Tuesday, 10 February 2015

Dewi Magazine Randezvous and Trunk Show by Didiet Maulana

Assalaamualaikum,

Kali ini saya mau nulis late post tentang acara yang saya datangi beberapa minggu yang lalu. Sudah agak lama memang acaranya, tapi semangat #letswearlocal -nya saya sangat suka. Yang sudah baca blog ini sudah agak lama mungkin sudah tahu ya saya ini seneng banget sama fashion dan rancangan desainer lokal. Kalau saya bisa dateng ke event yang ada hubungannya sama itu, biasanya saya suka menyempatkan datang atau daftar invitationnya jika perlu. 

Saya cuma seorang blogger. Tapi boleh dong ya punya keinginan buat mendorong fashion Indonesia melalui cara yang saya bisa. Saya bisanya campaign  lewat blog sendiri. Minimal saat orang mengetik keyword di Google tentang fashion Indonesia atau fashion muslim dan mendarat di blog ini, I can tell her/him how great Indonesian fashion is. That, I think, is a great pleasure for me as a citizen and as an Indonesian blogger.

Anyway, saya akan mulai saja ya ceritanya. Hari itu, Selasa 20 Januari 2015, saya berkesempatan untuk datang ke acara yang digelar oleh majalah Dewi bersama 5asec. Acara yang bertajuk Dewi Randezvous Let's Wear Local With 5asec Indonesia ini berlangsung di 5asec daerah Tanah Abang 2.

Pengaturan venue-nya agak merepotkan karena parkir harus dengan valet dan di jalan yang tidak cukup lebar sehingga membuat banyak kendaraan di belakangnya tertahan agak lama. Saya pun cukup repot karena anak saya tertidur di kursi belakang dan butuh beberapa waktu untuk menenangkannya karena terbangun kaget. Namun ketidaknyamanan itu dibarengi dengan para petugas valet yang sabar menunggu saya menyiapkan anak saya, jadi saya pun lebih tenang. Maklumlah mobil berhenti di pinggir jalan dan menahan sejumlah kendaraan yang ingin lewat. 

Akhirnya saya masuk ke venue dan bertemu teman-teman blogger saya Witha, Ayu, Yeye, dan Memez. Area yang saya asumsikan tadinya berupa tempat parkir outdoor 5asec, telah ditutup tenda dan didekorasi sedemikian sehingga terlihat chic, fabulous dan fashionable.

Setelah registrasi, kami disambut oleh alunan musik klasik lembut dari beberapa orang musisi, yang tentu saja memberikan kehangatan dan taste sendiri terhadap acara itu. 

Anak saya sangat tertarik dengan permainan musik mereka. "I want to see the band, Ma." She said.

Di sebelah kanan pintu masuk terdapat wall of fame acara dan menampilkan empat manekin dengan rancangan dress cantik dari Ikat Indonesia by Didiet Maulana.


Cantik-cantik ya, dress-nya?

Dekorasinya pun seru dengan beragam bunga, tanaman, lampu-lampu cantik, serta furnitur  putih gaya klasik.


Romantis ya jadinya :).

Suasana di ruangan dalam. Lampunya berwarna agak ungu-kebiruan di sini.

Acara belum dimulai, dan para tamu dipersilakan menikmati canapè dan kopi starbucks yang disediakan. Kebetulan ada donat dan mini cheesecake juga. Jadi Mama plus anak kecil anteng deh :D.


Mini cheesecake and Latte.

Bocil asik sekali dengan mainannya.

Akhirnya talk show pun dimulai. Talk show ini menghadirkan beberapa narasumber. Gilbert Bieri dari 5asec, Designer Didiet Maulana, serta duo owner The Goods Dept. Aldelia Wirjono dan Cynthia Wirjono. Bincang-bincang dimoderatori oleh Penyanyi yang akhir-akhir ini jadi salah satu ikon mode Indonesia, Andien Aisyah.

Gilbert Bierri, Didiet Maulana, dan Andien.



Aldelia dan Cynthia Wirjono.
Diskusi ini berlangsung cukup seru karena berbicara mengenai bagaimana menarik konsumen negeri sendiri untuk memakai barang lokal ketimbang barang produksi desainer asing. Misalnya saja The Goods Dept. yang sejak pertama kali berdiri menggandeng para desainer muda untuk memasarkan produk mereka. 

Senada dengan Cynthia dan Aldelia, adalah desainer yang terkenal dengan desain kain ikatnya yang modern, Didiet Maulana. Sejak awal Didiet menyasar kaum muda melalui desain yang modern melalui kain ikat yang Indonesia banget. Selain berusaha membuat anak muda menyukai kain tradisional, Didiet berusaha memajukan ekonomi lokal para perajin kain ikat.

Saat ini kita mengenal Ikat Indonesia dengan lini ready to wear. Menurut Didiet, itu bukannya tanpa alasan. Desain ready to wear biasanya dipakai untuk jangka waktu yang cukup sering sehingga distribusi barang ke konsumen akan lebih cepat. Jika distribusi lebih cepat, otomatis akan membuat proses produksi menjadi lebih cepat. Ekonomi lokal akan berjalan dan ini akan meningkatkan kesejahteraan para perajin. Wah, mulia sekali ya tujuannya :).

Acara hari itu ditutup dengan Trunk Show Ikat Indonesia by Didiet Maulana. Senang deh melihat desain pakaian yang modern ini. Saya suka dengan motif garis-garis dominan pada kain ikat. Dengan desain yang simple dan sleek dress-dress ini tidak tampak kuno sama sekali.


Trink show Ikat Indonesia by Didiet Maulana.


The collections with the designer.
(Photo Courtesy of Vemale.com)

Terima kasih Majalah Dewi untuk undangannya :). Yuk, teman-teman kita kampanyekan memakai produk lokal anak negeri. Sekarang sudah banyak merk lokal karya desainer negeri kita dengan kualitas yang juga sama bagusnya. Yang paling penting yang harus diingat, jika kita membeli produk lokal, kita juga membantu perekonomian di negeri kita sendiri, lho. So, let's wear local! #letswearlocal .


Friends, wall of fame, and some goodies.

Wassalaamualaikum.


12 comments:

  1. Iya kalau bukan kita yg pakai siapa lagi ya ^^

    ReplyDelete
  2. dan koleksinya didiet itu keren - keren kali ahhhh

    ReplyDelete
  3. desain lokal semakin ke sini semakin kreatif, salut.

    ReplyDelete
  4. Betuuuulss, produk anak bangsa banyak banget yang bagus kualitasnya
    *jauh lebih baik daripada barang branded luar tapi palsu kan yaaaa*

    ReplyDelete
  5. Duhhhh koleksi Didiet emangg bikin tercengang banget ya kaa miaaa, apalagi yang tambah bikin iri ada andiennyaa aaaaaa

    ReplyDelete
  6. produk lokal juga bagus & keren kok gak kalah dengan produk import ya

    ReplyDelete
  7. Acaranya seru ya Mi... dan gue suka sama dekorasinya. Yuk kapan lagi ah jadi (sok)sialita :)

    ReplyDelete
  8. Setuju, Mbak Miaaaa.. :D Kebanyakan kalok aku malah jahit sendiri bajunya. Hihihi.. :P

    ReplyDelete
  9. Wahh, setuju banget nih. Produk lokal memang harus disupport sepenuhnya oleh kita sendiri. Nice sharing sist ^^

    ReplyDelete
  10. seperti yang aku bilang di IG...aku ngefaaans ama mas Didieeeett #halah :D
    karya2nya patut diacungi jempol.. ;)))

    ReplyDelete
  11. Ikat yang dipakai Andien bagus ya Mbaa :D
    Aku jadi pingin. Hihi. Wah itu potonya pas aku belum ketemu Mba Mia, ada Mba Witha dan Mba Ayu juga, jadi pengen nyempil di sana,.. :p

    ReplyDelete
  12. naksir banget sama semua koleksi Ikat Indonesia-nya Didiet Maulana!
    btw kak Mia seru banget sih bisa dapet kesempatan ke acara-acara kayak gini.. seruuu

    IndahRP

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...