Wednesday, 25 March 2015

Making Your Own No-Bake Cheesecake at Home

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Hari ini saya mau share cerita bikin no-bake cheese cake buat ulang tahunnya si Bebe. 

Ceritanya, waktu itu saya lagi cari-cari resep cheesecake, dan ketemulah saya dengan channelnya Gemma Stafford di Youtube. Merasa pernah mendengar namanya di post saya sebelum ini? Iyes, saya pernah mention namanya waktu sharing cerita cara bikin homemade choco spread. Sejauh ini Gemma adalah Vlogger masak-masak yang serinya selalu saya tungguin di Youtube. Cuss deh klik link di atas dan subscribe juga. Channelnya bermanfaat sekali dan saya suka banget sama video-videonya yang cantik, resepnya yang mudah, dan yang pasti sih digarap profesional.

Oke deh, saya mulai aja ceritanya ya.

Cheesecake yang saya bikin ini saya modifikasi sedikit dari resep Oreo Cheesecake-nya Gemma. Kalau mau lihat resep komplitnya, silakan tonton video-nya Gemma di akhir tulisan ini yah.

Membuat no-bake cheesecake ini sebenarnya cukup mudah dan ga terlalu rumit. Cuma butuh sedikit ketelitian aja saat menatanya.





Base/Dasar
Untuk base atau dasarnya, saya memakai biskuit Marie (di video Gemma memakai Oreo *ya iyalah ya resepnya aja Oreo Cheesecake xP). Biskuitnya saya masukin ke plastik dan saya hancurkan sampai jadi serpihan lembut pakai ujung rolling pin. Tapi pakai apapun bisa sih, kalau di video Gemma pakai food processor. Setelah itu biskuit dicampur dengan mentega/butter yang sudah dilelehkan.

Untuk membuat kue ini, kita membutuhkan loyang bongkar pasang yang dasar dan pinggirannya bisa dilepas (saya pakai loyang bongkar pasang berdiameter 15 cm). Buat yang masih baru pertama kali bikin kayak saya, loyang bongkar pasang bisa didapat di super market yang menjual bahan-bahan kue atau pun toko bahan-bahan kue. 

Setelah campuran biskuit dan melted butternya tercampur rata, ratakan bahan tersebut di dasar loyang bongkar pasang hingga padat. Kemudian masukkan loyang ke dalam lemari es sambil kita membuat adonan filling-nya.

Selama membuat cheesecake ini, kita akan sering menyimpan loyang di lemari es agar kuenya terbentuk. Menyimpan kuenya cukup di lemari es bagian tray-nya saja, jangan di freezer.


Filling/Isian
Untuk fillingnya, kocok cream cheese hingga lembut bersama gula dan vanili. Saya enggak terlalu suka manis, jadi dengan memperhitungkan bahwa nanti pun akan saya tambahkan cokelat di campurannya, saya hanya menambahkan sedikit gula. Setelah itu, tambahkan heavy cream/whip cream (whipped cream yg bentuknya masi cair) pada cream cheese dan dimix hingga lembut. Untuk cream cheesenya saya pakai merk Yummy dan whipped cream aku pakai merk Anchor. 

Oiya, di video Gemma mencampur semua bahan filling dengan mixer. Sementara saya hanya menggunakan whisker. Jadi,  saya mengocok heavy creamnya terlebih dahulu hingga berubah memadat, baru kemudian saya mix bersama cream cheese-nya. 

Lumayan pegel sih mengocok cream sampai kental itu butuh kecepatan tangan yang tinggi. Hahaha... Tapi it's very do-able, kok. Jadi kalau enggak punya mixer, enggak usah sedih karena saya pun bikin ga pake mixer.

Setelah tercampur rata dan lembut, saya menambahkan chocolate chunks/cokelat yang dicincang kasar (di video Gemma menambahkan Oreo yang dihancurkan kasar) lalu diaduk sedikit saja supaya tampak merata saja cokelatnya, jangan terlalu lama. Kalau kata Gemma, do not over mix. 

Keluarkan loyang dari lemari es. Lalu masukkan campuran filling ke dalam loyang dan ratakan. Masukkan kembali loyang ke dalam lemari es.


Topping
Untuk lapisan atasnya, saya melakukan sama seperti yang Gemma lakukan yaitu membuat lapisan chocolate ganache. 

Untuk membuat ganache, kita tinggal menyiapkan cokelat masak di dalam mangkuk. Lalu tambahkan cream cair yang sudah kita didihkan terlebih dahulu dan kemudian kocok keduanya menggunakan whisker. 

Untuk membuat lapisan ganache pada kue, kita harus menunggu sebentar sampai ganache turun suhunya. Jika campuran ganache-nya sudah tidak panas, keluarkan loyang dari dalam lemari es. Ratakan ganache di atas filling, lalu masukkan lagi loyang ke lemari es agar ganache terbentuk bersama kue. Tunggu sampai esok hari untuk proses selanjutnya.

Menurut Gemma, karena ini resepnya tanpa gelatin, maka dibutuhkan waktu agak lama supaya cheesecakenya memadat. Minimal 12 jam.


Kanan : loyang yang udah diisi filling.
Kiri bawah : ganache yang udah jadi.
Kiri atas : kue yang udah dilapisi ganache di atasnya.


Pada hari berikutnya, kue akan terbentuk dan kita tinggal tambahkan hiasan di atasnya. Gemma memakai cream dan Oreo, tapi saya memutuskan memakai cream dan strawberry. Saya hanya meratakan whipped cream di atas ganache, lalu meletakkan potongan strawberry-nya sedemikian rupa seperti di bawah ini.





Nah, no-bake cheesecake kita sudah jadi deh. Ini dia hasilnya setelah pinggiran loyangnya dilepas.








Ini foto kuenya banyak banget karena saya suka banget sama hasilnya. Layers-nya cantik dan suka banget sama motif campuran fillingnya. Yang pasti sih, enak ya :D.





Yumm... I love those layers :D.



I just added some candles to make it more fancy :).

Karena ini baru pertama kalinya saya bikin kue, jadi percobaan pertama ini bisa dibilang cukup berhasil lah ya :P. Hihihihi... 

Buat temen-temen yang pingin tau resep aslinya, bisa klik link video ini di YouTube. Di sana di bawah videonya ada resepnya di dalam kolom description. Buat teman-teman yang juga penasaran bagaimana caranya kue ini dibikin, saya juga sertakan video-nya Gemma di bawah ini ya. 





Sedikit tips untuk membuat kue ini, cobalah membuat dalam ukuran kecil terlebih dahulu. Sebelum saya membuat kue ukuran besar ini, saya mencoba membuat ukuran mininya dulu di mangkok kecil. Ini buat latihan saja agar kita mengetahui terlebih dahulu apakah rasanya sudah pas atau belum dengan rasa yang kita inginkan.

Nah, gampang kan? Selamat mencoba ya! :). 
Wassalaamualaikum.


Saturday, 21 March 2015

Happy Birthday, Bebe.

Assalaamualaikum,

Udah lama banget kayaknya saya ga menyentuh blog. Belum balas-balas komentarnya dan belum blogwalking juga ke blognya temen-temen sekitar hampir dua mingguan ini. Kangeeen nge-blog. Padahal ide-idenya sih udah saya masukkin di draft walaupun cuma masang di judulnya doang supaya ga lupa. Hehehehe... 

Ini sebenernya latepost banget nulis tentang ultahnya si Bebe. Ultahnya udah dari bulan kemarin, cuma memang baru ditulis sekarang. 

Buat ultahnya Bebe kami enggak bikin acara besar. Tahun ini alhamdulillah kami bisa melunasi KPR rumah kami yang di Cimahi. Cicilannya masih 4 tahunan lagi, tapi alhamdulillah ada rejeki ditambah tabungan bisa lunas awal tahun ini. Alhamdulillah ...Allah Maha Baik... Awal tahun ini juga Bebe daftar masuk sekolah. Karena bayar sekolah pun di awal tahun, jadi ga apa ya, Bebe ultahnya dirayain sederhana aja di rumah. Tak apa ya, yang penting tujuan yang lebih besar tercapai. Alhamdulillah.

Mama cuma bikin cheesecake di rumah. Ada Kakek-Nenek dateng dari Bandung dan cuma acara tiup lilin bareng aja sama ngasih kado. Kakek-Nenek yang di Bandung sama di Tasik juga alhamdulillah pada kompak ngasih kadonya peralatan sekolah semua. 

Bebe usianya udah 4 tahun aja sekarang. Enggak kerasa... Selamat ulang tahun ya, My Bebe. Semoga selalu menjadi anak yang soleh, yang pintar, yang baik hati, yang bijak, kuat, dan mandiri. Semoga Allah selalu melindungimu dalam setiap langkahmu, Nak. We love you, Nak :*.

Udah ah nulisnya. Ini emaknya malah jadi mewek nanti. Hehehe.. Selamat berakhir pekan ya, Teman-Teman. Terima kasih sudah baca postingan ini. 

Oiya, tentang cheesecake yang saya bikin di sini, itu adalah no-bake cheesecake yang resepnya saya dapet di Youtube. Saya jadi ingat kayaknya pernah bilang sama Mba Yani saya akan posting tentang kue itu. Insya Allah saya posting nanti  ya, Mba :).

Wassalaamualaikum.




Wednesday, 11 March 2015

Making Your Own Homemade Choco-Peanut Spread

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Sekitar dua minggu yang lalu saya menemukan channel masak yang saya suka banget. Namanya Gemma's Bigger Bolder Baking. Buat yang emak-emak macam saya yang masaknya ga jago-jago amat, menurut saya channelnya Gemma Stafford ini berguna banget deh. Resep-resepnya mudah banget diikuti dan videonya juga kereen. 

Kali ini saya ngikutin resep homemade nutella-nya. Berhubung saya enggak punya hazelnut, dan kalau ada pun saya yakin mahal, saya pakai kacang tanah sebagai gantinya. Cara bikinnya gampang banget. 

Pertama, panggang kacang tanahnya telebih dahulu, lalu ditaruh di tempat yang kita bisa lepaskan kulitnya. Karena sudah dipanggang, kulitnya jadi gampang lepas sendiri. Tapi kalau ga lepas semua pun tidak apa-apa. Lalu masukkan kacang ke blender hingga bentuknya seperti pasta yang lembut dan keluar minyak dari kacangnya. 

Di video, Gemma menggunakan food processor, tapi saya enggak punya jadi saya pakai blender. Ngeblendernya cukup lama sih karena rada tricky ya mata pisau di blender kan pendek jadi rada susah kalau kacangnya udah mirip pasta. Tapi nanti kalau sudah keluar minyaknya dan digabung sama bahan lain jadi smooth kok.

Setelah kacangnya berubah jadi seperti pasta lembut dan keluar minyaknya, baru kita tambahkan bahan lain. Yaitu melted chocolate, cokelat bubuk, vanili, dan sedikit minyak yang ga ada rasanya (saya pakai minyak goreng). Lalu semua diblender sampai lembut deh. Ini dia hasil jadinya.



Percobaan pertama.


Dapet dua jar kecil seperti ini.



Ceritanya saya mau bikin crepes yang di dalamnya pakai choco spread juga kayak Gemma,
tapi adonannya ketebelan :p.
Tapi enak banget ini buat sarapan.


Biar kebayang cara bikinnya, tonton aja videonya Gemma di bawah ini ya :).




Oiya, kemarin saya beli kacang agak banyakan. Karena masih ada sisa cokelat masak dan cokelat bubuk dari yang sebelumnya, saya bikin agak banyakan deh buat adik saya yang anak kosan. Hehehehe...


Hasil bikinan tadi malam :).

Saya pribadi sih suka banget sama resepnya Gemma ini. Bikinnya gampang dan fun. Ini cocok juga ya buat dijadiin hadiah atau buah tangan. Tinggal ditambahkan aksesori kayak pita gitu aja udah cakep kan :D.


Thanks for reading this post, Guys. Wassalaamualaikum :).


Saturday, 7 March 2015

From Indonesia Fashion Week 2015 (PART II): THE EXECUTIVE

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau melanjutkan cerita dari IFW sebelumnya. Fashion show ke dua yang saya hadiri pada hari Jumat itu adalah The Executive In Collaboration with Hannie Hananto, Ria Miranda and Jenahara.

Setelah makan dan shalat ashar, kami bersiap-siap menuju Main Hall B di mana fashion show ini digelar. Menuju Main Hall kami sudah mulai agak santai dengan sekitar dan juga mulai have fun lihat-lihat bazaar. Lucunya, saya, Witha sama Mira terpisah sama Yeye dan Ayu di bazaar. Maklumlah ya perempuan enggak bisa lihat baju-baju bagus dipajang. Jadi ada yang pingin lihat-lihat serius, ada yang niatnya nungguin sambil jalan pelan-pelan. Lalu baru nyadar setelah agak jauh kok ternyata kita udah enggak ketemu lagi ya xD.

Akhirnya saya masuk ke Hall barengan sama Witha dan Mira. Karena hallnya besar kami pun bisa leluasa memilih tempat duduk supaya lebih bebas mengambil foto. Kami sampai keluar dari sayap yang satu lalu mencari tempat duduk lagi di sayap yang lain. Hahahaha... 

Jika diperhatikan, desain catwalk dalam main hall yang berbentuk persegi panjang dan lebar ke arah samping sudah menjadi ciri khas IFW. Desain ini memungkinkan audiens melihat desain pakaian dari berbagai sisi. Ini pun juga bisa dieksplorasi secara baik untuk menghasilkan koreografi yang menarik. Buat saya, saya jadi agak lebih leluasa melihat tanpa model terhalangi oleh kepala audiens.

Akhirnya tidak lama kemudian Fashion Show pun dimulai. Seperti yang sudah kita ketahui, The Executive adalah salah satu label dari grup Delami Brands yang khusus memproduksi pakaian kerja. Ini bukan pertama kalinya The Executive bekerja sama dengan desainer pakaian muslim. Pada IFW 2014 The Executive berkolaborasi dengan Hannie Hananto. Tahun ini  brand tersebut kembali menggandeng Hannie Hananto dan juga sekaligus dua desainer muslim muda lainnya yang sedang naik daun, Jenahara dan Ria Miranda.

Ketiga desainer ini menampilkan gaya The Executive yang busananya formal namun masih memperlihatkan ciri khas dari masing-masing desainer. Hannie Hananto yang sophisticated dan bold, Ria Miranda yang senang desain feminin dan pastel, serta Jenahara yang desainnya selalu muda dan edgy. Koleksi Hannie bertabur warna hitam putih, Ria bermain pastel dalam warna putih dan khaki, sementara Jenahara banyak bermain warna cokelat dan hitam.

Yuk, kita lihat satu per satu koleksinya.


HANNIE HANANTO

Koleksi Hannie Hananto ditampilkan pertama kali di atas catwalk dan langsung menarik perhatian saya. And I must say, this is definitely the celebration of monochromatic! 

Seperti kolaborasinya tahun lalu bersama The Executive, kali ini Hannie juga memakai warna hitam dan putih. Hannie memadukan hitam dan putih dengan berani. Jika saya biasa melihat hitam dan putih bergabung dengan modest, maka desainnya Hannie ini adalah warna hitam putih yang mencuri perhatian. 




Koleksinya memiliki cutting yang longgar, flowy, namun tetap clean. Banyak dress, atasan panjang dan celana yang berbahan sifon serta kaos. Padu-padannya pun keren deh. Ditambahkan aksesori topi, kacamata hitam, tas tangan hitam-putih,  sepatu hitam-putih, bahkan jilbabnya hitam-putih juga! Duh, kece banget! Very Urban-Lady-like!


Photo courtesy of tribunnews.com.

Photo courtesy of tribunnews.com.

Ini foto paling favorit. Many times, I wish I could be there, in the Fashion Photographer Pit, and took fashion pictures.
Photo courtesy of tribunnews.com.


RIA MIRANDA



Koleksi kolaborasi Ria Miranda dan The Executive masih menampilkan gaya khas Ria yang feminin dan pastel. Ria menggunakan palet warna cokelat muda, khaki dan putih. Pakaian-pakaian yang ditampilkan bersiluet lebar dan dengan gaya jilbab turki yang dilipat segitiga dan diikat sederhana.

Photo courtesy of tribunnews.com.

JENAHARA

Sedikit berbeda dengan dua desainer sebelumnya, Jenahara bermain di warna palet gelap hitam, cokelat dan krem. Desain pakaiannya muslimnya modern dan edgy. Para model yang memperagakannya pun memakai sepatu kets sehingga tampilannya tampak muda dan boyish.





Ria Miranda, Jenahara and Hannie Hananto.

Setelah fashion show The Executive saya memutuskan langsung pulang dan tidak melanjutkan menonton fashion show Irna Mutiara pada pukul 19.30 karena sudah terlalu malam. Dan ga nyangka di saat berjalan di antara bazaar saya bertemu dengan Echa padahal kita ga janjian. Nice to meet you, Echa ^^. 


Photo courtesy of Witha.

Begitulah cerita saya dari IFW 2015. Sampai bertemu di IFW tahun berikutnya :).

Wassalaamualaikum.


(English Friday) My First Blogger Meet Up

Assalaamualaikum,

Have you been to a blogger meet up? I think I will always remember my first meet up with bloggers. It was December 2012 at the Blogdetik's event, #BloggerBicaraFashion

I still remember how excited, and yet confused, I was because I was a new blogger. I didn't really know how bloggers interact to each other. And to be honest, I didn't blog-walk so much.

Fortunately, I went there with a blogger-friend who is also my neighbor, Mak Dyah Pitaloka. When we arrived at the venue, FX Sudirman, Mak Dyah introduced me to Mak Myra Anastasia and Mak Fadlun. Well, they are literally my first blogger-friends :D.

There was a talkshow with two designers and a fashionista on the event. Blogdetik also did makeovers on some bloggers. They made them wear designer's clothes, and asked them to walk on the catwalk like models. 

Eventually, I noticed that some bloggers who walked on the catwalk that day, are pretty famous among Indonesian Bloggers. Two of them are Mira Sahid (the Founder of Kumpulan Emak Blogger) and Hardy Julia.

After the event, Mak Fadlun, Mak Dyah and I took the same train home. We talked about many things about blogging along the way. Ah, It was a fun day :D.
(Left to Right)
1. At the wall of fame with Mak Myra Anastasia and Mak Fadlun.
2. Mak Dyah and Mak Fadlun.
3. Mak Dyah on the way to the event.
4. Me and Mak Fadlun on our way home.
So that's the story of my first blogger meet up. I'm happy to say that we are still friends until today. If you are a blogger and have never came to a meet up, you should consider to come.  It is true what bloggers always said about the beauty of blogging. Blogging brings you new friends :).

Wassalaamualaikum.

Monday, 2 March 2015

From Indonesia Fashion Week 2015: (Part I) The Walking Mannequin

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Hari ini saya mau share cerita dari Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 yang berlangsung pada tanggal 26 Februari-1 Maret lalu. Di IFW tahun ini saya mendapatkan 3 invitation fashion show. The Walking Mannequin by MUSE, The Executive (In Collaboration with Hannie Hananto, Ria Miranda and Jenahara), dan Miracle of The Sun by Irna Mutiara. 




Fashion Show di jadwal pertama saya adalah "The Walking Mannequin". Invitation untuk datang ke fashion show yang ini saya dapatkan dari Indonesia Hijab Blogger (IHB). 

The Walking Mannequin adalah parade fashion dari 12 desainer muda yang tergabung di butik MUSE 101. Karena itu tidak heran, fashion shownya diwarnai oleh berbagai koleksi ready-to-wear. Saya pun senang datang ke acara ini karena saya jadi bisa memprediksi tren fashion hijab ready-to-wear tahun ini.

Oiya, sebelumnya saya minta maaf karena di fashion show ini saya kesulitan mendapatkan foto close up yang bagus karena tidak berada cukup dekat dengan catwalk. Saya menampilkan foto dari jauh sementara foto close-up-nya adalah foto yang saya pinjam dari akun Instagram Dyah Ayu Amallia. Namun jangan khawatir, saya juga akan membahas tren ready-to-wear dari fashion show ini dengan menambahkan foto-foto yang berada di katalog The Walking Mannequin :).

Yuk, sekarang kita bahas tren ready-to-wear terbaru fashion hijab tahun ini.


SIMPLE AND STRUCTURED

Ini hal yang tampaknya sulit luput dari perhatian ya. Jika tren hijab fashion tahun lalu yang simpel-feminin, flowy, dan juga banyak aksen drapery. Maka tahun ini banyak koleksi ready-to-wear yang memiliki potongan structured yang tegas, unusual, kadang sedikit maskulin dan edgy namun tetap simpel. 


Flawless White by Nadjani.
Photo courtesy of @dyahayuamallia .



From The Walking Mannequin Catalogue.
Left: Greyish Anatomy by Maima Indonesia.
Right: Flawless White by Nadjani.



OUTERWEARS (STRUCTURED LONG VESTS, COATS AND CAPES)

Tahun ini tampaknya structured outerwears juga ngetren. Beragam long vest, coats dan capes dengan potongan tegas dan clean mewarnai fashion show ini. Duh saya belum punya nih item yang kayaknya lagi hip ini.


Stronger by Temiko Indonesia.
(From The Walking Mannequin Catalogue).
Cruise in Style by Monel.
Photo courtesy of @dyahayuamallia .

MONOCHROME AND NEUTRALS

Ini satu hal yang enggak luput dari perhatian saya. Tahun ini banyak sekali desainer yang bermain dengan warna monokrom, hitam-putih dan warna-warna netral. Bahkan dalam fashion show yang saya hadiri sore harinya. Warna pastel masih tetap tren namun dalam shade warna yang juga natural seperti hijau muda, krem, pink natural dan  cokelat muda.


Obsession by Kara Indonesia.
(From The Walking Mannequin Catalogue).


Gris Majority by Rani Hatta.
(From The Walking Mannequin Catalogue).




GRID AND GEOMETRIC PATTERNS

Yang tidak luput dari perhatian juga adalah pattern geometris yang ditampilkan beberapa desainer. Saya suka pattern-pattern geometris ini karena tampak sederhana namun berkesan sophisticated.


Soeur by House of Nabilia.
Photo courtesy of @dyahayuamallia .


Stronger by Temiko Indonesia.
Photo courtesy of @dyahayuamallia .

Mexican Heritage by Vivi Zubedi.


Mexican Heritage by Vivi Zubedi.
(From The Walking Mannequin Catalogue).


SIMPLE, FLOWY, AND PASTELS

Meski banyak structured cuts bermunculan, tampaknya flowy cuts masih jadi primadona tahun ini. Hanya saja yang flowy-flowy ini dikemas dalam potongan yang lebih clean dan  sering dimix and match secara bertumpuk.

The Marshmallow by Simply Mii.

From The Walking Mannequin Catalogue.
Left: Shibui by Missmarina.
Right: The Marshmallow by Simply Mii.

From The Walking Mannequin Catalogue.
Left: Playd by Novierock.
Right: Braveness Gracefully by Kaimma Malabis.

Souer by House of Nabilia.
Photo courtesy of @dyahayuamallia .



SIMPLE HIJAB STYLES

Dan tentu saja dari semuanya, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hijab style yang sangat modest dan tampak elegan lebih ngetren tahun ini. Tahun ini, kita bisa memakai jilbab dengan hanya melilitnya di leher, jilbab yang ditumpuk begitu saja, serta model turban sederhana. Jadi tahun ini model jilbabnya simple alias gampang banget makenya. Hahahaha...

Assembled from The Walking Mannequin Catalogue.



Oiya, buat kamu yang ingin melihat fashion shownya seperti apa, ini dia video dokumenternya dari channel Indonesia Fashion Week di YouTube.







Nah, itu dia cerita saya dari Fashion Show The Walking Mannequin. Sehabis nonton ini saya dan Teman-teman blogger lainnya pake acara makan Bakso Lapangan Tembak dulu karena kelaperan :D. 


Witha, Mira, Yeye, Arninta, saya, dan Ayu.
Photo courtesy of Yeye.

Bersama Mamouz.
Photo Courtesy of Yeye.

Sehabis ini kami masih menghadiri Fashion Show The Executive pada pukul 16.30 di Main Hall B. Jadi nanti saya sambung lagi ya ceritanya. Udah pegel ngetik ini tangannya. Hahahaha xD.

Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...