Tuesday, 27 October 2015

Happy Birthday, Dear Hubby

Assalamualaikum,

Sekitar sebulanan lalu Hubby ulang tahun. Latepost banget ya ini. Gapapalah yah. Ga ada acara apa-apa sih, even cuma sekedar makan di luar. Tapi sehari sebelum hari ultah saya mampir groceries. Liat rak bahan kue kok jadi kepikir pengen bikin kue barengan si Bebe. Si Bebe kan suka banget 'bantuin' emaknya kalo udah nguprek di dapur. Dia suka acara nuang-nuang, nyampur atau sekedar mecahin telur. Hahaha.

Kali ini ga pengen neko-neko. Cuma pakai tepung mix Haan Black Forest kukus. Black forest kukus ini surprisingly ga jauh beda rasanya sama black forest yang dipanggang. 

Base kuenya didiemin dulu baru deh digarnish. Atasnya pake garnish potongan dan parutan coklat sambil dibantuin si Bebe. Buat toppingnya si Bebe nawarin cha cha minisnya buat ditaburin. Hahaha.. baek banget kamu, Nak :*.

Ini dia hasilnya, tadaaa..

Happy Birthday, Papa! 









Happy birthday, Papa! We love you :*.


Wednesday, 21 October 2015

A Short Trip to Pekalongan

Assalaamualaikum,

Sekitar bulan September lalu, kami pergi ke Pekalongan. Seumur hidup saya belum pernah menginjakkan kaki ke kota itu. Gara-garanya, salah satu sahabat saya waktu sama-sama jadi MT di sebuah bank swasta nasional, menikah. Namanya Freshty.

Jadi ceritanya, sekitar lima tahun lalu kan saya menikah di Tasik. Waktu itu kami masih kerja di Bank yang sama dan satu kosan juga. Di kosan ada beberapa temen MT yang dekat. Tapi sepertinya paling sering hangout sih sama si Freshty dan Ajeng.

Tapi meskipun sekosan dan dekat satu sama lain, mengingat jarak yang cukup jauh dari Jakarta, saya enggak terlalu berharap mereka bisa dateng ke Tasik. Jadi saya cuma mengharapkan temen-temen deket waktu kuliah saya aja jadi pagar ayu karena memang sudah dibicarakan dari jauh hari.

Mendekati hari H, taunya mereka pada bilang mau ke Tasik. Hahahaha. Jadilah seragam pagar ayunya ditambah dua orang lagi. Saya jadinya bahagia mereka bisa dateng. Karena saya sadar banget banyak teman dan kenalan yang enggak bisa dateng karena venue yang jauh dari Jakarta. Nah, karena itulah saya punya niat kalau mereka menikah dan saya bisa dateng, saya akan usahakan datang. 

Karena pernikahannya digelar hari Minggu dan Hubby Seninnya ngantor, maka kami pun memutuskan pergi hari Sabtu dini hari. Jadi pagi-pagi suda sampai Pekalongan, datang pas malam midodareni, dan Minggu paginya hadir saat akad nikahnya saja.

So, off we went. It was 2.30 in the morning and the air is so clean and refreshing. Kami berhenti sebentar di rest area untuk shalat subuh. Sekitar pukul 5.00 kami sudah memasuki ruas tol cipali yang baru itu. 

I always love morning views :).


Ini pertama kalinya kami menempuh perjalanan lewat Cipali dan Pantura. Jadi Hubby memperhitungkan waktu yang tepat saat matahari mulai muncul. We didn't want to go to place we never know in darkness, of course.

Cipali itu... seperti jalanan yang nggak bertepi. Hahahaha xD. Jalanannya bener-bener lurus dan seperti enggak nyampe-nyampe. Kalau lewat sini kayaknya sopir harus tidur cukup yah biar ga gampang ngantuk. Karena masih pagi, pemandangannya juga bagus. Sepanjang jalan kita bisa lihat kebun-kebun dan sawah yang cantik begini,




Kalo pas perjalanan pulang sih siang-siang jadinya panaass di sini. Apalagi ruas tol ini masih minim rest area yang besar. Tenant-tenantnya tidak seberagam ruas cikampek atau jagorawi. Tapi saya enggak bisa review juga sih karena ga sempat berhenti di rest area.

Pukul 9.30 kami sudah sampai di Pekalongan. Seperti yang disarankan sama Freshty, kami mampir di Pusat Batik Pekalongan, Pasar Setono. Bentuknya seperti sejumlah ruko dan pertokoan yang menjual batik. Harganya beragam dari yang murah banget sampai mahal banget. Untungnya ada Mamah saya yang pinter nawar. Hihihi. Kami cuma beli beberapa potong celana batik, baju tidur sama mukena buat saya.




Bersama Adik dan Mamah.

Pukul 11 perut udah keroncongan. Berdasarkan rekomendasi Freshty dan hasil searching di mbah google, kami mampir di Soto Tauto Pak Dul buat makan siang. Kebetulan dari Setono kami hanya langsung putar balik dan Soto Pak Dul ada di seberangnya pasar. Ini dia soto tauto,

Soto Tauto
Soto tauto ini kuahnya campuran kuah soto dan tauco. Rasa dan aromanya khas tauco, gurih dengan sedikit rasa manis dan agak pedas. Si Bebe enggak makan soto Tauto, saya hanya pesankan soto ayam biasa. 




Setelah makan, kami langsung berangkat ke hotel untuk check in. Kami menginap di Horison Pekalongan. Reviewnya akan saya post nanti yah ;). 

Akhirnya ketemu kasur -_- zzz.
Selepas maghrib kami lanjut bertandang ke rumah Freshty yang tenyata lagi malam midodareni. Saya baru tahu mengenai adat ini. Tapi pas juga saya datang, karena kalo pas hari H mana bisa kan saya ngobrol sama pengantin.

Kami disuguhi makan malam nasi megono sama Mamanya. Ternyata nasi megono ini enak. Megononya terbuat dari nangka muda yang dipotong kecil-kecil. Dicampur kelapa, kencur, rasanya agak pedas mirip urap. Enak deh makannya :).


Nasi megono, orek tempe, dan rendang.

Bisa chit chat walaupun sebentar.

Sekitar pukul 8 malam kami pulang. Karena badan cape dan tamu-tamu lain juga mulai berdatangan. Lagipula kami harus berangkat pagi besoknya untuk menghadiri akad nikah.

Esoknya kami bangun pagi dan langsung siap-siap setelan kondangan. Hehehehe.







Kami sarapan di hotel lalu segera berangkat. 




Sudah sah ya, Jeng :p.





Sekitar pukul 10.30 kami check out dan langsung pulang. Di Brebes enggak lupa kami mampir buat beli beberapa box telor asinnya yang terkenal sebagai oleh-oleh.





Telur asinnya ada yang bakar, ada yang rebus. Setelah dicoba emang rasa telur asinnya lebih gurih, terutama kuning telurnya enak banget buat campuran masak. Tapi setelah nyoba saya sih prefer yang rebus aja. Yang bakar putih telurnya agak terlalu anyir buat saya, walaupun kuning telurnya memang lebih enak lagi sih daripada yang rebus. 

Telur-telur asin ini harganya beragam, dari 36.500 per kotak sampai 45.000. Tergantung kita memilih isinya mau yang rebus, panggang atau bakar. Masing-masing citarasanya beda.


Perjalan pulang macet di Brebes karena ada perbaikan jalan. Masuk ruas tol cipali rasanya lamaa sekali. Di Cikampek kami belok ke Bandung buat ngedrop Adik sama Mamah serta mampir ke rumah Ortunya Hubby buat ngasih oleh-oleh. Lewat km97 dilalah arah sebaliknya ke Jakarta ada bus kebakar dan macet sepanjang 10 km. 

Hubby yang sudah capek nyetir akhirnya mutusin tidur dulu di Bandung dan jalan lagi sekitar pukul 11 malam supaya kemacetannya lebih cair. Alhamdulillah perjalanan Bandung-Jakarta lancar, sampai rumah jam setengah dua pagi. Capeek luar biasa. Hahahaha. 

Wassalaamualaikum.

Tuesday, 20 October 2015

Clozetters Meet Up and Many Essential Tips to Travel In Style

Assalaamualaikum,

Hari Sabtu tanggal 10 Oktober lalu saya hadir di Clozetters Meet Up bersama Clozette Daily di KOI Kemang bersama Witha dan Ayu. Saya penasaran banget sama tema acaranya, yaitu "Travel In Style". 

Jadi saat kita travelling itu kan rugi banget memang kalau enggak foto-foto. Selain pingin punya foto bagus, tentu pengen terlihat bagus juga di fotonya. Ya kan? Ya kan? *maksa* hahahaha.

Saya ini suka wondering kok para travel blogger/fashion blogger itu bisa yah bepergian dengan outfit macam-macam dan style yang kece. I mean, yang kebayang tentu kopernya gede banget kan xD. Trus jadi pengen tau, gimana sih caranya travelling, yang affordable budgetnya, sambil menghasilkan foto yang keren, dan juga tetep keliatan cakep *banyak mau*. So that's why I'm curious with the event and all of the speakers.




With Ayu.

With Witha.

Those fruit salads with strawberry sauce is soo yummy.

Skin checking with Hada Labo.

Travel In Style
Di sesi pertama ada Kadek Arini (@kadekarini) yang sharing tentang travelling yang smart. Kadek ngebeberin gimana caranya travelling dengan budget terbatas. 

Menurutnya, di Indonesia itu banyak tempat bagus tapi harus didatangi rame-rame agar budgetnya bisa murah. Misalnya sewa mobil atau sewa kapal tentu lebih murah kalau banyakan. 

Selain itu, kalau jalan-jalan diusahakan pergi ke tempat lain yang tidak mainstream. Misalnya saja ke Yogyakarta, rugi banget kalau cuma ke Borobudur dan Malioboro. Masih ada Taman Sari, Dataran Tinggi Dieng, dan Gumuk Pasir Parangkusumo.

Kadek Arini.
Kalau kalian follow instagramnya Kadek, pasti liat foto-fotonya yang keren. Tau nggak sih kalau banyak foto-foto tersebut diambil sendiri pake tripod? Jadi setting kamera di tripod lalu bolak balik deh buat ngambil gambar. Hahahaha. Etapi kok bisa keren gitu sih Kadek? Akuh jadi mau xD. 


Di sesi dua ada Amalla Vesta (@swankytraveler) yang berbagi tentang Travel In Style. Saya suka banget sesi ini karena banyak tips keren mengenai travelling yang stylish.


Amalla Vesta


Jadi ya, untuk selalu tampil stylish saat travelling itu ada caranya. Di antaranya,





Choose contrast colors.
Ini yang seringnya kita lupa. Jadi, girls, kalo kita mau travelling kita harus perhatikan tempat yang kita datangi itu seperti apa dan pilih pakaian dengan warna yang kontras. 

Jadi kata Mba Vesta, kalau kita mau dateng ke pantai, jangan pake warna biru. Kalau pergi ke Borobudur, jangan pake abu-abu. Kenapa? Karena kalau enggak kontras, nanti kita ga bakal keliatan kalo difoto, Cyin xD. Ehm, jadi kemana aja ya sayah? Ga tau tips penting ini. Nah, sekarang kalo bepergian berarti harus inget nanti tempatnya seperti apa biar stand out di foto *catet*.

Bring Accesories
Aksesori membikin penampilan kita enggak terlalu monoton. Aksesori sih banyak. Bisa scarf, jam tangan, topi atau kacamata hitam, jadi enggak perlu terlalu memikirkan yang ribet. Oiya, aksesori juga berguna saat bepergian ke negara lain saat winter. Seringnya travelling winter kita suka pakai coat yang itu aja atau cuma beberapa, jadi bisa disiasati dengan penggunaan scarf yang berbeda. Berarti kalo pake jilbab bisa lah ya Mba Vesta? Asal ganti warna aja gitu ;).

Mix & Match
Kalo ini mah jelas penting yah. Supaya bawaan ga terlalu berat, kita bisa siasati pakaian dengan cara mix and match. Ini juga merupakan cara yang smart agar pakaian ga membosankan.

Use Packing Box
Pisahkan pakaian berdasarkan fungsi dan jumlah hari. Ini menurut saya tips smart yang lain. Jadi sebisa mungkin pakaian kita pisahkan menurut jumlah hari. Misalnya kita bepergian 5 hari, kita bisa pisahkan outfit hari 1 dan 2, lalu 3, 4 dan 5. Jadi saat pakaian di kemasan pertama sudah kotor, enggak akan tercampur sama pakaian di packing box selanjutnya yang masih bersih.

Untuk packing sepatu, usahakan bawa sepatu yang tipis semacam flats atau kets. Sementara sepatu paling berat seperti boots dipakai saat kita berangkat atau di pesawat. 



Selain Kadek dan Mba Vesta, ada tips penting juga dari Hada Labo,


- Saat travelling, cukup pakai make up yang tipis. Di perjalanan biasanya kita nggak selalu bertemu air. Jadi pemakaian make up tebal itu bisa bikin kulit kita jadi rusak karena lebih sulit dibersihkan.

- Cuci muka sesering mungkin. Yes, ini sih penting banget dan gaboleh males. 

- Bawa skin care dengan kemasan sample. Kemasan sample biasanya kecil dan handy. Jadi kita masih bisa merawat kulit tanpa perlu bawa kemasan yang segede-gede gaban.

Ah, aku senang acaranya bagus banget. Thank you, @clozetteid :D. 
Wassalaamualaikum.

Monday, 19 October 2015

School Project: Family Tree (Pohon Keluarga)

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Sejak si Bebe sekolah saya jadi jarang banget menyentuh blog ya. Saya juga minta maaf kalo belakangan ini jadi jarang blogwalking dan membalas komentar. Akhir-akhir ini masih mencoba beberapa cara dalam memanfaatkan waktu. Kadang masih overwhelmed dengan beberapa tugas tambahan. Masih berusaha menemukan ritme terbaik. Tapi semoga setelah ini saya makin rajin lagi ngeblog dan BW ke blog teman-teman ya.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah ngebetulin tablet yang sempat mati total. Karena saat tablet berfungsi baik, saya biasanya lebih rajin ngeblog. Semenjak tablet mulai berkedip-kedip terus beberapa bulan lalu otomatis saya harus ngeblog di laptop. Dan seringnya sulit menemukan waktu untuk membuka laptop di rumah karena sekarang jadwal mengharuskan saya untuk lebih mobile. Setelah dibawa ke service center, ternyata baterai dan konektornya rusak dan harus diganti. Agak menyesal karena harus diinstal ulang dan semua data hilang T_T. Tapi yasudahlah, yang penting tabletnya sudah bisa digunakan lagi.

Eniwei, hari ini saya mau cerita tentang penugasan di sekolahnya si Bebe sekitar sebulan lalu. Tema bulan kemarin itu mengenai keluarga, baik itu bermakna keluarga inti maupun  keluarga secara luas. Puncaknya, pada penutupan tema di akhir bulan diadakan pameran kreasi pohon keluarga yang dibuat oleh setiap anak dan orangtuanya masing-masing. Rupanya sekolah semacam membuat para orangtua turun tangan berkreasi bersama anaknya dan jadinya anak menjadi lebih jelas dengan pemahaman mengenai keluarga.

Saya punya ide membuat pohon keluarga ini tidak memakai pohon, melainkan berupa rumah dengan sejumlah jendela yang bisa dibuka. Dan setiap anggota keluarga seakan-akan sedang duduk di jendela masing-masing. Sementara si Bebe ada di pintu paling bawah. 

Membuat karya begini emang tampak gampang yah. Tapi bukan emak-emak kayaknya kalo enggak rempong. Jadi minggu pertama cari bahan di Toko Gunung Agung, beberapa bahannya terasa agak mahal. Jadi minggu depannya ke Toko Sederhana cari yang lebih murah. 

Buat temen-temen yang tinggal di Depok dan butuh alat tulis murah, coba deh ke Sederhana. Di sini harga krayon, kertas, cat akrilik, karton, dan alat tulis lain jauh lebih murah daripada di toko buku besar. Tokonya ada di ruko Jl. Kartini di ruko sebelah jalan akses Stasiun Depok Lama. Satu lagi lokasinya sebelum Pasar Agung. Saya lebih sering ke yang di jl. Kartini karena ada parkiran mobil. 

Saya menemukan sebagian besar bahan di Sederhana, namun sayang kertas yang saya inginkan warnanya enggak lengkap jadi balik lagi deh ke Gunung Agung. Hahahaha. Oiya, untuk project ini kita juga harus dua kali cetak foto. Karena ternyata foto yang diambil di foto keluarga enggak semuanya pas di jendela. Ada saja yang badannya ga full karena tergunting untuk foto anggota yang lain. Jadi akhirnya cetak foto keluarga sampai tiga lembar xD.

Akhirnya walopun ide udah dari jauh hari, eksekusi tetep aja di hari terakhir. Yah, untungnya udah ada ide juga sih jadinya tinggal jalan ajah. Dan tadaa... ini dia hasil jadinya,

Saat jendela ditutup.


Daun pada pohonnya dibuat dengan telapak tangan si Bebe yang dicelupkan pada cat akrilik warna hijau. Sementara rumputnya hanya cat akrilik yang diaplikasikan menggunakan ujung jari si Bebe dan saya. Seru banget ngerjain bareng-bareng sama anak. Walopun sering ngingatin karena anaknya ga sabar pengen celup-celup. Hahahaha.

Ide burung di sarang dan burung yang terbang itu dari si Bebe. Sementara ide jendela dengan tekstur kayu dan penulisan nama anggota keluarganya dari Papa. 

Yang ini saat jendelanya dibuka.


Ini project sekolah pertama yang kita kerjain bareng-bareng. Jadi kayaknya seru dan mesti banget ditaro di blog. Hahaha :D. 


Wassalaamualaikum.

Thursday, 1 October 2015

Blogger dan Kartu Nama

Assalaamualaikum,

Sejak jaman saya magang di media massa jaman kuliah dulu, saya tahu banget pentingnya kartu nama buat orang yang kerja di dunia informasi dan komunikasi. Apalagi Jurnalis kan sering ketemu narasumber, jadi wajib deh yang namanya punya dan tukaran kartu nama.

Baru sejak saya terjun di dunia blogging saya tahu ternyata punya kartu nama buat blogger juga penting. Kalau para blogger dateng ke acara, kita seringkali diminta kartu nama di meja registrasi. Kadang memang buat door prize, tapi seringkali kartu nama kita disimpan oleh penyelenggara acara agar kita bisa diundang kembali di lain kesempatan, lho. Jadi memberikan kartu nama bisa dibilang salah satu langkah untuk mengenalkan blog kita kepada lebih banyak orang, sesama blogger dan tentu saja (mungkin) calon klien. Kartu nama juga bikin kita terlihat lebih profesional sebagai seorang blogger.

Sebenarnya sekitar satu setengah tahun lalu saya sudah memiliki kartu nama. Tapi kartu nama yang dulu Url-nya masih alamat lama blog ini, kacamatamia.blogspot.com. Padahal  enam bulan lalu saya memutuskan mengubah alamat blog ini jadi www.miafauzia.com. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk bikin kartu nama baru.

Ada cukup banyak jasa pembuatan kartu nama di internet, tapi akhirnya saya memilih bikin kartu nama di praktisprint.com. Pas buka webnya desainnya keliatan cukup modern. Terus di kanan bawah ada box yang bisa dipakai buat chatting sama Customer Service. CS-nya cukup responsif, jawabnya cepat ga pake lama. 

Sebenernya di praktisprint.com itu ada menu di mana kita bisa pilih desain yang diinginkan, terus tinggal isi data yang kita mau sertakan dan langsung order. Cuma saya kepingin banget menaruh logo blog ini di kartu nama. Jadinya saya tanya apa bisa pakai desain sendiri saja?

Ternyata bisa. Saya cuma mengirimkan desain yang saya buat sore kemarin, dan ternyata sore ini kartunya sudah sampai rumah :D.

Ini dia hasilnya,


Saya sengaja bikin desainnya clean dan mirip sama tampilan blog ini. Hasil cetaknya bagus juga nih. Padahal tadinya saya agak khawatir warna dasar abu-abu di sebelah kiri itu kurang tercetak baik karena warnanya tipis banget.


Lucu juga ya kemasannya :).

Buat yang masih maju mundur mau bikin kartu nama, saya saranin bikin deh. Modalnya enggak besar, tapi bisa bikin kerjaan kita jadi lebih profesional. 

Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...