Monday, 23 December 2013

Emak Blogger Meet Up

Assalaamualaikum,
Hi guys! How's your weekend? I guess some of us will enjoy a long weekend holiday with families and friends, well happy holiday then :). 

Today I want to share stories from the KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) meet up last Sunday. We met up at Taman Koleksi IPB, Bogor and it was fun!

Sunday was 22 December: mother's day in Indonesia. So that day I got a girl's day out from Hubby. Hubby was willing to take care of Bebe for a few hours while I'm gone. Thank you, Hubby :*.

So I went there with my friend, Dyah Pitaloka by train. We planned to go with Dessy and Fadlun At first, but Dessy was late because of the rain and Fadlun decided to go with bus because of the rain. But we finally managed to meet at the venue, though :).

Taman Koleksi was located next to the Botani Square Mall. It was rain even harder in Bogor but Pipit and I made it :). We met many blogger moms whom we know from blogging. I also met some bloggers whom I never met or read the blog before. It's nice to have some new friends! :D

No blogger meet ups without taking pictures, doesn't it? ;) 
So here they are,

Kopdar seruuu ;). Featuring mermaid style by Mak Founder of KEB, Mira Sahid XD.


Cheers! :)


Mak Fadlun with Mak Dessy.

Left: Dessy, Pipit, Mira, and little Nuha
 (Notice that Mak Pipit and his daughter were wearing boots! What a cute couple ^^.
Right: Winny, Pipit and little Nuha.


Left: Mak Anis with Echa's baby boy.
Right: Me and Mak Ina


Pipit and little Nuha :).


Mak Winny and Irma Senja.


Left: Mak Napitupulu Rodame.
Right: Desi Namora and Ranii.

Dessy.

Dwina, me, and Fadlun.


Pipit and me.


Winny, Pipit and Dessy. Nuha is so cute ^^.

The Glasses Trio XD.

This photo is courtesy of Mira Sahid.
 I love this photo, so cute ^^.

So that's the story I got from the meet up. See you in the next post yah ;)

Sunday, 22 December 2013

My Mom and The Age of Fifteen

Jikalau ditanya tentang cerita gw sama Mamah, sepertinya begitu banyak yang ingin diceritakan sehingga bingung mau cerita yang mana. Tapi setelah gw pikir-pikir, gw ingin bercerita mengenai Mamah dan umur gw yang ke lima belas. Kenapa begitu? Karena umur lima belas dan beberapa tahun sebelumnya itu berat dan gw sering bertengkar dengannya di usia ini.

Ceritanya, saat itu gw tidak merasa nyaman dengan pergaulan dengan teman-teman satu kelas. Selama masa awal di SMP itu rasanya tak ada yang bisa gw sebut sahabat dan itu menyebalkan. Ditambah lagi, saat itu ada sepupu gw yang dititipkan di rumah. Kehadiran satu remaja lagi yang lebih besar dan berbeda pemikiran dengan gw membuat semuanya tambah rumit. Dan, setelah kupikir sekarang, mungkin karena umur 15 itu masa puber dan gampang dipengaruhi orang. Begitu pentingnya masa ini sampai-sampai Jane Austen beberapa kali menyinggungnya dalam novel terkenal, Pride and Prejudice.

Saat itu Mamah dan gw sering bertengkar. Banyak hal yang bikin dia sering memarahi gw.  Nilai gw memang terus turun pada tahun pertama. Dia bahkan pernah mengancam memasukan gw ke pesantren karena rangking gw yang turun terus dari posisi 3 ke 5. Waktu itu memang gw paling sulit menyesuaikan diri dengan ilmu-ilmu eksakta.

Saat itu gw sering merasa heran dengan mamah. Kenapa ia selalu marah-marah? Gw ga mengerti apa yang beliau marahkan. Ketika gw duduk di sandaran kursi, alih-alih di tempat duduknya, ia marahi gw. Mamah bilang itu tidak sopan. Kalo dipikir-pikir sekarang, mungkin gw dulu memang terlalu cuek.

Kemudian pada beberapa bulan hidup gw saat itu gw sering berbohong padanya, berbohong tentang shalat. Begini ceritanya,

Suatu hari pulang sekolah gw berwudlu dan masuk kamar. Seperti kebohongan gw bulan-bulan sebelumnya, gw diam di kamar beberapa saat tapi tidak shalat. Mamah sedang istirahat sambil menonton televisi ketika dia bertanya pada gw yang baru keluar kamar.

"Sudah shalat?" Tanyanya sambil lalu, seperti biasa.
"Sudah," kata gwsambil duduk di sampingnya.
"Cepet amat solatnya,"katanya. Ini juga komentarnya yang biasa. Dia selalu keheranan karena  gw selalu shalat dengan terburu-buru. Gw diam saja.
Dia pun tak curiga sampai dia melihat betis gw yang ternyata masih basah karena berwudlu.

"Bohong ya?" Dia menyelidik "Lihat betisnya masih basah." 
Gw merasa bersalah. Gw sebenarnya memang ga suka berbohong. Tapi bulan-bulan itu  gw sering berbohong tidak shalat. Tadinya terasa aneh berbohong, sampai jadinya keterusan karena tidak ketahuan.

And there she was, got angry with me. She cried so hard. Maybe because of the hard months she faced because of her ignorant daughter. I really felt I was a bad daughter for her that day. I cried hard too. Saying sorry was the hardest thing for me right then. So I was just sat there and cried. 

Pada suatu hari, pada tanggal 21 Juni, hari ulang tahun gw yang ke 15, pukul 00.30 Mamah membangunkan gw. Disuruhnya gw mengambil wudhu dan shalat tahajud. Setelah selesai shalat tahajud, gw dipanggilnya ke ruang tengah. Di sana duduk Mamah dan Papap. Gw duduk dengan bingung.

"Neng," kata Mamah, begitu gw biasa dipanggil di rumah.
"Neng sekarang udah lima belas tahun. Dalam agama Islam, kamu sudah baligh. Memang perempuan baligh pada usia 9 tahun atau jika sudah menstruasi, tapi pada umur 15 ini kami, Mamah dan Papap sudah menganggap kamu dewasa,"

"Sekarang, apa yang Neng lakukan, baik ataupun buruk, sudah menjadi tanggung jawab Neng sendiri, bukan tanggung jawab orang tua lagi. Neng sekarang sudah punya raport sendiri dari Allah. Ada dua malaikat yang menuliskan amal baik dan buruk Neng. Mulai saat ini, Papap dan Mamah hanya bisa membimbing, mengingatkan. Sekarang Neng sudah dewasa."

Tumpah air mata gw mendengar kata-katanya.

"Neng, sekarang harus bisa menjaga shalat ya. Mamah jeung Papap nitipkeun ka Neng, kahade dijaga shalat nya." Mamah pun ikut menangis

Gw peluk Mamah dan sambil tetap menangis gw meminta maaf padanya atas semua kesalahan-kesalahan gw. Begitu pun pada Papap.

"Sudah. Sekarang Neng sudah umur 15 tahun. Ini usia yang baru, catatan Neng yang baru."

Kemudian Papap dan Mamah mendoakan gw banyak hal. Yang gw ingat  benar sampai sekarang hanyalah keinginan mereka agar gw jadi manusia yang saleh dan berguna.

Setelah kejadian itu, gw selalu mengingat pesan Mamah kemana pun gw pergi: shalat. Ketika gw mulai tinggal jauh di luar kota, ketika gw mulai kuliah dan bekerja. Mamah selalu menelepon gw pada jam setengah empat pagi hanya untuk mengingatkan shalat. 

Gw pun selalu menurut, karena kemudian gw merasa bahwa shalat itu memang bagian dari keimanan gw. Walau kadang sambil malas dan terkantuk-kantuk atau terburu-buru.

Apalagi sejak menginjakkan kaki di kota Jakarta di mana semua tempat terasa jauh karena macet. Shalat di stasiun dan naik kereta berikutnya, berhenti di mesjid yang terlewati, shalat di mal, numpang shalat di toko busana muslim, adalah hal yang biasa. 

Pengalaman ini membekas banget di hati gw. Karena menunjukkan betapa Mamah pantang menyerah mengajarkan gw untuk berada di jalur yang benar pada masa-masa kritis.  Kecerewetannya ternyata adalah cintanya buat gw yang ga gw pahami waktu itu.  Bukti tekad kerasnya untuk tidak menyerah akan perilaku buruk gw. Belakangan, 10 tahun kemudian, adik gw juga mengalami cerita ulang tahun ke 15 yang sama seperti malam itu.

Terima kasih, Mamah. Jikalau ada ajaran yang kau sampaikan yang tertanam padaku sekarang, maka itu adalah shalat. Shalat gw belum sempurna. Seringnya karena merasa wajib menjaganya. Semoga gw bisa lebih baik dan bisa mengajarkan anak gw banyak hal  sebaik dan sesabar Mamah mengajarkan gw. Aamiin.. Ya Rabbal aalamiin..



Mamah itu adalah cinta tiada akhir gw. Setelah kejadian itu pun beliau selalu hadir di masa-masa kritis gw yang lain, dari beratnya ngerjain skripsi sampai saat gw melahirkan. Gw pun selalu berdoa semoga Mamah dan Papap selalu sehat, panjang umur, selalu bahagia dan sejahtera. Aamiin.. Allaahumma Aamiin..




Selamat Hari Ibu ya, Mah. I love you.



Thursday, 19 December 2013

That Wedges

Been not having a crush on good shoes for a long time when I found this wedges. I just can't tell how crazy I am about wedges, especially the flat one -because they're like flat shoes, only higher. For me, comfort always comes first when it comes to choosing the right shoes. I bought some shoes but ended up not wearing them because they're uncomfortable for a long walk, especially when I go alone with my Bebe.

So, I found this wedges a few weeks ago in GOSH store. I thought, "Interesting." But then I walked by because I thought I didn't need a new pair of shoes.

Until, I found myself still thinking about the wedges along the following week! Hahaha... Ah well, I should have bought them in the first place when I saw them -_-'. Anyway, this is my fourth pair of shoes I bought from GOSH. This is not an advertorial, really. I just thought they have comfortable wedges with comfortable soles. 

When it comes to buying shoes, comfort soles is number one for me. Although, I have to admit, I was about 7 times that close to fall with these wedges I'm wearing because I didn't use to wear wedges that high (9 cm high) for a long walk. And I did fall at the Informa store- in front of an old couple- when I rushed walking behind my Hubby, taking my Bebe to the toilet because she said she wanted to poop XD. Hahaha... but really, they're comfortable for a walk. 




Have a good day, everyone! :)

Tuesday, 10 December 2013

Hijab Tutorial: Simple and Easy

Wow it's been almost one year since the last time I post hijab tutorial :). I think today we can find hijab tutorial almost every where on the Internet and book stores. And to be honest, I only have several ways of wrapping my hijab. I just love wrapping hijab with simple, clean, and easy style. I don't have any sophisticated way to wrap it. Hahaha...

So, let's begin the tutorial :).

1. Put your hijab on your head with one side is shorter than the other.


2. Take the shorter side to your temple and secure it with a pin.

3. Take the longer side to the other direction, 

4. Take it all the way to the back of your neck, to the other side.
Here, you can decide how long do you want the hijab to be.


5. Done :)

Hijab - Kaffah by Siti Juwariyah


Monday, 2 December 2013

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...