Monday, 7 December 2015

Tea Party Photography Workshop with @dapurhangus & Ibis Styles Sunter



Assalaamualaikum,

Dua minggu yang lalu saya mendapat undangan Tea Party Photography Workshop bareng @dapurhangus dan Ibis Styles Sunter. Tentu saja saya seneng banget. Bukan apa-apa, @dapurhangus alias Ika Rahma ini adalah temen kampus saya dulu. Dari dulu pengen banget belajar dari Ika karena foto di instagramnya kece-kece. Pengeeen banget punya timeline yang bagus kayak gitu. 

Saya sampai di venue sekitar pukul 3 sore. Tadinya suami berencana ngajakin si Bebe nge-mall sambil nunggu saya workshop. Tapi ternyata di Ibis Styles Sunter ini terdapat Kids Room di lobbynya. Ada TV kabel dengan saluran anak-anak serta berbagai mainan. Waktu itu lagi ada film Toy Story 2 di Disney. Sementara menunggu acara dimulai bocil anteng main di kids room sambil nonton film. Tapi karena keasyikan malah terus main sampai mamanya selesai acara. Hahaha. 

Ibis Styles Sunter ini memang punya konsep interior colorpop yang minimalis. Kita bisa melihat banyak elemen kayu dan warna warni. Warna warninya berkesan muda sementara elemen kayunya terasa homy dan bikin betah. Kalau sudah lihat venue kece gini mah pasti harus narsis dong yah. Hehehe.

Mejeng dulu di lobby.


Sesi pertama adalah sharing dari Ika tentang Food Photography. Ika memperkenalkan konsep yang disebutnya sebagai Home Photography. Konsep ini adalah  studio mini yang bisa dibikin di rumah sendiri dengan alat-alat yang tersedia di rumah untuk menghasilkan foto bagus dengan efek tertentu seperti di studio.

Ika Rahma, owner @dapurhangus. 

Dalam mengambil foto makanan, ada beberapa tips penting  yang perlu kita ketahui. Pertama, tentukan tujuan terlebih dahulu. Apakah kita memotret untuk kepentingan media sosial atau promosi produk? Karena berbeda tujuan tentu akan berbeda juga hasilnya.

Kedua, pahami kamera atau gadget yang kita pakai untuk memotret beserta teknik dasar fotografi. Ketiga, pilihlah angle yang cocok. Ada beberapa jenis angle,  
- Bird Eye View adalah angle di mana kita mengambil gambar lebih tinggi dari objek. 
- High Angle adalah angle di mana kamera berada tepat di atas objek untuk mengambil gambar tepat di bawahnya. Ini juga lagi nge-tren di instagram dengan hashtag #flatlay
- Eye level  adalah angle di mana kamera mengambil gambar sejajar dengan pandangan mata

Ada sedikit tips dari Ika untuk mengambil gambar makanan. Sebaiknya mengambil foto makanan dari depan agak miring beberapa puluh derajat agar makanannya secara fisik terlihat bervolume. 

Sesi kedua, kami diajak untuk ber-Tea Party bersama Head Chef Hotel Ibis Styles Sunter, Chef Lukman Hakim. Untuk tea party ini, chef Lukman menyiapkan acara minum teh berkonsep internasional. Pada Tea Party ini para peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan diminta untuk menghasilkan foto yang paling kece saat Tea Party berlangsung. Yaitu saat Chef Lukman menunjukkan konsep Pesta minum teh dan juga saat peserta secara bebas membuat konsep foto minum teh sendiri.

Chef Lukman Hakim.
Untuk tea party, Chef Lukman punya beberapa tips untuk menciptakan suasana berbeda. Misalnya saja dengan memberikan wangi kayu manis dengan cara membakar kayu manis utuh. Idenya seru banget karena aroma kayu manis ini menambah selera dan taste saat kita menikmati makanan.


Membakar kayu manis.




Menurut Chef Lukman, aroma memang bisa memberikan flavor yang lebih pada makanan. Aroma juga memberikan customer pengalaman yang berbeda dibanding hanya menikmati makanannya saja.

Can you smell the cinnamon?

Chef Lukman juga memberikan contoh efek lain saat menikmati hidangan minum teh. Pada mangkuk chocolate pops di bawah ini terdapat dry ice, dan Chef mengucurkan teh panas di atasnya. And, voila! Look at that!




Dry ice yang disiram teh panas ini menciptakan asap ringan. Seketika meja kami jadi memiliki efek misty dan berkabut. Dan tentu saja tangan-tangan fotografer ini langsung berebutan merekam momen. Hahahaha :D.


Snap snap!

Misty dessert table.

Kakak Esty lagi serius nanya sama Kakak Ika :p.

Selanjutnya, masing-masing tim memilih meja dan props sendiri untuk berlatih mengambil komposisi gambar dan angle. Saya suka banget motret, namun saya hanya memotret untuk kepentingan ngeblog atau kesenangan saja. Food photography seperti ini adalah hal yang sama sekali baru buat saya. Baru di sinilah saya bertemu teman-teman yang punya passion dalam memotret makanan. 

Seriously, temen-temen baru saya ini pinter banget bermain dengan properti foto, komposisi. Dan saya baru pertama kali ini mengerti kegunaan dari cermin sebagai reflektor saat memotret. Hahaha :D. 

Berikut ini (dan gambar paling atas dari post ini) adalah salah satu hasil komposisi dari kelompok kami (Esty, Mbak Niniek, Fin, Annisa, dan saya). Dari ketiga foto ini saja, kita bisa lihat betapa satu settingan foto bisa diambil dengan angle yang sangat beragam dan menghasilkan foto yang juga beragam. Kamu bisa cek hashtag kami #dapurhangusxIbisstylessunter di instagram untuk melihat hasil foto teman-teman yang lain yang kadang saya aneh, kok saya ga kepikir ya ngambil dari angle itu xD.


Playing with props, angle, and composistion.



Let's have some tea, shall we?




Tidak sampai di situ, setelah sesi foto kami mendengarkan Chef Lukman berbagi mengenai cara menghasilkan menu makanan yang menarik. Chef mengenalkan cara yang disebutnya sebagai flavor bouncing.


Flavor Bouncing.

Pada dasarnya, flavor bouncing adalah yang dilakukan chef untuk menghasilkan sebuah menu baru yang sama sekali berbeda. Caranya adalah menaruh bahan utama pada grafik seperti di atas (Tuna) kemudian menghubungkannya dengan elemen makanan-makanan lain yang tampak bakalan cocok satu sama lain. Misalnya saja untuk menghidangkan Tuna, kita membutuhkan elemen lain yang terasa segar. Bisa salad, manggis, atapun avocado. Cara ini juga bisa kita lakukan untuk memasak menu lainnya lho. Jadi dapet ilmu baru buat masak-masak di dapur yes? :)

Oiya, di hotel Ibis Styles Sunter ini menghidangan makanan-makanan khas street food lho. Artinya, hotel ini menyediakan makanan di mana makanan ini menjadi favorit di daerah tersebut. Namun tentu saja walaupun street food, tetap disajikan dan dinaikan levelnya untuk hidangan hotel. Misalnya hidangan bebek yang diganti menjadi bebek peking, atau sapi yang diganti bahannya menjadi Beef Wagyu. 

Hmm... banyak banget pelajaran yang saya dapet di acara Tea Party Workshop ini. Selain tentu saja seru karena saya bertemu banyak teman baru.

Bersama Fin, Ika, Dhita, dan Mbak Niniek.

Random expressions xD. Yang satu serius banget, yang satunya lagi ngocol. Hahaha.

Terima kasih @dapurhangus dan Hotel Ibis Styles Sunter! Acaranya keren banget. Teman-teman yang tertarik dengan kegiatan workshop food photography seperti ini bisa follow @dapurhangus di instagram ya. Kalian juga bisa follow @ibisstylesjakartasunter untuk mengetahui event-event keren yang diadakan di Hotel Ibis Styles Sunter :).



Wassalaamualaikum.


9 comments:

  1. Aih keren amaat. Belajar langsung sama para ahlinya. Sampe sekarang sayah masih bingung kalo mau motret makanan euy.

    ReplyDelete
  2. waa mupeng pgn bgt bs belajar motret makanan.
    ngiler cemilannya...nyam
    tfs ya mia :)

    ReplyDelete
  3. TFS Miaaa.. Aku suka kecentilan fotoin makanan juga, walaupun amatir bener. Selain itu, suka gak sabaran.. Gak sabar mau buru-buru makan. Jadi asal jeprat jepret lalu makan. Hehehehehe. Duh itu ya. Chefnya bikin makanan aja pake mapping dulu. Beda bener sm gw yang cemplang cemplung sesuka hati. :D

    ReplyDelete
  4. Wahhh aku ketinggalan acaranya. Padahal pas sebelum diundur udah kepengen ikut.

    Makasi Mbak Mia udah sharing :)

    ReplyDelete
  5. wah, acaranya bagus banget ya.. baca ini jadi kebagian ilmunya. TFS ya Mia :)

    ReplyDelete
  6. Konsepnya kayak di rons laboratory ada asep2nya hehehhe. Teh dilmah bikin langsingg (katanya) ahahha rasanyaa duhilehhh, apalagi yang lapsocong atau apalah itu lupa, rasanya seperti air kencing wkkwkwkw, tapi enakkk. cakepp futu2nya, Mbak ehehhe

    ReplyDelete
  7. Aku juga pangen belajar food photography
    Kalau sekarang sih saya masih lebih baik motret landscape. Hehe

    Ngomong ngomong aku suka banget ber tea party

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...