Thursday, 23 April 2015

A Short Trip to Taman Bunga Nusantara


Inside The Labyrinth / Maze.

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau cerita tentang short trip kami ke Taman Bunga Nusantara pada Long Weekend beberapa minggu lalu. 

Long weekend kemarin memang ga ada banyak rencana sebenarnya. Tapi berhubung liburnya 3 hari, rasanya kok sayang juga ya kalau ga kemana-mana. Lumayan kan kita bisa merefresh pikiran walaupun sejenak.

Akhirnya googling tempat wisata di daerah Puncak. Taman safari sudah, tempat makan-tempat makan mah standar lah ya, mungkin kita bisa mampir pas pulangnya. Saat itulah saya ingat postnya Mba Fitri tentang liburannya ke Taman Bunga Nusantara (TBN) yang katanya bagus. Setelah googling sana sini akhirnya diputuskan deh hari Sabtu pingin main ke sana.

Sabtu pagi sekita jam setengah enam kami sudah capcus dari rumah. Maklum long weekend, jadi berusaha menyiapkan segala kemungkinan supaya terhindar dari macetnya Puncak. 

Untuk sampai di TBN, kita tinggal ikutin Jl. Raya Puncak-Cianjur, lalu setelah lewat Puncak Pass ada petunjuk belok ke kiri ke arah Taman Bunga Nusantara. Dari situ kita tinggal mengikuti petunjuk jalan saja. Namun saya ingatkan 4 kilometer sebelum TBN di beberapa titik jalannya rusak parah dan berbatu. Jadi kendaraan harus berjalan pelan. Alhamdulillah masih pagi saat kami tiba di sana, sekitar jam 9. Pas banget nih udaranya segar sekali.

Kami langsung masuk dan beli tiket. Tiket masuk ke TBN harganya Rp 30.000 untuk usia 4 tahun ke atas. Kita sudah mendapatkan peta Taman Bunga Nusantara dan diberitahu bahwa di dalam ada labirin/maze dan bisa beli peta labirinnya di sana. Huwaa excited banget pengen main ke maze. 

Ini dia view pertama yang kita lihat saat masuk Taman Bunga Nusantara. Tamannya luas banget, Pemirsah! :D


Taman Air. 


Jadi ternyata, Taman Bunga Nusantara ini terdiri dari berbagai macam taman yang dibentuk sedemikian rupa dengan bermacam tema. Ada Taman Air, Taman Mediterania, Taman Jepang, Taman Perancis, Taman Mawar, dan tentu saja Labirin!  

Oiya, sedikit tips ya. Kalau ke sini usahakan memakai sepatu yang nyaman dan empuk karena areanya luas banget! Dan bawalah kamera karena setiap spot sangat bagus untuk berfoto. Duh coba bisa pre wedding di sini yaak :D.

Sepanjang jalan kita banyak melihat lampu-lampu cantik, dan yang pasti.... Banyak bunga-bunga.... Banyak bunga-bunga... dan aku mau bobok... *Syahrini mode on*.

The Peacock with its beautiful tail made of flowers.

Bahkan kita bisa melihat bunga di sepanjang jalan. Dan warnanya hijau sejauh mata memandang. Taman ini bersih dan saya kayaknya enggak melihat sampah sedikit pun. Benar-benar terawat!

That father-daughter moment.

Taman pertama yang kami kunjungi adalah Taman Jepang. Sebenarnya taman Jepang letaknya agak ke belakang, namun kami memilih ke sini dulu karena senang sekali dengan konsep Taman Jepang yang selalu ada air, jembatan dan unsur kayu-kayunya.



Welcome to The Japanese Garden :).

The river, the wooden bridge, the green trees. Beautiful. 

Berhubung tamannya cantik begini, mari kita foto keluarga dulu :).

Cheese!

Setelah puas main di Taman Jepang, kami langsung berjalan menuju Maze. Si Bebe udah ga sabar banget pengen ke maze. Maklumlah maze sering muncul di film anak-anak macam Sophia The First atau Mickey Mouse Club House. Jadi Maze itu mungkin tampak seperti petualangan yah :D.

Di foto di bawah ini, di belakang kami adalah menara untuk melihat keindahan taman. Letaknya persis sebelah Maze.



Dari menara ini, kita bisa melihat keindahan dan lika-liku maze. Cantik ya?
Let's get in to the Maze!

Maze atau Labyrinth ini adalah konsep taman dari benua Eropa yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Taman ini juga dikenal dengan sebutan Taman Rahasia. 

Konsep ini merupakan gagasan arsitektural yang memperlihatkan jalan berliku tak berujung menuju istana ata tempat istimewa. Konsep lainnya yang sederhana dikaitkan dengan legenda Minotaur yang dirancang Daedalus (pada kekuasaan Raja Minos di Mesir) yang mengambil pola atau simbol dari Coin Cretan. Koin tersebut memperlihatkan legenda Theseus yang sedang mencari Putri Adreane yang diculik Monster Minotaur di suatu tempat dengan jalan tak berujung. Konsep ini membentuk citra sangat tinggi akan pengaruh Taman Maze di benua Eropa. Pada abad ke 16, tanaman yang membingkai Maze Garden cenderung pendek. Namun setelah kaum rohaniwan dari Gereja Roma mengambil alih fungsi Maze Garden tersebut sebagai alat simulasi ketaatan manusia terhadap Tuhan, maka tanamannya berubah menjadi tinggi (Sumber: Website resmi Taman Bunga Nusantara).

Buat saya sendiri, Maze mengingatkan pada banyak cerita yang selalu berhubungan dengan teka-teki. Masih ingat cerita Harry Potter seri The Goblet of Fire yang adegan akhirnya berada di Maze. Dihadapkan dengan berbagai teka-teki dan bertemu dengan Voldemort. Taman bertema seperti ini juga mengingatkan saya pada cerita Secret Garden yang sebenarnya berupa Taman Rahasia dan bukan labirin. Hahahaha. 

Tapi tampaknya semua orang sepakat Maze selalu berarti teka-teki, atau dalam kata lain, it's an adventure! 

Di depan maze ada petugas yang menjual peta maze agar tidak tersesat. Petanya hanya seharga Rp 2.000 jadi akhirnya kami beli. Walaupun sebenarnya buat saya yang buta membaca peta, saya enggak begitu ngerti kita harus jalan ke arah mana karena petanya hanya berupa grafik. Karena begitu berada di maze, jalan lain dan posisi kita enggak terlalu kelihatan. Untungnya ada Papa yang bisa baca peta. Hihihihi.

Maze ini cantik, namun tanamannya tidak setinggi dan segelap maze yang suka ada di film atau cerita. Tanamannya cukup rapat namun tidak begitu tebal. Di awal perjalanan, jalannya dilapisi oleh pijakan-pijakan beton, namun semakin ke tengah hanya tanah dan rumput. Bahkan di beberapa tempat terdapat tanah becek. 

Si Bebe sampe berkali-kali bilang "So many muddy puddles, Mama." Karena sepatunya jadi kotor kena tanah becek. Hahahaha. "It's okay. It's an adventure!" Kata emaknya. Tapi tetep aja anaknya meringis. Hahahaha.

Nah, lihat petanya dulu ya biar enggak tersesat :D.

Akhirnya kami berhasil keluar dari maze dan menuju taman lainnya. Taman Mawar dan Taman Perancis letaknya bersebelahan. Tapi matahari sudah sangat terik jadi panasnya minta ampun. Selain itu memang taman ini luasnya minta ampun. Bocil juga udah kecapean jalan sampai minta digendong. 

Di bawah ini adalah semacam tunnel of flowers. It's so beautiful and romantic, isn't it? 

Bocil minta gendong karena capek jalan :D.

Sayangnya, walaupun cantik, this tunnel leads us to nowhere alias buntu. Hahahaha xD. Berhubung kaki udah pegel jalan jadinya nemu jalan buntu kayaknya tepok jidat ajah. Udah capek jalan akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Kami pulang lewat Taman Air dan ada batu-batu buatan untuk melompat kayak gini.

Bocil seneng banget lompatin batu-batu ini. Semacam adegan ulang Sophia The First :D.

Oiya, di Taman ini banyak sekali lho yang merawat tanamannya. Kita juga bisa melihat mereka bekerja mempercantik taman.



Seru sekali jalan-jalan di sini. Sedikit tips untuk jalan-jalan di TBN, selain jangan lupa pakai sepatu nyaman, bawalah tempat minum yang agak banyak isinya. Saya bawa tempat minum ukuran 480ml dan pas selesai udah tandas. Areanya luas dan saat tengah hari mataharinya cukup menyengat jadi pasti haus.

Lalu jangan lupa bawa payung. Saat panas, payung dibutuhkan untuk melindungi kita dari panas, dan saat hujan (dan ini sering kejadian di Puncak) kita juga bisa pakai. Terakhir, jangan lupa bawa kamera dan tripod atau tongsis. Sayang banget deh kalau ke sini enggak foto-foto.

Sekitar pukul 12 kami pulang dan berniat menuju Cimory sambil makan siang dan shalat di sana. Tapi ternyata arah bawah lagi di tutup dan kami pun stuck sampai 3 jam. Akhirnya Shalat di mushalla yang ada di sepanjang warung-warung di Puncak. Sampai Cimory Riverside sudah jam 3 sore. Cimory penuh banget dan waiting list. Tokonya pun penuh sekali. Akhirnya kami mutusin pulang ke Depok aja mumpung jalan ke bawah lagi dibuka.

Di jalan kami sama-sama mikir mau makan di mana. Perut udah keroncongan banget soalnya. Hubby nanya, "Kapan ya terakhir kita makan enak?" Dan kami langsung inget Gurame Goreng. Iyes, karena sama-sama orang sunda jadi gurame goreng tu kayak semacam comfort food buat kami. Hahahaha.
A photo posted by Mia Fauzia (@miafauzia_) on

A photo posted by Mia Fauzia (@miafauzia_) on

Tempe, sambel sama minumnya enggak kefoto karena udah kelaperan. Akhirnya jam 8 malam sampai di rumah. Cape banget tapi happy :).

Itu dia cerita short trip kami ke Taman Bunga Nusantara. Thanks for reading this post, Guys :). Wassalaamualaikum.

Wednesday, 22 April 2015

Shopious: Online Shopping is So Easy

Assalaamualaikum,

Temen-temen ada yang suka main Instagram apa enggak? Saya suka banget main Instagram. Saya suka dengan feed foto di Instagram, lebih menyenangkan untuk dilihat daripada feed tulisan di twitter.

Buat saya Instagram menjadi salah satu cara untuk sharing ide, cerita, trend, makanan, dan OOTD tentu saja. Hahahaha. Di Instagram, saya seringkali menemukan ide fashion dan mix and match pakaian. Kita bisa follow banyak seleb instagram, Online Shop yang keren, dan juga bisa cari ide di hashtag-nya. 

Jika saya punya item fashion yang saya bosan atau bingung cara mix and matchnya, saya bisa cari di hashtagnya. Misalnya cari di #ootdindo atau langsung saja tulis item fashionnya, #stripeshirt atau #turquoiseblazer. 

Hashtag juga bisa dipakai untuk membeli fashion item yang kita inginkan. Misalnya kita bisa ketik #cardigan , #samsunggalaxycase, atau #hijabhana dan kita akan menemukan banyak Online Shop yang menjual item tersebut. Gampang sekali bukan?

Sayangnya, sekarang pencarian dengan hashtag kurang ampuh lagi karena online shop sudah sangat banyak scrolling dan melihat satu per satu barang di layar handphone itu cukup melelahkan. Banyak juga online shop yang memasang hashtag produk yang sebenarnya bukan produk tersebut. Misalnya jika kita search #samsunggalaxycase , akan banyak foto casing iPhone yang juga muncul. Hehehehe.

Proses ini juga biasanya memakan waktu karena beberapa hal. Pertama, kadang online shops yang kita datangi ternyata akun instagramnya diprotect sehingga kita tidak bisa melihat isinya. Kedua, sebagai pembeli kita biasanya akan meneliti online shop tersebut terlebih dahulu. Apakah kira-kira online shop tersebut trusted seller atau bukan? Karena kita tahu banyak sekali penipuan di instagram. Jangan sampai deh kita ketipu sama akun olshop palsu *amit-amit ketok meja*

Ketiga, yang enggak kalah penting adalah memastikan (walaupun cuma lewat gambar), apakah produk yang dijualnya bagus. Apakah jahitannya bagus? Apakah garis bahunya melorot? Apakah bajunya kira-kira bakal kekecilan atau kebesaran? Pada akhirnya, membeli barang di instagram jadi agak rumit ya walaupun kita enggak perlu keluar rumah? Hahahaha.

Untungnya, sekarang ada website yang bisa bantu kita berbelanja di online shop di Instagram dan bisa mengeliminasi tiga langkah yang ribet di atas. Namanya Shopious

Misalnya, saya pingin banget beli long outer. Tahu kan akhir-akhir ini yang namanya Long Outer yang potongannya clean lagi nge-tren banget. Iyes, saya juga lagi suka banget sama fashion item yang satu ini. 


Me in Long Outer.

Jika saya ketik #long outer di Instagram, biasanya banyak juga foto yang keluar bukan produk yang saya cari. Ada fashion item lain yang sebenarnya bukan long outer.




Lalu saya coba cari di Shopious. 


Saat saya liat koleksinya, saya baru tahu bahwa ternyata Shopious mengintegrasikan banyak online shop di Instagram ke dalam satu website. Kabar baiknya lagi, Shopious sudah mengkurasi semua Online Shop yang memajang produk di websitenya dan online shop juga membayar sejumlah uang untuk beriklan di sini. Jadi Insya Allah online shop yang ada di Shopious terpercaya. Horee... saya enggak perlu terlalu detail mengecek validitas si online shop lagi.

Lalu saya coba cari fashion item yang saya cari, Long outer.

Kotak search ada di kanan atas.

Ini dia hasilnya. Wah senangnya, enggak ada lagi foto-foto barang yang ga ada hubungannya. Hasilnya beneran long outer semua. Tinggal saya pilih deh model yang saya mau.




Di halaman 1 mata saya langsung tertarik sama long outer yang satu ini. Jahitannya tampak rapi dan bagus :). 



Lalu saya klik ID instagram penjualnya, dan muncul halaman yang memberitahu ID LINE dan SMS dari akun online shop tersebut.


Dan di bawah keterangannya, juga muncul foto-foto dari feed Instagram online shop tersebut. Dari foto-fotonya saja kita bisa menilai tampaknya online shop ini terpercaya ya.



Selain mudah sekali mencari produk, di Shopious juga ada banyak sekali kategori lho. Dari produk pakaian, make up, jam tangan, bantal, sampai berbagai merk tas.



Mencari online shop jadi mudah banget ya pake Shopious. Online Shopping is so easy :).

Wassalaamualaikum.


Monday, 20 April 2015

Tentang Cinta Sepanjang Masa

Assalaamualaikum,

Minggu lalu saya mendapat kabar duka. Uwa Istri, istri dari Uwa (kakaknya Mamah), meninggal. 

Ceritanya beberapa waktu lalu Uwa dan Uwa Istri mengunjungi rumah sepupu saya. Suatu pagi Uwa Istri terjatuh setelah keluar dari kamar mandi. Anak-anaknya membawanya ke rumah sakit, namun tampaknya sudah tidak tertolong. Empat hari kemudian Uwa istri meninggal dan hari itu juga jenazahnya diantar ke peristirahatan terakhirnya di Ciamis. 

Saya cuma mendengar ceritanya melalui telepon dari Mamah. Mamah bercerita tentang saat terakhir Uwa dan Uwa istri. Dan mendengarnya saja rasanya enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mamah bercerita Uwa tampak terguncang. Namun saat ia membuka kafan, melihat wajah istrinya untuk terakhir kali, ia berkata,"Ya Allah, nyanggakeun. Abdi ikhlas." Saya pun ikutan nangis.

Iya, saya sedih sekaligus terharu. Setiap saudara di keluarga kami mengenal Uwa dan Uwa istri ini seperti pasangan yang enggak pernah terpisahkan. Walaupun sama-sama sudah sepuh, tapi pergi kemana pun selalu bersama. Dari cuma pergi dekat sampai ke rumah saudara jauh, selalu bersama. 

Banyak yang bilang makin tua, cinta itu enggak seperti cinta jaman pacaran. Cinta itu berubah jadi persahabatan yang dalam dan diisi dengan saling mengerti satu sama lain. Cinta juga berubah jadi tanggung jawab besar dalam memainkan peran masing-masing. Cinta enggak melulu tentang cinta yang kita rasakan waktu pertama kali jatuh cinta. 

Pikiran ini masih ada di kepala saya saat tiba-tiba video di bawah ini muncul di feed YouTube saya. Video talk show off air program Mata Najwa ini menghadirkan Habibie. Ini pertama kalinya saya melihat Habibie membicarakan cintanya pada Ainun secara langsung dan bukan dari buku. Nonton deh, lucu, inspiring banget dan bikin mewek :').




Tentulah yang paling saya ingat dari kisah cinta Habibie dan Ainun adalah saat buku dibuka oleh prolog Habibie sendiri. Mengenai pentingnya ia menulis buku mengenai Ainun agar bisa tetap rasional menghadapi kematian Ainun. Selain tentu saja kisah cinta mereka yang disampaikan dengan cara yang sederhana dan gamblang. 

Cinta mereka ada di rasa sabar, pengertian, kerja sampai jauh malam, hidup hemat, merawat anak-anak, dan yang paling penting, kehadiran mereka untuk satu sama lain. Selalu bersama, apa pun yang terjadi. 

Jika melihat cinta antara dua manusia yang bertahan sampai berpuluh tahun sampai keduanya dipisahkan kematian seperti ini, saya jadi berpikir cinta yang dirasakan saat pertama kali jatuh cinta itu ternyata adalah makna cinta yang sempit. Bahkan mungkin sangat sempit. Apalagi jika dikejar lagi dengan pertanyaan berikutnya, "Apa nanti di surga kita bisa berkumpul lagi ya?" 

Semoga kita semua bisa merasakan nikmatnya mencintai dan dicintai seperti itu ya :'). Aamiin.


Istrinya udah segala ekspresi. Suaminya ya gitu semua ekspresinya.
Hehehehe. I hope we can have that kind of love too ya, Hubby :').

Wassalaamualaikum.

Friday, 3 April 2015

[EF#13] Talking About Exercise


Assalaamualaikum,

Hi, Guys! Today is Friday, so it's time for English Friday. This friday topic is the sports we choose.

When I was a middle school/high school student, I lived in my home town Tasikmalaya. I love the ambience of the little town back then. The streets were less crowded, less motorcycles, and there were fresher air. 

I used to ride my bicycle everywhere, to go to my English lessons, Bimbel lessons, or some friends house. O yeah, I was in a pretty good shape back then. Hahahaha xD. 

When I finished high school, some of my wonderful teenage memories ended. And sadly, my cycling routines had come to an end too. I was accepted at Unpad and so I needed to move to Bandung/Jatinangor and lived in a boarding house (a.k.a ngekos). 

And there was my unhealthy lifestyle began. College is fun of course. Some of my best memories and dreams were built there. But the unhealthy lifestyle is something I couldn't change for some years. The junk foods, the late sleeps, too much coffees, and without any exercise. I spent 4,5 years living like that as a college student.

The next 5 years didn't get any better. I worked and lived in Jakarta. And as I worked I got more tired, I drank less water, I ate junk foods (because it's just easier, tasted good, and basically nobody cooked for me) and I drank more coffees (means more sugars). 

It's when I have my daughter I started to think about my unhealthy lifestyle. When I breastfed her, I got my normal weight back. It was AMAZING! But then I notice I gain more weight after the weaning. 

It's been two years now since the weaning and I drink less coffee and milk. I drink more water, vegetables (though many times I can't resist to have some guilty pleasures like a piece of cake, chocolate and Indomie!). I manage to cook my food with less salt and without MSG. 

So am I living a healthy lifestyle now? Err... Not so much as I wanted. Compared with the way I was, I do feel better now. But looking at my age now, I definitely must consider more about my health. 

It was when I won a writing competition and I spent some time in Puncak to do yoga with @penyogastar I began to feel the lift up of my spirit, the heat in my body, the joyful feeling of exercising I've never felt for so long.

So I began to do a simple yoga at home and walking/running as my exercise.

I began to walk or run in the morning in my neighbourhood. Walking/running in the morning as the sun's coming out like this photo is the best feeling.










And when I don't have time to walk or run, sometimes I do simple yoga at home.

 


I know it's not much of exercise. But just like what one of my friends said, "Exercise, though it is performed in the simplest way, at least it kept you from gaining more weight."

Yeah, maybe it's not the best exercise to get me in shape. But at least it kept me from gaining more weight and the best of all, I feel happier :).



You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...