Monday, 1 December 2014

#ProjectSunlight : Untuk Masa Depan Sehat Bagi Anak-Anak Kita

Assalaamualaikum,

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, dua minggu lalu saya dan para mommy bloggers mendapatkan undangan sebuah Event di kantor Female Daily. Tapi sebelum saya cerita mengenai eventnya, saya pingin cerita dulu mengenai sanitasi dan kebiasaan mencuci tangan.

Beberapa tahun lalu, saya adalah seorang Head Teller di sebuah bank swasta nasional. Pekerjaan saya ini selalu berhubungan dengan manajemen uang di cabang, entah itu cash maupun non-cash. Setiap harinya, kami menerima dan mengirim uang cash ratusan juta  sampai milyaran rupiah. Standarnya, setiap uang yang masuk dan keluar sampai sekecil apa pun harus dihitung dan tidak boleh selisih. Jadi kebayang lah yah interaksi para Teller dan Head Teller bank dengan uang setiap hari.

Saking intensnya berinteraksi dengan uang cash, kami kayaknya sudah hapal banget bau uang. Apalagi kalau uangnya bertumpuk-tumpuk. Baunya sungguh membikin pening. Kalau ada yang suka memperhatikan saat teller menghitung uang di mesin hitung uang, pasti deh kita bisa mendengar suara mendesis. Itu adalah suara udara yang dihembuskan mesin ke atas untuk membantu mesin menghitung uang. Bayangkan saja menghirup baunya setiap hari. 

Selain bau, uang-uang yang beredar ini juga kotor. Maklumlah namanya uang kan berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Jadi pekerjaan ini membikin tangan kita menjadi kotor. Seriously, tangan kami bisa sampai terlihat menghitam karena noda dari uang. 

Di sinilah saya mengerti pentingnya mencuci tangan. Dalam satu hari kerja saya dan para teller bisa berkali-kali mencuci tangan. Apalagi sebelum kita ke toilet atau sebelum shalat, kita harus cuci tangan dulu memakai sabun sampai bersih. Jangan sampai kuman-kuman yang melekat pada uang bikin kita sakit. Bahkan di bank kami, divisi ini mendapatkan anggaran khusus untuk minum susu setiap hari karena pekerjaan kami yang selalu berhubungan dengan uang cash memiliki resiko.

Sekarang setelah menjadi orang tua, saya jadi lebih aware dengan kebersihan karena merasa ada anak yang harus dilindungi. Kebiasaan mencuci tangan saat sampai di rumah, setelah berbelanja atau memegang uang, setelah bermain, masih saya biasakan.


Hubby pun selalu mencuci tangannya saat pulang kerja sebelum bersentuhan dengan anak. Maklum kan sepertinya anak-anak selalu menyambut ayahnya saat mereka pulang kerja. Pokoknya cuci tangan, baru boleh salim atau peluk. Apalagi Hubby karena alasan malas macet selalu menggunakan transportasi Kereta Commuter Line yang kita tahu di dalamnya penuh dan berdempetan.

Selain menjadi lebih aware tentang kebersihan, setelah menjadi orang tua saja juga lebih banyak khawatir. Jadi inget saat hamil dulu. Saya atau mungkin mommies yang lain juga pernah mengalami, kadang berpikir mengenai anak yang akan lahir nanti. Saya deg-degan dan jadi lebih khawatir dari pada sebelumnya. Banyak hal yang saya khawatirkan. Dari pertanyaan apakah saya bakal jadi ibu yang baik sampai rasa tidak puas dan tidak merasa aman jika melihat dunia yang akan ditinggalinya nanti.

Dulu waktu hamil tua kayaknya tiap siang-siang turun hujan rasanya dagdigdug takut banjir. Maklum kantor saya terakhir di daerah Mangga Dua yang langganan banget banjir. Sore itu, seperti saya duga juga banjir. Kalau sudah hujan gede Jakarta pasti macetnya ga ketulungan. Hubby kantornya di daerah Sudirman, jadi mau jemput pun pasti bakal lama sampainya karena kalo banjir begini macetnya pasti hopeless. Sambil megangin perut besar saya berjalan di antara banjir yang tingginya sebetis  itu dan tidak menemukan taksi satu pun. Hm, taksi mana pula yang mau mengangkut orang di saat banjir dan Jakarta macet di mana-mana? 

Akhirnya    saya pasrah menunggu dijemput Hubby yang sampainya entah kapan karena jalanan yang macet luar biasa.  I couldn't help but thinking, "Will this world turn to be better for my children?" Dunia seperti apa yang akan ditinggalinya nanti? Kriminalitas, jalanan yang selalu macet dan banjir jika musim hujan datang. Saat melintasi banjir, di pikiran saya adalah berapa banyak kotoran yang dibawa oleh banjir ini. Hari itu, Hubby baru sampai Mangga Dua jam 7 malam. 

Sekarang saya jadi merasa berharap mengenai masa depan yang lebih baik bagi anak-anak saya kelak. Saya mulai berpikir, jika kita memulai masa depan mereka yang lebih baik dengan berbuat lebih baik pada saat ini,  dan kita mulai dengan hal terkecil seperti kebiasaan mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya serta memilahnya.

Kepedulian kita saat ini bisa menghasilkan masa depan yang lebih cerah esok hari untuk anak-anak kita. Mungkin kita tidak akan menuai hasilnya sekarang, tapi anak-cucu kita nanti yang akan merasakannya. Bayangkan di masa depan mereka tidak akan lagi mengalami banjir seperti yang kita alami, dan bahwa mereka nanti akan lebih sehat karena  penyakit menular bisa dicegah dengan cara yang mudah seperti mencuci tangan. 


Project Sunlight

Pada hari Sabtu, 15 November 2014 lalu, kami para Mommy Bloggers berkumpul di kantor Female Daily di daerah Kemang untuk mendengarkan dan membicarakan tentang Project Sunlight for #BrightFuture bersama Mba Astri dari Unilever dan Fifi Alvianto (Blogger Extraordinaire).


Fifi Alvianto, Astri, dan MC Sazkia Ghazi.

Ternyata, Project Sunlight adalah sebuah project yang dibuat oleh Unilever di seluruh dunia untuk masa depan anak-anak yang lebih baik. Project Sunlight ada di beberapa negara yang berbeda dengan isu yang berbeda pula. Misalnya di India dengan pengadaan air bersih, di Inggris dengan isu Food Poverty, dan di Indonesia dengan isu Sanitasi.


Tahukah kamu?

- Ribuan anak menderita atau meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah? Penyebab utamanya adalah kesulitan untuk mendapatkan akses terhadap sanitasi yang layak dan air bersih layak minum.

- Di Indonesia, lebih dari 40 juta orang memiliki akses yang minim terhadap air bersih dan lebih dari 110 juta penduduk memiliki akses yang minim terhadap sanitasi yang baik. Dengan hanya 2% akses untuk sistem pembuangan dan kotoran di perkotaan, ini adalah salah satu yang terendah di antara negara yang berpenghasilan menengah. 



What We Can Do to Help

Klik projectsunlight.co.id dan kita bisa membantu dengan melakukan langkah-langkah mudah berikut,







LIHAT (VIEW). Menyaksikan film inspirasional di projectsunlight.co.id. Setiap satu film disaksikan, Unilever akan menyumbangkan Rp 100

BERTINDAK (ACT). 
- Menulis ide untuk #brightfuture di projectsunlight.co.id mengenai bagaimana cara untuk membuat perubahan, Unilever akan menyumbangkan Rp 1.000
- Menjadi relawan #brightfuture dan melakukan edukasi kesehatan dan berinteraksi dengan anak-anak Sekolah Dasar di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Yogyakarta. Unilever akan menyumbang Rp 100.000
-Mendukung dengan berbelanja produk Lifebuoy, Pepsodent, dan Domestos di Lotte Mart. Setiap satu produk terjual, Unilever akan menyumbangkan Rp 1.000

BERBAGI (SHARE)
Share video inspirasional mengenai gagasan anak tentang masa depan untuk menginspirasi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

IKUT (FOLLOW). 
Mengikuti cerita Inspirasi di Project Sunlight. Like Facebook Fan Page-nya di sini.

Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk melakukan edukasi dan membangun fasilitas sanitasi di Sumba, NTT.



Para Mommy Bloggers bersama Fifi Alvianto dan Mba Astri dari Unilever untuk Project Sunlight.


Yuk, kita dukung Project Sunlight untuk masa depan anak-anak Indonesia yang lebih sehat di masa depan. Klik projectsunlight.co.id dan kita bisa membantu mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan cara yang mudah. Di projectsunlight.co.id , kita juga bisa mengunduh banyak materi mengenai edukasi kebersihan dan kesehatan yang bisa kita mulai di lingkungan sendiri. 

Let's start to care more for our children's brighter future!

Wassalaamualaikum.

18 comments:

  1. Yuk semangat! Membuat dunia kita lebih baik utk para penerus kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaaat! Semoga esok jadi lebih baik buat mereka ya dibandingkan masa sekarang. Kita mulai dari diri sendiri ^^

      Delete
  2. videonya bikin merinding ya mak,q nonton berkali2 itu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba Hanna. Dan kita jadi tergerak juga ya untuk berbuat lebih baik ^^

      Delete
  3. videonya bagus mbak,,,acaranya keren Surabaya kapan ya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di web projectsunlight.co.id surabaya termasuk yang akan didatangi untuk edukasi kesehatan di sekolah dasar, namun pendaftaran utk jadi relawan sudah ditutup. Coba mba Dwi e-mail ke :projectsunlight.surabaya@gmail.com untuk info lebih lengkapnya.

      Delete
    2. seep..makasih mbak mia....thx so much dear :)

      Delete
  4. waaaahhhh...postingannya inspiratif sekali kaaaaa...
    Happy December:)

    Holaaaa from Borneo, Indonesia...

    visit Style with Story • | instagram •

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Oziii ^^.. happy december to you too yaaa :) Halo juga nih dari Jawa Barat

      Delete
  5. Project-nya sangat positif Mbak.... senang sekali mbak bisa turut berkontribusi :))

    ReplyDelete
  6. Iya mba betul. Yuk ikut berkontribusi dengan klik projectsunlight.co.id :))

    ReplyDelete
  7. Setuju banget. Apa yang kita lakukan sekarang akan terasa efeknya di masa depan anak cucu kita.

    Hwaaa... Inspiratif banget, Mbak Mia! Semoga semua orang menonton dan mengerti maknanya ya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Lia. Videonya memang inspuratif. Semoga banyak yg tergugah dan mulai peduli trhadap pentingnya sabitasi yg baik ya :))

      Delete
  8. Baru tau kalau teller punya anggaran khusus untuk minum susu :) #OObingit, ya.Ngomongin soal kebersihan, aku pernah salaman sama 1.000 orang lebih waktu masih kerja di SD, halal bihalal bareng murid and ortu. Tangan kerasa banget lengketnya dan ngeri bayangin pemilik tangannya abis pegang apa aja. Habis salaman, ga mau ngemil kakaren lebaran sebelum cuci tangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha xD. Iya bener teh. Dulu jaman magang di TV pernah ngeliput kriminalitas gitu dan salaman sama orang mabok. Hadeuh langsung ekkeh ngabur ke toiket deh cuci tangan. Abis kayaknya orangnya kotor banget

      Delete
  9. Replies
    1. Sama sama mak Oline.., smangaat ^^

      Delete
  10. Kemaren abis belanja di Lotte liat box dan bannernya langsung beli-beli juga buat di rumah mak :D Cihuy yah programnya!

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...