Friday, 28 August 2015

3 Cara Mengelola Keuangan dengan Bijak dari Safir Senduk

Assalaamualaikum,

Dari judulnya saja sudah ketahuan ya, hari ini saya mau ngomongin financial tips. Hehehe. Ceritanya sekitar tiga minggu lalu saya mengikuti Blogger Gathering berjudul "Yuk, Bijak Mengelola Keuangan" bersama Sun Life Financial dan Safir Senduk. 

Katanya, Sun Life memang membuat acara ini sebagai salah satu langkah meningkatkan jumlah masyarakat yang melek finansial (financial literacy) di Indonesia. Saya mengerti, Sun Life menyelenggarakan acara ini sebagai langkah public relations. Tapi langkah yang diambil oleh perusahaan asuransi yang sudah berusia 150 tahun ini enggak egois dan enggak melulu membicarakan merk mereka lho. Kami para blogger benar-benar mendapat banyak pengetahuan berharga mengenai keuangan di acara tersebut. Jadi saya bener-bener salut sama mereka :).

Acaranya seru banget karena banyak hal mengenai finansial yang akhirnya saya mengerti. Banyak hal mengenai keputusan finansial yang selama ini dijalankan ternyata sudah betul, namun ada yang masih harus diubah, ada pula yang menjadi insight baru untuk rencana keuangan di masa mendatang.

Saya cukup sering mendengar nama Safir Senduk atau melihat bukunya di rak-rak toko buku. Tapi tidak pernah membaca bukunya atau mendengarkan seminarnya sebelum ini. Safir Senduk ini ternyata trainer yang enerjik, kocak, dan pesan-pesannya begitu simpel tapi mengena.  Hari itu saya kebagian duduk di kursi paling belakang, tapi sangat bisa mengikuti presentasinya dengan baik. 

Safir Senduk membuka sesinya dengan sebuah pertanyaan besar di layar seperti di bawah ini. 

Siapa yang paling kaya?

Seorang karyawan mendapatkan satu kali gaji dalam sebulan dari perusahaan. Sementara seorang profesional mendapat penghasilan dari jasa yang diberikannya. Makin sering orang meminta jasanya, makin besar penghasilannya bahkan bisa beberapa kali dalam sebulan. 
Lain lagi dengan seorang pengusaha. Ia bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar di suatu waktu, tapi di waktu lain bisa saja mendapat keuntungan yang sedikit. Hm, kira-kira siapa ya yang paling kaya? 

Ternyata pertanyaan itu cuma jebakan pemirsah. Kenapa? Karena yang paling kaya adalah yang paling banyak investasinya! Hahahaha xD. Kita bisa mendapatkan penghasilan sebanyak apapun. Tapi kalau tidak punya investasi, berarti kita belum kaya!  

Tapi sebelum berbicara mengenai investasi, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu jenis cashflow yang kita lakukan terlebih dahulu ya.

Bijak Mengelola Keuangan untuk Profesi Blogger.
Ada tiga jenis cashflow yaitu: Miskin, Menengah dan Kaya.

Jika Anda memiliki sejumlah penghasilan, lalu penghasilannya itu habis untuk memenuhi kebutuhan, maka Anda termasuk orang yang Miskin. Yup! Mau sebesar apa pun penghasilan Anda, Rp 5 juta atau pun 500 juta, jika semua habis untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, uang sekolah dan biaya lain-lain, maka Anda termasuk orang yang miskin. 

Jika Anda memiliki sejumlah penghasilan. Lalu sebagiannya dipakai untuk membiayai kebutuhan dan sebagian lagi untuk membeli barang konsumtif (gadget, make-up, tas, dll), maka Anda termasuk kategori cashflow Menengah. 

Nah, Anda termasuk golongan Kaya jika dari penghasilan Anda, Anda mampu memenuhi kebutuhan, membeli barang konsumtif, dan berinvestasi. 

Kok kayaknya gampang yah jadi orang kaya? Sudah nabung, sudah investasi juga, berarti otomatis jadi kaya dong? Terus investasinya kemana?? Hahahaha xD. Iyes, kalo secara teori sih  tampak gampil yak. Nah, di situlah kita harus merencanakan keuangan dengan cerdas. Ada tiga cara mengelola keuangan dari Safir Senduk,


1. MILIKI INVESTASI SEBANYAK MUNGKIN



Apakah Anda sudah mulai berinvestasi? Kalau belum, ada baiknya mulai memperhitungkan investasi. Berinvestasi memungkinkan kita memiliki harta yang produktif. Menabung tentu langkah yang baik, namun belajar berinvestasi bisa memberikan keuntungan yang lebih berlipat. Ada beberapa cara untuk berinvestasi;

Saham
Memiliki saham berarti memiliki sebagian perusahaan yang kita miliki sahamnya. Luruskanlah niat membeli saham ini untuk berinvestasi jangka panjang, alih-alih menggunakannya untuk diperjual-belikan. 

80% pemain saham di Indonesia melakukan spekulasi alias jual-beli saham. Spekulasi inilah yang membuat investasi di saham seperti memiliki resiko yang besar. Jadi sebenarnya jika kita memiliki saham-saham Blue Chip untuk jangka panjang, tidak perlu takut berinvestasi di saham. 

Manajer Investasi

Jika belum merasa nyaman bermain saham, kita bisa memilih untuk memilih Manajer Investasi atau perusahaan Asset Management yang terpercaya untuk mengelola investasi kita. Namun untuk memilih Manajer investasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

Perhatikan reputasi perusahaannya. Biasanya makin tua, makin oke. Perhatikan pula kemana saja mereka berinvestasi. Apa saja sahmnya. Contohnya saham produk toiletries seperti sabun/sampo atau perusahaan infrastruktur biasanya oke. Terakhir, lihat prestasi perusahaan di masa lalu.

Dalam melakukan investasi, kita tetap harus berhati-hati karena banyak yang melakukan penipuan alias investasi bodong. Sudah banyak sekali korban investasi semacam ini. Ini dia ciri investasi bodong;
- Menjanjikan bunga yang sangat tinggi
- Memberi janji cash bulanan
- Menjamin tidak akan rugi
- Biasanya mendapat bonus jika ada member baru
- Skema presentasinya tidak masuk akal


Properti

Investasi properti memiliki banyak keuntungan. Namun Safir Senduk menyarankan untuk tidak berinvestasi di properti jika tujuannya hanya untuk dijual kembali di masa depan dengan harapan harganya naik. Karena menjual properti itu sulit. 

Belilah properti untuk disewakan atau disewakan sebelum dijual. Makin pendek masa sewa, makin banyak keuntungannya. Lebih menguntungkan menyewakan rumah kepada banyak penghuni setiap bulan (kos-kosan) daripada menyewakannya hanya pada satu penyewa saja.


2. SIAPKAN DANA UNTUK MASA DEPAN

Sangat penting mempersiapkan dana masa depan dari jauh hari. Dana untuk masa depan mencakup dana menikah, membeli rumah dan isinya, dana pendidikan anak dan pensiun. Dana untuk masa depan bisa dipersiapkan di antaranya dengan menyiapkan investasi surat-surat berharga.

Oia, salah satu hal yang sedikit menyentil dari kata-katanya Safir Senduk adalah betapa masyarakat kita seringkali men-judge kemapanan seseorang dari kepemilikan mobil. Jadi kalau belum punya mobil kesannya belum mapan. Heuheu. Tapi jangan terkecoh, Temen-Temen. Memiliki rumah adalah investasi sebenarnya. Dahulukan membeli rumah, baru pikirkan membeli kendaraan.

Hati-hati dengan anggapan orang :p.


3. ATUR KEUANGAN

Sudah investasi, sudah menyiapkan dana untuk masa depan, tapi enggak bakal lengkap dong kalau kitanya boros :P. Mengatur keuangan mutlak harus dilakukan agar uang kita tidak dihabiskan lebih daripada yang seharusnya. 

Ada beberapa cara mengatur keuangan;
1. Ketahui di mana Anda boros. Lalu kurangi pelan-pelan
2. Lakukan prioritas
- Cicilan Utang 30%, kalau rumah boleh sampai 40%
- Tabungan dan Investasi 10%
- Premi Asuransi 10%
- Biaya Hidup 50%
3. Miliki Asuransi
4. Kendalikan keinginan Anda. Berhati-hatilah pada pada keinginan manusia: wajib, butuh dan ingin. Kewajiban dan kebutuhan adalah sesuatu yang ada batasnya. Tapi keinginan tidak ada batasnya. 

"Siapa yang bisa mengendalikan keinginannya, 
maka dia bisa mengendalikan keuangannya."
- Safir Senduk.



CATET. 

Banyak catatan menarik yang saya dapatkan dari seminar ini.  Di antaranya anjuran supaya lebih berhati-hati dengan SALE karena seringnya SALE up to 70% itu yang 70%-nya cuma beberapa produk dan sudah habis terjual. Hahahaha.

Kalau ini sih bener banget. Melalui observasi saya, selalu ada banyak kotak sale berisi tas di mall dan sebenarnya mau didatangi bulan apa pun ya harganya tetap sale. Bahkan kalau lihat di situs belanja online terkenal pun harganya selalu ada di kategori sale. Mungkin semacam gimmick marketing supaya customer senang mendapatkan harga tas yang aslinya Rp 1 juta dengan membayar setengahnya. Hihihi. 

Hal menarik lainnya yang saya catat dari penjelasannya Safir Senduk adalah: Jangan membeli barang mewah dengan uang dari gaji. Belilah barang mewah seperti tas atau barang branded lainnya dari keuntungan investasi. Tidak hanya kaum perempuan, para laki-laki pun sering boros dalam membeli barang-barang lain seperti otomotif atau gadget.

Yuk, kita mulai menakar dan menilai keuangan kita sendiri lalu menerapkan tips-tipsnya! Terima kasih buat Safir Senduk yang sudah berbagi dan bikin kami belajar tentang pentingnya mengelola keuangan. Terima kasih juga buat Sun Life Financial Indonesia yang sudah mengundang kami, para blogger, untuk belajar bersama dan lebih melek lagi tentang tata kelola keuangan.

Saya, Witha, dan Mba Eka.


Buat temen-temen yang membutuhkan tips lebih banyak mengenai keuangan, bisa follow @SunLife_ID dan @SafirSenduk di twitter. Banyak tips keuangan yang dishare di sana. 

Wassalaamualaikum.


12 comments:

  1. Saya masih di golongan Miskin nih sepertinya.... makasih tipsnya Mia

    ReplyDelete
  2. Sharing yang bermanfaat banget ini Mba Mia. Aku cukup lega tapi ada was2nya juga karena rasanya belum cukup bnyk invesnya. Hehehe... Thankyou Mba ^^

    ReplyDelete
  3. Kalo yg di slide ada investasi emas, baiknya yg kayak gimana Mba? Pak Safir ngejelasin ga? Soalnya aku tertarik dg investasi emas itu.. :)

    ReplyDelete
  4. aku juga digolongan miskin --" wkwk

    ReplyDelete
  5. makasih sharingnya mbak, sgt bermanfaat

    ReplyDelete
  6. sampai saat ini aku masih takut kalo mau ikut asurasni mbakk.. belum bisa milih yg oke yg kayak gimana, dulu mah asyik aja pas dicover sama perusahaan, skrng lg nyari2 asuransi yg baik gimana

    ReplyDelete
  7. Makasih sharing nya mamamiaaa.. Bermanfaat skali buat guwehh hihihi

    ReplyDelete
  8. Weleeeh. . .musti mulai invest nih. . .

    ReplyDelete
  9. kita sendiri yang harus bisa mengendalikan keuangan ya

    ReplyDelete
  10. Semuanya tergantung dari kekuatan hati mengendalikan keinginan ya bu Mia ya. Mau kaya mau miskin tergantung seberapa besar keinginan. :D

    ReplyDelete
  11. Seru amaaat acaranya... Sepintas kalo liat judul acaranya kirain bakalan jualan produk asuransi ya, ternyata bermanfaat banget :D

    Waow tips beli barang mewah pake duit dari investasi cukup menohokkk... Kalo nilai investasi lagi turun ya marilah gak belanja apa2 :))))

    ReplyDelete
  12. jadi malu deh ni kalau baca artikel ini...masih belum bisa mengarur keuangan dengan baik kayaknya nih

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...