Friday, 28 August 2015

3 Cara Mengelola Keuangan dengan Bijak dari Safir Senduk

Assalaamualaikum,

Dari judulnya saja sudah ketahuan ya, hari ini saya mau ngomongin financial tips. Hehehe. Ceritanya sekitar tiga minggu lalu saya mengikuti Blogger Gathering berjudul "Yuk, Bijak Mengelola Keuangan" bersama Sun Life Financial dan Safir Senduk. 

Katanya, Sun Life memang membuat acara ini sebagai salah satu langkah meningkatkan jumlah masyarakat yang melek finansial (financial literacy) di Indonesia. Saya mengerti, Sun Life menyelenggarakan acara ini sebagai langkah public relations. Tapi langkah yang diambil oleh perusahaan asuransi yang sudah berusia 150 tahun ini enggak egois dan enggak melulu membicarakan merk mereka lho. Kami para blogger benar-benar mendapat banyak pengetahuan berharga mengenai keuangan di acara tersebut. Jadi saya bener-bener salut sama mereka :).

Acaranya seru banget karena banyak hal mengenai finansial yang akhirnya saya mengerti. Banyak hal mengenai keputusan finansial yang selama ini dijalankan ternyata sudah betul, namun ada yang masih harus diubah, ada pula yang menjadi insight baru untuk rencana keuangan di masa mendatang.

Saya cukup sering mendengar nama Safir Senduk atau melihat bukunya di rak-rak toko buku. Tapi tidak pernah membaca bukunya atau mendengarkan seminarnya sebelum ini. Safir Senduk ini ternyata trainer yang enerjik, kocak, dan pesan-pesannya begitu simpel tapi mengena.  Hari itu saya kebagian duduk di kursi paling belakang, tapi sangat bisa mengikuti presentasinya dengan baik. 

Safir Senduk membuka sesinya dengan sebuah pertanyaan besar di layar seperti di bawah ini. 

Siapa yang paling kaya?

Seorang karyawan mendapatkan satu kali gaji dalam sebulan dari perusahaan. Sementara seorang profesional mendapat penghasilan dari jasa yang diberikannya. Makin sering orang meminta jasanya, makin besar penghasilannya bahkan bisa beberapa kali dalam sebulan. 
Lain lagi dengan seorang pengusaha. Ia bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar di suatu waktu, tapi di waktu lain bisa saja mendapat keuntungan yang sedikit. Hm, kira-kira siapa ya yang paling kaya? 

Ternyata pertanyaan itu cuma jebakan pemirsah. Kenapa? Karena yang paling kaya adalah yang paling banyak investasinya! Hahahaha xD. Kita bisa mendapatkan penghasilan sebanyak apapun. Tapi kalau tidak punya investasi, berarti kita belum kaya!  

Tapi sebelum berbicara mengenai investasi, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu jenis cashflow yang kita lakukan terlebih dahulu ya.

Bijak Mengelola Keuangan untuk Profesi Blogger.
Ada tiga jenis cashflow yaitu: Miskin, Menengah dan Kaya.

Jika Anda memiliki sejumlah penghasilan, lalu penghasilannya itu habis untuk memenuhi kebutuhan, maka Anda termasuk orang yang Miskin. Yup! Mau sebesar apa pun penghasilan Anda, Rp 5 juta atau pun 500 juta, jika semua habis untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, uang sekolah dan biaya lain-lain, maka Anda termasuk orang yang miskin. 

Jika Anda memiliki sejumlah penghasilan. Lalu sebagiannya dipakai untuk membiayai kebutuhan dan sebagian lagi untuk membeli barang konsumtif (gadget, make-up, tas, dll), maka Anda termasuk kategori cashflow Menengah. 

Nah, Anda termasuk golongan Kaya jika dari penghasilan Anda, Anda mampu memenuhi kebutuhan, membeli barang konsumtif, dan berinvestasi. 

Kok kayaknya gampang yah jadi orang kaya? Sudah nabung, sudah investasi juga, berarti otomatis jadi kaya dong? Terus investasinya kemana?? Hahahaha xD. Iyes, kalo secara teori sih  tampak gampil yak. Nah, di situlah kita harus merencanakan keuangan dengan cerdas. Ada tiga cara mengelola keuangan dari Safir Senduk,


1. MILIKI INVESTASI SEBANYAK MUNGKIN



Apakah Anda sudah mulai berinvestasi? Kalau belum, ada baiknya mulai memperhitungkan investasi. Berinvestasi memungkinkan kita memiliki harta yang produktif. Menabung tentu langkah yang baik, namun belajar berinvestasi bisa memberikan keuntungan yang lebih berlipat. Ada beberapa cara untuk berinvestasi;

Saham
Memiliki saham berarti memiliki sebagian perusahaan yang kita miliki sahamnya. Luruskanlah niat membeli saham ini untuk berinvestasi jangka panjang, alih-alih menggunakannya untuk diperjual-belikan. 

80% pemain saham di Indonesia melakukan spekulasi alias jual-beli saham. Spekulasi inilah yang membuat investasi di saham seperti memiliki resiko yang besar. Jadi sebenarnya jika kita memiliki saham-saham Blue Chip untuk jangka panjang, tidak perlu takut berinvestasi di saham. 

Manajer Investasi

Jika belum merasa nyaman bermain saham, kita bisa memilih untuk memilih Manajer Investasi atau perusahaan Asset Management yang terpercaya untuk mengelola investasi kita. Namun untuk memilih Manajer investasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

Perhatikan reputasi perusahaannya. Biasanya makin tua, makin oke. Perhatikan pula kemana saja mereka berinvestasi. Apa saja sahmnya. Contohnya saham produk toiletries seperti sabun/sampo atau perusahaan infrastruktur biasanya oke. Terakhir, lihat prestasi perusahaan di masa lalu.

Dalam melakukan investasi, kita tetap harus berhati-hati karena banyak yang melakukan penipuan alias investasi bodong. Sudah banyak sekali korban investasi semacam ini. Ini dia ciri investasi bodong;
- Menjanjikan bunga yang sangat tinggi
- Memberi janji cash bulanan
- Menjamin tidak akan rugi
- Biasanya mendapat bonus jika ada member baru
- Skema presentasinya tidak masuk akal


Properti

Investasi properti memiliki banyak keuntungan. Namun Safir Senduk menyarankan untuk tidak berinvestasi di properti jika tujuannya hanya untuk dijual kembali di masa depan dengan harapan harganya naik. Karena menjual properti itu sulit. 

Belilah properti untuk disewakan atau disewakan sebelum dijual. Makin pendek masa sewa, makin banyak keuntungannya. Lebih menguntungkan menyewakan rumah kepada banyak penghuni setiap bulan (kos-kosan) daripada menyewakannya hanya pada satu penyewa saja.


2. SIAPKAN DANA UNTUK MASA DEPAN

Sangat penting mempersiapkan dana masa depan dari jauh hari. Dana untuk masa depan mencakup dana menikah, membeli rumah dan isinya, dana pendidikan anak dan pensiun. Dana untuk masa depan bisa dipersiapkan di antaranya dengan menyiapkan investasi surat-surat berharga.

Oia, salah satu hal yang sedikit menyentil dari kata-katanya Safir Senduk adalah betapa masyarakat kita seringkali men-judge kemapanan seseorang dari kepemilikan mobil. Jadi kalau belum punya mobil kesannya belum mapan. Heuheu. Tapi jangan terkecoh, Temen-Temen. Memiliki rumah adalah investasi sebenarnya. Dahulukan membeli rumah, baru pikirkan membeli kendaraan.

Hati-hati dengan anggapan orang :p.


3. ATUR KEUANGAN

Sudah investasi, sudah menyiapkan dana untuk masa depan, tapi enggak bakal lengkap dong kalau kitanya boros :P. Mengatur keuangan mutlak harus dilakukan agar uang kita tidak dihabiskan lebih daripada yang seharusnya. 

Ada beberapa cara mengatur keuangan;
1. Ketahui di mana Anda boros. Lalu kurangi pelan-pelan
2. Lakukan prioritas
- Cicilan Utang 30%, kalau rumah boleh sampai 40%
- Tabungan dan Investasi 10%
- Premi Asuransi 10%
- Biaya Hidup 50%
3. Miliki Asuransi
4. Kendalikan keinginan Anda. Berhati-hatilah pada pada keinginan manusia: wajib, butuh dan ingin. Kewajiban dan kebutuhan adalah sesuatu yang ada batasnya. Tapi keinginan tidak ada batasnya. 

"Siapa yang bisa mengendalikan keinginannya, 
maka dia bisa mengendalikan keuangannya."
- Safir Senduk.



CATET. 

Banyak catatan menarik yang saya dapatkan dari seminar ini.  Di antaranya anjuran supaya lebih berhati-hati dengan SALE karena seringnya SALE up to 70% itu yang 70%-nya cuma beberapa produk dan sudah habis terjual. Hahahaha.

Kalau ini sih bener banget. Melalui observasi saya, selalu ada banyak kotak sale berisi tas di mall dan sebenarnya mau didatangi bulan apa pun ya harganya tetap sale. Bahkan kalau lihat di situs belanja online terkenal pun harganya selalu ada di kategori sale. Mungkin semacam gimmick marketing supaya customer senang mendapatkan harga tas yang aslinya Rp 1 juta dengan membayar setengahnya. Hihihi. 

Hal menarik lainnya yang saya catat dari penjelasannya Safir Senduk adalah: Jangan membeli barang mewah dengan uang dari gaji. Belilah barang mewah seperti tas atau barang branded lainnya dari keuntungan investasi. Tidak hanya kaum perempuan, para laki-laki pun sering boros dalam membeli barang-barang lain seperti otomotif atau gadget.

Yuk, kita mulai menakar dan menilai keuangan kita sendiri lalu menerapkan tips-tipsnya! Terima kasih buat Safir Senduk yang sudah berbagi dan bikin kami belajar tentang pentingnya mengelola keuangan. Terima kasih juga buat Sun Life Financial Indonesia yang sudah mengundang kami, para blogger, untuk belajar bersama dan lebih melek lagi tentang tata kelola keuangan.

Saya, Witha, dan Mba Eka.


Buat temen-temen yang membutuhkan tips lebih banyak mengenai keuangan, bisa follow @SunLife_ID dan @SafirSenduk di twitter. Banyak tips keuangan yang dishare di sana. 

Wassalaamualaikum.


Friday, 14 August 2015

Wearing Maxi is The New Chic

Assalaamualaikum,

Today I want to talk about maxi clothings. Seperti yang kita ketahui, pakaian panjang akhir-akhir ini lagi ngetren banget. Dari mulai atasan panjang yang mencapai lutut, betis, hingga pakaian Syar'i. Dan jangan lupa, ada juga tren long outer, dari model vest hingga coat yang cantik namun menutup aurat dengan baik. Saya pernah menulis mengenai tren ini di post mengenai Fashion Show The Walking Mannequin dari Indonesia Fashion Week akhir tahun lalu. Ada sederetan foto fashion yang bisa dijadikan inspirasi di sana.

Sebagai muslimah, tentunya kita selalu memiliki keinginan untuk berpakaian lebih baik dan lebih syar'i. Saya sendiri seringnya baru melonggarkan pakaian saja, masih senang pakai celana panjang daripada rok, gamis atau abaya. Masih suka ribet sendiri kalau pakai rok. Meskipun demikian, saya punya beberapa item panjang ini di lemari.

Tidak seperti jaman dulu ketika baju kurung atau gamis terkesan seperti bajunya ibu-ibu, tren berpakaian panjang yang bergaya sangat dipikirkan dengan baik oleh para desainer muslim Indonesia belakangan ini. Banyak sekali pakaian abaya atau pun gamis dibuat dengan cutting yang modern. Abaya dan gamis ini biasanya dirancang dengan bentuk longgar, namun tidak membuat pemakainya seperti 'tenggelam'. Tren ini pun tambah populer berkat Instagram. Instagrammers, artis, hingga para blogger memopulerkan fashion item-fashion item ini.  

Salah satu abaya/dress/gamis favorit yang saya miliki adalah yang saya pakai di bawah ini. Dress-nya berbentuk A-line pada bagian roknya, sementara bagian atasnya pas badan. Karena sekarang long outer juga lagi kekinian, maka saya padukan dress panjang ini dengan vest panjang berwarna hitam.




Selain longgar, yang paling menyenangkan dari abaya/gamis adalah modelnya yang one piece alias terusan. Pakaian one piece membuat kita tidak perlu terlalu memikirkan mix and match seperti saat memakai two pieces. Jadinya kita enggak perlu mikir lama-lama kalau mau pergi. You can just grab the dress, pick your favorite hijab, and you're done! Hahaha :D.




Cutting yang modern juga membuat abaya atau gamis sekarang bisa dikenakan ke berbagai acara baik formal maupun santai. Senang ya, sekarang kita bisa memakai item ini ke mall atau arisan :).

Ada beberapa tips memilih abaya/gamis ala-ala Mommy's Life and Style. Pertama, pilihlah abaya yang cuttingnya nyaman. Memakai pakaian panjang seperti ini, harus pas potongannya di badan agar terlihat bagus dan tidak 'tenggelam' saat dikenakan. Jika berbelanja online, selalu perhatikan ukuran pakaian dari lebar bahu hingga panjangnya. Cara paling baik menentukan pas tidaknya pakaian adalah dengan mengukur badan. Namun cara yang paling mudah adalah mengukur pakaian di rumah yang ukurannya kita rasakan paling nyaman.

Kedua, pilih model dan corak gamis/abaya yang timeless dan minimalis. Terlalu banyak corak akan membuat pakaian sulit dipadu-padankan dengan item lainnya seperti jilbab, tas, atau vest. Potongan yang minimalis juga memungkinkan pakaian tersebut bisa dipakai ke berbagai acara formal maupun non-formal. Dan jangan lupa, pakaian yang cuttingnya minimalis selalu bisa dipakai kembali sampai beberapa tahun mendatang. Misalnya saja Gamis Zoya   yang ada di Zalora di bawah ini. Kebanyakan modelnya minimalis dan tidak terlalu banyak detail.




Dengan tren maxi dresses ini, rasanya enggak berlebihan ya kalau saya bilang maxi is the new chic :). 

Wassalaamualaikum.


Wednesday, 12 August 2015

[Easy Recipe] Home Made Marble Chocolate Ice Cream

Assalaamualaikum,

Minggu lalu sepulang menjemput bocil dari sekolah tiba-tiba Papanya si Bebe kirim link video di whatsapp. Ternyata isinya tutorial sederhana membuat coffee ice cream. "Bikin, yuk!" katanya.

Saya bilang, saya pun pernah melihat tutorial homemade ice cream di channel-nya Gemma Stafford. Dan cara buatnya sebenarnya bahannya sama saja. Hanya campuran es krimnya saja yang berbeda. Dari dulu sebenarnya pingin bikin resep ini di rumah, cuma belum kesampaian. Dan waktu diajakin bikin sama Hubby agak-agak ga semangat juga sebenernya. Pingin bikinnya pas weeken aja. Hahaha.

"Campurannya pakai cokelat aja, biar si Bebe bisa makan juga." kata Hubby, masi berusaha dia. Akhirnya saya nyerah. Saya bilang boleh, tapi bahannya beliin di toko kue dekat stasiun :P. 

Kebetulan di dekat stasiun Depok Lama ada toko kue yang lengkap dan cukup terjangkau harganya. Namanya Baker's Mart. Letaknya di ruko, tepat di seberang SPBU di Jl. Kartini. Ini tempatnya cukup recommended. Kalau cari mentega atau cokelat meises, di sini juga harganya lebih murah karena biasanya dia memiliki bahan tersebut dalam jumlah banyak lalu di-breakdown alias dipisah-pisah di plastik-plastik. Tentu harganya jauh lebih murah dibandingkan kemasan-kemasan di super market biasa. Yang orang Depok, boleh dicoba :).

Meskipun dibelikan sepulang kerja, toh akhirnya bahan-bahan tersebut baru saya eksekusi pada hari Sabtunya. Hahaha. Bagaimana pun hari Sabtu kan lebih santai, dan rasanya lebih cocok makan es krim bareng-bareng saat weekend, bukan?

Untuk membuat home meade ice cream, bahannya ga begitu banyak dan mudah sekali. Kita hanya membutuhkan,
1.  Whipped cream, 
2. Condensed milk (susu kental manis), dan 
3. Bahan lain yang kita inginkan sebagai campuran. 
Saya memilih cokelat masak sebagai campurannya. Saya menginginkan hasil es krim yang cokelatnya seperti marble dan tidak tercampur rata. 

Oke, mari kita mulai.

Pertama, kocok whipped cream hingga berubah jadi krim yang kaku. Pakai mixer lebih cepat, namun saya cuma pakai whisker. Saya menggunakan whipping cream merk Anchor 250ml.


Kocok whip cream hingga kaku.

Setelah whipping cream berubah jadi kaku. Tambahkan condensed milk (susu kental manis). Saya pakai susu kental manis merk Frisian Flag. Jumlah susu kental manisnya dikira-kira saja. Saya ga terlalu suka manis, jadi hanya menambahkan sekitar seperlimanya atau seperenamnya saja.


Tambahkan susu kental manis pada krim.

Setelah itu kocok krim dan susu kental manis hingga tercampur rata. Setelah rata, simpan base ice cream di kulkas sementara kita menyiapkan campuran untuk es krim.

Untuk campuran es krim, kita bisa menambahkan bahan apapun yang kita sukai. Jika ingin menambahkan kopi pada eskrim, bisa ditambahkan cairan kopi. Bisa juga ditambahkan cokelat bubuk, choco chips atau strawberry sauce.

Kali ini saya menginginkan ice cream cokelat yang penampakannya seperti marble. Jadi saya tim cokelat masak hingga meleleh seperti ini,

Melted chocolate. Yumm :p.

Lalu saya campurkan melted chocolate di campuran ice cream base tadi seperti ini,

Saya sengaja mencampurkannya tidak terlalu rata agar tampilannya seperti marble.


Masukkan campuran ini di freezer hingga berubah menjadi es krim. Dan ini dia, marbled chocolate ice cream siap dinikmati bareng keluarga :).

Homemade marbled chocolate ice cream :).

Saya suka banget sama tekstur cokelatnya yang terpecah-pecah. Jadi saat makan kepingan tipis cokelatnya terasa banget. Saya juga menambahkan strawberry sebagai topping, karena perpaduan manis, cokelat dan strawberry bikin rasanya segar.  


Untuk mendapatkan rasa es krim cokelat yang lebih pekat atau pahit, kita juga bisa menambahkan bubuk cokelat, lho. 

Gampang banget kan bikin es krim di rumah? Bahan sisa cokelat dan susu kental manisnya bisa kita simpan dulu di kulkas buat acara masak dessert selanjutnya. Selamat mencoba ya, Teman-Teman!

Wassalaamualaikum :).

Saturday, 8 August 2015

Kisah 8 Dirham

Assalaamualaikum,

Akhirnya ketemu hari Sabtu! *jingkrak jingkrak*. Saturday has been one of my favorite days, and obviously everyone :P. Tapi akhir-akhir ini lega banget tiap ketemu hari Sabtu karena enggak perlu ngantar jemput sekolah. Hahaha. Mengantar jemput setiap hari itu ternyata ribet juga yah. Senang rasanya bisa santai di pagi hari.

Eniwei, di bulan Ramadhan kemarin saya punya hobi mendengarkan lagu-lagu religi. Lagu dari Chrisye, Maher Zain, Saif Adam, selalu ada di playlist. Namun ada lagu yang saya temukan di akhir Ramadhan dan sering saya dengarkan bersama si kecil. Lagu ini dibawakan oleh Gita Gutawa, judulnya Kisah 8 Dirham.

Lagunya lincah dan riang. Si Bebe senang mengikuti nyanyiannya. Dan liriknya bikin saya ingin mendengarkan kisahnya sampai selesai. Selama perjalanan mudik Si Bebe juga ikut bersenandung bersama lagu ini. Dan lagunya selalu diulang-ulang hingga sekarang. 

Lagu ini menceritakan kedermawanan Nabi Muhammad SAW dan berkah dari 8 dirham yang disedekahkan. Dikisahkan Rasulullah SAW membawa uang 8 Dirham ke pasar untuk membeli pakaian baru. Namun Rasulullah tiga kali memberikan uangnya hingga habis pada kesempatan yang berbeda.


Kisah 8 Dirham

Kisah 8 Dirham Kisahnya Nabi Muhammad
Pada suatu hari saat hendak ke pasar
Nabi bawa uang sebanyak 8 Dirham
Nabi ingin membeli pakaian

Kemudian Nabi bertemu Budak Sahaya
Yang sedang menangis kehilangan 4 Dirham
Nabi pun memberi 4 Dirham kepadanya
Sisa uang Nabi tinggal berapa?
(Tinggal 4 Dirham, tinggal 4 Dirham)

Teladannya Ya Rasulullah
Teladannya untuk bersedekah
Teladannya Nabi Muhammad
Teladannya selalu berzakat

Tiba-tiba ada orang memanggil Nabi
Oh ya Rasulullah, tolong aku kelaparan
Nabi pun memberi 2 Dirham kepadanya
Sisa uang Nabi tinggal berapa?
(Tinggal 2 Dirham, tinggal 2 Dirham)

Dengan tersenyum Beliau masuk ke pasar
Kini uang Nabi hanya tinggal 2 Dirham
Sisa uang Nabi dibelikan pakaian baru
Nabi pulang kembali ke rumah

Dalam perjalanan berjumpa seorang pria.
Oh ya Rasulullah, aku tak punya pakaian.
Maka Nabi memberikan pakaian barunya
Kini semua telah Nabi berikan
(Telah Nabi berikan, telah Nabi berikan)

Bahagianya saat membahagiakan orang lain
Senangnya bila bisa menyenangkan sesama
Tetap memberikan walau tak banyak berpunya
Rasulullah, Ia teladan kami
Nabi Muhammad teladan kami

Itulah kisah 8 Dirham
(Kisah 8 Dirham, kisah 8 Dirham)



Terharu sekali mendengar kisah ini. Betapa saat kita memberi, sesungguhnya kita lebih dari sekedar memberi. Mungkin kita sudah membantu orang yang kelaparan, atau membantu menghilangkan ketakutan seseorang karena uang majikannya hilang. Mungkin kita sudah memberikan pakaian pada orang yang kedinginan. 

Rasa haru ini kemudian berujung pada pertanyaan, apakah saya bisa melakukan hal semulia itu saat saya tidak punya lebih? Apa bisa menahan keinginan atau kebutuhan sendiri untuk memberi lebih saat uang kita pas-pasan? Sementara Rasulullah memberi hingga tak bersisa uangnya, dan mengesampingkan keinginan Beliau untuk memiliki pakaian baru :'). 

Betapa mulia perilaku Rasulullah. Beliau memberi hingga uang 8 dirhamnya habis. Namun berkahnya, dengan uang tersebut Beliau telah mengamankan seseorang, memberi kepada dua orang yang membutuhkan, dan memerdekakan seorang budak. Subhanallah... 

Lagu ini baik sekali diperdengarkan untuk anak-anak. Liriknya mendidik dan bisa memperkenalkan anak kita pada Rasulullah SAW. Semoga kita menjadi bagian dari orang yang senang bersedekah.. Aamiin Allahumma Aamiin.




Wassalaamualaikum.


Thursday, 6 August 2015

Lebaran 2015

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Sebulan ini saya sama sekali enggak menyentuh blog. Ini pertama kalinya dalam sejarah ngeblog, blog ini dianggurin tanpa postingan. Hahahaha xD.

Jadi ceritanya, sekitar bulan puasa lalu si Bebe mulai masuk sekolah. Saya sedang beradaptasi dengan rutinitas antar-jemput, menyiapkan anak sekolah, sampai menyiapkan makanan bekal. Apalagi sekolah dimulai saat bulan puasa yang otomatis juga agak kejar-kejaran dengan rutinitas selama bulan puasa termasuk jadwal masak untuk sahur dan berbuka. 

Di masa awal si Bebe masuk sekolah saya masih menunggu di sekolah karena si Bebe pun masih harus menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Saya tidak menunggu di depan kelas, tapi sebagai Ibu tentu saja saya kepo dengan apa saja kegiatan yang dilakukan selama sekolah. Jadi saya menunggu di depan gedung yang memang tersedia ruang menunggu dan sekali-kali saya bersama para orang tua yang lain bisa melongok ke dalam. Alhamdulillah gedungnya banyak terdapat jendela dan pintu kaca besar. Jadi para orang tua bisa melihat dari luar tanpa mengganggu kegiatan belajar. 

Pada saat kegiatan Ramadhan di sekolah si kecil selesai, lalu disambung pula dengan mudik lebaran selama dua minggu. Jadi ya sekitar sebulan itu saya sama sekali enggak posting. Hehehehe. 

Tapi walaupun lebaran sudah berlalu agak lama, semoga belum telat ya untuk mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri. Jika ada salah kata atau tulisan saya, saya mohon maaf lahir dan batin ya, Teman-Teman :).

Saya mau cerita beberapa hal menyenangkan selama mudik lebaran kemarin yang saya ingat,


Lebaran di Bandung

Tahun ini keluarga kami berlebaran di Bandung, di rumah orang tua Hubby. Seru karena bisa shalat Ied dan foto di Alun-Alun Bandung. Sebenarnya setiap lebaran di Bandung kami memang shalat di Mesjid Raya karena dekat rumah. Tapi tahun ini berbeda, karena Alun-Alunnya sudah cantik :).



Maaf lahir batin ya, Teman-Teman .
Tolong abaikan mata nyureng karena silau xP.
With Mom in Law and Sister in Law.

Ngabuburit di Jl. Asia Afrika

Jadi lebaran kemana aja? Hm, enggak kemana-mana. Hanya silaturahmi ke rumah saudara. Lebaran ini sama sekali enggak mengunjungi tempat wisata juga. Iyes, tempat wisata di Bandung macet di mana-mana. Jadi rasanya agak malas bermacet-macetan. 

Meski begitu, pada hari puasa terakhir saya masih sempat bersilaturahmi bersama blogger-blogger yang berlebaran di Bandung. Ada Makpon Mira Sahid (mirasahid.com), Alaika Abdullah (alaikaabdullah.com), Fitri (rayafr.blogdetik.com), dan Teh Nchie (nchiehanie.com)

Seru sekali menikmati suasana Jl. Asia-Afrika yang sudah dipercantik saat menyambut Konferensi Asia Afrika beberapa waktu lalu. Banyak bangku taman yang terletak sepanjang jalan bersejarah tersebut. Jadi kita bisa bebas duduk-duduk menikmati suasana sambil ngabuburit :).



Mejeng di depan Gedeung Merdeka.
Gimana? Udah kayak cover girl belum? :P
(Foto punya Mak Alaika Abdullah).

Yang ini di depan kantor Pikiran Rakyat. Tersedia beberapa props buat foto-foto.
Tapi kalau blogger sih sudah bosan foto. Jadi daripada dipakai selfie,
mending kotak props-nya kita bawa kabur aja gimana? Hahahahaha.
(Foto punya Mak Alaika Abdullah).

Sop Duren Lodaya Jl. Burangrang

Setelah lebaran juga kami sempat mampir di Sop Duren Lodaya. Sebenarnya Sop Duren ini sudah duluan hadir di Depok, dan kami sudah beberapa kali ngemil di sana. Hanya saja, Sop Duren Lodaya yang letaknya di Jl. Burangrang Bandung ini tempatnya lebih mirip kafe dan suasananya mendukung banget lah buat kongkow lama-lama. 

Oiya, sop durennya ada dua macam porsi. Porsi biasa dan porsi mabok. Saya? Pilih porsi mabok dong. Hahaha :D.

Sop Duren Ketan Hitam.



Gramedia Merdeka

Setelah lebaran, Si Bebe dapet banyak THR. Anaknya minta beli buku, jadilah malam ke dua lebaran kami mengantarnya ke Gramedia Merdeka. Sebagian THRnya dibelikan beberapa buku. Si Bebe seneng banget. Dan setelah itu rutinitas barunya adalah memaksa Oma, Enin, sama tante-tantenya buat bacain semua buku sampai selesai. Hahahaha xD *Mamanya nyantai kipas-kipas*.

Saya sudah lama banget enggak mampir di Gramedia Merdeka. Dulu jaman mahasiswa sering banget mampir di sini. Mau punya duit atau pun engga, pasti mampir. Kalau punya duit ya beli buku, kalau pas enggak punya duit lumayan bisa baca gratis sambil cuci mata. Jadi malem itu masuk Gramedia seperti melihat lintasan masa lalu. Teringat semua hal yang menyenangkan selama kuliah :).
Gramedia Merdeka malam ke dua lebaran, sepi.

Mudik Ke Tasik

Esoknya pukul 02.30 pagi kami berangkat dari rumah kami di Cimahi menuju rumah orang tua saya di Tasik. Berangkat dini hari untuk menghindari macet, tapi ya namanya mudik tetap saja macet. Hahaha. Untungnya selama macet di daerah Kadungora, Garut, pemandangannya cantik begini,

Selamat pagi :).

Baru sekitar pukul 09.30 kami sampai di Tasik. Lelah tapi seneng bisa berkumpul bareng keluarga. Setelah sekian lama ga foto bareng, akhirnya ada foto bareng lagi bersama Mamah, Papap sama Adik. Sayang Hubby yang motoin ga masuk frame.

With my dearest family.

Dan seperti biasa, kalau pulang ke Tasik jangan lupa nyobain basonya. Mie Basonya enaak...

Kali ini makan baso Mang Komar :).
Basonya gurih dengan aroma bawang goreng dan ebi kering.

Reuni Teman-Teman SMA

Lebaran kali ini juga sempet ketemu bareng Teman-Teman SMA, barudak 2-6. Iya, sekarang sih udah ga cocok dipanggil barudak (anak-anak), soalnya hampir semua udah punya buntut xD.
Seneng bisa ketemu kalian lagi :).

Pulang

Pada H+6, hari Kamis, kami pulang ke Bandung untuk kemudian esoknya pulang ke Depok. Seperti biasa, Mamah membekali kami Donat bikinan ibu Oni. Ini donat kampung tapi rasanya enak :).

Yummy.

Alhamdulillah perjalanan Tasik-Bandung enggak macet sama sekali. Terima kasih kepada Radio Elshinta yang selalu update di twitter dan me-retweet semua update terkini pergerakan mudik. Sempat ketar-ketir juga karena berturut-turut dari hari Senin sampai Kamis malam Cikampek macet luar biasa.

Kamis malamnya kami iseng cari kopi di Istana BEC. Bangunan ini baru dan merupakan perluasan dari BEC (Bandung Electronic Center). Jika BEC dipenuhi toko gadget dan komputer, maka di sini kita banyak menemukan kafe yang nyaman buat kongkow.

Cek twitter terus mantau hashtag #arusbalik. Hehehe.

Ngopi Tarik dulu yuk :).

Esoknya kami memutuskan pulang ke Depok setelah jam 6 pagi. Pertimbangannya agar kemacetan tadi malam dan kemacetan orang-orang menuju Jakarta di jam berangkat kerja sudah mencair. Alhamdulillah, perjalanannya lancar jaya :).


Halal Bi Halal

Pada hari Minggu, saya punya kesempatan halal bihalal bareng sama geng Jurnalistik jaman kuliah. Engga kerasa sudah 14 tahun lho kami temenan :').

With Vetri, Yogie, and Nisa.

Dan hari Seninnya, enggak lupa halal bihalal sama Mamouz dong :).

Witha, Yeye, Memez, dan Ayu.

Wow, panjang banget ya ceritanya. Maklumlah sudah sebulan ini enggak nulis. Jadi tangan rasanya gatel banget pengen ngetik. Hihihi. Kalau Temen-Temen lebarannya ke mana? Komen di sini ya :).

Wassalaamualaikum.



You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...