ada compliment drinks milo anget, chocolate latte, lontong isi pedes, sama kue basah lain. Seneng juga karena pengalaman di merk mobil sebelumnya buat ambil makanan gratis kita pake kupon jadi cuma boleh milih satu compliment drink ato food. Lumayan deh isi perut kosong. Sebenernya gw udah bikin nasi goreng tapi ditaro di mobil ngga dibawa. Beruntung juga ya dateng pagi-pagi makanannya banyak *penggemar gratisan*. 

Jam setengah sepuluh kita udah mau capcus tapi bingung mau kemana. Dan gw dengan iseng bilang ke taman yang di Menteng aja tuh yang rimbun, tapi bukan yang di taman Menteng. engga tau nama tamannya apa tapi letaknya di bunderan gitu dan rimbun. Dulu pas ngekos di Setiabudi kita sering banget lewat situ dan kayaknya kalo weekend banyak jajanan.

Akhirnya kita pergi deh ceritanya menuju Menteng. Tapi di daerah Mentengnya kayaknya Hubby salah ambil jalan trus jadinya kita malah lanjut ke arah Sarinah. Hihihi... 

"Yah kelewatan, gimana ni mau kemana? Mau balik lagi?" Tanya Hubby.
"Eh kita ke Ancol aja Yuk," kata gw. Hubby melihat gw dengan takjubnya gitu tapi kita udah belok ke arah Bank Indonesia.
"Monas aja tu deket."katanya
"Males ah panas," kata gw. Padahal Ancol lebih panas ya Bu? Hihihi.
"Ayolah. Sekalian lewat Mangga Dua biar kita napak tilas jalur ke kantor dulu," Dulu terakhir ngantor emang kantor gw letaknya di daerah Mangga Dua. Jadi tiap hari Hubby nganter jemput gw dari Setiabudi ke Mangga Dua pake motor. Dulu pas gw lagi hamil dia suka stress kalo naik motor. Doi kan suami siaga gitu, sampe hapal dia letak lobang-lobang jalan sepanjangan jalan Gajah Mada sampe stasiun Kota. Takut istrinya  yg hamil kenapa-kenapa katanya. Hihi.. so sweet ;p.

Kita masih melaju sampe lewat Hotel Paragon dan kendaraan mulai terasa makin penuh dan tampaknya ga lama juga bakal macet. Maklum yah daerah sekitar  Kota sampai Mangga Dua emang selalu macet. 

"Gimana, macet nih kayaknya." Kata Hubby.
"Iya ih macet. Udah balik lagi aja yuk ke Menteng." Kata gw. Hahaha...

Akhirnya kita puter balik ke arah Menteng dan somehow sekarang taman bulat yang dipinggirnya banyak pohon-pohon rindang itu ketemu. Tamannya udah lumayan rame dan banyak yang parkir tapi kok di sekitar tamannya banyak banget plang "P" dicoret alias dilarang parkir. Karena lihat yang lain asik-asik aja pada parkir, kayaknya ga apa apa kali ya ikutan parkir. Tapi pas kita mau parkir, eh ada Bapak-bapak pake seragam Dishub pake moge model Harley dan berhenti tepat di depan kita. Hihihi... kabur aja deh daripada daripada. Denger-denger kan sekarang mobil yang parkir sembarangan suka dicabut pentil bannya.

Jalan lagi deh kita. Karena bingung, gw bilang aja gimana kalo ke Metropole di Cikini. Kan ada mpek mpek megaria yang enak itu :p dan kalo mau minum enak ada Giant. Pas masuk parkiran, ternyata Giantnya udah ngga ada lagi  dan mpek-mpek itu juga ngga ada. Akhirnya kita makan nasi goreng aja deh di parkiran karena udah laper dan waktu udah nunjukin jam 12. Mayanlah ngga panas di situ. Selesai makan kita capcus dan ternyata baru tau mpek-mpek megaria pindah ke belakang gedung. Aiiih... sudahlah...

Karena hubby mau solat, skalian aja gw ajakin ke Senayan City. Di Instagram udah mulai banyak yang posting Even Jakarta Fashion Week 2014 yang digelar di sana. Kayaknya ngga rugi yah cuma sekedar lihat-lihat aja.

Sampai Sency, ternyata yang terbuka untuk umum cuma pertunjukkan di Atrium, sementara fashion tent diharuskan membawa undangan. Waktu itu pertunjukan di atrium juga masih lama jadi bosen juga yah kalo nunggu, jadi melipirlah kita ke FX karena ada 5 hours sale di Muse 101 dari jam 3 sampe jam 8. Siapatau nemu yang lucu-lucu dengan harga terjangkau :p

Sampe FX mampir foodhall karena si Bebe teriak-teriak minta minum. Lagi ngantri di kasir eh dapet milk tea. Lumayaaaan. Lanjut ke Muse 101 di lantai 3 dan keliling toko sambil nunggu waktu menunjuk angka 3 karena salenya baru mulai jam 3.


Jam 3 Mba spgnya bilang,"Bu udah jam 3, udah mulai sale nya." Hehe...alhamdulillah. Btw, sejak punya anak kemana-mana suka dipanggil ibu *ehm* kadang suka nanya suami, "gw udah ibu-ibu yah kayaknya?" Lah emang ibu-ibu kan? Gimana sih :p.

Etapi waktu gw nganter ade gw ke kampusnya kakak seniornya nanya gw lho, "Maba ya?" Huahaha *ngakak guling-guling* nah pas gw lagi menikmati momen itu eh Hubby dateng gendong si Bebe katanya si Bebe gabetah di mobil. Jadi ibu-ibu lagi deh gw :p. Hihihi... maklum deh mau nginjak umur 30. Yah, gw anggep aja sekarang gw udah tambah berwibawa ;p *jangan muntah ya*.


Abis dari Muse 101 kita parkir dulu di lantai 3 karena ada acara yang featuring kopi Excelso. Kata mba spgnya kalo kita mau ikut acaranya sampe selesai bisa dapet voucher untuk beli kopi excelso sebesar Rp 100 ribu. Ih lumayan kan, karena kita suka excelso yang robusta. Tapi hubby bilang udah kesorean dan dia lapar. Yah, goodbye deh vouchernya. Tapi masih dapet kopi toraja di gelas kertas. Strong banget deh kopi torajanya :p.



Dari situ kita langsung capcus ke Burger King yang di Sarinah. Uda lama ga makan burger di situ. Akhirnya abis magrib kita pulang. Perut kenyang, hati senaang. Hihihi... alhamdulillaah.





Thursday, 10 October 2013

Considering Instant Hijab

Do you wear instant hijab? Well I do. I used to wear bergo (instant hijab with short visor) when I didn't have time to wrap my hijab. But then I found this instant hijab about 7 months ago and I really love it. 

I know wrapping hijab can be troublesome for some people; mothers with little baby or little kids, journalist (like one of my best friend), or when we want to do some sports or exercise. Some people (like me) just love how something can be simplify. We all love the idea that we can be ready to go (and look good too) in just a few minutes, don't we?

For casual wear, I only need to put on jeans, a simple shirt,  the instant hijab and put on a simple headband. Since I wear hijab everyday, instant hijab  just makes my life easier. Hehehe...


Instant hijab peafowl by Aprilia.

Beside my simple cotton instant hijab for casual wear, there are some other styles of instant hijab (the glamour, formal, or playful pattern) that can be worn to many occasions. 

I looked on the Internet and I found these fabulous hijabs online. They have many products of muslim wear from famous muslim brands and they have many choices of instant hijabs.


This is satin peafowl by Aprilia
it's perfect for semi formal occasion.

2 tone colors by Zumara basic.

ARTKEA hoodie pearl,
I think it's perfect for a simple formal occasion.

By ARTKEA Classic
Perfect for the evening.


If you like it, you can add a simple headband over your instant hijab like me or add a sweet elegant headband like this,

Headband by Aprilia.
So that's my idea of the latest instant hijab. In fact I love the instant hijab so much that I gave that as a present for my best friend on her birthday last month :p. 

Tuesday, 8 October 2013

My Sister in Law's Wedding Day

As I told you before, my sister in law got married on Thursday (akad ceremony) and we held the party on Saturday. 

The akad ceremony was held in my parents in law's house. They were only close friends and family were invited. There are hundreds of pictures in the camera, but I will only publish a few. Here they are,

We made du'a for the new couple.
May Allah blesses your every step, may both of you be a sakinah, mawaddah, warahmah family.

The new couple: Anwar and Yuniar. Look at those relieve faces :D
My father in law after sungkeman. I think it's always hard for a father to let her daughter get married.

We celebrate the reunion of the couple in a party we held on Saturday. These are some pictures of it. There are hundreds of picture too but I only pick some because there are just too many photos and I haven't got time to edit them all. And they had wedding photographer anyway :p.


The Bride in the peacock colors :).
The Bride.
My two Moms. My Mom (right) and My Mother in law (left).
Me as a bridesmaid.
So sorry that some pictures are in bad quality. Some are under exposure and some other were blurred :(. 

But it's okay. Karena ada wedding photographer dan bisa minta file hasil foto dari mereka. Hihihi... 

Buat Anwar dan Yuni, semoga pernikahannya barokah ya. Semoga kalian selalu rukun, langgeng dan bahagia ya. Aamiin..




You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...