Wednesday, 29 October 2014

Understanding The Art of Confidence

Assalaamualaikum,

Hari ini judul postingannya kece banget yah? Hahahaha... xD. I think we've been told about confidence over and over again since we were young. Saya Inget banget dulu nggak ada tuh yang namanya frase "Pede" alias percaya diri. Frase pede baru saya kenal saat saya ABG banget sejak munculnya iklan deodoran stik yang juga memopulerkan kata "Burket". Hahahaha.. ini seingat saya lho.

Beranjak remaja, lalu dewasa, saya baru deh sering membaca tulisan atau coaching tentang kepercayaan diri. Masa SMA, kuliah, masa kerja, udah berapa kali kalian coaching tentang percaya diri? Udah ga keitung kali yah. 

Kenapa sih, Mi? Kok tiba-tiba ngomongin percaya diri? Begini. Minggu lalu saya mendapat undangan sebuah event yang diadakan Bio-Oil dan Cosmopolitan. Acara yang bertajuk "Skin Secrets for The Best Confidence" ini diadakan di Diponegoro Ballroom Mandarin-Oriental Hotel, Jl. MH. Thamrin, Jakarta.

Yang paling berkesan dari acara ini adalah bagaimana Kepercayaan Diri ini dikupas tuntas di antara sesama perempuan. Maklumlah, ballroom dipenuhi para undangan yang isinya perempuan semua, laki-lakinya bisa dihitung jari, itu juga tampaknya fotografer aja, hehehe.... Ini benar-benar event buat para perempuan, jadi rasanya nyaman sekali. Kalau ngomong ga pede karena bentuk badan atau bekas luka misalnya, kok kayaknya para perempuan yang lain tuh ngerti banget, sama-sama tau rasanya begitu, lebih terasa blak-blakan dibanding kalau audiensnya ada para cowok. Hehehe....

The Invitation

Di acara ini ada sesi coaching mengenai Kepercayaan Diri oleh Ayu Diah Pasha. Teman-teman sudah pada tahu dong ya sama beliau ini. Ayu Diah Pasha adalah seorang Artis, Speaker, dan Coach dari lembaga Dale Carnegie. 

Mba Ayu membuka sesi ini dengan pertanyaan yang sangat mendasar, namun membikin ruangan yang tadinya riuh menjadi hening: Apa itu Percaya Diri? *nah, lho :P* 

Ayu kemudian mengajak kita untuk melihat sebuah berita mengenai seseorang bernama Ryan Tumiwa. Apakah teman-teman tahu siapa Ryan tumiwa? Ryan adalah seorang lulusan S2 Universitas Indonesia. Ryan hanyalah orang biasa, namun yang membuatnya terkenal adalah saat ia mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi agar mengubah pasal 344 KUHP yang dianggapnya menghalangi tindakan euthanasia (tindakan medis untuk mematikan seseorang karena alasan tertentu). Dikatakan bahwa Ryan sempat bekerja namun kemudian menjadi jobless sejak 1998. Ia menderita depresi sejak orang tuanya meninggal, dan berniat melakukan euthanasia.

Apa yang membuat seseorang yang tampaknya very eligible, seorang lulusan S2 universitas ternama dengan IPK 3,3 bisa merasa tidak percaya diri? Padahal di luar sana banyak lulusan universitas biasa-biasa saja bisa mendapatkan pekerjaan.


"Orang yang punya potensi luar biasa, tapi karena belum atau tidak percaya diri, 
akan kalah dengan orang biasa yang punya kepercayaan diri yang tinggi."
- Ayu Dyah Pasha.


Sesi coaching seru tentang Confidence bersama Ayu Dyah Pasha.

Jadi apa itu percaya diri? 

Confidence is control. Kontrol terhadap kekuatan keyakinan pada apa yang kita miliki. Jika kamu ingin percaya diri, maka mulailah memegang kontrol terhadap dirimu. Lalu bagaimana jika kita sudah terlanjur percaya bahwa kita adalah orang yang tidak menarik atau tidak berkompetensi? 


Control Your Mind

Di dalam hidup ini, akan selalu ada bagian dari diri kita yang kita rasa kurang. Remember, confidence is control. So, control your mind. Jika kita sedang merasa tidak percaya diri, baliklah perasaan itu. Confidence is something you make up from the inside. Percaya diri itu kitalah yang menciptakannya sendiri. 

Ini catatan buat saya sih. Selama ini saya pikir confidence itu sesuatu yang muncul setelah kita punya karya atau setelah membuktikan bahwa kita mampu melakukan sesuatu. I mean, come on! In order to be confident, we should have something to be confident for in the first place, right? Well, that was my idea of confident before I hear this idea. 

Ayu Dyah Pasha mencontohkan salah satu kasus. Ada yang bilang bahwa ia merasa tidak percaya diri karena punya bekas luka di kaki. "Katanya punya bekas luka di kaki, jadi tidak bisa pakai celana pendek. Lalu kalau tidak bisa pakai celana pendek, memangnya kenapa?  Balik pikiran kita yang jelek itu. Kita masih bisa pakai celana bermuda, misalnya. Jangan sedih. Kita masih bisa kelihatan cantik kok walaupun enggak pakai celana pendek." 

Jadi jika kita punya sebuah rasa tidak percaya diri tentang diri kita, kita harus bisa membaliknya. #noted.



Control your attitude 

Ayu Dyah Pasha membacakan salah satu catatan dari sejumlah catatan yang ditulis peserta mengenai ketidak percayaan diri mereka. Ada yang menulis: tidak percaya diri karena belum kurus. 

Di sini Ayu kemudian menekankan bahwa Confidence is the way you control your attitude too. Lagi-lagi mengenai kontrol ya. Kali ini kepercayaan diri diartikan sebagai kontrol terhadap tingkah laku. 

Bertanyalah kepada diri sendiri, "Jangan-jangan kita tidak bisa turun berat badan karena kita hanya bisa mengeluh dan tidak memulai berusaha, tidak bisa mengontrol tingkah laku kita." 

Aduh, ini bahasannya kok nonjok banget yang lagi ngetik yah xD. Jadi kalau menginginkan turun berat badan harus bisa mengontrol diri sendiri. Harus maksa diri sendiri buat olahraga, maksa diri sendiri buat ngurangin makan. Hahaha... Olahraganya masih nol besar nih kayaknya :P. Ayu Dyah Pasha itu usianya sudah 50an, tapi dengan dorongan personal trainernya bisa sit up sampe ratusan kali. *uhuk, keselek*

Makanya, agar kita bisa lebih percaya diri, kita juga harus membuat diri kita dikelilingi orang-orang yang bisa membuat kita merasa lebih pede. Kadang soulmate itu tidak berupa pasangan hidup atau orang tua, tapi bisa siapa saja yang bisa membuat kita lebih percaya diri setiap harinya.

Dan jangan lupa, bahasa tubuhmu memperlihatkan pada orang lain apakah kamu percaya diri atau tidak. Bahasa tubuh yang menunduk, tidak berani melihat orang lain, mengambil posisi tersembunyi di dalam suatu ruangan, tidak berani mengungkapkan pendapat, adalah beberapa contoh sikap orang yang tidak percaya diri. 


Confidence Doesn't Mean You Always Have to Win The Game

Saya inget banget saat Ayu Dyah Pasha melemparan pertanyaan (atau pernyataan) seperti ini. "Saat saya bertanya, apakah ada yang ingin bertanya? Kebanyakan orang di sini terdiam. Apakah Anda berpikir di dalam pikiran Anda bahwa Anda takut pertanyaannya dianggap bodoh? Atau saat menjawab pertanyaan Anda takut jawaban Anda tidak bagus?"

Confidence doesn't mean you always have to win the game. Orang yang gagal itu adalah orang yang percaya diri karena dia berani mengambil keputusan walaupun itu salah. Ayu Dyah Pasha mencontohkan  Regina, pemenang Indonesian Idol yang mengikuti 7 kali audisi untuk mengikuti kontes bakat tersebut.

Coba bayangkan Regina mengantri untuk diaudisi sebanyak 7 kali dan gagal. Sementara kalau ngelihat di TV aja antriaannya panjang dan pasti harus seharian demi menyanyi yang cuma berapa menit di hadapan juri. Tapi dia percaya diri dan kemudian lolos sebagai pemenang.

Saya mencatat bahwa kepercayaan diri itu enggak langsung berbanding lurus dengan keberhasilan. Kerasa sih kadang enggak pedean terutama pada hal yang benar-benar dipengenin. Pas kesempatannya di hadapan mata banget malah gemeter. Hahahaha xD. Tapi percaya diri itu tidak berarti kita harus memenangkan permainan. Percaya diri adalah tentang bagaimana kita tetap percaya dengan kekuatan yang kita punya walaupun gagal, dan terus maju sampai berhasil.

Kepercayaan diri diperlukan karena bisa memberi kita kekuatan untuk berkarya, dan kemudian mendorong kita memiliki kekuatan untuk berprestasi. Karena itu kepercayaan diri juga berpengaruh pada kompetensi, ketangkasan dalam menghadapi masalah dan juga perilaku. 

Jadi gimana? Masih mau jadi orang yang enggak percaya diri? *ditoyor berjamaah*



Skin Secrets for The Best Confidence

Di sesi ini, ada talkshow yang menghadirkan Fira Basuki (Editor In Chief Cosmopolitan dan Penulis), Dr. Lilik Norawati (Dermatologist) dan Nurhayatini (Product Manager Bio-Oil).




Bio Oil digadang-gadang sebagai produk yang bisa menghilangkan bekas luka (scar) dan stretch mark. Fira Basuki berbagi cerita bahwa beberapa tahun yang lalu di New York, dirinya mengalami kecelakaan mobil yang parah. Wajahnya terkena pecahan kaca dan membuatnya mendapatkan 20 jahitan termasuk jahitan di hidung. 

Saat itu Fira mulai memakai produk Bio Oil yang didapatnya di New York. Setelah pemakaian sekitar 1 tahun, lukanya memudar dan setelah 5 tahun sudah hampir tidak kelihatan bekasnya.

Dr. Lilik Norawati menjelaskan mengenai perihal bekas luka dan stretch mark.

Selain bisa menghilangkan bekas luka, produk yang sudah hadir di 17 negara sejak 2002 ini juga bisa menghilangkan stretchmark. Hm, kayaknya jadi tertarik buat nyobain deh. Kebetulan di kaki ada bekas luka kena knalpot dari jaman kuliah dulu. Katanya produk ini bisa menghilangkan bekas luka walaupun lukanya sudah lama. 


Ini dia kemasan Bio-Oil.

Di sesi ini ada Mba Nurhayatini, Product Manager Bio-Oil yang mendemonstrasikan cara pemakaian produk. Caranya dengan meneteskan Bio-Oil pada punggung tangan secukupnya, lalu baru dioleskan pada kulit yang ada bekas luka dengan cara diputar-putar oleh 3 ujung jari hingga minyak terserap. Bio Oil bisa dipakai untuk menghilangkan luka bekas jerawat, menghilangkan stretch mark, dan mencegah timbulnya stretch mark pada ibu hamil jika dipakai selama kehamilan. 

Para peserta juga diajak mencoba dengan produk sampel. Bio Oil memang produknya agak seperti minyak namun lebih ringan di kulit. Yang penting sih produk ini tidak melakukan percobaan terhadap hewan dan sudah mendapatakan 191 penghargaan secara internasional. 

Demo cara pemakaian Bio-Oil.

Setelah acara, seperti biasa kami berfoto dulu.

Yeye, saya, Mba Yani, Ayu, dan Mumut.
Courtesy of Yeye.

Alhamdulillah, dapat ilmu baru lagi. Terima kasih ya Cosmopolitan dan Bio-Oil, eventnya keren. Besoknya masih sempat-sempatnya bahas catatan ini sama suami. Berusaha  terus mengingatkan diri kita bahwa kepercayaan diri itu adalah kontrol kita terhadap pikiran dan perilaku. Confidence is something we make up, even before we start.

Thanks for the photograph, Yeye

Thanks for reading this post, guys! ^^
Wassalaamualaikum.


9 comments:

  1. Kalau confident itu control, berarti saya belum cukup PD. Hmm... Talkshownya menarik sekali, Teh Mia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... saya juga Mba, yuk kita belajar kontrol ;)

      Delete
  2. seneng ya, bisa ikutan acara2 seperti ini, menambah pengetahuan dan tentunya bermanfaat. Bio Oil... pengen nyoba jadinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nambah pengetahuan baru Mba. Aku pun pengen coba deh

      Delete
  3. Mia sih udah confidence banget deh pokoknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku nulisin ini sebenernya biar ga lupa Mba Lidya xD. Semoga jadi berguna juga buat yang baca

      Delete
  4. acara yg beginiah nih yg keren abis mbak,,kalo cewek pasti deh doyan acara begini,,,ya untuk apalgi kalo bukan kecantikan,,mbak mia so sweet bget deh,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba, kita sebagai perempuan happy ya kalau bisa dimengerti :D

      Delete
  5. Control your mind and attitude. Catet!
    Biar jadi putri keraton yang penuh percaya diri. Maju maju mundur mundue canti cantik. Ciaobella...

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...