Friday, 9 May 2014

#SundaySharing: Jurus Hemat ke Luar Negeri ala Backpacker

Assalaamualaikum,

Hi Guys! Udah berapa hari ya gue ga posting. Udah beberapa hari ga bisa online lama, akhir-akhir ini buka blog orang sesekali dan ninggalin komen aja euy *blogger males*. Eh engga juga lagi. Jadi ceritanya udah hampir sebulanan ini tanah yang membentang di samping rumah itu lagi dibikin jalan sama developer. Maklumlah blok baru  tiga tahun, jadi masih ada pengembangan blok dan bisa ditebak gitu deh banyak kendaraan berat datang dan pergi jadi di rumah kadang bising gitu. 

Bete juga sih kalo lagi bising. Tapi kalo ngeluh di telepon sama nyokap, nyokap sih suka bilang gini, "Iya sabar. Nanti kalau lingkungannya sudah jadi, sudah rame dan banyak fasilitas kan harga properti kita yang naik, toh?" Toooh... setuju deh sama nyokap. Yah karena itu jadi lebih milih sering jalan keluar aja lah. Daripada pusing di rumah kan mendingan hepi-hepi shopping. Hehehehe... :p.

Ada beberapa draft nih yang mau diposting tapi mau ditulis ga kesampean mulu. Salah satunya adalah acara #SundaySharing BlogDetik yang diadain 27 April lalu di kantor detik daerah Warung Buncit. #SundaySharing adalah acara yang secara reguler diadain sama blogdetik. Temanya sih beda-beda, cuma kali ini temanya Jurus Hemat Jalan-Jalan ke Luar Negeri dan narasumbernya keren-keren. 

Acara ini berlangsung akrab dan diskusinya juga asik. Sepanjang diskusi adaa aja yang nyeletuk dan bikin ngakak. Secara ya pesertanya banyak banget. 50 kursi udah full booked dan waiting listnya pun banyak. Alhamdulillah dapet 3 kursi buat gue, Hubby sama my bestie, Yogie.

Di sini gue mau bahas beberapa hal yang gue ingat serta tips dan trik yang dibagi sama para pembicara. Maaf ya kalo banyak yang kurang, karena during this discussion sebenernya gue sama Hubby giliran jagain Bebe yang kebosanan dan kepanasan di dalam ruangan. Hehehe...

Ayo deh kita mulai ceritanya.



Jalan-jalan atau travelling ke berbagai tempat di dunia pasti adalah impian banyak orang. Ga cuma buat ngebuka wawasan atau berlibur, tapi katanya travelling itu memberi banyak pelajaran dan kenangan yang ga bisa dilupakan seumur hidup. 

Meski demikian, travelling itu , apalagi ke luar negeri, identik dengan budget yang mahal. Tapi tetep bisa kok jalan-jalan ke luar negeri dengan budget yang terbatas. Diantaranya ya dengan cara jadi backpacker. Yah, namanya juga jadi backpacker, jadi banyak yang harus disesuaikan dengan budget. Tapi kalo mengenai bisa ato enggaknya jalan-jalan ke luar negeri dengan budget terbatas, semua pembicara hari itu kompak jawab: Iya! 



Kok bisa ya? Yuk deh mari kita simak.

Para pesertanya serius mendengarkan.


Elok Dyah Messwati
Pembicara pertama hari itu adalah Elok Dyah Messwati, seorang jurnalis, backpacker, dan pendiri Komunitas Backpacker Dunia. Backpacker Dunia ini anggotanya udah ribuan lho dan mereka rutin meet up tiap bulan berbagi tips-tips travelling. Kalau mau ikutan langsung cuss deh cari Grupnya di facebook yah.

Mba Elok Dyah Messwati.
Naksir deh sama kaosnya. Cakep ya. Hehehe... :p
Tips pertama dari mba Elok adalah nyari tiket murah. Dengan maraknya maskapai Low Cost Carrier sekarang ini, mendapatkan tiket pesawat yang murah adalah hal yang bisa banget dilakukan. Pesanlah tiket pesawat dari setahun sebelumnya untuk mendapatkan harga termurah. Tiket pesawat terutama ke Eropa biasanya mahal pada musim panas, makanya paling cocok cari tiket di sekitar bulan februari-maret dan september-oktober.

Setelah urusan tiket selesai, persoalan selanjutnya adalah akomodasi. Akomodasi apa yang paling murah buat backpacker?

Ada beberapa opsi yang bisa dipilih. Yang pertama adalah dorm atau biasa juga disebut hostel. Hostel biasanya berupa kamar yang diisi oleh beberapa tempat tidur tingkat dan bisa menampung sampai beberapa orang. Hostel juga ada yang diperuntukkan khusus untuk perempuan saja. Jika tidak nyaman dengan kamar yang mix gender, sebaiknya memilih kamar yang khusus perempuan saja.

Opsi lainnya adalah dengan menggunakan jaringan couchsurfing. Couchsurfing adalah jaringan komunitas traveller di mana para anggotanya bersedia membuka rumahnya untuk dijadikan tempat menginap secara gratis. Kalo menilai dari ceritanya mba Elok sih, orang-orang yang ikut couch surfing kayaknya bisa jadi temen deket ya. Mungkin karena sama-sama traveller. Dan siapa tau suatu hari bisa saling mengunjungi satu sama lain, kayaknya seru juga ya?

Opsi yang ketiga adalah dengan tidur di sleeping bag. Menurut mba Elok, di beberapa bandara ada yang memperbolehkan turis tidur di sleeping bag. Meskipun ada juga tempat-tempat yang tidak memperbolehkan orang tidur di dalamnya.

Tapi jadi backpacker ga melulu tidurnya di tempat ga enak lho. Mba Elok pernah nikmatin hotel bintang karena yang punya adalah anggota couch surfing, dan juga pernah nikmatin hotel bintang yang murah banget karena banyak hotel yang mangkas harga di musim-musim yang ga peak season hanya agar hotelnya tetap terisi. Harga-harga hotel yang murah biasanya di musim dingin dan bisa dicek di website booking.com

Oia, tips lainnya, kalau pergi ke Eropa sebisa mungkin tas kita isinya tidak lebih dari 7 kg dan bentuknya pun tidak boleh menggembung karena di beberapa maskapai aturan ini sangat ketat dan bisa bikin kita kena charge tambahan untuk bagasi.

Mba Elok juga ngasi tips cara mengeksplore suatu kota. Menurutnya, hal paling menyenangkan saat travelling adalah saat ia bisa berinteraksi dengan warga lokalnya. Misalnya saja ke pasar tradisional mereka, atau sesimpel duduk di kafe di sekitar pusat kota sambil mengamati orang-orang lokal. 

Untuk mengetahui tempat-tempat yang bisa jadi destinasi menarik, biasanya kita tinggal mengambil peta atau travel guide di bandara negara tujuan. Selain itu, di beberapa negara tersedia fasilitas loker gratis. Jadi backpacker bisa menitipkan tas mereka dan bisa menikmati travelling dengan lebih leluasa tanpa membawa beban tas yang berat di punggung.

Selain bagi-bagi tips travelling, mba Elok juga bagi tips buat biaya travelling. "Tentu saja kita harus menabung ya," kata mba Elok. Menurutnya backpacker biasanya lebih memilih mengalokasikan uang mereka untuk biaya travelling ketimbang untuk membeli gadget terbaru. "Gadget terbaru itu tahun depan saja harganya sudah turun. Sementara travelling itu memorinya sampai seumur hidup kita ingat lho," tuturnya lagi. Ayo kalo mau travelling nabung yaaa.. 


Arip Hidayat
Pembicara kedua hari itu adalah Arip, seorang mahasiswa yang juga backpacker. Di sini ia berbagi pengalamannya backpacking ke negara-negara di Asia Tenggara termasuk pengalamannya pertama kali jadi backpacker.

Tengoklah rute perdana Arip pada foto di bawah. Kita bisa liat Arip mengunjungi beberapa kota dan negara tersebut dengan budget yang cukup murah, yakni sekitar Rp 4.400.000 (if I'm not mistaken ya, I forgot the exact numbers).


Arip Hidayat.

Kalo Arip sih katanya karena masih backapacker baru, masih belum nyaman dengan gaya couch surfing di mana kita bisa numpang di rumah orang lain. Jadi dia lebih milih tidur di hostel. 

Pengalaman pertamanya backpacking katanya sih kangen pengen balik ke tanah air karena jalan-jalan sendirian dan banyak bengongnya. Belum lagi pengalamannya tidur di hostel dan teman sekamarnya ternyata making l*** di sebelahnya yang bikin dia gemeteran. Hahaha... untungnya katanya temen-temen di Backpacker Dunia ngasi dia semangat dan memang kemudian Arip malah jadi pengen backpacking lagi. 



Ariev Rahman
Ariev Rahman adalah seorang travel blogger. Yang ngelintas pertama di pikiran waktu dia cerita adalah: enak banget ya bo jadi travel blogger. Hahaha... 

Ariev Rahman.

Ariev ngebuka sesinya dengan pertanyaan, "kenapa ngeblog?" Yang dia jawab sendiri pake pertanyaan lagi, "Kenapa engga ngeblog?" 

Iya sih kalo kamu suka travelling, kenapa ga ngeblog sekalian kan? Iya lah ya dia berbagi tipsnya buat orang yang suka travelling tapi pengen mulai ngeblog, bukan tips bagaimana kalo udah jadi blogger tapi pengen jalan-jalan. Hahaha... (it's not about you ya, Mi xD. *toyor diri sendiri*) Abis enak banget ya kayaknya jadi travel blogger. Sering dapet jalan-jalan gratis dan dapet gadget dari sponsor pula *edisi ngiri* :p. 

Menurutnya sih banyak ide yang bisa ditulis untuk travel blog. Bisa itinerary, kultur lokal, foto, fashion, tips and tricks, dan cerita perjalanan itu sendiri tentu saja. Jangan lupa blognya di isi terus. Kalo Arif sih katanya membiasakan diri minimal seminggu satu postingan.

Tips blogging lainnya adalah menampilkan foto, karena kan No pic=hoax. Jadi tentu harus ada foto. "Tapi fotonya jangan muka kita semua ya," kata dia. Hahaha... *apa kabar blog gue yang isinya muka gue semua yak :p*. Blog juga sebisa mungkin pakai template yang simpel dan jangan terlalu rame.

Apa lagi ya? Oiya tips terakhir yang gue ingat adalah berbaik-baiklah sama pembaca kita. Sering katanya pembaca ngirim e-mail ke dia menanyakan sesuatu yang biasanya sudah ditanyakan sama pembaca-pembaca lain. Berbaik-baiklah sama mereka karena mereka adalah pembaca blog kita. "Kita nggak ada apa-apanya lho tanpa mereka," tuturnya.

Buat kalian yang penasaran sama blognya Arif bisa langsung cuss aja ke travel blognya backpackstory.me



Risa Blue Saphier
Kalo pas bagian mba Risa ini gue cuma sedikit aja ngedengerin. Karena gue kena giliran ngajakin si Bebe main di luar ruangan pas dia bosen di dalam. Hihihi... jadi yang banyak ngedengerin diskusi dengan mba Risa justru adalah Hubby.

Walopun begitu, ada beberapa hal yang gue ingat beliau share hari itu. Mba Risa share soal keamanan di beberapa negara saat kita hitch hiking. Itu lho yang minta tumpangan sama kendaraan yang lewat. Ada temen backpackernya yang suka hitch hiking dan hitch hiking itu sah-sah saja asal dilakukan di negara yang reputasinya aman, biasanya negara-negara di Eropa. Negara-negara yang reputasinya ga aman seperti India sebaiknya menghindari hitch hiking.

Karena mba Risa ini travel blogger juga, ia berbagi cara memanfaatkan pengalaman travelling yaitu dengan membuatkan itinerary buat biro-biro travel. Menurutnya banyak biro perjalanan yang belum tahu tempat-tempat tujuan di negara lain yang bisa dieksplor. Ini jadi kesempatan buat travel blogger juga buat mendapatkan penghasilan.

Kalo pengen lebih dekat sama mba Risa, kalian bisa langsung sambangin blognya: diari-bluesaphier.blogspot.com


Mba Risa.



Setelah keempat pembicara ini, masih ada pembicara dari detik travel yang berbagi mengenai travelling. Tapi untuk pembicara yang satu ini gue bener-bener ga hadir di ruangan jadi gue gabisa share. Tapi overall, banyaklah ilmu travelling yang kita dapat hari itu.

Acara juga masih diisi sama Community Developmentnya blogdetik, Karel Andersen yang kocak dan bikin semua orang dalem ruangan ngakak mulu. 


Karel Andersen.

Sayang sebelum acara ditutup gue sama Hubby harus pulang karena si Bebe mulai cranky. Maklumlah acaranya dari jam 11 siang dan waktu udah nunjukin jam 5 kurang. Wajar aja ya anak kecil jadi bosen. Hihihi... Sebelum pulang gue sempat foto dulu sama Yogie.


Tetep aja narsis walopun muka udah kucel :p.

That's the story I have from #SundaySharing blogdetik. Semoga bermanfaat ya, teman-teman. 

I'll see you in the next post ;).

33 comments:

  1. 4,4? ??blm bisa ngbayangin kliling itu negara yg di list ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, katanya harus rajin nyari tiket yang murah banget dari minimal 1 tahun sebelumnya. Jadi kalo mutusin cuti udah dari 1 tahun sebelumnya liatin kalender untuk jadwal travelling. Hihihi

      Delete
  2. Nanti kali ya keliling dunianya klo udah gak dikuntit tiga buntut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. mba Leyla, moga-moga nanti kita bisa jalan-jalan keliling dunia ya ;)

      Delete
  3. kalo mo low budget emang hrs direncanain sejak lama ya.. mesti rajin2 jg mantengin tiket promo.. hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul... yuk mulai mantengin tiket promo mba ^^

      Delete
  4. aku kok bingung nyarinya kalu ada iklan tiket murah he he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... aku pun begitu mba fit, suka siwer dan suka ga dapet. kayaknya kita harus mulai membiasakan diri berburu ginian supaya murah ya

      Delete
  5. Mi, itu foto kita berdua lo edit ya? Perasaan muka gw menghitam pas pulang liburan, itu malah jadi agak bening, hahaha. Eniwei, nice post! Jadi pengen keliling Eropah setelah ngikut gathering itu, iya ga mak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... hush yogie, semua foto di sini kan sudah melalui editing sebelumnya *jangan bilang2 ya xD*
      Iyaaaaa.... tempat nginep uda ada tapi berat di ongkos T_T

      Delete
  6. 4,4 jeti ke negara sebanyak itu??kerenn..kl solo backpacking mang visa irit bgt tp kalo family backpacking sdkit lbh besar budget tp ga kalah seruu lhoo ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa ada mba Muna Sungkar *suguhin teh*. Kayaknya seru ya mba family backpacking gitu, pingin nyoba deh ^^

      Delete
  7. huaaa... bikin pengeeeeen... ada tips travelling untuk emak beranak banyak enggak ? qiqiqiq

    ReplyDelete
    Replies
    1. eeeh udah keduluan ama mbak Titi, pertanyaannya sama euy hahaha >.< kayaknya tipsnya emang mesti nunggu anak-anak pada gede dulu ya mbak, biar emak bapake bisa melanglang buana sepuasnya...:p *lirik bocah yang lagi bobok siang* :))
      beugh Mama Aira sekali posting puanjaaang dan asiiik isinya ^_^

      Delete
    2. Aku pun gitu mba Titi n mba Puji. Pingin tau gimana caranya, tapi mungkin pertanyaannya paling tepat ditanyain sama mba Muna Sungkar ya?

      Ngakak baca lirik bocahnya itu lho mba Puji :p

      Delete
  8. uedannn...tapi traveller itu emang berani bobo dimana aja ya..aku ndak berani..mending bayar hotel yg enak --"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya cha. Kalo masi blum punya bocah aku sih kayaknya berani. Tapi kalo bawa bocil gimana caranya ya?

      Delete
  9. kayanya ribet ya kalo backpaker buat keluarga...mana anak msih piyik pulak .:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Tampaknya harus nunggu sampe mereka agak besar buat diajak, atau agak besar untuk dititipin sama kakek-neneknya ya xD

      Delete
  10. asyik kalo bisa berhemat ke luar negeri, lebih enak kalo gratisan ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... semoga bisa suatu hari ya mba Lidya

      Delete
  11. duh baru tau ada acara inii... pengen banget backpacking ke luar negeri, tapi wacana muluuu hahah dan sama kyk komemya suria riza, belum berani bobo dimana manaa (rencana makin jadi wacana ini sih haha :p)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa... hihihi... belum berani juga. Tapi mungkin banget ya suatu hari kita bisa. Moga2 bisa tercapai. Aamiin... :)

      Delete
  12. Postingannya keren, mak! Ada twitter ga? Jadi bisa aq share link-nya sambil mention ke para narsum.
    Btw, itu kenapa potoku pas manyun gitu >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ada mba wakil ketua kelas. Makasih ya mba buat panitianya, ini acaranya keren banget. Kapan ada lagi? Hihihi :p
      Mak Istiiii ekke ngga nyadar, cuma ngeliat pesertanya serius ngedengerin aja. Tapi dirimu manyunnya juga cakep sih ;). Twitterku @mcfauziah

      Delete
    2. Alhamdulillahkalo acaranya dibilang keren :D Makasiy udah dateng, Mak Mia :)
      Haha, bisa aja manyun diblg cakep, mak :p Acara selanjutnya camping en diving bareng Mba Risa en Arip Hidayat di Pulau Pari. Berminat?

      Delete
  13. banyak cara untuk berhemart yah mak :D
    kereeeen banget keknya backpacker keliling dunia, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuuul. Hihihi. Keren banget ya Ran para backpacker ini. Moga2 kita juga bisa suatu hari. Aamiin

      Delete
  14. Thax for share ya.... mohon maaf juga blog saya : bluesaphier.blogspot.com sdh sekitar 2thn tdk update.. karena banyak jln daripada nulisnya... mudah2an sih bisa nyicil sharing yg eropa-maroko-turkey-maldives..

    Perlu meditasi utk inget2 detilnya haha..

    Have a wonderful day :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa ada mba Risa ^^. Hahaha.. sip mba. Asiik pasti seru ya mbaa. Have wonderful day to you too, Mba :)

      Delete
  15. huuuaaaaa mia dirimu pergi ya? padahal aku udah kepengen banget ikut. Udah mau daftar, eh...ART agak maksa izin pergi hari itu. Hubby juga lagi kurang sehat. Jadinya aku manyun sepanjang hari. Tapi alhamdulillah dapat sharing dari dirimu.... he..he... jadi pingin traveling lagi :-) Tapi bener lho travelling bikin ketagihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah sayang bu, padahal perginya bisa bareng ya. Iyaa jadi pengen travelling deh. Diracunin sama backpackers keren xP

      Delete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...