Friday, 22 March 2013

Bebe's Weaning Diary (Part 1)

This is the story of my Bebe's weaning diary. Sudah sebulan lebih sejak Bebe disapih pertama kali tepat sehari setelah ulang tahunnya. Postingan ini sudah lama menunggu di draft saya untuk ditulis. Fotonya sudah siap, tapi ternyata menyapih itu membutuhkan energi yang sangat besar. Saya pun belum berani memposting sebelum saya merasa penyapihannya berhasil. Wew, menyapih itu tantangannya lebih besar dari yang saya duga. Untungnya saya dan suami sudah mempersiapkan diri. Hehehe... So this is how the story goes.

Komitmen memberikan ASI selama dua tahun adalah komitmen yang sangat besar. Many sleepless nights at the beginning, pegal-pegal leher dan bahu saat bangun tidur, sibuk mencari baju yang breast-feeding friendly, nyari ruang menyusui saat di mall sambil anak sudah teriak-teriak minta mimi sudah biasa. 

Tapi breastfeeding itu memang tidak ternilai, priceless. It's something that money can't buy. Really! and more over, It's something that no perfect words can describe: I'm talking about the bonding of a mother and her daughter. 

Memeluknya saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri buat saya. Sometimes I feel breastfeeding is such a remedy for all kind of pains. It reminds me of how to be thankful. Hanya dengan mencium bau anak, kehangatan, dan tatapannya yang masih bersih. Belum lagi kalau tangannya sudah kemana-mana. Pegang jari, pegang-pegang muka, nyolok hidung, nyolok mulut, dan lalu tiba-tiba saja dia tertidur pulas. 

Sometimes I feel, no matter what I did in my life, how many mistakes that I made, at that breast feeding moment, she lets me know that at least I did something right as a mother, that I gave her the best I can. 

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)


“…Tak ada seorangpun perempuan yang hamil dari suaminya, kecuali ia berada dalam naungan Allah azza wa jalla, sampai ia merasakan sakit karena melahirkan, dan setiap rasa sakit yang ia rasakan pahalanya seperti memerdekakan seorang budak yang mukmin. Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat, yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul layl sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623)









Sejak usia si Bebe 18 bulan, when I put her to bed, saya mengajaknya bicara. "Bebe nanti usia dua tahun, Bebe kan hepe cucu (Happy Birthday to you), Bebe ga boleh mimi lagi ya. Bebe nanti sudah besar dan udah jadi kakak-kakak. Kalo kakak mah udah ga mimi, yang mimi itu cuma adik kecil. Ya?"

Saya sih engga setiap hari ngobrol begitu. Kadang saya juga kecapaian dan ikut ketiduran juga. Hehehe... Tapi berhubung baca-baca di internet mengenai WWL (Weaning with Love), saya mungkin agak terbawa juga. Jujur, saya sih engga tau yang saya dan suami lakukan itu WWL atau bukan. Sepertinya sih bukan tipe penyapihan bertahap, apalagi self weaning. Tapi memang kami terpengaruh dan berkomitmen untuk membuat penyapihan ini tidak menyakitkan dan tidak berubah jadi drama-drama yang sering saya dengar mengenai penyapihan.

Walaupun sudah sering diajak ngobrol seperti yang saya cerita sebelumnya, it turned out that my Bebe tetep aja miminya sering. Saya dan suami mulai ketar-ketir karena saya engga siap jika harus dihadapkan dengan drama-drama penyapihan itu sementara waktu terus mendekati usianya yang hampir dua tahun.

Sampai suatu hari, saya sedang telepon-teleponan sama Mama saya, Mama saya bilang kira-kira begini;
"Menyapih itu harus ikhlas. Kalau kita ikhlas, insya Allah itu akan meringankan segalanya. Melepaskan anak dari menyusui itu memang berat. Ada sayang, kasihan, apalagi kalau sudah nangis kejer.
"Tapi mau gimana lagi? Ini tanggung jawab kita sebagai orang tua. Menyapih itu langkah pertama yang harus kita lakukan supaya anak kita mandiri. Itu pasti sulit, tapi kita harus mengajarkan dia untuk mulai mandiri dan tidak tergantung sama orang lain. Jadi kitanya harus ikhlas."

Jleb banget deh. Walaupun sudah bertahun-tahun saya engga tinggal di rumah, tetep aja ya Ibu saya tau. Sayanya sendiri memang belum ikhlas. Saya masih sangat ingin merasakan nikmatnya breastfeeding. 

Akhirnya dua minggu menunju hari ultahnya, saya nyiapin diri deh, menguatkan hati. Bahwa bonding selama menyusui ga akan putus walaupun udah disapih. Bahwa jika anak saya mulai belajar mandiri saya akan bangga karena saya jadi yang pertama mengajarkannya untuk itu. 

Saya dan suami pun memikirkan bagaimana kami akan menyapihnya. Suami saya ambil cuti tiga hari. Ultah si Bebe jatuh pada hari Selasa. Jadi suami libur dari hari Rabu sampai Minggu. Lumayan deh agak lama.

Alhamdulillah diberikan Allah suami yang sangat pengertian. Kami berkomitmen menyapih bukan hanya urusan Ibu tapi juga urusan kami sebagai orangtua. Di sini suami juga berfungsi sebagai orang yang menguatkan supaya penyapihan itu berhasil.

Kesannya serius banget ya? Ya, kami memang serius. Karena kami ingin penyapihan ini tidak menyakitkan buat si Bebe. Bagaimana caranya? Jawabannya, ya melakukan semua hal yang dia suka :).

Si Bebe ini senangnya jalan-jalan. Yang menyenangkan dari berjalan-jalan adalah, biasanya si Bebe bisa tidur di mobil tanpa mimi, dan ketika sampai di suatu tempat, pikirannya ter-occupy sehingga dia pun lupa minta mimi. Jadi selama 5 hari itu kami berencana mengajaknya berjalan-jalan ke berbagai tempat. Kalau bisa sampai malam, terutama hari pertama. Supaya dia merasa cukup lelah, makan banyak dan bisa tidur lebih mudah.

Karena jalan-jalannya 5 hari berturut-turut, kami juga menjauhi tempat yang biaya masuknya mahal-mahal. Jalan-jalan yang murah meriah sajalah. Hehe... Makan siang saya masak dari rumah, jadi beli makan di luar hanya satu kali saat makan malam saja.

Kulkas pun kami penuhi dengan makanan favoritnya si Bebe. Jeruk, pisang, yoghurt, puding coklat, yakult, jus jeruk, jus apel, susu uht. Si bebe ini memang kegemarannya yang asem-asem sama apapun yang ada coklatnya. Yang asem-asem pengaruh papanya, kalo yang coklat-coklat pengaruh dari emaknya :P.


Nah, akhirnya tiba juga tuh hari ultah si Bebe. Bebe genap berusia 2 tahun. Wah, engga terasa... My little baby has turned into a cute little toddler. Semoga Bebe selalu sehat, berkah usia dan ilmunya, tambah soleh, tambah pintar, selalu dilindungi oleh Allah SWT (dan doa-doa lain that I silently repeat in my heart). Aamiin....





The first time we saw each others' face was when the doctor put you on my chest. You were crying so hard and the beats of my heart just silenced it. You just lied there on my chest, sucking your little thumb. Huhuhu.... Look how big you are now :').



Si Bebe Lagi Hepe Cucu (Happy Birthday to you). Dia seneng banget niup lilinnya.
Lilinnya sampe dinyalain dan ditiup beberapa kali.
Sayang foto-foto pas niup lilinnya blur semua karena gerak dan kurang cahaya.








Ultah Bebe hanya dirayakan bertiga saja di rumah dan bagi-bagi bingkisan kecil untuk teman-teman si Bebe di komplek. Malam itu saya memeluknya lebih erat dan menikmati momen breast feeding terakhir saya.




* This post will be continued to part 2 yah teman-teman :)

Tuesday, 19 March 2013

Winning My First Giveaway! :D

On my last post, I shared Papa and Bebe's photos for a blog giveaway contests entitled "Potret Lelaki dan Dunia Anak" (Men and The World of Children). Well, guess what! I was one of the winner! My photo wasn't the first winner but it's the favorite photo :D.

I was overwhelmed to know that I was chosen. Because if you see all of the photos, each of them are showing the dads and the children and you just can't describe what the photos show in perfect words. Especially regarding to the love that you feel when you see them.

The photo below is the the photo of Papa and Bebe that was chosen by Teh Dey, Teh Nchie Hanie and Bli Budi as the favorite photo. And you can see all of the winners in this link. The first winner and the second winner photos were breathtaking! 

If you want to see the complete pictures of all the participants, you can go here or you can see the slideshow on the video here.



Anyway, after being blown away with the announcement, here comes the prize :D. This prize was arrived about a week ago and I grabbed my camera to took the photos ^^.

Sent by JNE. Bebe and I, especially my Bebe, were very curious.
My Bebe just wanted to grab it and tear the plastic off. Hahaha...

We got a t-shirt and an Instant chiffon shawl!
The t-shirt is size M and fits my Hubby and I you know how I love chiffon shawl :D.

Thanks to all of you Teh Dey, Teh Nchie and Bli Budi :D.


Hehehe... Thanks for reading guys :). 


Monday, 18 March 2013

A Trip to Mekarsari

Assalaamu'alaikum. Hi guys, it's been a week since my last post and I really miss blogging :D.  Now, I want to tell you the story of our family of D11 when we went to Taman Buah Mekarsari last week.

Before I begin, I think I have to tell you the background of the story of how we called ourselves a family. About two and a half years ago, my Hubby and I bought a house at Depok. The house was indent so we had to wait about a year to give the house a renovation with the design we wanted. We decided to rent a house for a year in a block nearby to live in while waiting for the developer got our house done and, in addition, to wait for our contractor to renovate the house.

So, long story short, we rented a house at D11 block. I am very lucky to meet such people in my life. We're not just neighbors, we're friends. We do things together, such as going to islamic studies, eating out, barbecue and shopping :D. Now, even though I've moved to my new house, we still do things together.

Last month, Mrs. Esty got us promo tickets to Taman Buah Mekarsari (Fruit Garden of Mekarsari) for 33 persons. Each of them including a free bottle of water and tickets to see the Pongo Show! My little family only paid IDR45,000 for the three of us. Yeay :D!   

We went there last week on Sunday, March the 10th. We set out at 7.30 am and arrived at about 8.30 am. Mekarsari was located at Cileungsi. It was a very vast garden of various fruits from all over Indonesia and the world. Wow! The air was so fresh and I love it when we rode buses all over the garden and being told about the fruits.


When we were just arrived :). Let me introduce you to the mommies.
Mba Rahmi, Mba Eka, Me, Mba Lia, Mba Vennie, Mba Wulan and Mba Monica. There's still Bu Esty but she's not in the picture.

Holding hands. Even cute little toddlers know what friendship means. Hahaha :D.


The big Family of D11. My hubby was not in the picture because he's the one who took it :). And there is Bu Esty, the woman with purple veil who's sitting beside me

Toddlers. I like them when they make silly faces :D.


The yummy food and beverage!
There were brownies, cakes, kroket, sosis solo, gorengan, nasi uduk, and many more :D



The Dads. Mr. Charles, Mr. Azwan, Mr. Dedi, Mr. Rahmat, My Hubby, and Mr. Budi.



It's not baywatch guys, It's Papa and Bebe when we were riding the dragon boat :P.



The last pose before we went home.


My OOTD
Inner Shirt : Tewink
Jumpsuit : et cetera





Saturday, 9 March 2013

Blueberry Dress Code

Hello everyone! How are you? I hope you are all doing just fine :).

This is just a quick post.

Today I went to Hijabersmom Community (HMC) Depok event at Depok Town Center with my friend Mrs. Pipit. We were told that the dress code was blue. So both of us were wearing blue. I was wearing blue pants and blue scarf and she was wearing a light blue dress and soft purple balloon cardigan. 

The funny thing is, my Hubby was wearing a grey t-shirt, and her Hubby was wearing a grey t-shirt too! Hahaha.. Ah, it's too bad we didn't take a picture together :(.  We didn't take any picture because of the reason I am about to tell you.

At first, we were thinking to join the community and watch the talk show. Sadly, we came to the event and we were told that the seats were full. But we were offered to open a bank account at Bank BNI Syariah to get the official ATM card of HMC. We were ready to fill the opening account form when suddenly Mrs. Pipit said we didn't join the event, so why would we open an account?

Yeah, she was right. So I said to the sales woman that we wouldn't open the account and Mrs. Pipit and I decided to leave. Hahaha... Today was really weird.

It was still 11 am so my Hubby and I decided to go to Senayan City. We went to a handphone center, got some coffee (we love coffee so much!), and bought some food for our short trip with our friends tomorrow.

This is me still wearing the blue dress code (blue pants, again! I'm sorry guys :P). Ah, and I'm sorry about the low lighting in these photos.


Cotton Shawl - New G
Shirt - et cetera
Pants - CONTEMPO


So how's your weekend? I hope you all have a very fun weekend guys :D.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...