Monday, 30 June 2014

Some Hijab Tips: How to Prevent Hijab Being Saggy

Assalaamulaikum,

Halo! Apa kabar? 
Kali ini gue mau share tentang tips dan trik pemakaian hijab supaya bentuk hijab kita tahan lama. Ini sebenarnya adalah pertanyaan dari teh DeyDi postingan terakhir dan di instagram, teh Dey nanya, kok kalo nge-wrap hijab itu akhirnya suka nggak berhasil  dan ciputnya suka merosot? 

Ya, selain itu pun gue juga pernah mengalami yah namanya nyobain hijab style gaya baru tapi kok malah tambah tembem atau kok kayak nggak ada lehernya? Kok style-nya numpuk banget? Kok style numpuk begitu bagus ya di dia, tapi kok di gue enggak? 

Hehehe.. sebagai seorang ordinary woman yang pengen ngikutin gaya hijab ala-ala hijabers, gue pun pernah dan kadang masih mengalami hal-hal seperti itu. Apalagi yang sebelumnya biasa pake hijab segitiga biasa, hijab style itu tampak ribet dan banyak jarumnya. Berbeda dengan jilbab segitiga yang paling hanya menggunakan satu atau dua jarum. 

Nah, pertanyaan teh Dey ini akhirnya gue pikir kayaknya oke juga ya buat ide postingan-postingan berikutnya yaitu berbagi tips seputar memakai hijab. Dan seru juga kan ngebahas hal seperti ini, ga cuma hijab tutorial atau OOTD aja.

Berhubung pertanyaan pertama dateng dari teh Dey, jadi gue mau coba jawab pertanyaannya Teteh dulu. Ini share dari pengalaman aja ya. Jadi tips and triknya bener-bener In my humble opinion (IMHO), jadi maafkan kalo ada yang kurang ato kurang cocok. Hehehe. Yuk, kita mulai aja.


SOME HIJAB TIPS: 
Bagaimana caranya agar inner dan hijab tidak cepat melorot atau berubah bentuk? 


Inner/Ciput
Kalo mau mulai pake jilbab ala-ala hijabers kita nggak bisa lepas dari yang satu ini, yah. Ciput sendiri ada ciput arab yang sederhana mirip bandana dan juga ada yang namanya ciput ninja. Bahannya pun macam-macam dari mulai kaos, jersey, atau spandex. Tentu saja dengan harga yang beragam pula, dari harga di bawah 20.000 rupiah sampai ratusan ribu. 

Ciput ini adalah dasar dari hijab kita. Ibaratnya bikin bangunan, ciput itu pondasinya (tsaah). Jadi ciput yang pas dan nyaman is a must. Ga perlu mahal, yang penting nyaman dan pas di kepala. Ciput yang pas di kepala dan bentuk wajah kita akan membuat jilbab, terutama bahan hijab yang licin seperti chiffon lebih lama bertahan bentuknya.   

Ciput Arab
Ciput Arab bisa dibilang ciput paling praktis karena hanya berupa bandana lebar. Jika dipakai bersamaan dengan hijab dari bahan kaos yang ringan atau viscose yang agak tebal, ciput terbilang praktis dan ga bikin gerah.

Menurut gue, ciput arab yang paling enak itu bahan spandex atau jersey karena lembut di cuping telinga dan lebih stretch. Bahan kaos pun oke, tapi gue lebih prefer bahan kaos rayon karena lebih tipis. 

Meski biasanya ciput arab ini harganya lebih murah, untuk ciput yang bahan kaos ada baiknya dicoba dulu karena ciput arab yang kekecilan di kepala biasanya bikin sakit cuping telinga. Selain itu, ciput yang kekecilan juga suka melorot ke bagian depan dahi dan otomatis bikin tatanan jilbab jadi ikutan ga rapi. 

Sebaliknya, ciput arab yang terlalu longgar bisa melorot ke bagian belakang dan bikin dahi jadi terlihat jenong (I've been there xD). Gue pernah pakai ciput yang sepertinya sedikit longgar, pas jalan dari rumah sih sudah oke, tapi waktu pakai tas selempang jilbabnya ketarik dan jadi jenong, deh. Hihihi.


Ciput Ninja

Ciput Ninja.

Untuk ciput ninja, bahan favorit sama aja spandex, jersey sama kaos. Kalo gue sih lebih suka yang belakangnya pake resleting karena lebih aman. 

Masalah yang kadang timbul dari ciput ninja adalah bentuknya yang kadang kurang pas di wajah atau kebesaran atau bikin pipi tembem. Tips dari gue, dijahit aja kiri-kanannya, dipas-kan sama bentuk wajah. Gue tahu, sulit buat produsen inner ninja buat nebak bentuk wajah atau kepala setiap perempuan. Walaupun ada range-nya, tapi tetep kita lebih tahu kita nyamannya seperti apa. Perbedaan bentuk kepala ini menjelaskan mengapa sebagian orang nyaman dengan inner produksi suatu brand saja tapi yang lain bisa nyaman dengan inner merk apapun atau bahkan inner yang diproduksi massal. 

Jadi saran gue ketika membeli ciput ninja: dicobain. Kecuali kalo innernya emang lagi diskon besar-besaran ya. Hihihi. Lalu, kalo inner ninjanya sudah punya di lemari, bagaimana dong? 

Gue punya tips yang gue masih lakukan sampai sekarang terhadap inner ninja yang kebesaran, atau karena emang usia innernya sudah lama maka bentuknya jadi kebesaran atau melar.

Caranya, 
1. Pasang ciput ninja di kepala kita. 
2. Nah, kita atur saja dengan bentuk wajah supaya nyaman dan pas di wajah. Kita sendiri lebih tahu kekurangan wajah kita. Misalnya supaya tidak terlalu memperlihatkan jidat yang jenong, atau pipi yang tembem, atau kelebihan lemak di bawah dagu.
3. Di kiri kanan ciput ninja, di daerah telinga itu terdapat jahitan yang melintang, di sini lah kita bisa mengatur supaya lingkaran ciput ninja pas di wajah. Atur saja kiri-kanannya lalu pasang jarum pentul di jahitan tersebut. 

Lihat, di bagian telinga ciput ninja itu ada jahitan melintang.

3. Lepas lagi ciput ninjanya dari kepala,

4. Ambil jarum jahit dan benang. 


5. Jahit bagian kiri dan kanan yang barusan sudah ditandai dengan jarum. Gampang kok tinggal dijahit sendiri pakai tangan. 

Nih, ini hasil jahitan punya gue.

6. Selesai

Sekarang kita sudah punya inner yang sudah dicustomized dengan bentuk wajah dan kepala kita deh. Setelah itu, apa ada lagi caranya supaya hijab tidak melorot?

Cepolan Rambut/Hair Bun
Hijab style biasanya membutuhkan cepolan rambut untuk menempelkan jarum atau sebagai tempat melilitkan kain. Cepolan tidak perlu besar. Hanya saja, buatlah cepolan yang pas namun tidak menyakitkan dan tidak longgar. Cepolan yang longgar biasanya juga membuat bentuk hijab jadi kurang tahan lama. Tapi cepolan tergantung jenis hijab style yang dipakai. Beberapa style yang sederhana tidak membutuhkan cepolan rambut sama sekali.

Moga-moga postingan ini bisa menjawab pertanyaan dari teh Dey dan juga bermanfaat buat yang lainnya.

Sampai jumpa di postingan berikutnya ^^.

Thursday, 5 June 2014

My First Liebster Award

Assalaamualaikum,
Minggu lalu gue mendapatkan Liebster Award untuk pertama kalinya dari mba Efi. Dulu jaman belum nge-blog, gue sering liat award seperti ini di blog orang. Hm, gue sendiri ngeblog belum genap 2 tahun sebenarnya. Jadi hepi banget ada yang ngasi Liebster award ini. Mamacih ya teh Efi cantik ;).

Ini dia awardnya. Cute banget ya pinky pinky, kayak aku. *kemudian dilempar bakiak*.



Apa sih Liebster Award ini? 

The Liebster Award: Dariku Untukmu
Begini aturan mainnya.
  1. Post-kan award ini ke blogmu. Iya, blogmu #terdodit
  2. Sampaikan terimakasihmu sama teman blogger yang sudah mengenalkan award ini dengan membuat back link ke blognya.
  3. Share 11 hal tentangmu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikkan
  5. Pilih 11 teman blogger dan berikan 11 pertanyaan lain yang kamu kepengin tahu. *Nah, tanya pin atm, password, nomor sandi rahasia dan privasi lainnya ga boleh, ya*

Karena point ke 3 disuruh share tentang diri kita, berikut 11 hal tentang gue. 

1. Anak pertama dari dua bersaudara. Adek gue cewe, dan usia kita beda 10,5 tahun. Jauh banget ya, Mem? Hehehe.. gapapa alhamdulillah jadi kebawa muda terus gegara punya adek yang keranjingan K-Pop :P.

2. I am a full time mommy and wifey. Saat ini alhamdulillah gue sudah dikaruniakan seorang anak perempuan yang suka gue panggil Bebe di blog ini.

3. Gue lulusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. 

4. Gue generasi 90-an pertengahan jadi gue suka banget boyband (ehem!!!! Who's with me? :D). Iya suka banget, dulu. Kerjaannya nongkrong MTV demi menonton boyband kesayangan, which is Backstreet Boys #anaknongkrong. Nanti mau bikin ah tulisan tentang generasi 90-an.

Monday, 2 June 2014

Hijab Tutorial #6: Square Hijab

Assalaamualaikum,
Alhamdulillah udah hari Senin lagi ya. Minggu kemarin liburannya on-off jadi pas nggak liburnya kok berasa di-PHP-in :D. Hari Rabu sama hari Jumat rasanya kayak hari Senin. Nah, kalo hari ini beneran hari Senin. Yuk ah semangat lagi.

I'll start my Monday with posting this tutorial for square hijab. Nemu tutorial ini nggak sengaja setelah ngeliat di yutub trus dimodif aja karena kerudung segiempatnnya nggak terlalu lebar. 

Ini dia langkah-langkahnya,


1. Pasang salah satu sisi jilbab segi empat di kepala, 
satu sisi lebih pendek dan satu sisi lain lebih panjang.
(Put your square scarf on your head with one side is shorter than the other.)
2. Ambil sisi yang lebih panjang ke sisi yang lebih pendek, 

lalu pasang dengan jarum atau peniti.
(Take the longer side to the shorter side, then pin it)
3. Ambil sisa kain yang memanjangnya ke atas kepala, lalu pasangkan jarum.
(Take the rest of the remaining longer side to the top of your head, and pin).

4. Ambil sisi lain dari scarf segi empat yang ada di punggungmu 
dan bawa ke atas kepala.
(Take the other side of your scarf on your back and bring it over your head)

5. Pasang salah satu sisi lebih pendek dari yang lain 
dan amankan dengan memasang jarum di kedua sisi pipi.
(Place one side shorter then the other then secure it with pins).

6. Rapikan sisa kain yang tersisa ke bawah baju.
(Take the rest of the remaining scarf on the side under 

your clothes to make it neat)
7. Selesai.
(Done)

Semoga bermanfaat ya, teman-teman ^^.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...