Saturday, 12 July 2014

Some Hijab Tips: Hijab for Chubby Cheeks

Assalaamualaikum,
Teman-teman masih ingat kan postingan tentang tips supaya hijab style tahan lama sebelumnya? postingan ini masih bagian dari Some Hijab Tips juga. Kali ini gue mau bahas tentang Hijab untuk Si Pipi Chubby (nunjuk diri sendiri ;P).

Sekarang ini kan hijab style sudah banyak sekali macamnya. Gayanya seru-seru dan pakainya pun gampang. Tapi kadang kepingin juga ya pakai hijab style yang bisa menutupi kekurangan kita. Kalau enggak pake hijab kan kita bisa pakai teknik shading make up. Nah, kalau pake hijab dan pingin agar pipi yang chubby atau wajah yang bulat lebih kelihatan lonjong bagaimana ya caranya?

Postingan ini gue buat karena pengalaman punya pipi rada chubby. Wajah gue sebenarnya oval, tapi karena pipinya berisi gitu jadi kalau pakai hijab harus rada diakalin biar tampilannya tetep oval, yah biar lebih harmonis aja gitu bentuknya. Hehehe..

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Tapi supaya lebih jelas caranya, gue membuat gambarnya dalam bentuk step seperti hijab tutorial. Tapi tips-tips ini tentu tidak terbatas buat hijab style ini saja, melainkan sangat memungkinkan dipakai untuk hijab style lainnya.



1. Bisa diperhatikan di gambar, kedua pipi gue terlihat chubby yah. Hehehe... Pasang shawl di atas kepala dengan satu sisi kanan lebih panjang dan sisi lainnya lebih pendek. 

2. Ambil ujung hijab yang pendek dan tarik ke arah sebaliknya. Pasangkan pin di atas telinga yang kiri. Saat memasang pin di sisi wajah yang kiri ini, jangan lupa untuk menutup sebagian pipi kiri dengan shawl.



3. Nah, bisa dilihat kan, pipi yang kiri sebagiannya tertutup oleh shawl, sementara pipi sebelah kanan masih terlihat chubby


4. Sekarang, tarik sisa shawl ke arah sebaliknya, terus sampai di atas kepala. Saat melakukan ini, jangan lupa untuk menutup sebagian pipi yang kanan. Selain itu, usahakan agar terbentuk draperi di bagian dada. draperi yang agak panjangjuga akan memberikan kesan kita lebih langsing dan wajah lebih panjang.



5. Kelihatan ya, pipinya sekarang sudah tertutup dua-duanya.
6. Pasangkan pin di ujung shawl agar bentuknya tahan lama.


7. Selesai. Pipi yang chubby sekarang terlihat lebih oval dari sebelumnya.

Jadi, tips hijab style untuk si pipi chubby atau wajah bulat adalah sebagai berikut.
- Usahakan untuk membentuk wajah seoval mungkin dengan menggunakan hijab.
- Tutupi sebagian pipi dengan shawl, atau beri kesan draperi di pipi untuk memberi kesan lebih oval.
- Membentuk draperi yang agak panjang di dada juga membantu untuk memberikan kesan langsing pada wajah dan juga membuat leher tampak lebih panjang.

Sekian tips dari gue kali ini. Semoga bermanfaat ya, Teman-Teman. Tips ini hanya berdasarkan pengalaman, jadi maaf kalau ada kekurangan. Sampai jumpa di postingan berikutnya ^^.

Friday, 11 July 2014

Hijab Tutorial by Zahratul Jannah

Assalaamualaikum,
Hi, Guys! Apakabar? Semoga baik selalu yah. Aamiin...
Hari ini gue mau ngomongin tutorial ala Zahratul Jannah. Mungkin banyak dari kalian yang udah kenal sama mamah muda cantik yang biasa dipanggil Sarah ini ya? Kalau belum kenal, cuss aja cari di instagram account @zahratuljannah . Sarah ini suka sharing hijabtutorial dan followersnya juga banyak, lho.

Kenapa hari ini ngomongin Sarah? Begini, semenjak postingan gue terakhir, gue sengaja memasang profile picture ini di facebook dan whatsapp.
Niatnya sih buat buzz kecil-kecilan ajah buat FAZIA Webstore. Eh, tapi ternyata beberapa teman jadi nanyain tutorial hijabnya. 

Sebenernya ini signature hijabstyle-nya Zahratul Jannah. Ini modifikasi dari stylenya Dina Tokio, tapi dengan leher yang sengaja dibuka sehingga memperlihatkan ciput ninja di bagian leher. Gue suka gaya ini karena sangat casual. Dengan bahan hijab yang ringan dan tidak cepat kusut, hijabnya bahkan ga perlu disetrika tapi tampilan tetep keren.

Karena bagian leher sedikit terbuka, hijab style ini jadi ngasih efek "extra longer neck" buat gue. Makanya itu gue suka banget :D.

Nah, sebelumnya gue sudah mention kan, ini hijab style-nya Zahratul Jannah. Jadi untuk menjawab pertanyaan temen-temen, gue tidak akan membagi tutorial gue untuk style ini melainkan mau share video-nya Zahratul Jannah herself. Kalau diajarin sama orangnya pasti lebih oke kan? Ini dia videonya, 




Semoga bermanfaat ya, Teman-Teman ;). I'll see you in the next post.



Monday, 7 July 2014

Fazia Webstore



Assalaamualaikum,
Hi, everyone! Today I want to share about my new blog-store. Blog-store ini diberi nama Fazia Webstore and I intend to sell some hijab stuffs there. Nama Fazia sendiri diambil dari nama belakang gue, Fauziah.

Sementara ini itemnya masih terbatas, baru hijab aja. Semoga seiring waktu barangnya tambah banyak dan semoga webstore-nya bisa jalan terus dan sukses, ya. Aamiin.

Yang mau nengok saja atau mau belanja juga (boleh banget ^^) di blogstore-nya, bisa langsung cuss ke http://faziawebstore.blogspot.com atau follow account instagramnya, @fazia_webstore


Thanks for reading, Guys! Sampai jumpa di postingan berikutnya :).

Tuesday, 1 July 2014

Dari Kandungan ke Dunia: A Blogger Gathering with Mommies Daily and Pampers

First Pregnancy, 38 weeks.

Assalaamualaikum,
Senangnya sudah menginjak bulan puasa. Alhamdulillah, semoga bulan puasa ini kita menjadi orang yang lebih baik ya dibandingkan sebelumnya. Aamiin..

Lalu ada apa dengan pamer foto hamil 38 minggu di awal postingan ini? Begini, di sini gue mau cerita tentang acara yang gue hadiri. Minggu lalu gue berkesempatan untuk ikut Blogger Gathering bersama Mommies Daily. Acara ini merupakan kerjasama Mommies Daily bersama Pampers Indonesia dalam rangka peluncuran video campaign Pampers terbaru yang diberi judul "From Womb to World" juga talkshow seputar perawatan kulit pada bayi. 

Apa hubungannya sama foto hamil? Ada dong, hubungannya adalah: ternyata video campaign Pampers tersebut mengingatkan gue dengan pengalaman gue saat hamil dulu. Ini dia videonya.





Buat para perempuan, pasti hamil dan melahirkan itu pengalaman yang sangat indah buat dikenang. Walau pun, let's admit it, it's pretty scary when it comes to giving birth. Dan tentu saja setiap perempuan punya cerita sendiri yang membikin kehamilannya menjadi istimewa.

Gue sendiri, menemukan bahwa gue hamil 5 minggu  di hari yang sama saat Hubby sakit campak dan harus diopname di Rumah Sakit selama seminggu. Gue yang waktu itu enggak tahu tentang pemeriksaan TORCH dan dampak dari campak terhadap janin, menemani Hubby di Rumah Sakit. Baru kemudian esoknya gue tahu bahwa campak Jerman yang dibawa virus Rubella itu sangat berbahaya untuk janin. 

Kekurangan pengetahuan mengenai TORCH itu membikin gue beberapa kali menjalani pemeriksaan dan minum antiviral yang bikin mual selama sekitar 2 bulan. Pelajaran banget deh, kalau memutuskan mau hamil seharusnya periksa TORCH dulu dan waspada jika ada orang terdekat yang sakit.

Selain drama karena campak Jerman, ada lagi drama di minggu ke 40 karena si Bebe dalam kandungan tidak aktif berkontraksi. Tidak ada bukaan sama sekali dan gue langsung stress. Pasalnya, Dokter kandungan saat itu merekomendasikan induksi dan bedah ceasar jika si Bebe dalam perut tidak kunjung aktif berkontraksi. 

Di tengah kegalauan, gue dan Hubby menemukan dokter kandungan bernama dr. Udin Sabarudin yang berpraktek di RS Tedja, Bandung (sekarang rumah sakitnya sudah tutup). Dari berbagai riset di internet kami menemukan bahwa dr Udin ini adalah salah satu dokter yang sangat mendukung kelahiran normal. Pertama kali datang ke tempat prakteknya hati pun langsung adem dan bertekad bulat mau lahiran secara normal. 

Setelah kegalauan beberapa hari karena nggak mau ceasar, gue dan Hubby saat itu merasa lebih tenang. Pulang dari dokter kami jalan ke mall dan lihat ada Jonas Photo, kemudian memutuskan untuk foto pregnancy. Hehehe.. Ini dia fotonya,


Pregnancy photo, 40 going on 41 weeks. A very big baby bump, eh?

Alhamdulillah Bebe lahir normal dan sehat. Minggu-minggu awal jadi orang tua itu berat dan membingungkan. O yeah, too many sleepless nights on the beginning of a baby's life dan rasanya jadi ibu itu udah kayak zombie. Lelah dan mengantuk terus. Hahaha... Tapi itu hanya berjalan sekitar satu bulan. Dengan keinginan untuk melindungi si buah hati maka kami pun lama-lama merasa mantap deh jadi orang tua. She's a miracle after all :'). 



Meski sudah mantap jadi orang tua, tidak berarti gue langsung gape mengurus bayi. Sejujurnya gue baru bisa memandikan si Bebe saat usianya menginjak hampir 3 bulan. Jadi selama ini Hubby-lah yang memandikannya setiap hari. Darinya, gue belajar bahwa parenting is not something impossible. Bahwa banyak hal yang tidak kita ketahui tapi jika kita jalani dan pelajari bersama maka kita akan menemukan jalan keluar.

Misalnya saja masalah gejala demam sedikit saja bisa bikin gue khawatir luar biasa. Padahal ternyata demam itu bisa diobservasi suhunya dan sebagai ibu, gue harusnya tidak langsung panik dengan sedikit-sedikit membawa anak ke dokter.

Selain masalah demam, ada juga masalah ruam yang mengganggu. Si Bebe ini waktu kecil kulitnya agak sensitif, karena itu gue berhati-hati dalam memilih pospak (popok sekali pakai). Jika salah memilih, biasanya langsung timbul diaper rash (ruam popok). Gue bahkan pernah tergiur harga promo membeli pospak dalam jumlah banyak namun akhirnya merk popok tersebut hanya dipakai satu kali karena timbul diaper rash.

Lama-lama gue akhirnya mengerti bahwa hanya produk pospak tertentu yang tidak menimbulkan ruam. Gue pun akhirnya tahu cara penanganan dengan krim bayi saat diaper rash terjadi. Sekarang, si Bebe usianya udah 3 tahun 4 bulan. Waktunya untuk memikirkan punya anak lagi. Tapi siap nggak yah? Sepertinya sudah banyak hal yang terlupa. 

Untungnya minggu lalu mendapat kesempatan datang ke Blogger Gathering bersama Mommies Daily dan Pampers dan dapat banyak ilmu seputar perawatan kulit bayi. Beberapa hal malah merupakan informasi yang sama sekali baru sampe mikir, "Duh, Mom! Kemana aja sih kamu?" Hihihi...

Acara yang berlangsung pada 21 Juni lalu di Pad@28 Cafe & Bistro ini berlangsung seru. Ah, senangnya bisa datang dan berbagi bersama dokter anak, Pampers, dan para blogger mommies nan kece.  Oiya, dresscode acaranya adalah "A touch of turquoise" jadi jangan heran, jika foto-foto yang gue capture di sini semua bernuansa turquoise yah :).


Turquoise Table. Party table-nya pun berwarna turquoise :).

Setelah mencicipi snack-snack cantik, akhirnya acara pun dimulai. Kali ini Pampers meluncurkan video campaign baru yang diberi judul "From Womb to World". Video ini bercerita tentang pengalaman 3 ibu saat hamil dan melahirkan dan bagaimana semua ibu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan bagaimana rasa cinta diungkapkan dalam bentuk sikap yang berusaha melindungi si kecil. 

Just watching a glimpse of this video reminds me of when I was pregannt adn how I gave birth to a beautiful daughter 3 years ago. Ihiks. Such things make us, moms, feel mellow. 


Suasana saat pemutaran video "From Womb to World".

Setelah pemutaran video yang berdurasi sekitar 2 menit itu, para mommies terlibat dalam talkshow seru bersama Dr.dr Rini Sekartini Sp.A(K) seputar perawatan kulit bayi. Wah, ternyata banyak hal yang tidak kami ketahui mengenai permasalahan kulit bayi. 


dr. Rini Sekartini Sp.A(K).

Kulit adalah organ terbesar yang menutup hampir seluruh permukaan tubuh kita. Berbeda dengan kulit dewasa yang sudah berfungsi optimal, maka organ tubuh pada bayi masih belum berfungsi sempurna. Kulit bayi masih tipis dan ikatan antar selnya masih longgar. Ini menjadikan kulit bayi menjadi rentan terhadap infeksi dan alergi. Sistem imun yang belum sempurna, produksi keringat yang masih sedikit, serta kadar lipid pada kulit yang tinggi memudahkan iritan untuk melewati kulitnya. 

Maka dari itu, diperlukan perawatan khusus pada bayi agar bisa menjaga kesehatan kulitnya. Terutama jika terjadi friksi antara pakaian dengan kulit, atau pun diaper dengan kulit.

Ada beberapa tips dalam merawat kulit bayi;
1. Selesai berenang, segera basuh bayi atau anak agar bersih dari sisa klorin
2. Jangan terlalu sering memandikan bayi, cukup dua kali sehari dan jangan menggosok kulit terlalu kuat.
3. Jangan memakaikan pakaian yang terlalu tebal, terlalu kuat atau yang bersifat iritan (wol atau sintetik). Bahan katun lebih baik.
4. Pada bayi, penting diperhatikan kebersihan di area popok.
5. Pemakaian popok pada bayi, baik popok tradisional maupun popok sekali pakai harus menggunakan bahan yang daya serapnya baik, tidak menimbulkan iritasi dan tidak menghambat perkembangan bayi.
6. Saat memandikan bayi, ukur suhu air dengan menggunakan siku. Mandikan bayi dengan suhu yang sesuai dengan suhu tubuhnya. Tidak perlu menggunakan air yang terlalu hangat atau air dingin.
7. Penggunaan minyak telon hanya pada daerah perut saja. Hindari memakaikan minyak telon atau kayu putih pada sekujur tubuh karena bisa menimbulkan iritasi. Punggung adalah bagian kulit yang gampang sekali kena iritasi.
8. Jika terjadi iritasi, gunakanlah satu produk krim bayi saja. Gunakan dalam jumlah sedikit dan amati. Jika iritasinya makin parah, segera hentikan pemakaian.

Wah, banyak sekali ilmu tentang perawatan kulit bayi yang kita dapatkan hari itu. Selain talkshow, juga diperkenalkan formula #5starskinprotection pada Pampers. 


Jadi yang 5 star nggak cuma hotel, tapi Pampers juga ;).
Dijelaskan bahwa Pampers didesain khusus dengan tubuh bayi sehingga tidak tebal dan ergonomis mengikuti tubuh bayi. Selain itu, penelitian untuk Pampers selalu dititikberatkan pada bayi newborn. Jika bayi newborn aman memakai pampers, maka usia selanjutnya pun akan aman. 

Di akhir acara, ada pengumuman lomba live twit dan juga berfoto bersama. 

Mak Istiana Sutanti memenangkan lomba livetweet.

MC hari itu, Mbak Sasha. I love her outfit.

Toska-toska bareng Yeye dan Ayu.
Photo courtesy of Yeye


Narsis serba turquoise bersama blogger mommies.
Photo courtesy of Caroline Adenan

Foto bareng peserta gathering. Dekorasinya keren ya?
Ah, serunya. Terima kasih ya Mommies Daily dan Pampers. Kami dapat banyak pengetahuan, dapat goodiebag, dan juga bisa mingle bersama para mommies yang keren. 

Oia, buat para blogger juga ada lomba blog keren yang diadakan oleh Pampers bekerjasama dengan Mommies Daily lho. 





Sampai jumpa lagi di event berikutnya ^^.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...