Friday, 30 January 2015

Film Hijab, Ngopi Cantik, dan Cerita Mengejar Zaskia

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Duh, udah lama ga nyentuh blog. Buat teman-teman yang leave comment, maaf sekali belum dijawab commentnya dan belum sempat kunjungan balik :(. Insya Allah pelan-pelan saya BW lagi :). 

Kali ini saya mau nulis tentang kejadian sekitar dua minggu yang lalu. Gara-gara postingan  Yeye di blognya yang ini, dan ternyata sama si penulisnya dibiarin aja gitu ya ceritanya ngegantung biar saya yang nyeritain sendiri, kok saya jadi ngerasa bertanggung jawab buat nulis full ceritanya karena ada  yang penasaran ceritanya kayak gimana. Hahahaha... *awas yah Neng Yeye :p*.

Sebenernya memang mau cerita juga sih. Tapi yang bikin ngakak itu sebenernya ga kepikiran buat diceritakan. Tapi berhubung udah ada spoiler kan, jadi ya sudahlah saya ceritakan nanti. Tapi ini tulisannya ga lengkap ya kalo ga cerita dari awal, jadi saya cerita dulu dari kejadian Jumat Malam.


Jumat Malam

Ceritanya, teman-teman Indonesian Hijab Blogger (IHB) diundang ke acara premier film "Hijab". Saya sih enggak dapat undangannya, tapi sempat baca beberapa review di blog teman-teman IHB dan jadi pingin nonton. 

Tetiba hari kamis Yeye wasap saya ngajakin nonton film ini. Wah gayung bersambut sih itu namanya, jadinya saya janjian sama Yeye di 21 Depok Town Square hari jumat malam. Mikirnya para suami kan sudah santai sampe rumah dan besoknya libur, kami pun bisa me time walaupun cuma beberapa jam saja.


Sampai ke Detos, saya membeli tiket karena Yeye belum sampai. Detos ternyata agak sepi walaupun hari Jumat Malam. Yang nyebelin sih di lobby bioskop ada orang-orangan yang didandanin macam hantu nenek-nenek buat gimmick salah satu film jurig. Hiiiy...

Akhirnya sekitar jam 18.45 Yeye sampai. Seperti biasa dong kita foto dulu :D,


Photo Courtesy of Yeye.

Film ini ternyata bagus dan lucu. Film Hijab menceritakan persahabatan empat perempuan perkotaan yang gaul. Tiga di antaranya (Sari, Bia dan Tata), adalah ibu rumah tangga dan berhijab. Sementara yang satu lagi, Anin, sangat berbeda. Anin masih bekerja, belum berhijab dan belum menikah. 

Para penonton diombang-ambing oleh kegalauan Sari, Bia dan Tata yang ingin memiliki penghasilan sendiri namun para suaminya tidak setuju bahkan melarang mereka untuk bekerja. Saat mereka mulai memiliki bisnis yang bagus dengan penghasilan bagus, kita menyaksikan bagaimana para suami mulai lelah menghadapi istri-istrinya yang kian eksis. Bahkan anaknya Tata sampai dirawat di rumah sakit karena tidak mendapat perhatian cukup dari ibunya.  Apalagi ketika para suami ternyata mengalami kesulitan dalam pekerjaannya dan tidak punya uang. Saat para istri menolong mereka, mereka malah merasa direndahkan. Saking kecewanya, suami Bia dan Sari pergi dari rumah.

Plot film yang tadinya banyak lucu, banyak ketawa, tiba-tiba jadi sedih juga. Persoalan yang muncul dalam rumah tangga ketiga sahabat ini mulai mengancam bisnis yang dirintis dari awal. Anin kecewa karena mereka sudah berjanji bahwa apa pun yang terjadi mereka akan selalu berusaha membuat bisnis ini berjalan. Di situlah penonton jadi tahu bahwa Anin tidak menikah karena melihat bahwa ketiga sahabatnya seakan menjadi tidak sama lagi setelah menikah. Seperti terkekang untuk beraktualisasi karena permintaan suami agar tidak bekerja. Ia tahu, saat menikah para perempuan akhirnya harus tunduk kepada permintaan suaminya.

Tapi yang paling ngena sih ga cuma adegan itu. Di film ini adalah kata-kata tukang parkir yang mengingatkan suami Bia saat dia kabur dari rumah karena marah dengan istrinya. Kira-kira kata-katanya begini, "Apa pun yang dilakukan oleh istri itu tentu saja atas ijin dari suami dan suami berhak untuk mengatur rumah tangganya. Namun jika suami ridho terhadap apa yang dilakukan istrinya, maka itulah yang membuat rezekinya menjadi berkah."

Jleb banget deh. Saya pun jadi terpikir, setiap keluarga pasti punya masalah sendiri-sendiri. Sebagian perempuan mungkin memilih bekerja, sebagian memilih jadi ibu rumah tangga. Ini sebenarnya bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan. Sebagian menjadi ibu rumah tangga karena sudah ridho menjadi ibu yang selalu ada selama 24 jam untuk keluarganya, sebagian lagi diminta suami untuk tinggal di rumah. Sebagian yang bekerja juga punya berbagai alasan. Ada yang karena butuh tambahan, sebagian lagi perlu bekerja karena ingin beraktualisasi. Semuanya bisa berjalan dengan baik asal suaminya ridho terhadap apa yang dikerjakannya. Itulah yang membuat hidup berkeluarga itu menjadi berkah. Sebagai istri harus mengikuti suami, tapi jika istri ingin beraktualisasi, suami harus memberikan ruang yang cukup, yang si suami bisa merasa ridho kepadanya. 

Pada akhirnya, kesimpulan film ini ada pada diri Anin. Berhijab hakikatnya berusaha untuk menjadi lebih baik. Mungkin saat ini baru bisa pakai turban, baru bisa jilbab gaul, semoga ke depannya bisa mantap jadi hijab syar'i. Tidak cuma dari aspek hijab, tapi bagaimana sebuah keluarga juga dibangun pelan-pelan melalui serangkaian kompromi antara suami dan istri menuju arah yang lebih baik. Enggak ada keluarga yang sempurna, tapi kita selalu bisa kok memilih jadi keluarga yang bahagia :).

Penasaran? Nonton aja di bioskop terdekat ya. 





Sabtu Pagi

Hari Sabtu pagi saya sama Hubby berangkat pagi sekali dari rumah karena ada acara "The Urban Mama Ngopi Cantik bersama Pinot dan Ditut" di Anomali Coffee daerah Menteng. Di sana lagi-lagi saya bareng sama Yeye. Tapi kali ini bareng para suami dan anak-anak.


Ngobrol sambil ditemenin Latte.

Topik ngopi cantik kali ini adalah mengenai fun parenting. Pinot dan Ditut adalah pasangan food fotografer dan artist. Sketch-nya di instagram bagus-bagus banget dan cara mereka menerapkan kreativitas di rumah untuk ketiga anaknya perlu diacungi jempol deh.

Ditut bercerita, pertama kalinya mereka tinggal di Kuwait rasanya beda sekali dengan di Indonesia. Di sana sepi tapi mereka berkomitmen untuk tidak memiliki TV di Rumah. What a bold decision, yah.




Menurut Ditut, update film terbaru, berita dan lain-lain bisa mereka dapatkan dengan mudah dari internet. Jadi menghilangkan TV di rumah dilakukan buat mendorong anak-anaknya supaya lebih banyak berkreasi ketimbang hanya menerima langsung hasilnya dari TV. 

Mereka menyediakan banyak kertas di rumah beserta alat gambar di tempat yang mudah dijangkau anak-anak. Anak-anak diajak supaya banyak membuat karya. "Ketika kita melihat mereka mencoret-coret, jangan dianggap seperti coretan saja. Setiap coretan itu berarti."

Yang paling penting adalah membiarkan anak-anak mengeluarkan imajinasi mereka walaupun corat-coretnya masih biasa saja. Mereka pun sering membuat project yang sebenarnya kita pun bisa lakukan lho di rumah. Misalnya saja membuat topi dari kertas koran yang dibalut di kepala menggunakan solatip. Ada juga eksperimen membuat video dengan menggabungkan stop motion yang sederhana. Dengan cara ini, mereka mengerti dasar-dasar menggambar, memiliki ide, sehingga saat mereka melihat sebuah karya di TV mereka justru terdorong untung membuat sendiri.

"Mereka sudah mengerti cara kerja membuat gambar bergerak, jadi saat melihat film Frozen mereka begitu terpesona karena membayangkan berapa banyak gambar yang harus diproduksi untuk film kartun sebagus itu." kata Pinot. 

Wah inspiring banget deh mereka ini. Kami jadi berpikir ulang nih mengenai kerapihan di rumah. Menurut Ditut, kadang kita harus merelakan rumah menjadi tidak selalu rapi karena aktivitas anak-anak di rumah. Karena kan kita memang pingin mendorong anak-anak agar berkreasi. Oiya, Pinot pun berpesan agar aktivitas yang dilakukan bersama anak-anak dilakukan sejauh bidang yang bisa dikuasai orang tua. Selain itu, para orang tua juga harus bisa 'turun' ke dunia mereka, menjadi bagian dari mereka. 

Sebenarnya pemikiran mengenai kreativitas di rumah ini sudah pernah saya dengar, tapi baru sekarang saya amazed dengan sejauh apa ide itu bisa membuat anak-anak sangat kreatif *elap dahi*. 

Saya enggak melarang sih si Bebe bermain di rumah dan bikin berantakan, dinding rumah pun sudah menjadi saksinya. Hahahaha... *eaa apaan sih :P*. Cuma saya ngaku kadang ada saatnya saya sebel bersihin bekas play doh kecil-kecil yang nempel di lantai atau sofa, atau saat dia seneng banget menggunting sampe kecil-kecil gitu serpihannya. Sekarang saya lebih tenang, biarin aja deh demi anak ya *lirik pak suami*. Hehehe... Saya juga jadi merasa diingatkan, udah lama ga bikin project-project craft bareng si Bebe nih. 

Yang pingin tahu lebih banyak mengenai pasangan ini bisa follow instagram mereka ya, nama accountnya @pinot dan @ditut. Terima kasih ya Pinot dan Ditut sudah berbagi bersama kami. Semoga kami bisa jadi orang tua yang lebih baik lagi. Aamiin.. Selesai acara, kami berfoto dulu bareng mba Ditut.


Anak-anak megangin kipas TUM tapi tetep ya posenya, ya gitu deh :p.


Bareng Teh Ninit Yunita :*.

Sabtu Siang

Selesai acara ngopi cantik Yeye ngajakin kami buat makan siang bareng. Yeye berencana pulang selesai makan, kami juga begitu. Jadilah kami pilih makan di tempat favorit di Penvil, Java Bean. Itu nasi bakarnya ya enyaaak banget, pokoknya recommended. 

Sehabis makan di lantai 2, kami mau ke bazaar meccanism by Zaskia Mecca yang katanya digelar seminggu di Penvil. Karena ngeliat stage pertunjukkan di lantai dasar dengan latar belakang poster film hijab yang super besar, kami berasumsi kalau bazaarnya tentu ada di bawah, jadi kami turun. 

Dan benar saja ternyata saat itu lagi ada acara Meet and Greet Para pemain 'Hijab'. Ada Zaskia Mecca, Dion Wiyoko dan Nino Fernandez. Saya langsung ngeh waktu ada Zaskia, karena sebagai follower-nya di instagram saya sudah terbiasa banget liat gaya hijabnya yang khas. Saya sih suka style-nya yang santai tapi enak dilihat.

Langsung lah ya saya colek-colek Yeye yang asik banget nyari baju. Si Jeng Yeye ini bilang nanti aja atuh ya, ga enak. Apalagi kita ini ibu-ibu yang megangin anak balita sambil nyari-nyari baju pula di antara pengunjung bazaar yang juga riweuh nyariin baju. Hahahaha..

Enggak terhitung deh berapa kali saya nyolekin Yeye, sampe ternyata acara dimulai. Zaskia, Dion sama Nino naik ke stage. Akhirnya kami pun sama-sama udah beli barang yang kami mau. Karena kasian ngeliat para suami dan anak-anak yang udah mulai cranky akhirnya saya nyerah deh naik ke atas menuju parkiran mau pulang.

Sampai di atas kami masih foto-foto dulu berdua dan di situlah saya bujukin lagi si Jeng Yeye ini. "Ayolah, kan cuma di situ doang Ye. Acaranya udah mau selesai gitu, cuma cekrek udah deh :p." Akhirnya Yeye luluh dan nyerah deh mau nemenin. Hahahaha.. Tapi dia bilang anak-anak harus digiring masuk ke mobil dulu karena anaknya pasti pingin ikut kalo ngeliat bundanya masuk ke mall lagi. Yasudahlah akhirnya kita mengantar para suami dan anak-anak ke parkiran terus cepat-cepat balik lagi ke dalam mall.

Kami turun ke lantai dasar agak cepat lewat eskalator. Waktu kami turun satu eskalator lagi, Zaskia masih melayani para fansnya foto bareng. Tapi waktu kami sampai di ujung eskalator Zaskianya malah naik eskalator ke lantai atas dong! Hahahaha... *gigit jari* xD.

Akhirnya saya sama Yeye cepet-cepet naik lagi deh menuju bioskop. Karena katanya memang ada acara nonton bareng di XXI. Sampai di atas, kami celingak-celinguk dan ternyata ga menemukan Zaskia. Di deretan kursi panjang saya melihat suaminya, Hanung Bramantyo, yang juga sedang diajak berfoto sama fans. 

"Yaudah foto sama Hanung aja," kata Yeye. "Gue maunya foto sama Zaskia, Ye." Hahahaha xD. Akhirnya kami jalan keluar bioskop. "Iya udahlah, Mi. Belum jodoh kali." kata Yeye. 

Kami sampai di depan bioskop ketika tiba-tiba Yeye nunjuk. "Eh, Mi. Tu Zaskia, Mi." Iyah, demi mendengar itu ya kita cepat-cepat masuk bioskop lagi dan ternyata Zaskia lagi ngobrol sama suaminya. Ihiiy... Gue pun bisa ngajakin poto bareng. Ini dia fotonya,


Ga sengaja sama-sama pake garis-garis.
Eh padahal ga janjian lho kitaa *dilempar penggaris* :p.
(Photo Courtesy of Yeye)

Setelah saya foto sama Zaskia, saya pikir Yeye mau foto juga. Ternyata Yeye ga mau foto. Jadi ternyata dia itu jalan cepet-cepet ngejar Zaskia bareng saya cuma karena mau nemenin saya aja. Hahahaha... Kamu so sweet banget sih, Ye. Aku jadi terhuraaa :'). Hahahaha...

Akhirnya kami turun lagi ke tempat parkir nemuin para suami dan bocil. Masih tertawa ngakak gara-gara kejadian lucu barusan. Hahahaha.. It was the most random weekend ever :D.

Wassalaamualaikum.


17 comments:

  1. Saya udh nonton filmnya jg mak....lucu ya :)

    ReplyDelete
  2. waalaikumsalam...
    hahhahaha,baik baik mbak yeye. penasaran sama filmnya^^

    ReplyDelete
  3. Najuongggggggg siahhhh.. hahahahahahahaha

    Akhirnya keluar juga nih ceritaaaaa.. sampe detik ini klo gw bayangin dari kita nonton di Detos sampe lu ketemu idola lu itu, gw bisa2 ngakak plus Lombi yg geleng2 kepala hahahahahaahahahahaha

    Lu liat dong tampang laki gw hahahahahahahahahahhaha asliiiiii ngakakkkkk gw hahahahahahahahahaha

    *kemudian dislepet mia*

    ReplyDelete
  4. mbak mia ini selalu seger ya, seneng banget ngelihatnya :)

    ReplyDelete
  5. Test. Kayaknya komen pertama nggak masuk.
    Ya udahlah ya Mak, itung-itung pengalaman buat diceritain ke Bebe kelak sebagai panduan mencari sahabat. Cari yang mau diajak malu bareng, hihihihi..

    ReplyDelete
  6. wah kesampaian dunk mia...kirain janjian loh liat fotonya sama2 pakai baju garis2

    ReplyDelete
  7. mbak miaaa, aku lho sampe nonton ke cibinong square biar bisa dapet tiket 25 ribu aja dooong.. hahaha kiasu garis keras :D

    ReplyDelete
  8. hahaha jodoh pasti bertemu ya mbak miaa.. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih ka put cerita ka mia intinya adalah jodoh pasti bertemu, semoga jodoh kita pasti bertemu juga ya ka put *sekolahduluchaa *dicubitkaputabisbacakomen ini hahaha

      Delete
  9. Memang jodoh ga kemana ya Mia..secara sehati sampai outfit pun matching hihihi

    ReplyDelete
  10. hahahhaa... demi foto brg jeng zaskia yaaa anak n suami nunggu d lobi. hahahaha...

    ReplyDelete
  11. Halo mba Mia apa kabar.... ? Iya meni matching..ga kalahlah penampilannya sama artis hehe ^_^

    ReplyDelete
  12. Allhamdulillah kesampean foto ya Mi, kalo gak bisa ngeces hehehe. Knapa Yeye gak ikutan foto juga ya

    ReplyDelete
  13. Mantab matchingnya Mbak Mia.. haha..

    ReplyDelete
  14. Miaa, itu anakmu lucu bingit pake rok tutu *salah fokus hahahaha :D

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...