Friday, 26 December 2014

Spa Trip Getaway (Part 4): Gala Dinner & A Session About Happiness

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau lanjutin cerita Spa Trip Getaway dua minggu lalu ya. Kali ini mau ngomongin sesi gala dinner. Gala dinner adalah acara yang kami nikmati pada Sabtu malam setelah spa. Buat kalian yang pingin baca part 1 sampai 3 dari spa trip ini, bisa dibaca di sini, di sini dan di sini

Javanese massage kami (saya dan Putri) selesai pukul 18.30 sore itu. Badan rasanya enak sekali setelah dipijat. Therapist-nya menyarankan jangan mandi dulu selama 1 sampai 2 jam karena  setelah dipijat, pori-pori masih terbuka. Kalau mandi bisa masuk angin. Sayangnya, sesi gala dinner kami dimulai pukul 18.45 jadi kamu harus cepat bersiap-siap.

Saat kami keluar ruangan, ternyata hujan lebat dan kami kehabisan payung.  Padahal jarak dari Spa ke hotel lumayan kalau hujan lebat begini. Kami akhirnya menunggu sebentar lalu tak lama Witha juga selesai massage. Mas-mas resepsionis baik sekali mau menelepon dan meminta dikirimkan mobil hotel untuk mengantar kami kembali ke kamar. Namun setelah menunggu sekitar 10 menitan hujan lebih reda dan kami bertiga memutuskan lari ke hotel. Lumayan deh ngos-ngosan, karena jalanan ke arah hotel menanjak dan kami harus naik beberapa tangga pula. Hahaha.

Akhirnya sampai kamar saya dan Putri langsung bagi waktu. Putri mandi duluan. Untungnya wastafel di kamar ada di luar kamar mandi jadi saya bisa sikat gigi di wastafel dan menyiapkan outfit lalu cuci muka. Tak lama saya mandi dan langsung deh hectic di kamar. 

I asked Yeye and Ayu to save a seat because I know it was very late. Dan mereka membalas dengan foto selfie di acara dengan pose ngeledek xP. Bagooos... *jitakin satu satu*.

Saya juga enggak sempat deh dandan heboh, cuma pake BB cream, bedak, pensil alis, eyeliner tipis dan lipstik. Untungnya saya juga berniat memakai shawl instant jadi enggak pusing mikirin style untuk hijab. Putri agak kerepotan karena di kamar tidak disediakan hair dryer dan rambutnya masih basah. Untungnya pas kering rambutnya tetep bagus ya, Put? :D

Sampai di Giri Room, acaranya belum dimulai. Para tamu masih menikmati hidangan yang disediakan dan berfoto-foto di depan wall of fame Bio-Oil. Syukurlah. Saya pun bergabung bersama blogger-blogger lainnya.

Oiya, dress code untuk gala dinner ini warna putih. Jadi tamunya semua memakai pakaian bernuansa putih, termasuk dekorasinya juga.

Para blogger minus Ghigi dan Mira.
(Left to right) Putri, Bu Ida, Nola, Witha, Ayu, Yeye, dan saya.


Gala dinner bernuansa putih.


Makan malam diiringi yang musik lembut.


Sambil enggak lupa foto-foto juga dong biar eksis :p.
Photo courtesy of Yeye.

Acara dibuka dengan sambutan dari Mba Nurhayatini, Brand Manager Bio-Oil.



Sejarah Bio-Oil. Dari awalnya di South Africa sampai ke Indonesia.

Bio-Oil sudah memiliki sertifikat yang dapat membuat konsumen merasa aman memakai produknya.
Di antaranya, yang penting untuk konsumen Islam: produknya halal.

Setelah itu ada sesi motivasi dengan tema "Happiness" dengan pembicara, Vivid Argarini. Mba Vivid ini adalah seorang motivator. Beliau juga adalah former CEO dari majalah Aneka Yess. Itu, lho, majalah yang memopulerkan senyum 3 jari dan cover boy-cover girl jaman saya masih ABG. Hayo, masih pada ingat enggak? 

Di awal sesi, kami diminta oleh mba Vivid menjelaskan apa artinya "Happiness". Jawaban peserta beragam sekali. Ada yang bilang "Happiness itu kalau saya begini, kalau saya begitu." Ada juga yang berpendapat happiness itu saat ia merasa bahagia dan itu bisa kapan saja. Hm... masih random ya jawabannya. Dan Mba Vivid juga kayaknya sengaja membiarkan pertanyaan itu menggantung begitu saja.

Kami diajak menikmati lagu Enya sambil menutup mata, kami juga diajak mengenal diri sendiri untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari sisi fisik serta kelemahan dan kelebihan  kita dari sisi inner beauty/sikap. Hm, pertanyaan yang susah ya. Kayaknya kebanyakan kita lebih fokus menuliskan apa saja kekurangan kita deh dibanding kelebihannya.

Mba Vivid Argarini.

Di akhir sesi, Mba Vivid menjelaskan bahwa "Happiness is right here, right now." Kebanyakan kita menyebut bahwa, "Saya akan bahagia, jika saja saya..." Padahal happiness itu sebenarnya adanya di dalam diri kita.

Belakangan saya masih berpikir mengenai sesi tersebut, lalu menyimpulkan, maybe she meant that happiness is just a state of mind. Bukan sesuatu yang kita rasakan setelah mendapatkan sesuatu. 

Saya pun beberapa hari kemudian masih mikir, apa sih kebahagiaan buat saya? We all know, along with everyday routine, sometimes we seem to forget the excitement of living our every day life. 

Saya jadi ingat kapan biasanya saya merasa bahagia. Saya merasa bahagia saat saya bangun tidur dan saya bersemangat menghadapi hari.  Kadang alasannya tidak harus jelas karena apa, tapi saya happy saja. Apalagi kalau ada celetukan atau tingkah bocil yang lucu. Atau percakapan bodoh sama pasangan yang bikin tergelak ketawa sampe sakit perut.

Saya masih belum bisa mendefinisikan kenapa bisa begitu sampai saya melihat gambar di bawah ini, yang diposting oleh teman saya, Freshty, di Path.





Saya pun jadi agak tersentak. Mungkin sebagian kita begitu terbiasa dengan rutinitas sehingga kita kadang kehilangan excitement dalam mengerjakannya. And then I found out what happiness means to me. 

Happiness means to be present, right here, right now. Kebahagiaan adalah saat saya bisa menghadirkan diri saya untuk menikmati setiap momen, dalam setiap peran, setiap saat. Happiness adalah saat saya bisa ada di sini, menjadi seorang ibu, jadi seorang istri, jadi seorang anak, kakak, jadi nyonya di rumah sendiri, jadi blogger, dan lain-lain. Apa gunanya kan kita punya peran-peran tersebut kalau kita tidak menghadirkan jiwa kita sepenuhnya di situ? Saat jiwa saya hadir di situ dan menikmati semuanya itulah saya bisa merasakan bahagia. Happiness is simply just a state of mind.

I tweeted my thought about happiness to Mba Vivid @vividargarini and she added, "Without worrying what happens next. Dan berdzikir terus." Insya Allah, Mba :).

I think this idea about happiness is really simple. But many times, we just forget about it. There are those days when we find it hard to be positive about ourselves, doubting ourselves. In the days like those, we really need to get our feet back on the ground and be present. Focusing on what we have, enjoying what we have, so we can still be happy.

Sesi mengenai Happiness ini menurut saya menginspirasi sekali. Iyalah ya, sampai masih inget aja gitu lho waktu sampe di rumah. Hahahaha... 

Setelah sesi motivasi, berikutnya ada games dan pemberian penghargaan untuk para blogger dan jurnalis yang terpilih oleh Bio-Oil. Setelah itu, seperti biasa, foto-foto dong ya :D


Bersama Geng Calhaj :D.

With my room mate, Putri.

At the wall of fame.

Gala dinner malam itu menyenangkan dan kami kembali ke hotel sekitar pukul 22.00. Sampai kamar saya membersihkan diri dan susah tidur karena kangen rumah. Hahaha xD. Akhirnya saya tertidur pukul 01.00 dini hari. Esoknya pukul 4.00 pagi udah terjaga lagi. Kayaknya saya homesick. Hihihi... 

Sekian dulu ya cerita bagian ke empat. Di part selanjutnya saya mau menceritakan serunya pengalaman beryoga bersama Instruktur Yoga ternama, Fajar Putra @penyogastar.  Sesi yoga ini fun banget dan membuka mata saya tentang olahraga yoga yang tadinya buat saya membosankan. Ternyata sesi yoga ini masih sejalan dengan tema gala dinner mengenai happiness, lho. :D

I'll see you in the next post. Wassalaamualaikum.

Thursday, 25 December 2014

Make-Up Review: Maybelline COLORSHOW Lipstick

Assalaamualaikum,

So a few months ago I bought some Maybelline lipsticks from the COLORSHOW  series. I saw Tara's post on her blog about this lipstick. and and so when I saw these lipsticks on the rack at Giant and Watson, I thought I just gotta have them.

Lipstik warna warni ini bisa didapatkan dengan harga Rp 30.000. Cukup murah ya untuk sebuah lipstik. Sekarang kan jarang banget nemu lipstik dengan harga semurah itu. Ini dia lipstik yang saya beli.

Pinkalicious, True Toffee, dan Plum-Tastic.

From the day I bought them, I was very curious of how this brand could launch this product with such a very affordable price. 

So, I observed them and I found that this lipstick has the same length with standard lipsticks, only it has a slimmer shape. And when you look closer, you'll found out that the packaging is very simple.  The packaging is not like what you found with a more "fancy" lipstick.



But well, guess what, I love these lipsticks. The shades are pretty cool and it feels pretty moist on my lips. The colours doesn't last very long if we eat or drink, of course, but we can always re-touch. 



The pinkalicous has the more pink shade. I bought it because I need a fresh lip color for day use. The Plum-Tastic has a more pink to purple shade, you know, the rosy lip color. I like it for a day or night use when I want a more stand out color.

Of all these lipsticks, True Toffee is my favorite. It has an earthy color, orange-browny shade. It's suitable for everyday use, I think, though it's probably too plain for photos or night use.


The lipsticks shades on  my arm.
(From the top) Plum-Tastic, True Toffee, and Pinkalicious.

Overall, I think this lipstick is pretty valuable for the price. I have the idea that the product allows us to buy more than one lipsticks for our everyday use. Think that in that way, we can change our shades every once in a while every time we want a certain color mood.

Well, that is my review of Maybelline COLORSHOW lipstick series. I'll see you in the next post. Buat yang pada liburan, selamat berlibur ya! ^_^

Wassalaamualaikum.


Tuesday, 23 December 2014

The Backstreet Boys and Mother's Day

Assalaamualaikum, 

Tulisan ini adalah latepost untuk mengingat hari ibu tanggal 22 Desember kemarin, sekaligus juga pengakuan kalau yang punya blog bangga banget jadi anak 90-an :P. Sebelum mulai, saya mau minta maaf dulu kalo postingan ini agak-agak random ya. 

Backstreet Boys had been a part (big part) of my teenage years. Makanya waktu liat adek gue ngomongin K-Pop, gue cuma ngangguk-ngangguk aja. Hey, girl! I've been there! I totally get it! I just don't get that eyeliners. I mean, boys with eyeliners? Come on! Hahahaha xD *siap-siap ditabokin K-Pop fans*. 

Okay kembali ke Backstreet Boys. Gue mengenal BSB sekitar tahun 1996, saat album pertama mereka keluar. Gue masih kelas 6 SD saat itu. Jadi yang pertama kali gue dengarkan saat mendengar lagu-lagunya adalah mendengar sambil membaca lirik di sampul kasetnya. Iyes, masih jaman kaset waktu itu. Hahahaha...

BSB terdiri dari Kevin, Brian, Nick, Aj dan Howie. Dulu kaset pertama dibeliin Papap waktu beliau training di luar kota. Beliau telepon interlokal waktu itu (dulu masih jaman lho telepon interlokal. Mahal dan baru diskon setelah jam 9 malam :p) dan nanya mau dibeliin apa. Karena masih ABG jadi ga terlalu peduli sama oleh-oleh khas kota lain, jadi minta dibeliin kaset BSB. Padahal toko kaset juga deket sebenernya dari rumah :P.

Pertama kali dengar albumnya hanya mengerti sedikit-sedikit, karena kan dulu SD kita ga belajar bahasa Inggris, baca liriknya sambil ditemenin kamus. Inget banget sama lagu "Anywhere For You" di mana ada kalimat, "I walk halfway around the world, just for one kiss from you."

Trus waktu itu mikir, berjalan setengah keliling dunia hanya untuk satu ciuman. And I just didn't get it. Why would anyone do that? Is he foolish or something? Tapi belakangan gue ngerti. Ya Allah, ternyata dia lagi ngegombal toh? Hahahaha :D *tepok jidat*.

Seterusnya, lagu-lagunya selalu gue hapal kata-katanya dan it turned out that it helped me to learn English. Misalnya waktu kelas 2 SMP,  gue mengerti konsep bahasa Inggris yang memakai pattern "as ... as ..." seperti di lagu "As Long As You Love Me".  Lalu juga mengerti konsep "Nobody, Nothing atau No One" yang ternyata jika memakai subject orang ketiga (he/she) belakang kata kerjanya harus ditambahkan "s" seperti lagu "No One Else Come(s) Close". 

Serius deh, kalo lagi ujian TOEFL atau mau ngomong suka inget sama konsep-konsep tersebut dari kalimat yang ada di lagu BSB. Gue sih termasuk susah ngapalin pattern, gue belajar saat gue mengerti konsepnya. Jadi gue termasuk beruntung karena menyukai artis yang kalimat di lirik lagunya itu benar secara tata bahasa karena gue jadi belajar bahasa dari situ. Hihihihi....

Lagu-lagu BSB di album pertama dan ke dua mah standar lah ya. Dulu gue pertama kali beli album pertamanya karena cheerleader effect. Tahu kan Cheerleader Effect? Itu konsep yang dikasih tau Barney Stinson di "How I Met Your Mother", di mana kita seringkali melihat sekumpulan orang cantik, ganteng, atau keren karena mereka barengan. Padahal kalau dilihat satu per satu, sebenernya ga semua ganteng atau keren. Tapi emang lagu-lagunya enak sih buat joget-joget. Every body groove to the music! Everybody jam!

Di album ke dua, Nick Carter mulai keliatan gantengnya di "As Long As You Love Me". Tapi gue sih mulai suka sama Brian Littrell karena dia mulai menciptakan lagu sendiri di sini.

Di Album ke tiga, Millenium, BSB mulai nge-hits di negerinya sendiri dengan lagu "I Want It That Way". Ini lagu bener-bener hit saat itu dan gue sempat liat video di youtube saat AJ bilang kira-kira begini,"Ini lagu diciptakannya begitu aja, terus tiba-tiba jadi hits. Waktu ditanya ini lagu tentang apa, gue sebenernya juga ga tau itu lagu sebenernya tentang apa." Huahahahaha xD.

Oiya, di album ke tiga ini BSB mulai bersaing sama 'N Sync di US sana. Banyak kayaknya fans yang jadi berantem ngeributin siapa yang paling keren. Jadi dulu suka nongkrong nungguin MTV TRL yang dipandu Carson Daly untuk tahu lagu siapa yang jadi nomor satu. Para fans sampai rela nunggu di luar hanya untuk menunggu siapa di posisi satu tangga lagu. Kalo gue ya nonton di rumah lah ya.

Ini kejadiannya kayak di belahan lain, di Inggris, para fans berantem siapa yang lebih keren, apakah Westlife atau Spice Girls?  Aduh sumpah ya, kalo inget sekarang bener-bener bikin tepok jidat berkali-kali. Ngapain coba berantemin band mana yang paling keren, kayaknya banyak urusan yang lebih penting yak. Hahahaha... Untung gue sih ga sampe berantem. Cuma pinjemin kaset temen aja buat dengerin lagu-lagu band lain, tapi tetep cinta sih sama BSB. 

Berikutnya di Album ke Empat, Black and Blue, juga banyak lagu hits dan BSB mulai terdengar lebih dewasa lagu-lagunya. Banyak lagu yang diciptakan sendiri oleh mereka. Kebanyakan masih tentang cinta tapi lebih dewasa, enggak alay lagi, tapi lebih complicated. Yep, cinta yang dewasa itu kan emang lebih complicated yak :P. Ini bisa kita lihat di lagu-lagunya seperti "Shape of My Heart", "The Call" dan "More Than That".

Setelah itu masih keluar album ke lima sebuah album kompilasi hits, dan ada album Never Gone, dan dua album lainnya lagi tapi ga sesukses album-album sebelumnya. MTV juga mulai kehilangan powernya. Anak-anak muda udah mulai ga nongkrongin MTV lagi, uda banyak mp3 bajakan, bok. Gue juga udah mulai kuliah dan ga terlalu ngikutin lagi perkembangan BSB. 

Tapi dari kesemua lagunya, ada lagu di album ketiga ini spesial karena gue suka banget lagu yang ditulis Brian buat Mamanya. Judul lagunya "The Perfect Fan" dan sekarang setelah jadi orang tua gue mewek tiap dengar lagu ini. Kadang lagi nyetir kan suka sambil sing along gitu trus kok jadi mellow. Hihihihi... :'). Coba deh baca liriknya.


The Perfect Fan

It takes a lot to know what is love
It's not the big things but the little thingst hat can mean enough
A lot of prayers to get me through
And there is never a day that passes by
I don't think of you

You were always there for me
Pushing me and guiding me
Always to succeed


You showed me,
When I was young just how to grow
You showed me,
Everything that I should know
You showed me,
Just how to walk without your hands
'Cause mom you always were

The perfect fan

God has been so good
Blessing me with a family
Who did all they could
And I've had many years of grace
And it flatters me when I see a smile on your face


I wanna thank you for what you've done
In hopes I can give back to you
And be the perfect son


You showed me how to care
You showed me how to love
You showed me how to care
And you showed me that you would always be there


I wanna thank you for that time
And I'm proud to say you're mine


You showed me,
When I was young just how to grow
You showed me,
Everything that I should know
You showed me,
Just how to walk without your hands
'Cause mom you always were
The perfect fan


Mom you always were
Mom you always were
You know you always were
'Cause mom you always were

The perfect fan

I love you mom. 



Gue suka banget lagu ini karena penuh rasa terima kasih sama ibu yang sudah mengajarkan banyak hal. Ada perasaan yang terwakilkan when it says, Tuhan baik banget sudah memberi keluarga yang baik, yang melakukan segalanya, yang selalu mendorong kita jadi lebih baik, yang di antara mereka kita merasa bahagia. Ada rasa terima kasih yang tersampaikan kepada ibu, tapi enggak pernah bisa kita balas kebaikannya sepenuhnya. Kita cuma bisa membalasnya dengan berusaha jadi anak yang baik. Now that I am a Mom, jadinya rasanya beda. I get through the same path, you know? Jadi kerasa deh kasih sayangnya orang tua itu kayak apa. 

Sayangnya lagu ini enggak pernah dibikin video klip. Tapi gue post di sini video saat BSB tampil di Disney channel dan menyanyikan lagu "The Perfect Fan" ini. Ada juga versi lirik nya untuk yang pingin ikut sing along. 

So, this song is a tribute for all moms out there. Tetap semangat jadi Ibu ya, Mommies.

I present to you, The Backstreet Boys. 






*tepuk tangan* *elap mata*

Wassalaamualaikum.

Sunday, 21 December 2014

Spa Trip Getaway (Part 3): Daiva Spa Novus Giri Resort Review

Assalaamualaikum,

Kali ini saya mau meneruskan cerita spa trip getaway minggu lalu. Yang belum baca, bagian satu dan duanya bisa dibaca di sini dan di sini ya. Oiya, sebelum mulai saya mau minta maaf dulu, karena beberapa foto di spa diambil dengan kamera tablet jadi hasilnya tidak sebaik dengan kamera. Foto yang bagus diambil saat saya jalan-jalan di sekitar hotel dan membawa kamera. Sayang sekali saat spa saya memutuskan meninggalkan kamera DSLR di kamar, padahal view dari kamar spa-nya bagus sekali. Oh well, it's okay at least masih ada foto ya. Hehehe...

Okay kita lanjut ceritanya.

Setelah menikmati kehijauan di Novus Resort & Spa, akhirnya pukul 5 sore tiba giliran saya dan Putri untuk Spa. Nama tempat Spa-nya adalah Daiva Spa. Daiva Spa berada di bagian resort agak ke bawah. 

Daiva Spa.
Putri dan saya sempat nongkrong-nongkrong di Spa dan mengobrol bersama beberapa teman dari media, dan teman-teman ID Comm untuk Bio-Oil. Kami juga berfoto bersama Mba Vivid Argarini, pembicara untuk sesi Gala Dinner nanti malam.


Saya, Mba Melisa, Putri, Mba Diah, dan Mba Vivid Argarini.

Di Daiva disediakan makanan-makanan tradisional bersama teh dan kopi. Karena sore itu udaranya sejuk dan juga berkabut, jadi cocok banget deh menikmati hidangan sambil mengobrol. Oiya, sesi Spa pukul 5 sore itu adalah giliran terakhir. Selain saya dan Putri, juga ada blogger lainnya, Witha dan Bu Ida. 


Duduk-duduk sambil menyesap teh Panas.

Akhirnya tiba juga giliran saya dan Putri. Kami mendapatkan kamar dengan dua massage bed. Seru juga jadinya sambil pijat bisa ngobrol. Oiya, kami mendapat kamar dengan view cantik ke arah lembah. Langit sudah mulai agak gelap sore itu. Kabut pun sudah turun dan udara juga terasa sejuk sekali.

Pemandangan dari balkon kamar Spa.


Udara puncak yang berkabut. Sekarang jarang banget menikmati pemandangan seperti ini.
Hm.. tarik nafas dalam-dalam deh menikmati segarnya.



View ke arah luar kamar dari massage bed. Very relaxing.





Sebelum mulai Javanese Massage, para therapist-nya bertanya apakah kami ingin membiarkan pintu terbuka atau ditutup. Berhubung sudah mau malam dan cukup dingin, kami meminta pintu ditutup. Kami pun dipersilakan berganti pakaian dengan kimono di ruang ganti.

Setelah berganti kimono, kami merendam kaki di sebuah baskom tanah liat dengan taburan garam dan jeruk nipis kemudian kaki dipijat ringan. Lalu sesi javanese massage pun dimulai.

Therapistnya bertanya apakah pijatannya cukup, dan saya kayaknya nikmatin. Beberapa kali pijatannya cukup keras di bagian yang pegal jadinya enak banget. Oiya, sesi javanese massage ini minyak esensialnya ini ditambahkan produk Bio-oil lho. Asyik kan?

Waktu berbaring therapistnya mengambil teh celup untuk ditutupkan di kelopak mata. Sebelum menutup mata saya sempat melihat ke arah atap kamar, ada chandelier yang cahayanya berpendar menenangkan. Atau karena efek dipijat aja kali ya? Hahahaha xD




Javanese massage yang kami nikmati ini berlangsung selama 1 jam. Saya lihat di price list harganya Rp 300 ribu. Ada juga paket lain termasuk warm bamboo massage dan Balinese massage. Harganya berkisar antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu dengan durasi 1 jam sampai 1,5 jam per sesi.

Selesai massage kami diminta untuk tidak mandi selama 1 sampai 2 jam. But apparently, we couldn't do that karena Gala Dinner dimulai pukul 18.45 sementara waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. Kami harus segera mandi dan bersiap-siap. Tim panitia sudah bilang sih tidak apa-apa jika kami datang telat sedikit karena memang mendapat sesi spa terakhir. 

Selesai spa kami keluar, ternyata hujan cukup lebat dan kami kehabisan payung. Mas-mas dibalik meja resepsionis baik sekali mau menelepon meminta kami dijemput dengan mobil hotel. Tapi alhamdulillah hujannya mereda dan kami putuskan berlari kembali ke hotel. Lumayan ngos-ngosan karena jalannya nanjak dan agak jauh jaraknya, apalagi kami harus naik tangga beberapa kali. Hihihi... Masalahnya kami harus cepat bersiap-siap untuk gala dinner. 

Cerita gala dinner dan sesi sharing Motivator, Vivid Argarini, akan saya share di tulisan selanjutnya ya ^^. 

Wassalaamualaikum.






Friday, 19 December 2014

Spa Trip Getaway (Part 2): Arrival and Novus Giri Resort & Spa Review

Assalaamualaikum,

Akhirnya setelah posting post pertama Spa Trip Getaway di sini, saya selesai memilih foto-foto dan bisa mulai nulis. Jadi mari kita mulai ya.

The first problem occurred to me from this event adalah meninggalkan anak pertama kalinya untuk menginap. Sebagai ibu tentu saja galau ya. Tapi bagaimana pun ini kayaknya kesempatan yang ga bisa dilewatkan begitu saja. Perjalanan ini memakan waktu 2 hari 1 malam dan pas weekend pula. Enaknya, si Bebe dijagain sama Papanya sendiri jadi saya enggak terlalu khawatir. Ga enaknya, sudah ditebak dong Hubby bakal kurang bisa menikmati cukup istirahat di weekend karena bakal jagain si Bebe. Beruntung saya punya suami yang pengertian. Mamaciiih ya Hubscim... I feel so lucky to have a thoughtful husband like you :*. 

Hari Sabtu pagi, kami diminta berkumpul di meeting point, STC Senayan, pukul 8 Pagi. Yang rada berat sih dadah-dadah sama bocil. Emaknya jadi rada mellow, tapi anaknya nyantai aja soalnya baru bangun tidur. Hahahaha...

Foto dulu sebelum berangkat.
Emaknya udah berkaca-kaca, anaknya mah lempeng ajah xP.

Akhirnya kami semua naik ke bis dan diabsen sama teman-teman dari ID Comm untuk Bio-Oil. Sesuai jadwal, sekitar pukul 9.00 bisnya jalan menuju Puncak. Di sini acara dibuka oleh MC Aliza dan asistennya Jefry yang kocak banget. 


Aliza dan asistennya, Jefry.

Alhamdulillah perjalanan ke arah Puncak enggak macet parah. Macet sih di beberapa titik, tapi enggak sampe kena buka-tutup jalan. Sayangnya sopir bis nyetirnya kurang enak, saya jadinya agak-agak mual dan sekitar 1 jam terakhir udah ga enak duduk dan megangin kantong keresek aja gitu takut muntah. Hahahaha... Alhamdulillah selamat itu kantong kereseknya. 

Sampai Novus Giri Resort & Spa, kayaknya perjalanan tadi terbayar sama tempatnya yang hijau, asri dan tenang. 

Novus Giri Resort & Spa.

Bisnya parkir di bawah dan kami naik ke Lobby hotel. Sambil menunggu teman-teman ID Comm check in hotel, kami nongkrong-nongkrong di halaman depan lobby hotel yang menghadap pemandangan kolam buatan.


Adeeem...

Guys, meet some of my travelling companions.
(left to right) Ghigi, Witha, Mira, Putri, and Ayu. 

Kami sama-sama sudah mendapatkan kunci kamar. Tapi sebelum kembali ke kamar masing-masing, kami makan siang dulu di restoran hotel, The Bamboo.

The Bamboo.

Resto-nya berkonsep All You Can Eat.


The dessert table.


Makanan tradisional.

Makanan di sini termasuk biasa saja kalau menurut saya. Acceptable- lah. Tidak enak sekali namun tidak buruk. Menunya cukup lengkap dan saya perhatikan selalu ada menu tradisional dan menu internasional. 

Setelah makan siang, kami langsung ke kamar masing-masing dan beristirahat sambil menunggu giliran Spa. Oiya, saya satu kamar dengan Putri, seorang Beauty Blogger. Kamu bisa kunjungi blognya di cleoputri.com. 

Ini dia overview kamar dengan twin bed.

Pemandangan saat kami masuk ke kamar.
Pintu di kanan itu tempting banget dan bikin betah.

Kasur-kasur ini menghadap ke arah Buffet dan TV. Tersedia TV kabel walaupun pilihan channelnya enggak terlalu banyak. Di bawahnya ada buffet yang di dalamnya terdapat mini fridge.

Ini bantalnya dan selimutnya empuk banget deh. Sirkulasi udaranya juga enak.

Pemandangan dari dalam kamar ke luar. Ini aslinya enggak segelap ini.
Jadi gelap karena efek backlight.

Berjalan ke balkon, pemandangannya beneran bikin segar. Kami beruntung mendapatkan kamar di atas, jadi begitu banyak yang bisa kami lihat. Mungkin karena saya tipenya senang melihat pemandangan langit dan lanskap dari atas. Kalau kamu suka pemandangan hijau kebun, kamu bisa memilih kamar di lantai bawah yang menghadap garden.

Bisa duduk-duduk di balkon sambil nongkrong dan menikmati udara.




Dari balkon kamar, kami bisa menikmati view kolam renang dari atas.

Segar ya lihat warna birunya.

Oiya, saya lupa memfoto toilet dan lemarinya. Lemarinya cukup nyaman karena banyak hanger dan di dalamnya juga terdapat safe deposit box untuk barang berharga. Menurut saya toiletnya termasuk tidak terlalu luas, tapi sudah ada bath tub dan tentu saja air panas.

Di meja, ada ucapan selamat datang buat kami. Terima kasih :).

Saya dan Putri ternyata mendapat jadwal Spa Massage pukul 5 sore. Jadi kami masih punya waktu deh untuk menikmati suasana hotel. Kami turun untuk berjalan-jalan dan berkeliling.


View kolam renang dari bawah.

Kalau diperhatikan, Novus Giri ini berdiri di atas bidang tanah yang berbukit-bukit. Konsep hotelnya cukup unik. Bangunan-bangunannya dibuat terpisah sesuai dengan peruntukannya. Jadi tidak semua berada pada satu gedung. Peruntukan untuk kamar hotel, ruangan-ruangan pertemuan, restoran, spa, ruangan anak-anak dan lain-lain semua terpisah. Jadi tamu bisa menjelajahi setiap sudutnya sambil menikmati pemandangan hijau tanaman dan udara Puncak yang sejuk.

Hijau dimana-mana.

Berjalan ke area bawah kami menemukan Rabbit Village yang cantik.

Selamat datang di Rabbit Village :).

Masuk ke dalam Rabbit Village, kita akan menemukan area seperti perkampungan kecil berisi kandang-kandang kelinci dan taman di mana kelinci dilepas bebas. Kalau ada anak kecil pasti suka deh lihat kelinci-kelinci lucu ini. Kita bisa menyentuh dan berfoto dengan mereka.

Kayak Hobbitten tapi bedanya ini bukan buat Hobbit, tapi buat Rabbit.
Jadi apa kita ganti aja gitu namanya jadi Rabbitten? Hahaha xD *ga jelas* *abaikan*.


Kelinci ini lagi asyik makan wortel. Matanya warna pink tua kemerahan.
Lucu ya?

Yang ini warna cokelat kayak karpet. These rabbits are so adorable ^_^.


Di sini juga ada tempat duduk-duduk menghadap taman :).

Overall, kalau menurut saya konsep hotel ini cukup unik dan saya suka banget sama tanaman yang tumbuh dimana-mana secara alami dan terawat. Area Resort cukup luas jadi kita bisa jogging atau pun jalan-jalan sambil menikmati udara segar. Makanannya tidak terlalu istimewa tapi cukup acceptable jika dibandingkan dengan pemandangan dan view yang ditawarkan oleh resort ini. Selain itu di sini para pegawainya sangat helpful dan ramah. 

Setiap berpapasan dengan pegawai hotel mereka pasti akan menyapa, "Selamat Pagi." atau "Selamat Sore." Beberapa kali saya perhatikan mereka menawarkan bantuan membawa koper ke lobby. Saat saya dan temen-teman selesai spa, lalu hujan lebat dan kami kehabisan payung, petugasnya sigap menelepon dan meminta dikirimkan mobil untuk mengantar pulang ke hotel. Kami tidak jadi naik mobil sih karena hujannya kemudian mereda. Tapi kelihatan kan pegawainya memang sangat helpful.

Berhubung tangan saya udah pegel ngetiknya dan masih banyak foto yang mau di-share,  cerita weekend getaway ini akan saya lanjutkan di post selanjutnya ya. I'll see you in the next post :).

Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...