Monday, 19 October 2015

School Project: Family Tree (Pohon Keluarga)

Assalaamualaikum,

Halo, apa kabar? Sejak si Bebe sekolah saya jadi jarang banget menyentuh blog ya. Saya juga minta maaf kalo belakangan ini jadi jarang blogwalking dan membalas komentar. Akhir-akhir ini masih mencoba beberapa cara dalam memanfaatkan waktu. Kadang masih overwhelmed dengan beberapa tugas tambahan. Masih berusaha menemukan ritme terbaik. Tapi semoga setelah ini saya makin rajin lagi ngeblog dan BW ke blog teman-teman ya.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah ngebetulin tablet yang sempat mati total. Karena saat tablet berfungsi baik, saya biasanya lebih rajin ngeblog. Semenjak tablet mulai berkedip-kedip terus beberapa bulan lalu otomatis saya harus ngeblog di laptop. Dan seringnya sulit menemukan waktu untuk membuka laptop di rumah karena sekarang jadwal mengharuskan saya untuk lebih mobile. Setelah dibawa ke service center, ternyata baterai dan konektornya rusak dan harus diganti. Agak menyesal karena harus diinstal ulang dan semua data hilang T_T. Tapi yasudahlah, yang penting tabletnya sudah bisa digunakan lagi.

Eniwei, hari ini saya mau cerita tentang penugasan di sekolahnya si Bebe sekitar sebulan lalu. Tema bulan kemarin itu mengenai keluarga, baik itu bermakna keluarga inti maupun  keluarga secara luas. Puncaknya, pada penutupan tema di akhir bulan diadakan pameran kreasi pohon keluarga yang dibuat oleh setiap anak dan orangtuanya masing-masing. Rupanya sekolah semacam membuat para orangtua turun tangan berkreasi bersama anaknya dan jadinya anak menjadi lebih jelas dengan pemahaman mengenai keluarga.

Saya punya ide membuat pohon keluarga ini tidak memakai pohon, melainkan berupa rumah dengan sejumlah jendela yang bisa dibuka. Dan setiap anggota keluarga seakan-akan sedang duduk di jendela masing-masing. Sementara si Bebe ada di pintu paling bawah. 

Membuat karya begini emang tampak gampang yah. Tapi bukan emak-emak kayaknya kalo enggak rempong. Jadi minggu pertama cari bahan di Toko Gunung Agung, beberapa bahannya terasa agak mahal. Jadi minggu depannya ke Toko Sederhana cari yang lebih murah. 

Buat temen-temen yang tinggal di Depok dan butuh alat tulis murah, coba deh ke Sederhana. Di sini harga krayon, kertas, cat akrilik, karton, dan alat tulis lain jauh lebih murah daripada di toko buku besar. Tokonya ada di ruko Jl. Kartini di ruko sebelah jalan akses Stasiun Depok Lama. Satu lagi lokasinya sebelum Pasar Agung. Saya lebih sering ke yang di jl. Kartini karena ada parkiran mobil. 

Saya menemukan sebagian besar bahan di Sederhana, namun sayang kertas yang saya inginkan warnanya enggak lengkap jadi balik lagi deh ke Gunung Agung. Hahahaha. Oiya, untuk project ini kita juga harus dua kali cetak foto. Karena ternyata foto yang diambil di foto keluarga enggak semuanya pas di jendela. Ada saja yang badannya ga full karena tergunting untuk foto anggota yang lain. Jadi akhirnya cetak foto keluarga sampai tiga lembar xD.

Akhirnya walopun ide udah dari jauh hari, eksekusi tetep aja di hari terakhir. Yah, untungnya udah ada ide juga sih jadinya tinggal jalan ajah. Dan tadaa... ini dia hasil jadinya,

Saat jendela ditutup.


Daun pada pohonnya dibuat dengan telapak tangan si Bebe yang dicelupkan pada cat akrilik warna hijau. Sementara rumputnya hanya cat akrilik yang diaplikasikan menggunakan ujung jari si Bebe dan saya. Seru banget ngerjain bareng-bareng sama anak. Walopun sering ngingatin karena anaknya ga sabar pengen celup-celup. Hahahaha.

Ide burung di sarang dan burung yang terbang itu dari si Bebe. Sementara ide jendela dengan tekstur kayu dan penulisan nama anggota keluarganya dari Papa. 

Yang ini saat jendelanya dibuka.


Ini project sekolah pertama yang kita kerjain bareng-bareng. Jadi kayaknya seru dan mesti banget ditaro di blog. Hahaha :D. 


Wassalaamualaikum.

27 comments:

  1. wah boleh juga idenya Mia, aku mau bikin juga ya. Btw aku males ngeblog atau bw dari ipad hehehe lebih enak dari laptop

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bole Mbaa :D. Nah iya betul, emang paling enak di laptop. Tapi dasar akunya aja suka ribet nyalain dan matiinnya dan enggak bisa sambil multitasking. Hahhaha xD

      Delete
  2. Wah emang seneng ya kalau ngerjain project sekolah anak, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa seru ya Teh. Jadi kerja bareng :D

      Delete
  3. idenya bisa nih ditiru..jadi anak bisa tau ya silsilah keluarganya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, bagus buat ngenalin silsilah sama anak :).
      Yuks bikin

      Delete
  4. Lucu banget kak family tree-nyaa! Aku bikin itu pas barfu masup SMP.
    Kurikulum playgroup dan TK saat ini makin 'fun & serious' ya. Jaman aku dulu malah mainan tanah liat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha xD. Masih tahap pengenalan keluarga yang dekat aja sih ini. Tapi kayaknya emg kurikulum skrg banyak yang melibatkan peran orangtua yak

      Delete
  5. Selama Millie sekul, udah 2x dia ada tugas bikin family tree gini, seru yah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa bgt Ye. Jadi bisa teamwork sama anak yak

      Delete
  6. Wah keren Mia. Out of the box banget tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ish.. bisa ajah xD. Makasi banyak yaa Ryan

      Delete
  7. Bagus banget, Miaaaa <3 Wkwkwkwk peer anak tapi yang rempong emaknya ya :p Harusnya emaknya dapat raport juga XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahahaha... wah jangan dapet rapot juga Tia. Ntar SPPnya jd dobel donk xD

      Delete
  8. wah bagus bgt family treenya mia

    ReplyDelete
  9. Waah Bebe udah sekolah yaa? Kangen cerita serunya Bebe. Nanti kapan2 cerita
    Hihi, iya lho ... school project yang pertama emang kudu diabadikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. iya udah lama ga cerita Bebe. Emaknya (sok) sibuk nih

      Delete
  10. bebe imajinasinya keren ya,ide burungnya itu loh..bikin tambah maniss^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Sekarang imajinasinya udah berkembang lg

      Delete
  11. Cakeeep family treenya.. Seru yaaa project anak-anak.. Di sini apa lagiii.. Banyaak ajaaa

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...