Friday, 30 January 2015

Film Hijab, Ngopi Cantik, dan Cerita Mengejar Zaskia

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Duh, udah lama ga nyentuh blog. Buat teman-teman yang leave comment, maaf sekali belum dijawab commentnya dan belum sempat kunjungan balik :(. Insya Allah pelan-pelan saya BW lagi :). 

Kali ini saya mau nulis tentang kejadian sekitar dua minggu yang lalu. Gara-gara postingan  Yeye di blognya yang ini, dan ternyata sama si penulisnya dibiarin aja gitu ya ceritanya ngegantung biar saya yang nyeritain sendiri, kok saya jadi ngerasa bertanggung jawab buat nulis full ceritanya karena ada  yang penasaran ceritanya kayak gimana. Hahahaha... *awas yah Neng Yeye :p*.

Sebenernya memang mau cerita juga sih. Tapi yang bikin ngakak itu sebenernya ga kepikiran buat diceritakan. Tapi berhubung udah ada spoiler kan, jadi ya sudahlah saya ceritakan nanti. Tapi ini tulisannya ga lengkap ya kalo ga cerita dari awal, jadi saya cerita dulu dari kejadian Jumat Malam.


Jumat Malam

Ceritanya, teman-teman Indonesian Hijab Blogger (IHB) diundang ke acara premier film "Hijab". Saya sih enggak dapat undangannya, tapi sempat baca beberapa review di blog teman-teman IHB dan jadi pingin nonton. 

Tetiba hari kamis Yeye wasap saya ngajakin nonton film ini. Wah gayung bersambut sih itu namanya, jadinya saya janjian sama Yeye di 21 Depok Town Square hari jumat malam. Mikirnya para suami kan sudah santai sampe rumah dan besoknya libur, kami pun bisa me time walaupun cuma beberapa jam saja.


Sampai ke Detos, saya membeli tiket karena Yeye belum sampai. Detos ternyata agak sepi walaupun hari Jumat Malam. Yang nyebelin sih di lobby bioskop ada orang-orangan yang didandanin macam hantu nenek-nenek buat gimmick salah satu film jurig. Hiiiy...

Akhirnya sekitar jam 18.45 Yeye sampai. Seperti biasa dong kita foto dulu :D,


Photo Courtesy of Yeye.

Film ini ternyata bagus dan lucu. Film Hijab menceritakan persahabatan empat perempuan perkotaan yang gaul. Tiga di antaranya (Sari, Bia dan Tata), adalah ibu rumah tangga dan berhijab. Sementara yang satu lagi, Anin, sangat berbeda. Anin masih bekerja, belum berhijab dan belum menikah. 

Para penonton diombang-ambing oleh kegalauan Sari, Bia dan Tata yang ingin memiliki penghasilan sendiri namun para suaminya tidak setuju bahkan melarang mereka untuk bekerja. Saat mereka mulai memiliki bisnis yang bagus dengan penghasilan bagus, kita menyaksikan bagaimana para suami mulai lelah menghadapi istri-istrinya yang kian eksis. Bahkan anaknya Tata sampai dirawat di rumah sakit karena tidak mendapat perhatian cukup dari ibunya.  Apalagi ketika para suami ternyata mengalami kesulitan dalam pekerjaannya dan tidak punya uang. Saat para istri menolong mereka, mereka malah merasa direndahkan. Saking kecewanya, suami Bia dan Sari pergi dari rumah.

Plot film yang tadinya banyak lucu, banyak ketawa, tiba-tiba jadi sedih juga. Persoalan yang muncul dalam rumah tangga ketiga sahabat ini mulai mengancam bisnis yang dirintis dari awal. Anin kecewa karena mereka sudah berjanji bahwa apa pun yang terjadi mereka akan selalu berusaha membuat bisnis ini berjalan. Di situlah penonton jadi tahu bahwa Anin tidak menikah karena melihat bahwa ketiga sahabatnya seakan menjadi tidak sama lagi setelah menikah. Seperti terkekang untuk beraktualisasi karena permintaan suami agar tidak bekerja. Ia tahu, saat menikah para perempuan akhirnya harus tunduk kepada permintaan suaminya.

Tapi yang paling ngena sih ga cuma adegan itu. Di film ini adalah kata-kata tukang parkir yang mengingatkan suami Bia saat dia kabur dari rumah karena marah dengan istrinya. Kira-kira kata-katanya begini, "Apa pun yang dilakukan oleh istri itu tentu saja atas ijin dari suami dan suami berhak untuk mengatur rumah tangganya. Namun jika suami ridho terhadap apa yang dilakukan istrinya, maka itulah yang membuat rezekinya menjadi berkah."

Jleb banget deh. Saya pun jadi terpikir, setiap keluarga pasti punya masalah sendiri-sendiri. Sebagian perempuan mungkin memilih bekerja, sebagian memilih jadi ibu rumah tangga. Ini sebenarnya bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan. Sebagian menjadi ibu rumah tangga karena sudah ridho menjadi ibu yang selalu ada selama 24 jam untuk keluarganya, sebagian lagi diminta suami untuk tinggal di rumah. Sebagian yang bekerja juga punya berbagai alasan. Ada yang karena butuh tambahan, sebagian lagi perlu bekerja karena ingin beraktualisasi. Semuanya bisa berjalan dengan baik asal suaminya ridho terhadap apa yang dikerjakannya. Itulah yang membuat hidup berkeluarga itu menjadi berkah. Sebagai istri harus mengikuti suami, tapi jika istri ingin beraktualisasi, suami harus memberikan ruang yang cukup, yang si suami bisa merasa ridho kepadanya. 

Pada akhirnya, kesimpulan film ini ada pada diri Anin. Berhijab hakikatnya berusaha untuk menjadi lebih baik. Mungkin saat ini baru bisa pakai turban, baru bisa jilbab gaul, semoga ke depannya bisa mantap jadi hijab syar'i. Tidak cuma dari aspek hijab, tapi bagaimana sebuah keluarga juga dibangun pelan-pelan melalui serangkaian kompromi antara suami dan istri menuju arah yang lebih baik. Enggak ada keluarga yang sempurna, tapi kita selalu bisa kok memilih jadi keluarga yang bahagia :).

Penasaran? Nonton aja di bioskop terdekat ya. 





Sabtu Pagi

Hari Sabtu pagi saya sama Hubby berangkat pagi sekali dari rumah karena ada acara "The Urban Mama Ngopi Cantik bersama Pinot dan Ditut" di Anomali Coffee daerah Menteng. Di sana lagi-lagi saya bareng sama Yeye. Tapi kali ini bareng para suami dan anak-anak.


Ngobrol sambil ditemenin Latte.

Topik ngopi cantik kali ini adalah mengenai fun parenting. Pinot dan Ditut adalah pasangan food fotografer dan artist. Sketch-nya di instagram bagus-bagus banget dan cara mereka menerapkan kreativitas di rumah untuk ketiga anaknya perlu diacungi jempol deh.

Ditut bercerita, pertama kalinya mereka tinggal di Kuwait rasanya beda sekali dengan di Indonesia. Di sana sepi tapi mereka berkomitmen untuk tidak memiliki TV di Rumah. What a bold decision, yah.




Menurut Ditut, update film terbaru, berita dan lain-lain bisa mereka dapatkan dengan mudah dari internet. Jadi menghilangkan TV di rumah dilakukan buat mendorong anak-anaknya supaya lebih banyak berkreasi ketimbang hanya menerima langsung hasilnya dari TV. 

Mereka menyediakan banyak kertas di rumah beserta alat gambar di tempat yang mudah dijangkau anak-anak. Anak-anak diajak supaya banyak membuat karya. "Ketika kita melihat mereka mencoret-coret, jangan dianggap seperti coretan saja. Setiap coretan itu berarti."

Yang paling penting adalah membiarkan anak-anak mengeluarkan imajinasi mereka walaupun corat-coretnya masih biasa saja. Mereka pun sering membuat project yang sebenarnya kita pun bisa lakukan lho di rumah. Misalnya saja membuat topi dari kertas koran yang dibalut di kepala menggunakan solatip. Ada juga eksperimen membuat video dengan menggabungkan stop motion yang sederhana. Dengan cara ini, mereka mengerti dasar-dasar menggambar, memiliki ide, sehingga saat mereka melihat sebuah karya di TV mereka justru terdorong untung membuat sendiri.

"Mereka sudah mengerti cara kerja membuat gambar bergerak, jadi saat melihat film Frozen mereka begitu terpesona karena membayangkan berapa banyak gambar yang harus diproduksi untuk film kartun sebagus itu." kata Pinot. 

Wah inspiring banget deh mereka ini. Kami jadi berpikir ulang nih mengenai kerapihan di rumah. Menurut Ditut, kadang kita harus merelakan rumah menjadi tidak selalu rapi karena aktivitas anak-anak di rumah. Karena kan kita memang pingin mendorong anak-anak agar berkreasi. Oiya, Pinot pun berpesan agar aktivitas yang dilakukan bersama anak-anak dilakukan sejauh bidang yang bisa dikuasai orang tua. Selain itu, para orang tua juga harus bisa 'turun' ke dunia mereka, menjadi bagian dari mereka. 

Sebenarnya pemikiran mengenai kreativitas di rumah ini sudah pernah saya dengar, tapi baru sekarang saya amazed dengan sejauh apa ide itu bisa membuat anak-anak sangat kreatif *elap dahi*. 

Saya enggak melarang sih si Bebe bermain di rumah dan bikin berantakan, dinding rumah pun sudah menjadi saksinya. Hahahaha... *eaa apaan sih :P*. Cuma saya ngaku kadang ada saatnya saya sebel bersihin bekas play doh kecil-kecil yang nempel di lantai atau sofa, atau saat dia seneng banget menggunting sampe kecil-kecil gitu serpihannya. Sekarang saya lebih tenang, biarin aja deh demi anak ya *lirik pak suami*. Hehehe... Saya juga jadi merasa diingatkan, udah lama ga bikin project-project craft bareng si Bebe nih. 

Yang pingin tahu lebih banyak mengenai pasangan ini bisa follow instagram mereka ya, nama accountnya @pinot dan @ditut. Terima kasih ya Pinot dan Ditut sudah berbagi bersama kami. Semoga kami bisa jadi orang tua yang lebih baik lagi. Aamiin.. Selesai acara, kami berfoto dulu bareng mba Ditut.


Anak-anak megangin kipas TUM tapi tetep ya posenya, ya gitu deh :p.


Bareng Teh Ninit Yunita :*.

Sabtu Siang

Selesai acara ngopi cantik Yeye ngajakin kami buat makan siang bareng. Yeye berencana pulang selesai makan, kami juga begitu. Jadilah kami pilih makan di tempat favorit di Penvil, Java Bean. Itu nasi bakarnya ya enyaaak banget, pokoknya recommended. 

Sehabis makan di lantai 2, kami mau ke bazaar meccanism by Zaskia Mecca yang katanya digelar seminggu di Penvil. Karena ngeliat stage pertunjukkan di lantai dasar dengan latar belakang poster film hijab yang super besar, kami berasumsi kalau bazaarnya tentu ada di bawah, jadi kami turun. 

Dan benar saja ternyata saat itu lagi ada acara Meet and Greet Para pemain 'Hijab'. Ada Zaskia Mecca, Dion Wiyoko dan Nino Fernandez. Saya langsung ngeh waktu ada Zaskia, karena sebagai follower-nya di instagram saya sudah terbiasa banget liat gaya hijabnya yang khas. Saya sih suka style-nya yang santai tapi enak dilihat.

Langsung lah ya saya colek-colek Yeye yang asik banget nyari baju. Si Jeng Yeye ini bilang nanti aja atuh ya, ga enak. Apalagi kita ini ibu-ibu yang megangin anak balita sambil nyari-nyari baju pula di antara pengunjung bazaar yang juga riweuh nyariin baju. Hahahaha..

Enggak terhitung deh berapa kali saya nyolekin Yeye, sampe ternyata acara dimulai. Zaskia, Dion sama Nino naik ke stage. Akhirnya kami pun sama-sama udah beli barang yang kami mau. Karena kasian ngeliat para suami dan anak-anak yang udah mulai cranky akhirnya saya nyerah deh naik ke atas menuju parkiran mau pulang.

Sampai di atas kami masih foto-foto dulu berdua dan di situlah saya bujukin lagi si Jeng Yeye ini. "Ayolah, kan cuma di situ doang Ye. Acaranya udah mau selesai gitu, cuma cekrek udah deh :p." Akhirnya Yeye luluh dan nyerah deh mau nemenin. Hahahaha.. Tapi dia bilang anak-anak harus digiring masuk ke mobil dulu karena anaknya pasti pingin ikut kalo ngeliat bundanya masuk ke mall lagi. Yasudahlah akhirnya kita mengantar para suami dan anak-anak ke parkiran terus cepat-cepat balik lagi ke dalam mall.

Kami turun ke lantai dasar agak cepat lewat eskalator. Waktu kami turun satu eskalator lagi, Zaskia masih melayani para fansnya foto bareng. Tapi waktu kami sampai di ujung eskalator Zaskianya malah naik eskalator ke lantai atas dong! Hahahaha... *gigit jari* xD.

Akhirnya saya sama Yeye cepet-cepet naik lagi deh menuju bioskop. Karena katanya memang ada acara nonton bareng di XXI. Sampai di atas, kami celingak-celinguk dan ternyata ga menemukan Zaskia. Di deretan kursi panjang saya melihat suaminya, Hanung Bramantyo, yang juga sedang diajak berfoto sama fans. 

"Yaudah foto sama Hanung aja," kata Yeye. "Gue maunya foto sama Zaskia, Ye." Hahahaha xD. Akhirnya kami jalan keluar bioskop. "Iya udahlah, Mi. Belum jodoh kali." kata Yeye. 

Kami sampai di depan bioskop ketika tiba-tiba Yeye nunjuk. "Eh, Mi. Tu Zaskia, Mi." Iyah, demi mendengar itu ya kita cepat-cepat masuk bioskop lagi dan ternyata Zaskia lagi ngobrol sama suaminya. Ihiiy... Gue pun bisa ngajakin poto bareng. Ini dia fotonya,


Ga sengaja sama-sama pake garis-garis.
Eh padahal ga janjian lho kitaa *dilempar penggaris* :p.
(Photo Courtesy of Yeye)

Setelah saya foto sama Zaskia, saya pikir Yeye mau foto juga. Ternyata Yeye ga mau foto. Jadi ternyata dia itu jalan cepet-cepet ngejar Zaskia bareng saya cuma karena mau nemenin saya aja. Hahahaha... Kamu so sweet banget sih, Ye. Aku jadi terhuraaa :'). Hahahaha...

Akhirnya kami turun lagi ke tempat parkir nemuin para suami dan bocil. Masih tertawa ngakak gara-gara kejadian lucu barusan. Hahahaha.. It was the most random weekend ever :D.

Wassalaamualaikum.


Monday, 19 January 2015

Resolusi dan Sepatu Lari

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Selamat hari Senin! 

Minggu lalu saya gabung di Blog English Club (BEC), dan mungkin teman-teman yang sempat baca post sebelum ini tentang My Word for 2015 sudah tahu ya. The thing is, gara-gara ikut challenge tersebut di minggu pertama saya jadi banyak blogwalking di sesama member. Melihat postingan mereka mengenai kata apa yang mewakili 2015 untuk mereka, saya jadi banyak teringat banyak hal penting. And suddenly their words of 2015 become mine! Hahahaha..

Beneran deh. Ada yang bilang "Health", "Prove", "Act", "Consistency", "Productivity", dan lain-lain. Intinya sih baca post mereka saya jadi tersadarkan, there's so much to do this year. AAAAK..... !! 

Hahahaha... salah satu hal yang selalu saya coba tapi gagal di tengah jalan adalah olahraga dan makan sehat.

Jadi ceritanya, akhir tahun lalu sepatu lari saya tiba-tiba patah alas solnya. What? Patah? Iya, patah jadi dua. Saya juga bingung. Bukan, bukan karena saya rajin olahraga kok :p. Menurut Hubby sih emang merk-merk sepatu yang baik punya masa kadaluarsa, jadi pada satu saat biasanya jadi rusak dan ga bisa dipakai. Saya ngangguk-ngangguk aja sambil megangin sepatu rusak. Huhuhuhu... padahal jarang dipake sepatunya karena saya jarang lari.

Sampai beberapa waktu saya masih mikir enggak dulu beli sepatu lari. Maklumlah harga sepatu lari kan rada-rada mihil *elus-elus kartu atm*. Yang ada di pikirannya, "Ah, akhir-akhir ini kan suka yoga ringan, nanti aja deh. Abis kan larinya juga jarang." 

Waktu blogwalking kemarin itu saya baca di beberapa post tentang resolusi sehat tahun ini. Ada yang pingin food combining, ada juga yang pingin olahraga teratur. Tetiba aja gitu ya jadi kepikiran juga. Maklumlah umur udah ga ABG lagi. Walopun jiwa tetep ABG dong yaa *kibas jilbab* tapi tetep aja kan umur ga boong. 

Jadilah sukses bikin saya ngomong sama diri sendiri, "Kalau ga mulai dari sekarang, mulainya mau kapan, Mi? Lagipula lemarin milih kata 'awesome', jadi bikinlah coba  pencapaian biar ngerasa awesome gitu. Di antaranya untuk lebih sehat lagi tahun ini."

Akhirnya minggu lalu saya mulai jalan pagi sekitar setengah jam, baru lanjut yoga ringan atau ngegowes sebentar. Saya juga mendapat semangat dari temen sekomplek yang rutin olahraga pagi jadinya ada temen lebih asik kan. Dan...  minggu lalu saya dapat pencerahan deh buat beli sepatu lari baru. Hahahaha xD. 

Hari ini saya girang banget. Karena saya berhasil olahraga 8 hari terakhir ini. Doakan saya lanjut terus olahraga rutin ya. Resolusi sehat tahun ini. Semangat! 


Muka girang akhirnya punya sepatu lari lagi.

  

Friday, 16 January 2015

(English Friday) My Wildest Dream

Assalaamualaikum,

Hi, Guys! It's English Friday again today. The writing challenge for today is: "Your Wildest Dream." 

Oh My! I think this challenge made me faint for that I am not very comfortable sharing my deepest thought about many things. But then I thought there's no harm in sharing it anyway. For it's the wildest thing you can think of and that's why they called it "Wildest Dream", isn't it?

My wildest dream is: Having My Own Talk Show.

I'm a Journalism graduate and I really love talking with people and sharing ideas. When I was a college student and a Journalist in several mass medias, my tasks made me meet many interesting people. People from the street to high street. 

Some of them making little money and some of them have a very satisfying lives. When I was an intern at several mass medias, I used to travel from Jakarta to Bandung by train weekly for months. 

I once met a TKW on a train and we were talking about working in Japan to how she made her passport and visa. She even gave me a hint of how to make them illegally :D.

I also talked to a Director of a BUMN. Yes, he sat beside me on a train too (I did some research to confirm). He said he had lived in United States for years and he just wanted to spend more time with his mom. He missed her, he said. It's interesting to see that this middle-aged man, who appeared to be a Director, took a train to Bandung because he missed his Mom. He said he wanted to accompany her while she's asleep. It's kinda sweet :).

And I once interviewed a General Manager of a company with another reporter and photographer. I saw how satisfied the GM was with his life. The photographer asked him to take his golf sticks placed in the corner of the room, and pose with it in front of his table with his name as a General Manager on it. After the photo session, the photographer walked to me and said, "This kind of man usually feel satisfied with himself. I know he would love to do it when I asked him to pose like that."

These are little things I love in Journalism. There are stories that lay beneath, more than just a fun talk. 

That's why I love Oprah Show. She isn't just make a Talk Show. She delivers journalism with a human touch. She has a research team, obviously. Oprah begins her show with some reports. She talks with people, sometimes involving her feelings in the show. She combines journalism, with entertainment, and many times, with heart. And the best thing is she often talks to women to encourage them to be better.

And that, Ladies and Gentleman, is my wildest dream. Having my own talk show, like Oprah. 




PS: Please don't laugh.

Wassalaamualaikum.


Tuesday, 13 January 2015

Michael Learns To Rock Live in Concert at Trans Studio

Assalaamualaikum,

Awal tahun 2015 ini gue sama Hubby nonton konser Michael Learns To Rock di Trans Studio, Bandung. Sebenarnya sih ini ga direncanain sebelumnya, tapi pas dengar konsernya di Bandung kok jadi pingin nonton juga. Udah lama juga ngga nge-date berduaan doang dan Si Bebe bisa dititip di rumah kakek-neneknya. Hihihihi.

Gue ataupun Hubby bukan fans berat band asal Denmark itu sebenarnya. Tapi lagu-lagu mereka emang enak banget. Album ke tiga MLTR, "Played on Pepper" adalah kaset musisi barat pertama yang gue beli. Dan waktu itu gue masih kelas 5 SD. Hahahaha. I grew up with their songs dan banyak lagunya yang gue hapal *dan tetap ngaku bukan fans berat, Mi? :p*

Oiya, kali ini saya enggak bawa kamera DSLR jadi maaf ya kalau fotonya kurang bagus.


Yuk, nonton! :)




Konsernya dimulai pukul 19.00, tapi gate Trans Studio sudah dibuka sejak pukul 18.00. Tapi berhubungan adzan Maghrib waktu itu pukul 18.11, kami akhirnya mutusin solat dulu di musola yang letaknya satu lantai di atas Trans Studio biar bisa nyantai nungguin Maghribnya. Pastinya ga bisa berdiri paling depan ya, tapi kami mah emang nyantai juga sih. Malah lebih heboh pas muter-muter cari parkirannya karena masuknya maceeet. Hihihihi...

Akhirnya sekitar pukul 18.30 kami masuk ke venue. Ternyata khusus malam itu area Trans Studio hanya diperuntukkan buat konser. Jadi sebenarnya enak juga sih nontonnya karena areanya enggak di satu ruangan khusus, jadi nontonnya agak lebih lega dan suasananya pun santai banget. Kalo pas haus juga kita bisa melipir dulu buat beli minuman.




Akhirnya konser dimulai sekitar pukul 19.30 dan.... ternyata suaranya Jascha Richter itu bagus banget kayak di albumnya. Suaranya prima banget. Siapa sangka umurnya udah 51 tahun coba? Entah apa karena faktor rambutnya yang sudah putih dari dulu apa ya? Hahahaha.

Semua lagu hits MLTR dibawakan dengan baik malam itu. Sebut saja "Breaking My Heart", "25 minutes", "Paint My Love", "Someday", "Sleeping Child" dan "That's Why (You Go Away)". Berhubung yang nonton tampaknya rata-rata usia gue sama Hubby dan musiknya emang santai, jadi suasananya asyik buat sing along sampai lagu terakhir. Hm... for the sake of good old days... :').


Udah lama ga nge-date berdua gini :D.


Konser malam itu ditutup dengan lagu sleeping child, our favorite. Sebelum nyanyi Jascha bercerita, katanya lagu tersebut dulu dia ciptakan untuk anak-anaknya. Dan mereka ternyata bawa anak-anak mereka ke atas panggung, lho. Anak-anaknya udah gede semua xD. Ini ada cuplikan suasana saat itu.




Akhirnya konser berakhir sekitar pukul 21.00 dan kami pulang sambil masih aja bergumam nyanyi-nyanyi sepanjang jalan :D. Oiya, ini ada bonus video klip "Sleeping Child". Ah, good old days...





Wassalaamualaikum.


Friday, 9 January 2015

(English Friday) My Word for 2015: AWESOME

Assalaamualaikum,

Some of you who read this blog from when it started may notice how my writings has changed from time to time. When I started to write, I was just completed my Academic Writing Class. That's why mostly I wrote posts in English on the first year. But then on the second year, I started to connect with many bloggers and I found out that when I wrote in Bahasa, my readers became more engaged.

I write in English every once in a while now, but not frequently. I still love to write posts in English, it's just sometimes I have no reason to. Until I found this post of Blog English Club on Dani's blog and I asked to join.

Blog English Club was founded By Nita, Ryan, and Dani. The purpose is to encourage bloggers to write in English. We have a chat group in Whatsapp to chat in English, and have Mba Yo and Mikan as mentors. We also have something we called English Friday, it's when all of the members write a particular topic in English every Friday.

Whoa! I'm so excited because today is the very first of English Friday! :D

The first topic of English Friday is: our word for 2015. I've thought about it. I was going to choose the word: POSITIVE. Because I want to feel and think more positive about myself this year. But then I recalled my post about happiness last week, and I thought I need another word for 2015. 

My daughter was watching The Lego Movie when I was thinking about it. The word just stroke me when Emmet sang,"Everything is AWESOME..." and I decided that is my word for 2015.



MY WORD FOR 2015 IS: "AWESOME"

This picture is taken from here.

I think "Awesome" is a perfect word. It's a word we say when we feel grateful or content about something. 


  • I want to do what people called "Carpe diem" or "Seize the day". I want to just enjoy every minute of my life and make the most of my time. 
  • Putting all the negativities aside and be more confident. There were some mistakes that I made, or may be there will be some mistakes I will make along this year, but I hope I can still make them right and feel awesome.
  • I need some achievements to feel awesome. So I want to achieve some personal goals and some family goals too this year. Bismillah... :).

At the end of the year, I want to look back and say, "What an awesome year! And I'm so grateful." 

It's not going to be easy, I know. But it's better to start than never, isn't it? :D. 

Wassalaamualaikum.


Tuesday, 6 January 2015

Spa Trip Getaway (Part 5-End): Yoga Session with Fajar Putra @penyogastar

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Udah hampir semingguan ga nengokin blog dan kangen banget rasanya. Hihihihi...  *ciumin laptop*. Kali ini saya mau cerita bagian terakhir dari Spa Trip Getaway yaitu Yoga session bersama Instruktur Yoga selebritis, Fajar Putra, atau yang lebih dikenal sebagai @penyogastar. 

Dulu saya sebenernya ga terlalu suka yoga. Karena waktu pertama kali nyobain yoga beberapa bulan lalu saya benar-benar enggak bisa konsentrasi dan bosan banget. Really.  Saya pikir itu karena karakter saya yang enggak bisa diem dan duduk tenang. Kalo pegalnya ga usah dibilang lah ya... hahahaha...

Tapi hari Minggu itu saya terbangun jam 4 pagi. Malamnya saya baru ketiduran jam 1, jadi saya baru tidur 3 jam, tapi enggak bisa tidur lagi. Jam 5-an Putri, room mate saya juga terbangun. Ngobrol-ngobrol dari tempat tidur sambil bergelung di balik selimut yang berubah jadi dingin karena udara Puncak yang emang dingin. Tapi kemudian kami bergerak ke balkon karena melihat semburat warna-warni langit pagi dari balik jendela.


Pemandangan pagi dari balkon. Hmm.. segarnya...


Jarang-jarang bisa nikmatin langit cantik begini.

Enaknya sih pagi-pagi sambil duduk-duduk di balkon ya sambil ngopi. Tapi apa daya udaranya menggigil jadi kami bergelung lagi di balik selimut sampai saatnya yoga session, pukul 6 pagi. Pukul 6 kami berjalan ke Summit Room dengan muka bantal. Cuci muka doang sama sikat gigi, gapake mandi. Hehehehe... 

Sampai Summit Room ternyata tempatnya enak banget. Lantainya dilapis kayu dan jendelanya besar-besar. Kami diminta menunggu sebentar karena ruangannya masih belum siap. Akhirnya saya punya waktu untuk mengamati ruangan dan tiba-tiba saya melihat matahari yang menyemburat di balik jendela.


Sigh.

I made it to capture the moment. Melihat pemandangan ini bikin saya menarik nafas and said, "Subhanallah, this is so beautiful." Dan entah kenapa saya jadi merasa lebih positif pagi itu. Maybe Yoga is not a bad idea after all :).

Oiya, di ruang antara tangga dari lantai dasar menuju lantai atas juga ada jendela super besar yang hijau sekali pemandangannya.


Coba bisa punya pemandangan seperti ini setiap bangun tidur ya :).

Akhirnya ruangannya siap. Kami dipersilakan masuk dan ternyata Fajar Putra sudah siap di Yoga Matnya. Kami mengambil tempat sesuai dengan nama di yoga mat. Alhamdulillah saya mendapat spot di baris pertama, tak jauh dari instruktur. Jadi saya enggak perlu pake kacamata deh selama olahraga. Hehehehe...


My name on Yoga Mat.


Fajar Putra @penyogastar .


I loooove those huge windows. Hijau dan menyegarkan mata :).

Sebelum mulai, Fajar mengajak kami buat welfie bareng. Hehehe...


Photo Courtesy of Bio-Oil.

Dan akhirnya sesi yoga pun dimulai. Kami duduk bersila dan Fajar menjelaskan tentang pentingnya bernafas dalam yoga. Saat bernafas mulut ditutup, jadi kita menghela nafas lewat hidung dan juga dikeluarkan melalui hidung pula. 

Menurut Fajar, kebanyakan kita menghirup hanya 30% sampai 60% oksigen saja saat bernafas dan yoga bisa meningkatkan jumlah oksigen saat bernafas sampai 100%. Jadi yang pertama kami pelajari mengenai yoga untuk pemula adalah cara bernafas. Hehehehe.

Ambil posisi bersila dengan kaki yang tidak bertumpang tindih, tegakkan tulang belakang dan panjangkan. Saya sering banget mendengar Fajar bilang ini, lengthen the spine. Posisi yang baik saat beryoga bisa memperbaiki postur kita. 

Tarik nafas panjang melalui hidung lalu keluarkan kembali melalui hidung. Tutup mata kita lalu tarik nafas dalam-dalam dan buang nafas pelan-pelan. Fajar mengajarkan cara kita menarik nafas dengan menyempitkan pita suara, seperti orang yang mendengkur halus. Menarik nafas sangat dalam sampai kita mendengar suara nafas kita sendiri. Lalu  ia meminta kami membuka mata. Saya agak pusing waktu membuka mata. Kata Fajar pusing saat membuka mata bisa disebabkan karena kita tidak terbiasa memasukkan oksigen lebih banyak saat bernafas. Hooo *catet*.

Setelah belajar bernafas, kami mulai melakukan gerakan-gerakan yoga untuk pemula. Ada tree pose, pigeon pose, downward dog pose, snake pose, child pose, dan beberapa gerakan lain. Karena diberitahu dari awal mengenai cara bernapas, saya jadi lebih konsentrasi saat melakukan gerakannya. Apalagi diiringi musik india yang pelan menenangkan ya. Hehehehe....


Photo courtesy of Bio-Oil.
Gerakan-gerakan yoga ini di beberapa hal tampak mudah, padahal keringetan lho kalo dilakukan selama beberapa hitungan, dan amazingly saya enggak bosan melakukannya. Beda dengan saat pertama. Pada beberapa gerakan, Fajar mengajarkan beberapa tantangan untuk gerakan yang lebih sulit. Sebagian kami bisa namun kebanyakan masih belum bisa. Tapi Fajar selalu menekankan kata-kata, "Respect your limits." 

Jadi dalam beryoga setiap orang tahu limit tubuh mereka, jadi enggak usah dipaksakan. Hoo pantas saja Fajar selalu mengucapkan kaya, "Challenge", jika ia mengajarkan gerakan yang lebih sulit. Jadi pemilihan kata-katanya enak ya bok, kita ga 'dipaksa' harus bisa gerakan yang pro. In fact, beberapa hari ini saya masih melakukan beberapa gerakan yoga tersebut di rumah. Lumayan keringatan dan badan jadi lebih bugar.

Setelah badan panas, Fajar mulai memperkenalkan Acroyoga. Acroyoga adalah gabungan dari akrobat dan yoga. Fajar memang terkenal karena pose-pose acroyoganya di instagram bersama beberapa selebriti terkenal seperti Olla Ramlan dan Pevita Pearce. 

Acroyoga melibatkan 2 orang, yaitu base sebagai dasar dan flyer sebagai orang yang ada di atas. Syarat acroyoga adalah trust, kepercayaan. Base harus percaya dia bisa stabil dan kuat, sementara flyer harus percaya dia ga bakal jatuh, percaya sama base-nya. Lalu setelah itu jadilah gerakan acroyoga yang ajaib kayak gini.




Untuk kami, para pemula, acroyoga butuh 3 orang. Ada base, flyer dan facilitator yang membantu base dan flyer. Seperti foto di bawah ini,



Saya sempat jadi base, flyer dan juga fasilitator. Emang bener sih kita harus punya trust satu sama lain dan sama diri sendiri. Seruuu pokonya acroyoga. Hehehehe... it's just not something I want to do every day xD.

Setelah capek beryoga, kami melakukan savasana pose/corpse pose. Yaitu tidur telentang dan menarik nafas dan mengeluarkannya secara teratur. Kami diminta mengeluarkan semua sifat negatif dan memori negatif dan kembali merasa positif. Hmm.. enak sekali. Capek, tapi sesuai deh sama perasaan positifnya. That's why I'm still doing yoga at home. Hehehehe...

Di akhir sesi kami berfoto bersama,

Belom pada mandi tapi rasanya seger banget :D.

Bersama Witha, Yeye, dan Ayu.
Photo courtesy of Yeye.

Akhirnya bagian terakhir dari cerita Spa Trip Getaway selesai. Terima kasih ya yang sudah membaca dari awal. Yang belum baca, boleh tengok tulisannya di sini, di sini, dan di sini ^_^.

Wassalaamualaikum.



You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...