Sunday, 28 June 2015

5 Tips Membeli Mobil dan Simulasi Kredit Kendaraan dari BCA

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau cerita tentang mobil. Bukaan, saya belum beli mobil baru kok. Tapi boleh lho kalo ada yang mau ngasih. Hahahaha xD *lalu digetok berjamaah*. Saya mau berbagi beberapa tips dalam membeli mobil baru. 

Ceritanya, dulu pertama kali Hubby sama saya beli mobil, mobilnya second. Waktu itu kami sudah menentukan sejumlah budget untuk membeli mobil dengan cara tunai supaya enggak dibebani cicilan. Menurut beberapa orang yang kami percayai, ada keuntungan membeli mobil second.  Katanya, kalau kita pinter milihnya, untuk budget katakanlah 115 juta, kita bisa mendapatkan mobil dengan spesifikasi lebih bagus dibandingkan dengan mobil baru yang dijual pada harga tersebut di pasaran. 

Hm, masuk akal juga ya? Apalagi waktu itu mobil-mobil LCGC belum tersedia di pasaran. Akhirnya setelah survey kami pun menjatuhkan pilihan pada sebuah Honda Jazz warna hitam. Harganya masuk di budget dan modelnya pun cakep. 

Tapi yang namanya mobil second memang perawatannya harus lebih telaten rupanya daripada mobil baru. Kami mengalami momen-momen servis mobil yang akhirnya dengan sedikit bercanda kami sebut, mobilnya 'jajan'. Hahahaha... Soalnya setiap bulan ada saja yang harus diservis. Dari mulai ganti ban, rumah kunci yang tiba-tiba stuck, central lock rusak, servis dengan biaya besar, sampai kemudian overheat karena salah pilih bengkel. 

Jadi niatan kami supaya ga menanggung beban cicilan ga begitu tercapai juga karena mobilnya juga 'jajan' hampir tiap bulan. Hahahaha xD. Untungnya, mobilnya belum balik nama. Jadi sebelum berakhir masa nomor kendaraannya, kami putuskan untuk menjualnya dan membeli mobil baru. 

Hubby cerita, salah satu engineer senior di kantornya menasihatkan untuk mengganti mobil setiap 5 tahun sekali. Pertimbangannya, dalam kurun waktu beberapa tahun pertama biasanya mobil masih bergaransi dan biaya perawatannya pun minim. Jadi alih-alih mengeluarkan uang untuk mobil yang 'jajan', anggarannya bisa kita alihkan pada cicilan mobil. 

Iya sih bener juga ya. Kami sudah pernah tahu gimana rasanya punya mobil beli second dan membeli baru. Udah pernah juga merasakan enaknya mobil dilindungi oleh asuransi dan garansi kendaraan. Kalau dipikir-pikir, enggak heran juga kan kalo penjualan mobil bagus terus.

Saat ini kan banyak pasangan muda yang membeli rumah di pinggiran kota Jakarta. Mereka memilih kota-kota tersebut untuk tinggal dan membangun keluarga. Tentu pertimbangannya karena di Jakarta harga rumah sudah sangat mahal, sementara di kota-kota tersebut kita bisa mendapatkan rumah yang luasnya lebih besar dan masih bisa ditempuh dalam waktu yang acceptable. 

Alasan ini juga tampaknya yang membikin angka penjualan mobil jadi tinggi di daerah pinggiran Jakarta. Iya, keluarga-keluarga muda ini kan memulai hidup baru. Secara finansial, setelah mereka punya  rumah, rata-rata mereka akan membeli mobil. Mobil diperlukan untuk mengantar jemput anak, belanja, atau sekedar jalan-jalan ke mall. Mobil juga jadi alternatif yang menyenangkan saat harus mudik mengunjungi orang tua di luar kota setiap bulan. Karena kalo bawa mobil, bawa anak biasanya lebih tenang. Ibu bisa menyusui dengan nyaman. Anak-anak bisa tidur, atau nangis teriak-teriak tapi ibunya ga perlu malu diliatin orang. Hahahahaha *I've been there*.

Mobil juga bikin kita gampang kalo mau traveling sehari. Dalam waktu seharian, kita bisa main-main ke Puncak, ke Bandung, atau ke Ancol. Dengan segala kemudahan memiliki mobil, wajar banyak yang memilih mobil untuk moda transportasi. Di sisi lain meningkatnya penjualan mobil juga  bisa menciptakan ruang kreatif untuk industri lain seperti industri sparepart serta menyerap tenaga kerja.

Tapi yang namanya beli mobil, tentu banyak sekali yang harus dipikirkan. Ada beberapa tips ala-ala Mommy's Life & Style. Di antaranya,

1. Cari Tahu Kebutuhan Kita
Sebelum beli mobil baiknya kita memperhatikan kebutuhan kita itu apa saja. Misalnya saja kita masih keluarga kecil, anak baru satu atau dua, tanpa baby sitter, mungkin kita bakal cocok memiliki mobil kecil. Tapi jika kita misalnya sudah punya anak dua, perlu bawa baby sitter setiap pergi keluar, atau kadang juga harus ada acara keluarga setiap weekend, mungkin kita akan lebih cocok punya mobil keluarga.
Perhatikan juga rutinitas kita setiap hari. Jika kita terbiasa menembus kemacetan di tengah kota, mungkin city car akan lebih cocok. City car sangat hemat bahan bakar dan lebih lincah menembus macet. Namun jika kita sering lewat daerah banjir, mungkin yang paling cocok adalah mobil SUV ya. Hehehehe.
Faktor kebutuhan ini juga mencakup dengan ketersediaan garasi. Sebisa mungkin kita memiliki garasi yang sesuai dengan mobil yang ingin kita miliki.

2. Budget
Budget harus selalu kita sesuaikan dengan kebutuhan. Sebisa mungkin kita membeli mobil yang dapat mengakomodasi kebutuhan namun sesuai dengan budget. Iya dong, jangan sampai kita beli mobil tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan kita. Tapi juga jangan beli mobil yang kita butuh tapi keberatan sama cicilannya setiap bulan dan mengganggu kita secara finansial. No way! 

3. Mobil Baru Atau Mobil Second?
Kalau menurut saya, ini balik lagi pilihannya ke masing-masing. Orang yang tahu banyak tentang mobil biasanya nyaman-nyaman saja dengan mobil second karena sudah tahu cara memilih mobil yang kondisinya bagus. Apalagi dalam budget tertentu kita bisa mendapatkan mobil dengan spesifikasi lebih bagus dibandingkan mobil baru.
Namun mungkin buat orang seperti saya yang enggak ngerti mobil, membeli mobil baru rasanya lebih tenang karena tahu historinya dari awal pembelian. Mobil baru juga masih ada garansi pabrik, jadi kalau ada apa-apa terjadi, kita tidak perlu mengeluarkan uang.

4. Cash atau Kredit?
Jika ada uang lebih, tidak ada salahnya membeli mobil secara tunai. Tapi jika saya membandingkan harga dan cicilannya, bisa dibilang beli kredit lebih enak. Kenapa? Karena Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) biasanya sudah termasuk paket asuransi. Kalau terjadi sesuatu yang buruk, kita tinggal klaim. Kalau beli cash, kita harus membeli asuransinya secara terpisah. Selain itu, jumlah cicilan pada KKB juga biasanya sudah ditentukan di muka. Jadi tidak perlu takut jumlahnya akan menjadi tidak terkontrol karena suku bunga naik.

5. Pilih-Pilih Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)
Sekarang sudah banyak sekali Lembaga Keuangan yang menawarkan KKB. Setiap sales mobil biasanya sudah punya beberapa opsi perusahaan finance apa saja yang bekerja sama dengan mereka. Namun beberapa hari lalu saya mendapatkan info mengenai Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA dan BCA Finance yang cukup menggiurkan. 

Kenapa? Karena kalau kita beli 1 mobil pake Kredit Mobil BCA, kita punya kesempatan buat memenangkan 3 mobil lagi! Wiih.. ngiler sayah xD.

Program KKB dengan undian berhadiah ini dinamakan Kredit Keren Banget. 

Sumber: www.kreditkerenbanget.com
Jika kita menjadi nasabah KKB BCA dan BCA Finance, baik untuk membeli kendaraan baru atau bekas, berkesempatan untuk memenangkan satu dari total 16 unit mobil. Ada Suzuki Ertiga, Toyota Yaris, Honda Jazz, Daihatsu Xenia, Nissan March, Ford Ecosport, dan berbagai mobil merk lainnya. 

Untuk mendapatkan peluang ini, kita cukup membayar cicilan dengan metode autodebet melalui KKB BCA atau BCA Finance dan memiliki minimum saldo rata-rata bulanan sebesar Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) dihitung sejak realisasi kredit sampai 30 November 2015. 

Enak juga ya, kita bisa sambil nyicil sambil berpeluang dapat hadiah mobil juga. Jadi bisa dapat mobil untuk keluarga, dan kalo menang bisa dapat mobil juga kan buat istrinya :P. Hihihihi. Kalau dipikir-pikir kita juga nabung seringnya enggak diapa-apain juga. Mendingan sambil nabung bisa sekalian dapet hadiah.

Di www.kreditkerenbanget.com juga ada simulator untuk menghitung jumlah cicilan kita lho. Jadi kita bisa perhitungkan jumlah cicilan kita langsung dari Kredit Mobil BCA. Yuk  kita cobain simulator cicilan KKB-nya :).

Di bawah ini saya mencoba simulatornya dengan asumsi saya akan membeli mobil MPV Mobilio untuk keluarga seharga Rp 200.000.000. Saya kira-kira DP-nya Rp 100.000.000 atau sebanyak 50%.


Simulator ini bisa dibuka lewat mobile phone juga lho.
Jadi kalau lagi di mal liat mobil kece,
kita bisa langsung hitung deh cicilannya berapa :D.

Ini dia hasilnya,



Kita tinggal milih mobil yang kita mau disesuaikan dengan finansial kita deh. Jadi enggak perlu lama untuk mengira-ngira jumlah cicilan kan :). Suku bunganya juga cukup menarik lho,



Kalau Teman-Teman lagi pengen beli kendaraan, boleh nih dicobain Kredit Mobil BCA. Ga cuma nyicil mobil sendiri, tapi juga punya kesempatan memenangkan mobil lagi! Untuk info lebih lanjut, Temen-Temen bisa like Fanpage-nya di Facebook  atau follow twitternya, @BizGuideBCA

Buruan ya! Program ini hanya berlangsung pada periode 1 Mei sampai 30 Oktober 2015 saja :D.

Wassalaamualaikum.

Saturday, 27 June 2015

Siaran Tarawih dari Masjidil Haram

Assalaamualaikum,

Alhamdulillah kita sudah sekitar 11 hari puasa Ramadhan. Mendekati pertengahan Ramadhan ini enggak terlalu riweuh pengen makan ini itu. Hehehe... Alhamdulillah mulai sangat terasa nikmatnya bulan Ramadhan. 

Si Bebe suka ikut-ikutan bangun sahur, dan kalau ditanya puasa atau engga dia jawabnya, "Iya." tapi sambil ngunyah makanan. Hahahaha. Bebe juga suka ikut tarawih di mesjid dan seneng banget karena banyak temennya. Walaupun kebanyakan ga ikutan sholat dan malah lari-lari sama teman-temannya atau naik ke punggung Mama atau Papanya, saya bersyukur tarawih sudah menjadi aktivitas menyenangkan buat dia sekarang. 

Ngomong-ngomong tentang bulan Ramadhan dan tarawih, saya selalu teringat kebiasaan Mamah saya saat bulan Ramadhan dulu. Semenjak pulang Haji bersama Papap, beliau biasanya bangun tengah malam dan menyalakan televisi, menonton siaran langsung shalat tarawih dari Masjidil Haram. "Kangen," katanya. Kadang saat tadarus pun Mamah memilih spot di ruang tamu depan di mana beliau memasang gambar besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kadang berdzikir sambil memandangi gambar-gambar tersebut. Tanpa ditanya pun saya tahu Mamah akan menjawab dengan kata yang sama, kangen.

Dulu saya enggak begitu mengerti perasaan Mamah itu. Sampai saya dan Hubby berangkat Umrah pada 2010 (saya pernah tulis di sini, di sini, dan di sini). Jadi tahu rasanya kangen pengen kembali lagi itu kayak gimana. Dan memang saat Ramadhan itu jadi momen bahagia karena bisa nonton siaran tarawih dari Masjidil Haram. Ka'bah, suara bacaan Imam, heningnya, suasana mesjidnya, bikin kangen sekali T_T. Lewat videonya saya juga bisa melihat banyak perubahan dan perluasan dari Masjidil Haram dibandingkan 5 tahun lalu. Alhamdulillah bisa sedikit melepas rindu.

Entahlah sekarang siaran shalat tarawih ada di stasiun TV mana. Sepertinya tahun kemarin masih ada tapi hanya diputar di salah satu TV Kabel lokal. Tahun ini saya hanya nonton lewat Youtube. Buat mentemen yang mau nonton siaran langsung tarawih dari Masjidil Haram ada banyak channel yang bisa difollow, diantaranya Haramain Taraweeh di bawah ini.




Selamat berpuasa ya, Mentemen. Semoga Ramadhan tahun ini kita menjadi manusia lebih baik daripada sebelumnya. Aamiin... 

Wassalaamualaikum.

Sunday, 21 June 2015

Bloggers di Era Broadband: Welcoming Smartfren Andromax #Go4GReady

Assalaamualaikum,

Temen-temen pernah enggak sih wondering kalau beberapa tahun terakhir ini banyak sekali orang yang terkenal karena video-videonya di YouTube atau instagram? Sebut saja akun @sakayuv , anak SMA yang bikin video-video kocak 15 detik tentang kehidupan sekolah di SMA. Atau @aronashab yang terkenal gara-gara video-video lucunya di instagram dan bisa mencapai cita-citanya jadi penyanyi dan bahkan jadi bintang sinetron.

YouTube juga tampaknya sudah memiliki banyak peminat. Terbukti dengan munculnya banyak film-film pendek yang jumlah penontonnya cukup banyak, dari serial AADC sampai serial islami. Di YouTube kita juga kita mulai bisa menemukan banyak channel lokal dari tutorial memasak sampai tutorial make up. Memang jumlah Vlogger di Indonesia belum sebanyak dari luar negeri sih, tapi saya pikir ke depannya YouTube akan jadi cukup menarik. 

Sekarang banyak musisi yang meluncurkan video klip mereka di YouTube lho, ketimbang di TV. YouTube juga dilirik oleh banyak brand untuk memasang iklan atau melakukan campaign. Enggak tanggung-tanggung mereka mendapuk artis-artis besar untuk berakting. Beberapa stasiun televisi juga mulai merekam acara talkshow dan beritanya dan ternyata memang peminatnya memang besar.

Saya pun termasuk orang yang biasa mengikuti perkembangan lewat YouTube. Di YouTube saya bisa menemukan tutorial memasak, tutorial hijab, fashion, review make-up, review teknologi, sampai berbagai talkshow yang seringnya saya tidak pernah tonton di TV. 

Makanya saya excited saat mendapatkan undangan #BloggerAndromax Gathering bersama Smartfren. Karena seperti yang kita ketahui, sekitar satu minggu sebelumnya Smartfren baru saja meluncurkan seri smartphone terbaru, Andromax 4G LTE, yang fiturnya sudah #Go4GReady . Menarik sekali mengingat 4G akan membuat internetan jadi semakin kencang dan otomatis bikin upload dan download video lebih cepat. 

Acara blogger gathering ini diadakan pada 14 Juni lalu di Tartine FX, Sudirman yang menghadirkan Founder dari Idblognetwork, Kukuh T. Wicaksono serta Marcomm Social Media dan Digital Smartfren Indonesia, Seno Pramuadji.

Mas Kukuh berbagi mengenai peran blogger di era broadband.

Mas Kukuh berbagi dengan para blogger mengenai peran mereka di era broadband. Menurutnya, blogger bisa menjadi profesi yang sangat menghasilkan. 

Jika kita melihat pada era tahun 2000-2004, saat itu friendster dan multiply mulai berkembang. Kemudian sekitar tahun 2008 Facebook mulai populer menggantikan friendster. Disusul oleh munculnya micro blogging yang sangat populer, twitter.

Pada sekitar tahun 2010-an, trend social media dan divisi digital mulai menjadi perhatian Brand-Brand yang ingin melakukan marketing produk mereka. Lalu belakangan jenis social media lain seperti instagram, pinterest, dan Path juga menjadi populer. Tahun ini, Mas Kukuh memprediksi bahwa tren video di YouTube, Vine dan Instagram akan menjadi sangat populer.

Tentu saja ini membuat tuntutan bagi para Blogger yang ingin jadi Blogger Profesional tambah banyak xD. Iyes, sekarang kita udah masuk era broadband, Sist. Jadi Blogger harus bisa main di banyak platform social media dan pandai membuat banyak konten juga.

Kabar baiknya, siapa saja bisa jadi Blogger Profesional. Namun tentu saja ada caranya. Berikut ini beberapa di antaranya,
1. Punya kemampuan story telling yang natural.
2. Memproduksi konten berkualitas (tulisan, gambar, audio, video).
3. Mengetahui tren dan buat konten mengikuti tren tersebut .
4. Memahami komunikasi interaktif di dunia digital.
5. Memahami bagaimana measurement terhadap dunia digital bekerja (SEO, conversion rate, unique visitor, dll).
6. Relasi yang baik dengan klien.

Phew! Kayaknya easier to be said than done yah *elap keringet. Hahahaha. 

Menurut Mas Kukuh, digital ad spending Brand di Indonesia masih termasuk rendah, hanya sekitar 10%. Namun demikian, dari diskusinya saya jadi berpikir mungkin ke depannya trennya akan terus naik. Mengapa?

Karena kemudian di sesi lain Mas Seno Pramuadji menyebutkan bahwa sebenarnya digital ad ini menarik. Digital ad di social media itu bisa diukur. Apalagi sekarang banyak brand yang mulai membuat akun media sosial. Masyarakat juga lebih senang komplain di twitter ketimbang mengangkat telepon dan menunggu mendapatkan antrian untuk bisa bicara dengan operator. Jadi tampaknya tren penggunaan dan kebutuhan akan internet bakal naik terus, bukan?

Ini merupakan kabar baik untuk para blogger yang ingin menjadi Blogger Profesional, namun tentu saja ini pun harus dibarengi dengan kualitas kecepatan internet yang memadai. Karena tanpa kecepatan internet yang memadai, masyarakat yang menjadi pembaca atau viewers kita akan kesulitan mengakses konten yang kita buat. 

Menurut survey pada tahun 2014, rata-rata kecepatan internet kita masih 2.5Mbps, jauh tertinggal dibandingkan Korea Selatan yang kecepatannya sudah mencapai 24.6Mbps. Logikanya, kalau internet makin cepat, maka masyarakat yang mengakses internet akan lebih banyak.

Untuk masa depan internet yang lebih cepat inilah, kini muncul teknologi yang disebut 4G LTE. LTE disebut-sebut akan menjadi jaringan nirkabel tercepat sebagai penerus jaringan 3G. 

Untuk menghadapi tantangan ini, maka Smartfren melakukan #Go4GReady dengan meluncurkan 5 smartphone yang sudah mampu beroperasi di jaringan 4G, yaitu Andromax R, Andromax Q, Andromax Qi, Andromax Ec, dan Andromax Es. Kelima gadget yang sudah ini adalah smartphone Andromax 4G Ready pertama di pasar Indonesia yang dibanderol dari harga Rp 999.000 sampai Rp 1.599.000 saja! Wow, harganya acceptable banget yah. 

Semua seri Andromax 4G LTE telah dilengkapi dengan Android OS 5 Lollipop. Kita juga bisa memilih berdasarkan fitur yang kita inginkan. Ada Cyanogen untuk Andromax Q, Front LED Flash untuk Andromax R dan E, Front Camera Wide Angle untuk  Andromax Ec dan Es. Kalo saya sih, dari kesemuanya naksirnya sama Andromax R. Karena sudah dual flash untuk kamera depan dan kamera belakang. Dengan kamera belakang 8MP dan kamera depan 5MP, harganya sangat acceptable banget. Sudah 4G Ready pula! :D 


Oiya, meski meluncurkan smartphone yang #Go4GReady, para pengguna smartfren yang masih menggunakan teknologi CDMA dan EVDO tidak perlu khawatir. Karena teknologi dan pelayanan CDMA dan EVDO masih berjalan normal seperti biasa.

Setelah acara talkshow selesai, kami para blogger diajak menuju booth Smartfren di Indonesia Cellular Show (ICS) di JCC untuk menyaksikan dan melihat secara langsung produk-produknya Smartfren terbaru ini. Tapi sebelum itu, kami foto-foto dulu dong :D.


Foto bersama para Pembicara dan para Bloggers.


Sebelum pergi ke JCC, kita coffee break dulu, yuk.

Sekitar pukul 14.30 kami mengunjungi booth Smartfren di JCC. Boothnya megah ya, Bok.

Foto bareng Oline di depan booth Smartfren.

Nah, di sini saya akhirnya ketemu sama smartphone yang saya taksir, Andromax R.

Kamera depannya 5MP.



Kamera depan ada autofocusnya juga.



Jadi asyik nonton YouTube.

Mejeng sama blogger-blogger keceh.

Terima kasih, Smartfren! Acaranya seru banget. Selamat datang teknologi 4G LTE! #Go4GReady !

Wassalaamualaikum.

Friday, 19 June 2015

Inspiring Woman: Utami Mariam Siti Aisyah

Assalaamualaikum,

Beberapa bulan lalu kita dikejutkan dengan berita mengenai meninggalnya pelawak dan juga tokoh yang sangat memotivasi, Pepeng. Sekitar tahun 2013 saya pernah menulis mengenai Mas Pepeng di sini. Saya kagum dengan daya hidupnya yang besar meski dalam kondisi sakit akibat Multiple Sclerosis yang membuat sebagian besar tubuhnya lumpuh. 

Baru sekitar beberapa hari kemudian saya menemukan video di feed YouTube saya yang diupload oleh salah satu channel yang saya ikuti, Fimela Network. Video ini baru saja diupload, namun tampaknya diambil sekitar dua tahunan yang lalu. Karena banyak berita menyebutkan Pepeng sakit selama 10 tahun, namun di video ini Mba Utami Mariam, istri Pepeng, menyebutnya sakit selama 8 tahun. Jadi saya menyimpulkan mungkin video ini diambil sekitar dua tahun lalu.

Video ini bukan mengenai Pepeng, tapi mengenai keteguhan seorang istri yang mendorong daya hidup suaminya yang ada dalam keadaan sakit. Ini kali pertama saya melihat istri Mas Pepeng di media. Utami Mariam Siti Aisyah, nama lengkapnya, ternyata seorang perempuan kuat yang talkative, modern, enak diajak bicara, bijak dan tampaknya juga sangat berwawasan.

Saya tersentuh saat ia berkata bahwa tentu saja dia suka belanja, suka tas dan lain-lain. Tapi Tuhan tampaknya membuat menggeser prioritasnya saat ini. I stopped everything, katanya. Ia pun menyebutkan bahwa Pepeng sepertinya adalah seorang sahabat baik yang diberikan Tuhan untuknya. Dan ia sangat bersyukur, because when we get older, sulit sekali menemukan sahabat baik.

Dan saat ditanya mengenai apa yang ia rasakan saat merawat Pepeng, Utami berkata, "It's my honor. " 

DHEG! Duh beneran deh, liat Mba Utami ini saya ngerasa ga ada apa-apanya. Ihiks. Makasih banyak ya Mba Tami sudah berbagi. You really inspire me in so many ways. 

Memang benar ya. Di balik laki-laki yang besar, selalu ada perempuan yang mendorong kekuatannya. Saya enggak bisa menjelaskannya dengan baik di sini. Jadi ditonton saja ya videonya. Semoga bisa menginspirasi kita semua dan membuat kita lebih semangat menjalani hidup serta menjalani mimpi-mimpi kita. 

Seperti kutipan yang saya suka dari Pepeng,

"Kehidupan Tidak Berhenti 
Selama Hati dan Pikiran Belum Mati."
-Pepeng





Selamat berakhir pekan, Teman-Teman! :)
Wassalaamualaikum.

Wednesday, 10 June 2015

Kuliner di Tasik: Dari Bakso sampai Surabi Oncom

Pagi itu waktu sudah menunjukkan pukul 04.40. Adzan Shubuh baru saja berkumandang saat kami selesai memasukkan koper beserta sedikit makanan dan minuman ke dalam mobil. Saya, Hubby dan si Bebe bersiap mudik ke kampung halaman saya, Tasikmalaya.

Tulisan ini adalah cerita kami mudik setiap bulan sekali ke Tasikmalaya. Sebelum mudik, sehari sebelumnya, saya biasanya nyetir dari rumah, jemput Hubby di kantor. Lalu gantian Hubby yang nyetir dari Jakarta menuju Bandung. Biasanya sekitar pukul 19.30 kami sudah sampai di Bandung kalau jalanannya cukup lancar. Lalu kami mampir di rumah Orang Tua Hubby dulu di Bandung sekalian makan malam. 

Setelah istirahat sebentar dan lepas rindu sama orang tua, sekitar pukul 21.00 kami menuju rumah kami di Cimahi untuk tidur dan istirahat. Baru esok paginya kami siap-siap pergi ke Tasik. 

Biasanya kami pergi tidak lama setelah Shubuh. Saya suka wangi udara pagi hari. Segar. Sepanjang jalan pun masih bisa buka kaca jendela dan merasakan hawa yang dingin. Maklumlah kalau di Jakarta kan mandi subuh aja kayaknya enggak ada dingin-dinginnya. Hahahaha :P.

Berangkat pagi juga salah satu antisipasi kemacetan di daerah Rancaekek yang terdapat pabrik-pabrik tekstil dan biasanya ada pasar tumpah. Kalau pergi terlalu siang, daerah ini macet luar biasa. 

Sekitar pukul enam biasanya kami sudah sampai di turunan Nagrek. Dan kami akan memilih jalur lewat Garut, bukan lewat Ciawi. Kalau masih pagi begini, banyak pemandangan cantik yang bisa dilihat.

Selamat Pagi! :)

Jalanan pun masih lengang. 

Mataharinya baru saja muncul.

Sejak tinggal di Jakarta, saya jadi kangen banget ngeliat pemandangan sawah yang cantik begini. Maklumlah di belakang rumah di Tasik terbentang sawah yang luas sekali sampai ujung bukit. Di Jakarta pemandangan begini jarang banget bisa saya nikmati.







Sekitar pukul 8 atau 9 pagi, biasanya kami sudah sampai di Tasik. Dan yang paling saya suka tentu saja nongkrong di atas kolam belakang rumah sambil ngobrol. Hahahaha :D. 

So happy to be home :).
Di atas kolam, kami punya sebentuk platform yang cukup luas terbuat dari bambu. Orang Sunda menyebutnya bagbagan. Bagbagan ini yang biasanya kami duduki di atas kolam. Kalau masih pagi, biasanya bagbagannya basah.


Kerap kali orang bertanya pada saya, "Mi, kalau di Tasik makanan khasnya apa?" Lalu saya biasanya otomatis menjawab, "Baso Tasik!" Hahaha :D.

Sebagai orang yang dibesarkan di Tasik, saya bisa bilang Mie Baso Tasik itu paling enak yang pernah saya cobain. Selama 5 tahun tinggal di Bandung, dan 7 tahun tinggal di Jakarta, kayaknya saya belum pernah menemukan rasa mie bakso seenak di Tasik. Ada sih satu yang enak yang saya cobain di Bandung di salah satu kafe. Tapi nama menunya Bakmi Tasik xD. Bahkan Hubby yang asli orang Bandung aja mengakui lho kalo baso tasik itu memang enak dan berbeda.

Saya bersyukur saya besar di era 90-an. Meskipun Tasik saat itu sudah termasuk kota administratif yang dikenal, namun kami tidak mengenal yang namanya mall. Pertokoan yang cukup besar letaknya di Jl. K.H. Zainal Mustofa, termasuk salah satu ritel terbesar di Jawa Barat. Tapi yang namanya mall itu tidak ada. Mungkin karena itu pula kami lebih menikmati makanan di luar pertokoan besar. 

Kami menikmati makan bakso di toko-toko kecil penjual bakso, antri berdiri untuk mendapatkan semangkuk bubur ayam enak, antri untuk membeli martabak favorit, dan menghapal tempat atau jam mangkal tukang jajanan. 

Iya, saya sama adik sampai hapal jam berapa tukang cilok Popeye lewat. Kadang sampai ditungguin di depan rumah. Kami juga suka nungguin Baso Aci Mang Iding lewat. Namun sayangnya Mang Iding sudah tutup usia sekarang. Jadi kami enggak bisa nikmatin basonya lagi.

Selain enak, harga makanan-makanan ini ramah banget di kantong. Sisi positifnya lagi,  distribusi uang pun langsung masuk ke pengusaha-pengusaha makanan lokal. Kita bisa ikut serta memajukan industri makanan di tingkat daerah. Oke kan?

Seperti biasa, kalau mudik saya punya segambreng wishlist untuk wisata kuliner. 


Mie Baso Golosor Haji Oding



Mie Baso ini letaknya di Pasar Pancasila. Basonya termasuk unik karena mie-nya dicampur dengan mie golosor. Mie golosor itu mie yang dijadikan bahan pembuatan kerupuk kuning, jadi rasanya seperti kerupuk basah :D. Baksonya bisa pilih yang kecil atau besar. Tapi saya lebih suka bakso yang berukuran kecil.

Semangkuk bakso campur harganya hanya Rp 12.000 saja. Bisa ditambah babat atau ceker ayam dan paling nambah sekitar Rp 2.000 sampai 5.000. 

Mie Baso Haji Oding ini yang paling enak bakso dan kuahnya. Untuk penggemar bakso yang tidak terlalu suka bau gajih dari daging sapi, ini pilihannya tepat. Kuahnya ringan dan lebih segar karena ditambahkan potongan ketimun. 

Yang paling istimewa kalau makan bakso Tasik adalah saos bawang yang jarang sekali ditemukan di kota lain. Aromanya khas dan rasanya pedas. Jadi kalau makan bakso tasik, jangan lupa saosnya juga dicoba yah.

Oiya, yang paling istimewa kalau makan bakso Tasik, kita duduk langsung disediakan minum teh panas. Gratis! Di mana pun sama gratis. Makan bakso di Tasik itu enggak lengkap lho tanpa teh panas. Kita bisa makan bakso sampai kepedesan banget, tapi pas minum teh panas, rasa pedas di mulut itu lebih cepat menghilang ketimbang minum air es. Cobain deh! :D


Mie Baso Mas Jaro




Mie Baso Mas Jaro ini sudah lama banget ada di Tasik. Walaupun Tasik terletak di Pasundan, ada beberapa tempat makan bakso yang menggunakan kata "Mas" karena memang penjualnya orang Jawa. Baksonya juga enak lho. Salah satu yang saya suka adalah Baso Mas Jaro ini. Letaknya di arah Pasar Pancasila juga. Harganya pun sama, Rp 12.000 saja semangkuk.

Kalau kita makan bakso di Tasik, kita bisa pilih dua cara makan. Pakai kuah atau yamin. Yamin adalah cara makan bakso yang bumbunya langsung diracik dan dicampur dengan mie. Kadang kuahnya dipisah di mangkuk lain, tapi kadang tidak pakai kuah sama sekali. Jadi mau makan di tempat jual bakso manapun di Tasik, kedua menu ini selalu tersedia. 

Khusus untuk bakso Mas Jaro ini saya lebih suka mie yamin. Mie-nya enak. Kalau makan di sini, si Bebe biasanya makan mie-nya aja sama kecap karena rasanya memang enak. :D . Untuk basonya saya lebih suka baso yang kecil karena isinya banyak. 

Ada satu hal lagi yang istimewa dari Baso Tasik. Dimana pun kita beli baso, kita bisa pilih mau satu porsi atau setengah porsi saja. Jadi kalau kita enggak begitu lapar, atau ajak anak-anak kita bisa pilih untuk memesan setengah porsi saja. 

Selain dua tempat ini, masih ada bakso Sari Rasa di Jl. Empang, Bakso Sari Raos di Jl. Siliwangi, Bakso Mang Komar di dekat Kantor Pos, dan ada beberapa bakso lain yang letaknya agak masuk ke dalam daerah pemukiman jadi sulit dijelaskan xD. 

Pokoknya, kalo Teman-Teman lagi lewat kota ini, cobalah mampir di tempat baksonya yang recommended. Baksonya enak-enak! Hehehe.


Surabi Oncom

Kalau makanan ini sih enggak perlu jauh-jauh nyarinya. Di depan rumah di Tasik tetangga kami jualan surabi oncom setiap pagi. Surabi adalah makanan tradisional yang adonannya dibuat dari campuran tepung beras dan kelapa. Campurannya kemudian dibakar di atas pinggan kecil khusus dari tanah liat dan dibakar di atas bara api.

Jadi kalau subuh biasanya Papap (Ayah saya) solat di mesjid dekat rumah. Pulangnya sambil lewat suka beliin Surabi oncom ini. Surabinya masih hangat dibungkus kertas koran.

Selain rasanya memang enak, saya seneng dibeliin makanan sama Papap. Jadi inget masa kecil :').

Mangga surabinya... :D.

Cilok

Cilok adalah makanan tradisional sunda. Cilok adalah kependekan dari aci dicolok. Makanan ini memang terbuat dari adonan aci (tepung sagu) dan sedikit terigu. Di tengahnya biasanya diisi daging sapi atau abon. 

Cilok bisa dinikmati dengan saus kacang atau saus sambal. Kalau saya sih senengnya saus sambal plus kecap. Pedas dan enak. Cilok ini paling enak saya temukan di Tasik dan di Bandung. Cilok biasanya dijual abang-abang dengan gerobak dorong. 


Jajanan masa kecil :p.

Di mana mencari cilok yang enak? Jawabannya, di depan sekolah. Hahahaha. Hampir di setiap sekolah selalu ada penjual cilok. Selain itu, cilok juga biasanya ada di keramaian di depan pertokoan Jl. K.H. Zainal Mustofa.


Pepes Nasi Ayam Bikinan Mamah

Pepes nasi bikinan Mamah.

Terakhir dan paling saya kangenin adalah pepes nasi bikinan Mamah di rumah. Sehari sebelum kami pulang ke Jakarta, Mamah biasanya bikin kami Pepes Nasi Ayam buat bekal di jalan dan untuk buah tangan buat orangtua Hubby di Bandung.

Pepes nasi ini rasanya kayak cinta. Hahahaha :D. Iya, karena dibekalin makanan sama orang tua itu rasanya ga bisa diceritain. Rasa spesial yang dibikin khusus sama orang tua buat kita anaknya. Memang enggak ada yang bisa ngalahin makanan yang dibikin sama ibu sendiri, bukan? And that is what I called, The Taste of Home :).

Wassalaamualaikum.

Wednesday, 3 June 2015

Make-Up Review: Seri Perawatan Gizi Super Cream

Assalaamualaikum,

Sekitar dua minggu lalu saya mendapatkan serangkaian produk Gizi Super Cream untuk direview. Saya senang juga bisa mendapatkan produk ini, karena jaman kuliah dulu, salah satu teman dekat saya pakai produk ini. Dulu masih kemasannya masih dalam jar, dan saya ingat sekali di iklannya dulu bahan efektifnya katanya dari buah bligo. 

Kata temen saya, dia biasa pakai krim itu sebelum tidur saat kulit wajahnya lagi dalam kondisi ga bagus. Saya sih dulu belum pernah coba juga, karena memang jaman kuliah itu saya enggak rajin merawat wajah.

Ternyata saya baru tahu, Gizi Super Cream ini sudah ada sejak tahun 1972. Artinya, usianya sudah 40 tahun. Dengan pengalaman selama itu, produk ini tetap mempertahankan bahan-bahan alami tradisionalnya namun menggabungkannya dengan teknologi mutakhir. 

Menurut informasi produknya, Gizi super cream masih mengandung 7 bahan alami tradisional (Seaweed, Aloe Vera, Lime, Papaya, Rice, Bligo, dan Soya Bean) namun sekarang diproduksi dengan teknologi Nano. Teknologi Nano memungkinkan produk ini terserap secara cepat ke dalam permukaan kulit. Dan yang paling penting, krim ini halal.


Rangkaian produk Gizi yang saya terima.

Daily Natural Lightening Foam



Kesan pertama saya saat menggunakan foam pencuci muka ini adalah lembut dan nyaman. Saat dipegang dan digosok dengan air, teksturnya agak sedikit creamy jadi terasa lembut saat diusap. Kulit wajah terasa kesat namun terasa lembut dan tidak kering.

Busanya tidak terlalu banyak dan teksturnya sedikit creamy.

Daily Nutrition Cream (With SPF 18)

Daily nutrition cream ini adalah krim harian untuk siang. Baunya cukup lembut, agak segar wangi jeruk. 



Tekstur krim di kulit.

Pertama saya pakai di kulit, saya merasa teksturnya agak sedikit berat. Mungkin pengaruh kulit saya juga yang termasuk berminyak. Tapi jika diusapkan terus sampai meresap, maka krimnya akan meresap setelah beberapa lama. Jadi untuk penggunaan di siang hari, saya pakainya enggak terlalu banyak karena wajah terasa agak greasy jika terlalu banyak. 


Daily Cream Nutrition ini harganya Rp 40.000.


Daily Nutrition Cream 



Sedikit berbeda dengan krim sebelumnya, krim ini tidak mengandung SPF. Aromanya seperti bau herbal namun tidak tajam. Masih acceptable-lah buat saya. 


Seperti krim dengan SPF, krim ini pun teksturnya sedikit berat. Namun jika diusap akan menyerap dengan sendirinya. 


Daily Nutrition Cream ini harganya Rp 34.960.

Overall, saya paling suka dengan pencuci mukanya. Teksturnya creamy, lembut namun kulit wajah tetap terasa bersih.


REVIEW
(+) Krim ini terbuat dari 7 bahan alami
(+) Halal
(+) Bahan herbal namun baunya acceptable. Bahkan yang mengandung SPF sedikit wangi citrus/jeruk.
(+) Produk asli Indonesia
(+) Harga cukup terjangkau

(-) Tekstur krimnya sedikit berat untuk kulit saya yang berminyak. Namun jika diusap beberapa lama, lama-lama akan terserap. 

So, that's my review for today. Thanks for reading this post, Guys! 
Wassalaamualaikum :).



You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...