Saturday, 16 November 2013

(Sharing) Cara Klaim Asuransi Lewat ACA dan Nissan Insurance

Assalaamualaikum,
Hi guys, apa kabar? Oh how I miss blogging. Minggu lalu sakit gigi plus panas dalem jadi malas sekali mau nulis. Now, that I have recovered, I can start blogging again. Yeay! Alhamdulillah... (tapi tetep harus ke dokter gigi yah).

Jadi sekitar sebulan lalu saat liburan Idul Adha, kami pulang mudik ke Tasik. Alhamdulillah bisa ngabisin beberapa hari di rumah sama Mamah, Papap, dan Adek. Tapi postingan ini bukan mau ceritain mudik, melainkan asuransi mobil. So, this is how the story goes.

Hari Selasa setelah shalat Id, gw, hubby, bebe dan adek berangkat dari Tasik. Kami memilih berangkat pagi-pagi untuk menghindari macet. Maklumlah ada libur kejepit, biasanya memang jalur Tasik-Bandung dan Bandung-Depok macet kalau pas ada long weekend begitu.

Baru sampai Kota Garut, tiba-tiba di jalan yang lengang dari arah berlawanan datanglah satu motor yang ngebut menyalip motor di depannya dannn... brakkk!!! Spion kanan mobil kami patah ditabraknya. 


Penahan kaca spionnya ditempel pake lakban. Kalau jalan, kacanya ngga bisa ditutup seluruhnya

Kayaknya motor itu dalam kecepatan tinggi sampai tidak oleng atau jatuh saat menabrak mobil kami. Walaupun itu kami syukuri juga sih, karena kalau motornya ngga ngebut, pasti dia jatuh ke jalan dan bakal jadi masalah yang lebih besar buat kami(kalo orang Indonesia kan selalu ada untungnya. Bersikap positif ya, harus positif :p).

Ternyata spion kanan membentur kaca samping, kaca spionnya pecah, dan penahannya patah. Spion itu hanya tergantung karena ada seutas kabel pengatur elektrik yang tidak putus. Kaca samping yang tertabrak pun ada baret agak dalam karena tertabrak kaca spion.

Kami akhirnya mutusin berhenti di minimarket terdekat. Kesal dan marah karena perjalanan masih jauh. Akhirnya hubby ngasih ide beli lakban. Berhubung di minimarketnya ngga ada lakban hitam, akhirnya kami beli lakban yang warna bening. Gw yang pasang lakbannya. Lumayanlah walopun ancur tapi bayangan kendaraan di belakang masih keliatan. Ini dia penampakannya.

Alhamdulillah kami sampai rumah dengan selamat. Sorenya kami langsung menelepon hotline asuransi untuk lapor. Kami pakai Nissan Insurance yang all risks dari ACA dan sama sekali belum pernah klaim asuransi sebelumnya. Setelah cari-cari hotlinenya, hubby ngelaporin kejadian tadi siang tersebut dan langsung dicatat dan diberikan nomor laporan. 

Untuk pemeriksaan kerusakannya, kami diminta untuk datang ke bengkel Nissan. FYI, hanya beberapa bengkel Nissan yang bisa melayani body repair untuk asuransi. Yang terdekat dari rumah kami di Depok adalah Nissan Cibubur dan Nissan Warung Buncit. Nissan T. B. Simatupang katanya sudah tidak melayani asuransi lagi, padahal lokasinya lebih dekat. Yasudah ngga apa-apa. Kami putuskan ke Nissan Warung Buncit. Pertimbangannya, hubby berkantor di daerah Sudirman, jadi kalau harus repair pada hari kerja hubby bisa sekalian ambil atau antar mobilnya sambil berangkat atau pulang kerja.

Sementara, agar kaca mobil bisa ditutup, kaca spionnya gw bebat pake lakban hitam.  Dari penahan kaca sampai covernya gw tutup. Untungnya mobilnya warna hitam jadi ga keliatan banget kalo ngga diperhatiin. Begini penampakannya.





Sabtu itu kami ke Nissan Warung Buncit. Menurut CS dari hotline Nissan, kelengkapan yang harus dibawa adalah fotokopi polis,  KTP, SIM pengemudi saat kejadian, dan STNK. Kalau kejadian melibatkan pihak ketiga, maka dibutuhkan keterangan dari kepolisian. Pada hari itu, kami menemui Service Advisor (SA) untuk mengisi beberapa form pelaporan. Kerusakan mobilnya ditandai dan difoto sebagai bukti untuk asuransi.

Tiga hari kemudian, hubby sudah terima e-mail laporan dari asuransi untuk approval. Sayangnya ketika dihubungi, SA di bengkel Nissan Warung Buncit bilang barangnya saat dipesan tersedia, tapi saat pengiriman barang tidak ada dan kami diminta menunggu sampai tanggal 3 Desember. Agak kesal juga ya, karena spion itu walaupun kecil tapi sangat berbahaya kalo tidak berfungsi sempurna dan menunggu barangnya sampai sebulan lebih itu ngga masuk akal karena kami ngga tahu kan sampai kapan spionnya yang dilakban bisa bertahan.

Akhirnya kami bicara dengan bagian spare part dan katanya akan menghubungi kami dalam beberapa hari. Beberapa hari kemudian hubby kembali menelepon dan SA sebelumnya malah tidak memberi kabar apa-apa, katanya klaim itu ada prosedurnya dan seakan kami harus menerima saja menunggu sebulan lebih untuk penggantian kaca spion. Akhirnya hubby minta dihubungkan dengan bagian spare part dan ternyata malam itu akan ada pengiriman lagi dan kemungkinan besar termasuk kaca spion kami di dalamnya. Penting ya, dicatat. Ada kurang komunikasi antara SA sama body repair tentang kaca spion kami, tapi pelayanan sih okelah. 

Hari Senin, hubby kembali menelepon bagian spare part di bengkel dan ternyata kaca spion kami sudah sampai. Pada hari Rabu kaca spionnya sudah bisa dipasang, namun penggantian kaca depan yang tergores belum bisa dilakukan karena kaca filmnya belum sampai ke bengkel. Okelah, yang penting kaca spionnya dulu yang paling penting kan? 

Begini nih penampakan  kaca spion yang sudah diganti. Alhamdulillah asuransinya memuaskan dan kaca spionnya udah cantik lagi.



Eits, tapi tunggu dulu, hari Sabtunya kami ke Nissan lagi dan kaca depan yang tergoresnya juga diganti baru. Alhamdulillah lagi... 


Begitulah pengalaman kami klaim asuransi mobil. Semoga bermanfaat ya teman-teman :).





6 comments:

  1. kalo ada asuransi itu kayaknya semuanya mulus ya mbk,,,apa kabaaarrrr????lama g nongo hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba betul juga punya asuransi lebih tenang, tp per kejadian bayar Rp 200 ribu, lupa di mention. Hahaha.. iya mba mg lalu agak suntuk dan sibuk. Mba pakabaar?? ;)

      Delete
  2. Aduh, kebayaangg gimana gondoknya... Mana perjalanan jauh pula kan itu ke tasik..? :(
    Kami malah udah nggak pake asuransi, Mi. Secara si item umurnya udah 5 tahun lebih, hihi...
    So far, sudah 5 tahun lebih pake Nissan, pelayanan di showroom/bengkelnya memuaskan, sih. Walopun... mahal, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya lumayan mba. Alhamdulillah... gapapa mba asal sehat teruus yaa si hitamnya :)

      Delete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...