Tuesday, 29 September 2015

Tokopedia Office Tour

Assalaamualaikum,

Hari Sabtu, tanggal 19 September lalu, saya mendapat undangan Ngobrol Cantik Bareng Blogger Perempuan dan Tokopedia. Awalnya saya agak ragu karena saya enggak begitu hapal rute jalan ke kantornya Tokopedia di Wisma 77. Sementara Hubby enggak bisa antar karena ada acara Bapak-Bapak di Cluster. Ternyata alhamdulillah Hubby acaranya enggak lama dan bisa antar juga walaupun sampainya sedikit telat. Horee :D.

Saya memang sudah tertarik dengan campaign Tokopedia, #CiptakanPeluangmu , beberapa minggu terakhir. Pasalnya, tiap pagi saya antar bocil sekolah pasti sambil dengerin Tika dan Udjo di BahanaFM dan iklan si Tokopedia ini pasti muncul. Hahahaha. Iklannya bersifat humanis dan mendorong orang untuk menciptakan peluangnya. Kadang rada bertanya-tanya apa beneran begitu apa cuma gimmick iklan? 

Baru setelah hari Sabtu itu, saya dan sekitar 29 blogger yang lain diajak berbincang-bincang mengenai E-commerce dan Blogging serta melakukan Office Tour, saya tahu kalau ternyata hashtag #CiptakanPeluangmu ini beneran jadi Value alias nilai-nilai perusahaan. Nanti deh saya ceritakan di akhir tulisan ya :).

Ngobrol cantik ini diadakan di Auditorium Tokopedia. Auditorium ini didominasi warna natural dan hijau yang cerah. Tempat duduknya dari kayu dikombinasikan dengan bantalan-bantalan busa dan rumput sintetis. Terasa nyaman namun warna hijaunya bikin melek xD.

Desain atapnya juga keren yah.

Pembicara pertama adalah Joko Sumitro, yang menjelaskan mengenai Tokopedia dan E-Commerce di Indonesia.


Joko Sumitro.

Jadi e-commerce itu ada 4 macam.
1. Iklan Baris atau Classified Ads. Dulu iklan baris sering kita temukan di koran-koran. Kalau sekarang iklan baris muncul di situs seperti OLX atau Forum Jual Beli di Kaskus.
2. Online Retail. Iklan baris biasanya hanya merupakan sebentuk informasi dan proses jual belinya langsung antara pembeli dan penjual. Sementara Online retail mengharuskan si pembeli dan penjual bertransaksi melalui platform mereka. Contohnya Lazada dan Blibli.
3. Group Buy. Ini adalah situs di mana kita biasanya bisa membeli banyak bersama pembeli lain agar mendapatkan harga yang lebih murah. Contohnya Groupon.
4. Online Marketplace. Nah, kalo ini adalah platform yang dipakai Tokopedia. Online Marketplace ini seperti mall yang menyediakan tenant bermacam-macam dan juga disertai jaminan kepercayaan.

Shintaries, Founder Blogger Perempuan.

Serius mendengarkan.

Setelah sesi sharing kami para blogger diajak office tour. Seruuu banget! 


Nyaman dan warnanya segar.
Perhatikan deh banyak terdapat bantal dan bean bag untuk duduk-duduk santai.


Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, value untuk #CiptakanPeluangmu itu beneran menjadi value perusahaan dan tercermin di desain interiornya. Contohnya kutipan dari William Tanuwijaya ini,

Suka banget deh kutipan di atas itu. Mendorong semua orang untuk menggunakan internet sebaik-baiknya dan merebut peluang yang bisa diraih :) 


Kita bisa main ayunan di kantor juga.
Pingin ngantor di sini yak :D



Pantry apa kafe nih?




Memez di Meeting Room. 

Yang menarik nama-nama Meeting Room ini keren lho. Ada The Innovator, The Believer, dan juga ada The Underdog: Mahatma Gandhi. 



Keren banget yah kantornya? Enggak cuma kantor tapi bisa ngasih banyak inspirasi desain dan value yang bagus buat kami. Tapi meskipun keren, acara ini tentu harus berakhir. Alhamdulillah ini saya dapet door prize :D.


Bersama Mba Shintaries.

Seperti biasa, sebelum pulang kita foto bareng dulu.


Senangnya ngobrol cantik bareng Blogger Perempuan dan Tokopedia. Kapan-kapan mau deh jalan-jalan lagi ke kantornya. Hahahaha :D.

Wassalaamualaikum.

Tuesday, 8 September 2015

Indonesian Culinary Adventure at Signatures Restaurant, Hotel Kempinski Indonesia

Assalaamualaikum,

Sekitar dua minggu lalu saya bersama beberapa teman blogger janjian makan siang di Signatures Restaurant, Hotel Indonesia Kempinski. Ceritanya, untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70, Signatures Restaurant menggelar tema Indonesian Food culinary spice journey, dari tanggal 5 Agustus sampai 8 September 2015 ini. Uniknya, resto yang merupakan bagian dari Hotel Indonesia ini mengubah menu makanannya selama 5 minggu berturut-turut dengan menu makanan dari daerah yang berbeda-beda di Indonesia: 5 Islands in 5 Weeks! Seru ya :).

Setiap minggu tema makanan berganti dari makanan Sumatra, Jawa, Bali-Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi-Maluku. Kebetulan saya datang saat tema makanannya Bali-Lombok. Hm, saya penasaran ingin merasakan bumbu-bumbu Bali yang terkenal.


Mejeng dulu di pintu masuk yang bertema Bali.

Waktu masih belum menunjukkan pukul 12 siang, saya masih punya beberapa waktu untuk mengamati restoran yang tampaknya tidak bisa dipisahkan dari sejarah Indonesia ini. Hotel Indonesia diresmikan pada 5 Agustus 1962 oleh Presiden RI pertama, Soekarno, untuk menyambut Asian Games IV tahun 1962. Karena itu, tidak mengherankan ya jika desain interior resto dihiasi oleh beberapa foto bersejarah mendiang Presiden Soekarno bersama tokoh-tokoh kenamaan seperti J.F Kennedy, dan Marilyn Moenroe.


Foto-foto Soekarno bersama tokoh kenamaan.

Desain restorannya sendiri dibuat terbuka dengan pintu-pintu lebar dan partisi-partisi logam yang cantik. Di dalam ruangan, interiornya cozy dan nyaman dengan sofa-sofa.



Sementara itu di bagian luar, kita bisa menikmati makanan dengan pemandangan yang lebih lapang dan cantik dengan banyak pepohonan. Saya menyukai penataan partisi logam yang unik dan cantik :).


Melalui pintu kaca, kita juga bisa mengakses tempat makan di bagian outdoor yang tertata baik. Psst.. di sini pencahayaan alami matahrinya bagus banget, cocok sekali buat foto-foto :D.

Cantik ya?



Kami mendapat meja di bagian luar. Which is good, karena posisi meja ini berdekatan dengan tempat bermain anak yang tersedia di dalam restoran. Tentang tempat bermain anak-anak ini nanti akan saya bahas di ujung tulisan ini ya :).


And this is our table.

Akhirnya jam menunjukkan pukul 12 siang. Perut saya sudah lapar dan aroma makanan sudah tercium wangi. Tak berapa lama restoran mulai dipenuhi suara obrolan dan denting suara sendok-garpu dan piring. 

Yang pertama kali menarik perhatian saya adalah menu ini, Bebek Betutu.

Bebek Betutu. Slow Roasted Duck with Balinese Spice.

Enggak cuma dagingnya, tapi menu sayurannya juga menggugah selera. Maklum, saya ini penggemar kangkung. Jadi saya seneng banget ketemu plecing kangkung yang terkenal pedas dan segar itu.

Plecing Kangkung.

Selain itu ada menu-menu lain yang juga menarik.

Sate Lilit dengan sambal dabu-dabu. Enyaak...

Selada Ayam Bumbu Bali. Balinese Chicken Salad.


Jejeruk Ayam. Chicken Salad with Coconut.

Enggak sabar pengen icip-icip semua menunya ya.

Sate lilit ini enak. Gagangnya unik banget karena bukan dari kayu melainkan dari sereh. Jadi wangii :).

Nasi Goreng Bumbu Bali, Plecing Kangkung, dan Ayam Bakar Sambal Matah. 

Sambil menikmati makanan khas Bali-Lombok, kami juga disuguhi penampilan para penari Bali lho :).

Serasa di Bali.

Untuk dessertnya, tersedia makanan-makanan khas Indonesia yang enak-enak ini lho.


Ada KueKu, Kue Ape, dan Onde-Onde. Yummy.

Bahkan ada gerobak Mie Ayam, lho! :)

Meskipun temanya makanan Indonesia, Signatures juga tetap menyajikan aneka makanan lezat internasional lainnya. Jadi enggak usah khawatir karena menunya lengkap.

Sushi time.

And chocolate dessert time! :D

Senang sekali bisa menghabiskan waktu bareng temen-temen di Signatures Restaurant. Sebelum pulang kami foto-foto dulu di salah satu bagian kece restoran ini.

Dani, Pungky, Ayu, Yeye, Memez, Yani, Saya, dan Witha. Happy ^_^.

Oiya, selama kami makan siang dan mengorol, kami bisa cukup tenang menikmati makanan karena letak meja yang berdekatan dengan tempat bermain anak-anak. Jadi anak-anak enggak bosan mendengarkan para orang tua mengobrol karena mereka bisa bermain bersama-sama. Desain tempat bermain ini cukup aman untuk anak-anak. Ruangannya terang, berlantai kayu, dan undakan serta tangga-tangganya pun dibuat landai.






Overall, pengalaman makan siang yang menyenangkan. Terima kasih, Signatures Restaurant :).



Wassalaamualaikum.


SIGNATURES RESTAURANT, HOTEL INDONESIA KEMPINSKI JAKARTA
Jl. MH. Thamrin 1, Jakarta
(021) 23583898
Twitter     : @KempinskiJKT
Instagram : @KempinskiJKT
Facebook : Hotel Indonesia Kempinsi Jakarta
Weekday Lunch   :IDR265,000++/pax
Weekend Brunch :IDR360,000++/pax
All Week Dinner    :IDR285,000++/pax

Thursday, 3 September 2015

When in Doubt, Wear Sunnies

Assalaamualaikum,

Pernah enggak ngerasain yang namanya pergi ke suatu tempat dengan terburu-buru? Enggak punya waktu buat dandan, bahkan misalnya cuma ngegambar alis atau pake lip balm? Terus sebenernya kita ke tempat itu enggak lama tapi malu juga kalo ga dandan-dandan amat? 

Ada saat misalnya kita harus terburu-buru janjian dengan orang di mall hanya sekedar ambil barang, atau saat travelling dan berangkat pagi-pagi sekali, atau saat antar anak ke sekolah, atau basically kita emang enggak punya waktu aja buat tetek bengek samain alis kiri sama kanan. Hahahaha. Kalo pas lagi ribet gitu, biasanya penolong saya adalah si kacamata item alias sunnies/sunglasses. 

Perkenalan saya dengan sunnies adalah saat masa kecil. Dulu suka iseng pake punya Mamah atau Papap terus difotoin. Tapi kalo untuk koleksi sendiri, baru kepikiran beberapa tahun lalu waktu umrah bareng suami. Itu pun belinya ngedadak karena ternyata di sana mataharinya memang terik banget.

Saat umrah itu kan banyak sekali jadwal ibadah, sementara saya orangnya enggak suka ribet. Pakaian umrah itu selalu celana longgar, atasan mukena, kaos kaki dan sandal jepit. Pemakaian make up pada saat umrah tidak diperbolehkan. Walau pun saya juga enggak terlalu suka pakai make up sih dulu :p. Tapi saya menemukan bahwa memakai sunnnies, selain bisa membantu menghalangi cahaya matahari yang terik, juga bikin kita keliatan kece walopun enggak pake make up. Hahaha *ini ngomongnya sungguh pede sekali xD*.







Nah, sampai sekarang sunnies selalu jadi andalan kalau pas buru-buru dan enggak pake make up. Apalagi kalau lagi travelling gitu seringnya malas banget mau berdandan. Kalau pake sunnies, urusan selfie mah bereslah. 

Misalnya saja foto selfie di bawah ini diambil sekitar pukul 6 pagi. Saya lagi di jalan menuju Bandung dan kami berangkat tepat setelah shalat subuh. Enggak pake make up sama sekal. Edit dikit, lumayan lah ya buat dipajang di instagram :p.


Sebenernya lebih kece lagi kalo pake lipstik merah yang cetar membahana. Tapi ini kan ini judulnya buru-buru dan enggak sempet dandan. Yang penting saat dilihat orang kita keliahatan decent lah ya. 

Dari bulan lalu pingin nambah koleksi sunnies lagi karena udah mulai bosan. Eh kemarin pas lagi iseng browsing nemu koleksi kacamata Sunnies Studios di Zalora ini kok kece-kece. Ada model aviator yang selalu nge-hitz sampai model cat-eye yang modis. Warnanya juga ga cuma hitam, ada yang bingkainya berwarna terang dan sejujurnya pengen juga punya model yang agak-agak aneh begitu. Jadi next time kalo turun dari pesawat, bis, motor, ato mobil bisa langsung pake sunnies dan melenggang aja gitu kayak Victoria Beckham *kibas jilbab *lalu dilempar bakiak. Hahaha.

Kalau kamu, suka sunnies model apa? Share dong :).


You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...