Saturday, 7 March 2015

From Indonesia Fashion Week 2015 (PART II): THE EXECUTIVE

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau melanjutkan cerita dari IFW sebelumnya. Fashion show ke dua yang saya hadiri pada hari Jumat itu adalah The Executive In Collaboration with Hannie Hananto, Ria Miranda and Jenahara.

Setelah makan dan shalat ashar, kami bersiap-siap menuju Main Hall B di mana fashion show ini digelar. Menuju Main Hall kami sudah mulai agak santai dengan sekitar dan juga mulai have fun lihat-lihat bazaar. Lucunya, saya, Witha sama Mira terpisah sama Yeye dan Ayu di bazaar. Maklumlah ya perempuan enggak bisa lihat baju-baju bagus dipajang. Jadi ada yang pingin lihat-lihat serius, ada yang niatnya nungguin sambil jalan pelan-pelan. Lalu baru nyadar setelah agak jauh kok ternyata kita udah enggak ketemu lagi ya xD.

Akhirnya saya masuk ke Hall barengan sama Witha dan Mira. Karena hallnya besar kami pun bisa leluasa memilih tempat duduk supaya lebih bebas mengambil foto. Kami sampai keluar dari sayap yang satu lalu mencari tempat duduk lagi di sayap yang lain. Hahahaha... 

Jika diperhatikan, desain catwalk dalam main hall yang berbentuk persegi panjang dan lebar ke arah samping sudah menjadi ciri khas IFW. Desain ini memungkinkan audiens melihat desain pakaian dari berbagai sisi. Ini pun juga bisa dieksplorasi secara baik untuk menghasilkan koreografi yang menarik. Buat saya, saya jadi agak lebih leluasa melihat tanpa model terhalangi oleh kepala audiens.

Akhirnya tidak lama kemudian Fashion Show pun dimulai. Seperti yang sudah kita ketahui, The Executive adalah salah satu label dari grup Delami Brands yang khusus memproduksi pakaian kerja. Ini bukan pertama kalinya The Executive bekerja sama dengan desainer pakaian muslim. Pada IFW 2014 The Executive berkolaborasi dengan Hannie Hananto. Tahun ini  brand tersebut kembali menggandeng Hannie Hananto dan juga sekaligus dua desainer muslim muda lainnya yang sedang naik daun, Jenahara dan Ria Miranda.

Ketiga desainer ini menampilkan gaya The Executive yang busananya formal namun masih memperlihatkan ciri khas dari masing-masing desainer. Hannie Hananto yang sophisticated dan bold, Ria Miranda yang senang desain feminin dan pastel, serta Jenahara yang desainnya selalu muda dan edgy. Koleksi Hannie bertabur warna hitam putih, Ria bermain pastel dalam warna putih dan khaki, sementara Jenahara banyak bermain warna cokelat dan hitam.

Yuk, kita lihat satu per satu koleksinya.


HANNIE HANANTO

Koleksi Hannie Hananto ditampilkan pertama kali di atas catwalk dan langsung menarik perhatian saya. And I must say, this is definitely the celebration of monochromatic! 

Seperti kolaborasinya tahun lalu bersama The Executive, kali ini Hannie juga memakai warna hitam dan putih. Hannie memadukan hitam dan putih dengan berani. Jika saya biasa melihat hitam dan putih bergabung dengan modest, maka desainnya Hannie ini adalah warna hitam putih yang mencuri perhatian. 




Koleksinya memiliki cutting yang longgar, flowy, namun tetap clean. Banyak dress, atasan panjang dan celana yang berbahan sifon serta kaos. Padu-padannya pun keren deh. Ditambahkan aksesori topi, kacamata hitam, tas tangan hitam-putih,  sepatu hitam-putih, bahkan jilbabnya hitam-putih juga! Duh, kece banget! Very Urban-Lady-like!


Photo courtesy of tribunnews.com.

Photo courtesy of tribunnews.com.

Ini foto paling favorit. Many times, I wish I could be there, in the Fashion Photographer Pit, and took fashion pictures.
Photo courtesy of tribunnews.com.


RIA MIRANDA



Koleksi kolaborasi Ria Miranda dan The Executive masih menampilkan gaya khas Ria yang feminin dan pastel. Ria menggunakan palet warna cokelat muda, khaki dan putih. Pakaian-pakaian yang ditampilkan bersiluet lebar dan dengan gaya jilbab turki yang dilipat segitiga dan diikat sederhana.

Photo courtesy of tribunnews.com.

JENAHARA

Sedikit berbeda dengan dua desainer sebelumnya, Jenahara bermain di warna palet gelap hitam, cokelat dan krem. Desain pakaiannya muslimnya modern dan edgy. Para model yang memperagakannya pun memakai sepatu kets sehingga tampilannya tampak muda dan boyish.





Ria Miranda, Jenahara and Hannie Hananto.

Setelah fashion show The Executive saya memutuskan langsung pulang dan tidak melanjutkan menonton fashion show Irna Mutiara pada pukul 19.30 karena sudah terlalu malam. Dan ga nyangka di saat berjalan di antara bazaar saya bertemu dengan Echa padahal kita ga janjian. Nice to meet you, Echa ^^. 


Photo courtesy of Witha.

Begitulah cerita saya dari IFW 2015. Sampai bertemu di IFW tahun berikutnya :).

Wassalaamualaikum.


12 comments:

  1. poto2nya bagus2 banget Mbaa, ngiri aku g dapat yg sebagus itu, hihi :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mamaciih, Nia.. potoku yg pake watermark kacamatamia, yg lainnya photo courtesy Tribunnews.com ^^

      Delete
  2. Kolaborasi yang keren ya. Tiga desainer top Indonesia dengan The Executive.

    ReplyDelete
  3. mba mia, makasih ya. aku nggak dateng tapi bisa dapet reviewnya selengkap ini. semoga impiannya jadi fashion photographer terwujud.
    ohya, tadi sempet fokus di paragraph kedua, emang begitu yaa kebiasaan buibuu. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe.. aamiin... mamaciih Amuuth ^_^

      Delete
  4. acara beginian pasti seru abiz ya mbak, pengen juga nonton langsung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba seru buat nambah referensi fashion ^_^

      Delete
  5. Gw pengen deh ikut2 acara beginian, tp dandanan gw kan gembel banget..... Dandanin gw, dong, Mi.. *lah maha curhat* :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gembel apaan, kece begitu jugaaaak... apalagi kaligrafinyaaa.. aak... akuh mupeng syekalih :D. Feni, sekali kali mitup atuh yuuuks kitaa

      Delete
  6. 15 tahun lagi,Dija mau hadir di IFW juga

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...