Friday, 23 December 2016

Look Good, Feel Great with Bio Oil : Masalah pada Kulit dan Bagaimana Menyehatkannya Kembali




Assalaamualaikum,

Akhir minggu lalu, saya menghadiri re-launching Bio-Oil di Gerai Premium Watsons Mall Kelapa Gading 3. Saya seneng banget, karena sebenarnya saya pakai Bio-Oil, dan Watsons juga salah satu toko yang cukup sering saya kunjungi kalau di mall. Promonya banyak, dari snack seperti cokelat sampai (tentu saja favorit saya), make up. Jadinya seneng kalau Bio Oil mulai tersedia di Watsons karena artinya mudah didapat produknya.

Sampai di MKG 3, acara Re-Launching dan Talk Show yang bertajuk "Look Good Feel Great" itu dimulai sekitar jam 13.00. Ada banyak hal yang dibahas dari mulai permasalahan kulit sampai tips-tips mengatasinya. Semua undangan, kru, dan pembicara hari itu memakai dresscode warna putih dan orange, warna khas Bio Oil.


Seru kan, kita orange-orange kayak jeruk xD.
Foto: Irma Susanti.

Kalau yang namanya perempuan, pasti pengen cantik ya. Bukan cuma kelihatan cantik dengan make-up, tapi juga ingin kelihatan cantik walaupun enggak pake make-up. Apalagi kalau sudah menginjak usia 30 an lebih. Tuh mulai kan keluar kerut-kerut tipis di garis mata. Hihihi. Selain itu saya juga ngerasain sih warna kulit wajah kadang seperti enggak rata. Entah karena bekas jerawat, atau noda hitam. Kadang berminyak, kadang berpori besar, kadang juga break-out karena salah pakai make-up.

Padahal nih, Ladies, menurut dr. Febby Karina Panjaitan, kulit yang sehat itu ada ciri-cirinya lho,

dr. Fabby Karina Panjaitan.
Ciri-ciri kulit sehat adalah : 
1. warna kulit tampak merata
2. teksturnya halus
3. terhidrasi baik
4. memiliki sensasi kulit yang bagus

Pertanyaannya, sudah punya kulit wajah kayak begitu belum? 

Menurut dr. Febby, ada beberapa jenis masalah kulit yang cenderung terjadi pada kulit. Yaitu Stretch Marks (Peregangan kulit yang disebabkan kenaikan berat badan dalam waktu singkat, umum terjadi pada wanita hamil), Scars (bekas luka), Uneven skin (warna kulit tidak merata), Aging (penuaan, umum terjadi pada wanita di awal usia 30 tahun),  dehydrated (kulit kurang hidrasi) dan jerawat. 

Seperti misalnya jika kulit kita terluka, maka kulit dengan sendirinya akan menyembuhkan diri. Kulit bagian bawah akan mendorong kulit di bagian atasnya agar luka menjadi sembuh. Tapi tentu saja ini akan menimbulkan bekas luka yang tampak di permukaan berupa keloid, tidak rata, atau permukaan kulit yang masuk ke dalam. 

Lalu apa tipsnya untuk memiliki kulit yang sehat? Menurut dr. Febby cara yang paling tepat adalah dengan hidup sehat dan merawat kulit kita secara rutin. Hidup sehat adalah dengan berolahraga dan makan makanan yang sehat. Dan merawat kulit dengan cara membersihkan wajah secara teratur, minum air yang banyak untuk menghidrasi kulit, dan jangan lupa pakai sun-block saat keluar rumah.

Di sesi 2, ada Ibu Nurhayatini, Product Manager PT Radiant Sentral Nutrindo untuk Bio Oil, yang menjelaskan tentang Bio Oil dan bagaimana mengaplikasikan produk agar bisa memberikan hasil yang maksimal.



Bio Oil itu apa sih?

Bio oil adalah produk khusus yang dapat memperbaiki kulit karena scars (bekas luka) dan stretch marks, namun saat ini juga bisa membantu untuk membantu masalah kulit yang tidak merata (uneven skin tone), kulit dehidrasi, dan mencegah penuaan dini.

Bio Oil merupakan campuran unik minyak dari ekstrak tumbuhan alami dan minyak esensial alami yaitu PurCellin Oil, Kalendula, Rosemary, Kamomil, dan lavender yang telah lama digunakan untuk menghaluskan dan mencerahkan kulit. Meski namanya Bio-Oil, tapi Bio-Oil bisa diserap oleh tubuh dengan cepat sehingga disebut sebagai Dry Oil.

Cara pengaplikasiannya mudah sekali. Kita tinggal mengoleskan bio-oil ke wajah atau ke bagian kulit tubuh kita yang lain lalu memijatnya dengan gerakan melingkar hingga meresap. Namun selain itu, kita bisa menggunakannya secara lebih kreatif. Misalnya,

- Meneteskan Bio Oil ke dalam minyak esensial saat kita hendak dipijat, 
- Diteteskan di bak air di kamar mandi, 
- Diteteskan di rendaman air dan garam untuk kaki, 
- Ditambahkan pada masker wajah.
- Aplikasikan sebanyak dua kali sehari, setelah mandi pagi, dan sebelum tidur.
- Saat kehamilan, Bio-Oil bisa diaplikasikan untuk mencegah Stretch Marks,

Wah, serbaguna banget yah? Apa bakal langsung kelihatan hasilnya?

Pemakaian Bio Oil ini biasanya bisa kita lihat hasilnya setelah pemakaian yang rutin selama minimal 3 bulan. Jadi hasilnya memang enggak akan instan. Apalagi merawat kulit itu kan kunci utamanya adalah : rutin. Hayoo siapa yang masih suka lupa? Hihihi.


dr Febby, Gisella Anastasia, dan Ibu Nurhayatini

Di akhir sesi, hadir juga Gisella Anastasia (artis dan penyanyi), yang berbagi pengalaman memakai Bio Oil. Menurut Gisel, ia sebenarnya termasuk telat mengenal Bio Oil ini. Ia mengetahui Bio Oil ini dari temannya, dan semenjak itu memang jadinya selalu dibawa kemana-mana. Terutama yang travel size ukuran 60ml. 

Overall seneng banget deh hari itu. Kita dapat goodiebag dari Bio Oil, Naturals by Watsons, dan voucher yang bisa dibelanjakan di Watsons. Untuk teman-teman yang pingin tahu review lebih banyak tentang Bio Oil, saya beberapa kali menulisnya lho, di sini, dan di sini.

Terima kasih ya, Bio Oil :D. Oiya, teman-teman, Bio Oil sekarang sudah bisa didapatkan di seluruh gerai Watsons di Indonesia yah. Ukuran 60 ml harganya Rp120.000, dan ukuran 125 ml harganya Rp200.000.


Bersama blogger cantik, Irma Senja.
Foto: Irma Susanti

With Emak Bloggers yang kece-kece.
Foto: Irma Susanti


Wassalaamualaikum :).

Friday, 16 December 2016

WARDAH Exclusive Matte Lip Cream Swatches and Review (with Video)



Assalaamualaikum,

Halo! Hari ini saya mau review lip cream matte yang kayaknya udah lebih dari 6 bulanan ini saya pakai tiap hari. Iyes, Wardah Exclusive Matte Lip Cream.

I know maybe it's a little too late to post about it, but I literally use it everyday, and I love it. So, rasanya masi cukup berharga banget yes buat ditulis. Saya punya 5 shade lip cream matte dari Wardah ini dan 3 di antaranya berwarna bibir. 


Saya memang suka banget sama warna-warna nude/warna bibir, jadi maklum ya kalau di antara lipstik ini tidak ada yang berwarna merah menyala. yang paling gelap yang saya miliki adalah nomor 12, Plum it Up.

Dari kiri ke kanan: 3. See You Latte, 4. Pink Me, 5. Speachless, 11. Oh So Nude, dan  12.Plum it Up.
Semua lipstik ini saya dapatkan di Watson Margo City, Depok. Entah kenapa lip cream ini sulit didapatkan di counter wardah lain seperti di Centro atau di TipTop. Harganya Rp 59.000, jadi bisa dibilang cukup murah,

Lip cream wardah ini teksturnya cair, baunya tidak mengganggu. Saat pertama kali dipakai warnanya enggak langsung nge-set. tapi butuh waktu beberapa saat dulu sampai benar-benar matte. Jika bibir kita dalam keadaan lembab, biasanya lipstik akan transfer, tapi jika bibir kita kering, apalalagi saat berpuasa, lipstiknya benar-benar tahan lama.

Untuk ketahanannya, lipstik ini cukup tahan lama jika kita tidak makan dan minum. Tapi jika kita makan, permukaan lipstik di bibirnya bakal sedikit patchy dan kadang hilang sama sekali di bagian tengah bibir. Tapi kalo saya sih enggak keberatan, karena kita selalu bisa apply kembali lipstiknya.

Di bawah ini adalah swatches lip cream matte di tangan saya. 

(dari atas ke bawah) Plum it Up, Oh So Nude, See You Latte, Pink Me, dan Speachless.

Overall lipstik ini menurut saya recomeended karena kualitasnya bagus namun harganya cukup terjangkau. Kayaknya saya bakal repurchase produk ini karena shade yang tersedia di seri ini banyak warna nudenya.

Oiya, jika teman-teman ingin mengetahui lebih lengkap review dan swatches setiap shade-nya di bibir, boleh tonton di video saya berikut,


Semoga bermanfaat ya reviewnya. Sampai jumpa di post berikutnya :D.
Wassalaamualaikum.


Thursday, 8 December 2016

Gala Premiere Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (with Movie Review)



Assalaamualaikum, 

Hari sabtu lalu saya mendapatkan undangan ke Gala Premiere Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (BTDLA 2) dari Indonesia Hijab Blogger. Acaranya berlangsung di XXI Plaza Indonesia pukul 18.30.

BTDLA 2 ini adalah sekuel dari film sebelumnya, Bulat Terbelah di Langit Amerika, dan diangkat dari novel berjudul sama karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra. Karena sebelumnya saya sudah pernah membaca novelnya dan nonton BTDLA 1, saya jadinya cukup penasaran dengan alur cerita dari sekuel yang kedua ini. 


Press Conference bersama para pemain dari film BTDLA 2.

Jika BTDLA 1 membahas tentang pertanyaan "Would the world be better without Islam?",  dan bagaimana Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya) menyusuri kota New York demi menggali kisah serta meluruskan persepsi yang kurang baik mengenai Islam setelah 9/11, maka BTDLA 2 ini sedikit menggali kisah yang lain.

Diceritakan bahwa Hanum dan Rangga pergi ke San Fransisco untuk program hamil. Tidak itu saja, kali ini Hanum punya misi baru dari Gertrude, bosnya di media massa tempatnya bekerja, untuk menelusuri pertanyaan baru; "Apakah muslim penemu Amerika?".

Pertanyaan ini yang pada akhirnya membawanya kepada Peter Cheng (Boy William) seorang penadah barang curian. Dari sini Hanum mulai terlibat dengan sekumpulan orang cina yang menguak cerita baru mengenai penemuan Amerika sebelum Christopher Columbus. Hanum juga mengalami dilema antara bonus yang diberikan oleh bosnya dan idealismenya sebagai seorang muslim. 

Sebagaimana BTDLA 1, BTDLA 2 juga tidak hanya berpusar di sekitar tokoh Hanum dan Rangga saja, tapi juga ada cerita lanjutan mengenai hubungan Stephan (Nino Fernandez) dan Jasmine (Hannah Al Rashid). Saya sih suka banget tiap Stephan dan Jasmine muncul, soalnya aktingnya lucu banget. Menurut saya Nino Fernandez akting bagus di sini. Tiap muncul seisi bioskop dibikin ketawa. 

Oiya, di sekuel ini kita juga bertemu kembali dengan Azima atau Julia Collins (Rianti Cartwright) dan anaknya Sarah Collins. Bedanya, dulu Azima dan Sarah berusaha mencari jawaban apakah suaminya seorang teroris. Sementara kali ini Azima dan Sarah berusaha memperbaiki hubungan dengan sang ibu (Ira Wibowo) yang membencinya setelah kejadian 9/11.

Bagaimana sih cerita Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 ini berakhir? Ah, saya nggak mau spoiler. Tonton aja yah,  mulai Kamis 8 Desember 2016. di bioskop-bioskop kesayangan :D. 





Dapet goodiebag dari Mustika Ratu.

Bersama Witha dan Yeye.
Poto dulu sama bocil.
Maacih ya Bebe uda nemenin Mama :*.
Jam 22 Bocil uda ngantuk kecapean xD.

Wassalaamualaikum.

Friday, 11 November 2016

Jalan-Jalan ke IPB Dramaga



Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau cerita jalan-jalan enggak sengaja beberapa waktu lalu ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga. Kenapa enggak sengaja? Karena sebenernya ini bukan acara jalan-jalan, tapi nemenin adek tes masuk universitas. Hahahaha. Si adek mau lanjutin sekolah, tes di IPB dan UI Depok. Ternyata keterima di UI. Alhamdulillah deket banget dari rumah kan. Kalo di IPB mungkin kudu ngekos anaknya.

Jadi ceritanya pagi itu kita berangkat jam 5.30 dari Depok karena ngejar waktu ujian yang dimulai pagi. Nyampe sini jadi inget masa-masa kuliah. Yah, kalo maen ke UI juga sama sih inget masa kuliah. Hahahaha. 

Tapi IPB ini emang rindang. Soalnya pas nyampe sana si Bebe kan masih bobo. Pas kebangun dia lihat banyak pepohonan. Dia nanya kita lagi di mana. Kita jawab kita lagi di jungle. Eh, dia mikirnya kita lagi main ke Taman Safari xD. Rindangnya sama ya. Adem. 

Hari masih pagi. Si Aunty udah masuk ruangan ujian dan kita mutusin keliling kampus lalu parkir dan jalan-jalan. Enak deh jalan-jalan pagi gini, sejuk.


Karena masih sepi, asyik juga main kejar-kejaran. Atau lebih tepatnya, bocilnya doang yang lari, Emaknya males karena pake sendal 5cm xD.






Beranjak agak siangan, mulai capek juga kita jalan. Perut juga mulai krucuk-krucuk belum sarapan. Akhirnya kita jalan keluar kampus nyari makanan. Berhubung masih pagi, jadi banyak tempat yang belum buka. Akhirnya kita iseng belok di Yogya Dept. Store Dramaga. Tokonya masih sepi karena baru buka.

Naik ke lantai dua, ternyata ada tempat makan yang interiornya kece banget! Pencahayaannya juga bagus banget buat foto-foto. Ga nahan kan jadinya pengen foto. Hihihi.





Tempatnya enak banget dan bersih. Selain itu makanannya juga murah meriah. Cireng bumbu rujak ini, harganya cuma Rp 15.000,-. Murah banget yah. Padahal kalau beli cireng ini mentahnya aja 15 ribu. Hihihihi.

Cireng hangat. 
Kami juga pesan seblak pedas. Porsinya besar, harganya pun sama murah. Kalau tidak salah Rp 12-15 ribu.

Seblaknya pedess...
Enggak nyangka juga sebenernya ada tempat bersih, kece, dan makanannya murah begini. 

Waktu udah menunjukkan pukul 11.30, jadi udah waktunya jemput si Aunty yang selesai tes jam 12.00. Pulangnya kami makan siang di Warung SS Dramaga. Tapi udah ga sempat foto lagi karena cape dan kelaparan. Maklum jalanan di Dramaga ini ternyata macet juga kalo siangan. Hahahaha. Kapan-kapan kalo main ke dramaga boleh kayaknya makan di sini lagi :D.


Wassalaamualaikum.

Wednesday, 9 November 2016

DIY: Making Your Own Canvas Rug



Assalaamualaikum,

Halo! Apa kabar? Aiih senangnya bisa nyentuh blog lagi. Kali ini saya mau nge-share tentang DIY  yang saya bikin minggu lalu. 

Jadi begini, sebenernya saat saya jarang nyentuh blog beberapa waktu lalu itu, saya sama Hubby lagi senang-senangnya bikin DIY berbagai hal buat di rumah. Dari bikin kitchen set bagian bawah, bikin pintu geser, rak bumbu, pajangan, rapiin taman, ngecat, yah pokoknya banyak. Mau dishare di blog fotonya udah banyak tapi ternyata laptop lama rusak. Yah wassalam deh. Jadi hari ini mau nge-share project DIY terakhir aja yah, yaitu bikin Canvas Rug alias Karpet Kanvas sendiri.

Berbeda sama project sebelumnya, project kali ini dikerjain sendirian. Ceritanya, sekitar tahun lalu saya sempat iseng beli bahan kanvas buat bikin-bikin. Maklum waktu itu baru beli mesin jahit, jadi lagi senengnya ngoprek mesin jahit walopun jahitannya aja waktu itu ga bisa lurus. Hahahaha. 

Ini dia bahannya,


Ternyata bahannya masih ada sisa cukup banyak dan pas digelar di lantai kok kece juga ya kayaknya buat bikin karpet kecil. Sayangnya pas dilewatin kaki si kain kanvas slippery banget di lantai dan kalau jalan di atasnya jadinya enggak rapi kayak ngegulung nggak jelas. Lalu mulai lah saya nyari bahan anti slip buat di bawahnya.

Eh ternyata nemu alas karpet non slip di IKEA. Nama produknya STOPP FILT. Ukurannya 65 x 125, harganya Rp 60.000,- di bagian karpet. Saya beli dua buah. Ini penampakannya,



So, weekend kemarin jadi excited banget mau menyatukan dua bahan ini. Dengan bahan-bahan ini, saya bikin karpet ukuran 120 x 130 cm. 



Untuk membuat karpet, pertama kita gelar dulu kanvas di lantai. Lalu rapikan alas non slip di atasnya seperti gambar di bawah ini,


Kalau sudah rapi, pastikan sisa kain di pinggirannya sesuai satu sama lain. Supaya besar keliman satu sisi dan sisi yang lainnya nanti rapi.

Sekarang, lipat masing-masing sisinya dengan membuat dua kali lipatan supaya kelimannya nanti terlihat rapi.

Lipat sekali seperti ini,
Lipat sekali, lalu lipat sekali lagi (di foto berikutnya).
Lalu lipat lagi, agar hasilnya seperti ini.


Untuk mendapatkan lipatan yang rapi pada bagian sudut, kita bisa memotong sedikit pada ujungnya seperti ini,


Lalu buatlah lipatan segitiga yang rapi,

Lipat bahan di sisi selanjutnya ke bagian dalam agar lipatannya benar-benar rapi, lalu sematkan jarum pentul supaya tidak bergerak-gerak lagi.



Setelah selesai semuanya, nanti hasilnya akan seperti ini,



Nah, kalau sudah rapi begini, saatnya menjahit semuanya jadi karpet. Jahitlah keliman yang sudah kita buat di sepanjang sisinya. Usahakan jahitannya lurus ya, supaya saat dilihat jahitannya juga rapi. Selain itu, jika garisnya enggak benar-benar lurus, nanti ga akan ketemu dengan ujung jahitan di sisi yang lain. 


Ayo jahit...
Jahitnya selesai juga. Hahahaha. Ini dia penampakan pinggiran karpet bagian bawah setelah dijahit,



Dan ini bagian atasnya, 


TADA!! Nah, kalau sudah selesai, tinggal digelar deh karpet barunya. Karena bahannya kanvas, jadi enggak gerah saat diduduki saat cuaca panas. Alasnya juga lumayan tebal buat dipakai tidur-tiduran. Dan bahannya non slip jadi karpetnya enggak lari-lari lagi kalo diinjak.



Sekian DIY kali ini. Semoga nanti bisa share lagi DIY-DIY yang lain. Semoga bermanfaat ya, Teman-Teman! :)

Wassalaamualaikum



You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...