Monday, 25 September 2017

Mempersiapkan Masa Menyusui: Review Produk Mooimom Indonesia (Maternity Belt, Maternity & Nursing Bra, Nursing Top, & Corset)


Assalaamualaikum,

Berbicara tentang produk-produk kehamilan dan menyusui, sebenarnya dulu di awal kehamilan saya termasuk orang yang skeptis. Ya walopun saya memang orang yang biasanya skeptis terhadap banyak hal juga sih. Hahahaha. 

Saya dulu enggak terlalu mempermasalahkan kenyamanan selama kehamilan. Mengenai pemilihan maternity bra, baju tidur, maternity undies, apalagi korset-korsetan xD. Saya orangnya enggak suka ribet dan lebih suka apa yang bisa saya pakai, ya saya pakai saja. Kalo misalnya ga muat, ya ga muat saja. Habis perkara. 

Semuanya berubah saat kehamilan pertama saya masuk usia 6 bulan. Saya mulai lelah memakai sepatu wedges, dan kemudian beralih ke sepatu gladiator yang empuk. Saat badan tambah besar, rupanya beban di kaki juga tambah berat. Mulai saat itu saya mulai menghargai sepatu bagus. Lepas dari kehamilan, saya masih keranjingan sepatu yang nyaman sampe sekarang. Karena percuma kalo beli yang ga nyaman biasanya saya ga suka makenya. Wkwkwkwk. Selain perubahan pada sepatu, saya juga mulai merasakan engap/sesaknya pake bra berkawat. Apalagi dipakai selama bekerja seharian. Rasanya menyiksa sekali. Saat itu pertama kalinya saya beli bra yang seamless. Dan habis itu langsung ketagihan. Bra seamless-nya masih selalu saya pakai sampai masa menyusui.

Dulu kehamilan pertama juga ga keranjingan pengen beli undies khusus ibu hamil. Karena emang undies buat ibu hamil itu kalo mau yang nyaman kan rada mahal, yes? Tapi di bulan ke enam itu juga saya beralih ke undies khusus ibu hamil yang juga seamless.

Oiya, saya juga dulu ga suka banget pake daster buat di rumah. Saya prefer celana pendek dan kaos. Tapi ternyata yaa pas hamil itu emang paling enak pake daster. Selain lebih adem, pake daster itu praktis banget karena pasti muat di bagian perut. Hahahaha.

Yes. Berdasarkan segala ke-skeptisan saya dulu, akhirnya di kehamilan ke dua ini saya udah ga se-sceptical dulu. Saya bener-bener menghargai produk-produk maternity dan nursing yang memang dirancang khusus buat kenyamanan ibu hamil.

Jadi dari trimester dua, saya mulai beli setengah lusin daster, 3 jegging ukuran 6L yang saya modifikasi sendiri supaya pas di perut dan di kaki, dress-dress dan abaya, dan 10 undies khusus ibu hamil.

Kesimpulannya, ternyata kenyamanan buat si ibu sendiri saat hamil dan menyusui itu ga kalah penting. Karena proses ini adalah proses yang panjang dan kadang melelahkan. Jadi penting banget si ibu merasa nyaman dalam melalui prosesnya.

Sekarang, menghadapi kelahiran si adek, selain saya menyiapkan keperluan dedek bayi, saya juga menyiapkan beberapa nursing stuffs yang sepertinya akan saya butuhkan sendiri nanti. Karena sudah pernah pengalaman, bedanya kehamilan sekarang dan sebelumnya, kali ini saya juga mikirin kebutuhan diri saya sendiri juga selain kebutuhan si adek.

Seperti pakaian yang saya pikir akan nyaman saat saya memulihkan diri pasca melahirkan, bra yang nyaman untuk menyusui, baju menyusui, hingga pompa ASI. Tapi dari semuanya itu, kali ini saya pengen bahas beberapa produk maternity & nursing yang saya siapkan. Kebetulan beberapa produk ini saya dapat dari Mooimom Indonesia.

Saya mengenal Mooimom pertama kali dari instagram, dan produk pertama yang bikin saya kepengen beli adalah bra seamless-nya. Karena melihatnya saja mengingatkan saya sama bra seamless yang saya pakai waktu hamil pertama dulu (sekitar 5-6 tahun lalu). Saya ingat banget gimana nyamannya pakai bra seamless. Kebetulan saat mulai membeli perlengkapan bayi di salah satu baby shop di Bogor, saya menemukan produk Mooimom.

Di sana saya bisa langsung melihat produknya sendiri dan melihat kualitasnya serta melihat ukurannya tanpa menerka-nerka. Saya juga membeli korsetnya yang menurut review di internet bagus buat yang baru saja melahirkan namun nyaman.


Seamless Maternity/Nursing Bra

Bukan rahasia lagi kalau saat hamil PD membesar karena tubuh menyiapkan diri untuk memberikan ASI. Seiring dengan bertambah besarnya ukuran perut, ukuran bayi, maka seringkali proses ini diiringi dengan rasa engap di dada, dan kadang-kadang juga back pain.

Pertama kali saya lihat seamless bra dari Mooimom ini saya langsung suka. Bahannya stretchy tapi lembut dan menyerap keringat.



Nah, yang berbeda dari bra seamless saya jaman hamil dulu adalah, bra yang ini adalah nursing bra juga, jadi terdapat kaitan untuk akses menyusui. Kaitnya terbuat dari bahan yang bagus dan mudah dilepas dan dikait.



Bra ini juga dilengkapi pad di dalamnya yang bisa dengan mudah dilepas-pasang. Tergantung kita nyamannya bagaimana. 



Karet di bagian bawahnya ini nyaman banget dan menyerap keringat.



Breathable Corset 25 cm

Selain seamless bra, ini juga produk lain yang saya beli. Saya membaca beberapa review kalau breathable corset ini bagus namun nyaman. Bukan apa-apa, jaman lahiran anak pertama dulu, korset-korset yang saya punya terasa kurang nyaman. Korset yang pakai tali banyak alias gurita itu memang mantap banget, tapi enggak enak dipake aktivitas. Selain itu, kurang praktis dengan aktivitas setelah melahirkan yang bejibun. Dari terjaga karena tangisan bayi, bulak-balik ganti popok kain, sampai rasanya susah banget menemukan waktu mengurus diri sendiri. 

Korset lainnya yang saya punya adalah model korset yang pakai velcro. Korsetnya lumayan enak tapi cepet banget longgar kalau lagi aktivitas xD. Nah, yang ini saya belum cobain. Ya iyalah, orang lahirannya aja belum kan. Wkwkwkwk... saya cuma siapin ini sebagai salah satu perlengkapan yang saya masukin ke koper untuk persiapan melahirkan. Tapi kalau lihat bahan dan kualitasnya sih kayaknya bagus.






Maternity Support Belt

Maternity belt ini adalah salah satu perlengkapan maternity yang saya rasakan kegunaannya, terutama di trimester tiga kehamilan. 


Seiring bertambah besarnya perut, kadang suka kerasa sakit pinggang. Berjalan pun udah susah mempertahankan postur yang benar. Pokonya jalan ajalah gitu.

Paling terasa sih kalo pas lagi duduk di mobil. Entah saat menyetir atau saat jadi penumpang doang. Perut kadang rasanya terguncang-guncang. Makanya sejak usia 30 minggu kehamilan saya malah balik lagi pakai celana. Karena saya merasa celana bisa memberikan support lebih di bagian perut daripada baju dress. Padahal sebelumnya saya keranjingan banget pake dress dan abaya.

Saat memakai maternity belt ini, awalnya saya pikir saya akan merasakan support lebih banyak di bagian perut. Tapi saat dipakai, ternyata the best part-nya bukan di situ. Tapi di bagian pinggang belakang. Kalau kata urang sunda mah paling enak dipake kalo pas nyeri cangkΓ©ng. 

Jadi si maternity belt ini kan pakai velcro di bagian depan perut, nah terus ada velcro lagi di bagian pinggang kiri dan kanan. Nah si velcro di pinggang ini yang bikin perut jadi terasa tersangga dengan baik. Terus pinggang bagian belakang ketarik ke depan juga jadi rasanya enak.




Bagian velcro-nya lembut banget kayak gini. Kualitas bahannya juga bagus.

Karena pakai velcro, kita jadi bisa lebih mudah melepas dan menyesuaikan kembali maternity beltnya. Karena biasanya posisi duduk dan posisi berdiri/berjalan, biasanya ukurannya berbeda. Kita biasanya butuh rasa "ditopang" yang lebih tinggi saat berjalan. Sementara saat duduk, kita biasanya membutuhkan rasa yang lebih "longgar".

Kadang belt-nya saya pakai di luar seperti ini,



Tapi kadang saya pakai dibawah baju seperti ini.


Lalu apa worthed membeli maternity belt ini padahal kepakenya cuma selama hamil? 

Eits. No worries, setelah melahirkan, maternity belt ini bisa dipakai sebagai korset. Jadi cucok banget kan? Menopang selama kehamilan, dan bisa bantu kita get back in shape setelah melahirkan. 


Super Soft Crossover Maternity & Nursing Bra

Produk lain yang saya coba adalah Super soft Crossover Maternity & Nursing Bra. Seperti Seamless Nursing Bra, bra ini juga tanpa kawat. Bahannya sama-sama stretchy, dan sama-sama nyaman. Tapi yang ini bahannya lebih seperti kaus.



Bra ini juga memiliki kaitan di bagian atas yang bisa dengan mudah dilepas-pasang untuk akses menyusui. 



Ini bagian bawah bra-nya. Bahannya nyaman banget dan enggak panas.




Seamless Maternity & Nursing Top

Produk ini adalah produk yang saya paling excited buat cobain. Karena saya tahu seamless bra-nya enakeun, jadi saya penasaran apakah seamless nursing top ini sebagus bra-nya.

Gambar dari www.mooimom.id

Saat saya menyusui bocil pertama kali dulu, which is 6,5 tahun lalu, baju breast feeding friendly enggak sebanyak sekarang. Nursing apron juga belum menjadi sesuatu yang populer. Orang-orang tua biasanya ngasi tau supaya pakai baju bukaan depan supaya memudahkan saat menyusui. Realitanya, baju bukaan depan itu sama sekali ga nyaman karena kita kan ga bisa bebas buka baju setiap bocah nangis karena bakal kebuka kemana-mana. What worked for me, saat itu adalah, wearing tank top over my bra. Lalu pakai baju yang loose. Jadi saat menyusui, saya tinggal angkat baju loose dari bawah, tanpa takut keliatan perut atau pinggang karena di bawahnya saya pakai baju lagi. Di bagian atas juga jadinya enggak terbuka kemana-mana. Pokoknya paling aman lah.

Nah, saat tahu bahwa nursing top ini menggabungkan fungsi nursing bra dan tanktop, tentu saja saya seneng banget. Karena semuanya jadi lebih mudah. Bahan dan kualitasnya pun sama banget dengan seamless nursing bra-nya.




Seamless top ini juga memiliki kaitan untuk akses menyusui, serta pad yang bisa dilepas pasang.



Ini adalah bagian belakangnya. Walaupun seperti tank top, tapi enggak usah khawatir karena fungsi bra-nya bisa menyangga dengan baik. Bahannya bisa menyesuaikan dengan tubuh kita. Tapi masih sangat nyaman dipakai. Nursing top ini bahkan bisa saya pakai dengan nyaman sekarang, walaupun saya sedang hamil 37 minggu. 



Buat yang penasaran dengan rangkaian produk kehamilan dan menyusui dari mooimom, bisa langsung cek ke websitenya MOOIMOM INDONESIA di www.mooimom.id  atau bisa juga like Facebook Fanpage-nya di https://www.facebook.com/mooimomid/



Setelah mencoba produk-produknya mooimom ini, saya juga jadi penasaran sama produknya yang lain. Baru-baru ini saya memesan Manual Breast Pump-nya dan baru saja sampai hari ini. Tapi berhubung saya belum melahirkan, saya reviewnya nanti ya kalau sudah saya coba setelah mulai menyusui. Hehehehe.

Wassalaamualaikum.

Friday, 15 September 2017

Cerita Trimester Tiga: Pilih-Pilih Rumah Sakit (Biaya Melahirkan di Hermina Depok & Bunda Margonda)

Assalaamualaikum,

Bulan ini usia kehamilan saya sudah memasuki 36 minggu. Tidak terasa ya, kata beberapa orang. Tapi buat saya mah kerasa banget xD. Hahahaha.

Ada rasa lega ketika menginjak masa-masa akhir kehamilan. Rasa syukur ketika akhirnya trimester pertama dan kedua sudah terlewati. Kehamilan kedua ini memang istimewa. Sempet ngalamin yang namanya bedrest, bolak-balik cek ke dokter, dan rasa lelahnya luar biasa. Padahal jaman hamil pertama dulu mah saya masih pake sepatu tinggi sampai usia 6 bulan kehamilan. Sampai usia 9 bulan masih kuat jalan-jalan naik motor.

Sekarang? Boro-boro xD. Jalan setengah jam aja udah engap. Apalagi masuk trimester 3 ini. Perut rasanya sering menekan dan engap. Walaupun ternyata memang ini salah satunya disebabkan oleh placenta previa dan beberapa kondisi medis yang baru ketahuan setelah saya cek fetomaternal (mengenai cek fetomaternal ini insya Allah akan saya bahas di post yang lain).

Satu lagi yang saya alami di trimester ini, seperti kehamilan sebelumnya, rasa gerah yang luar biasa. Hahahaha. Ini mah kayaknya semua ibu hamil besar ngalamin ya. Apalagi akhir-akhir ini cuaca panas banget. Tiap siang biasanya mampir indomaret cuma buat beli minuman dingin. Favorit saya susu Frisian Flag yang Coconut Delight. Kadang malamnya masih seduh Milo pake shaker dan es.

Selain mengalami kondisi badan yang berubah, tentunya beberapa hal lain yang dipikirkan. Menyiapkan perlengkapan bayi dari mulai baju sampai bak mandi dll, menyiapkan nama, dan enggak ketinggalan, menyiapkan biayanya.

Menyambut kelahiran bayi kedua ini sejujurnya lebih menyenangkan dan menenangkan dibanding kehamilan pertama dulu. Di kehamilan pertama, we didn't really know what to expect. Banyak hal yang kayaknya kami nggak tahu. Semua bermodalkan searching di internet dan kata orang tua dan kata dokter. Kalau sekarang, kami sudah mulai punya "sense" untuk memutuskan sendiri berdasarkan pengalaman. Sudah mulai bisa memilih berdasarkan rasa tenang dan nyaman di hati.

Tapi tentu saja enggak membuat semuanya serta-merta jadi lebih mudah. Termasuk dalam memilih rumah sakit dimana saya akan bersalin nantinya. Sementara ini baru 2 rumah sakit di Depok yang kami pertimbangkan, yaitu RS Hermina Depok dan RS Bunda Margonda.

Hermina karena lokasinya sangat dekat dari rumah, jadi cukup convinient karena walaupun sering ngantri lama, tapi saya bisa bolak-balik ke rumah daripada nunggu di ruang tunggu. Sementara RS Bunda Margonda, karena bentuknya RS Ibu & Anak, jadinya tidak terlalu hectic seperti di Hermina. Menunggu terasa lebih tenang.

Sampai saat ini kami belum memutuskan saya mau melahirkan di RS mana. Baru survey perkiraan biaya persalinan dan cari tahu pengalaman teman-teman saya atau istri temannya Hubby yang pernah melahirkan di rumah sakit-rumah sakit tersebut.

Untuk biaya persalinan tahun 2017 di RS Hermina dan RS Bunda Margonda, perkiraannya seperti di bawah ini ya.

Perkiraan biaya melahirkan 2017 di RS Hermina Depok (Normal & Caesar).

Perkiraan biaya melahirkan normal di RS Bunda Margonda.

Perkiraan biaya melahirkan secara Sectio Caesaria di RS Bunda Margonda.

Overall sih sepertinya perkiraan biayanya mirip-mirip dari segi harga. Untuk operasi SC, RS Bunda Margonda tampak lebih rendah harganya, namun ternyata itu untuk perawatan selama 4 hari, sementara di Hermina untuk perawatan selama 5 hari. Jadi jatuhnya sih biayanya kayaknya sama saja.

Oiya, harga di atas belum termasuk jasa visit dokter, pemeriksaan penunjang, obat yang dipakai di ruang perawatan, dll. Menurut petugas dari rumah sakit-rumah sakit tsb, biasanya jumlah biaya keseluruhan bertambah sekitar 20% hingga 30% dari biaya perkiraan.

Kalau melihat harganya yang mirip-mirip, jadinya tinggal dipikirkan dari faktor kenyamanan saya dan suami saja mau melahirkan di mana. Dari sisi kenyamanan dengan dokter, jarak, lokasi, dll. Pfiuh... masih galau mau di mana. Bismillaahirrohmaanirrohiim.. semoga mendapatkan pilihan yang terbaik nanti. Aamiin... 

Wassalaamualaikum.

Wednesday, 13 September 2017

Catatan Ramadhan Bocil: Puasa Full Satu Bulan

A post shared by Mia Fauzia (@miafauziablog) on


Assalaamualaikum

Ramadhan lalu adalah salah satu milestone yang ingin saya tuliskan di blog. Pertama kalinya bocil puasa full satu bulan. Rasanya sulit buat diungkapkan. Ada bangga, bahagia, dan sedikit tidak percaya. 

Hari pertama terasa berat sekali. Ini sedikit curhat saya waktu itu.

Percakapan hari pertama Ramadhan; pertama kalinya bocil puasa full dari sahur sampe maghrib. Setengah jam menjelang buka puasa. Bocil uda lemes sambil nonton tv. Mamanya berusaha ngehibur. Soalnya setengah jam lagi uda mau adzan. Bocil nempel terus bobo-an di kaki. Mama : Aira mau donlot games? Apa mau tempel sticker? Bocil : Aira tu maunya tempe goreng Maa!! . Wkwkwkwk πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ™ˆ. Emaknya cuma bisa ngusap2in kepalanya aja sambil ngajakin ngitung jarum jam. Setengah jam rasanya lama banget. Pas buka puasa bocil sumringah banget. Makan hello panda sampe 3 bungkus, makan coklat, makan es buah, minum yogurt, makan nasi sepiring pun gapake lama. Mama : Aira hebat puasanya full. Alhamdulillah. Insya Allah dapat pahala. Bocil : Pahala itu apa ma? Mama : Pahala itu kebaikan yg diberikan Allah sama Aira. Nanti mainan Aira bertambah di surga. Bocil : Kalau puasa mainan Aira bertambah ya Ma di surga? Mama : Iya insya Allah. Besok puasa lagi ya. Besok makan sahurnya yang banyak. Minum susu. Supaya kuat puasa seharian. Td Aira makan sahurnya kurang banyak makanya lemes. Besoknya sampai hari ini bocil ga pernah ngeluh kelaperan lagi. Hari kedua lapar dia cuma bilang, "Ma tadi kayaknya Aira makan sahurnya kurang." Tapi sampe hari ini enggak pernah minta makan lagi sampai berbuka. Semoga Aira sehat terus dan semangat ya puasanya sampai selesai bulan Ramadhan. Mama bangga sama Aira 😘😘😘. #milestoneramadhan #mybebeaia #mamaandaira
A post shared by Mia Fauzia (@miafauziablog) on


Sejujurnya, membiasakan bocil puasa full satu bulan layaknya kita, mengingatkan saya pada saat-saat menyapihnya dulu (ceritanya di sini). Pun juga mengingatkan saya pada nasihat Mamah pada saat menyapih waktu itu.. Menyapih itu berat, tapi yang pertama harus dilakukan adalah kitanya dulu yang harus ikhlas. Meski berat melihat anak yang ingin ASI, tapi kita harus ingat bahwa penyapihan adalah step yang harus dilaluinya untuk mandiri dan belajar menjadi dewasa. 

Untuk menyiapkan anak puasa full, terlebih dahulu kami sebagai orangtuanya yang harus siap. Siap menghadapi anak yang mungkin struggling dengan rasa lapar, siap dengan kekalutan pikiran sendiri karena kasian (ini mah saya xD). Dan siap untuk persistent meng-encourage anak hingga finish. Enggak cuma saya, tapi Hubby juga harus mendukung. Kalau perlu sahur digendong sama Papanya sementara saya nyiapin makanan. Kadang gantian nyuapin sahur bocil yang masih merem aja.

Mengajak puasa full itu ternyata susah-susah gampang. Awalnya sulit sekali mengalihkan pikirannya dari rasa lapar. Persoalan yang lebih berat lagi, bagaimana kami sebagai orangtua juga harus berusaha menahan diri dan mendorongnya bersemangat puasa padahal kasian. 

Hari pertama puasa itu paling berat, karena saya harus berjuang ngalahin rasa kasian. Demi ngeliat wajahnya yang memelas dan berkali-kali bilang lapar. Berkali-kali pula dipelukin dan ditenangin. Diusapin kepalanya sambil ngomongin pahala puasa. Sedih deh sebenernya. Apalagi pas jam setengah 6 itu bocil uda ga bilang lapar tapi cuma diem aja nonton tv sambil saya usapin kepalanya di pangkuan. 

Pas adzan maghrib, rasanya semuanya terbayar sudah. Bocil pun sumringah dan dia bangga bisa selesai puasanya. "Ma, kalau Aira puasa Aira dapat pahala ya. Bertambah ya mainan Aira di surga." Katanya. Wajahnya berseri-seri dan semangat buat puasa lagi keesokan harinya. Saya sampe terharu kayaknya sampai di adzan maghrib. Sampe pelukin bocil dan bilang, "Selamat ya, Aira hebat puasanya. Mama bangga Aira tamat puasanya." 

Saya ingatin terus, "Besok makan sahur yang banyak ya, supaya kuat menahan lapar." Besok-besoknya bocil uda ngga pernah bilang lapar. Paling cuma bilang, "Kayaknya Aira kurang ni makan sahurnya." XD.

Lucunya, sejak bulan puasa entah kenapa bocil rada suka minta nonton video masak di Youtube. Sebenernya mamanya yang nonton tapi dia suka nimbrung. Trus kalo uda deket maghrib kan biasanya tv dipindah ke tv lokal, nah tau sendiri kan sekitar adzan itu ratingnya tinggi banget kayaknya kalo bulan puasa. Iklan makanan dan minumannya banyak banget xD. Ga sabaran banget kayaknya pengen minum atau jajan yang ada di tv. Hahahaha. Akhirnya kami suka nanya, "Aira nanti mau makan apa buat buka?" Pokoknya apa pun yang dia minta pasti kita beliin buat berbuka. Alhamdulillah lama-lama bocil mulai teralihkan pikirannya dari rasa lapar.

Setelah mengalihkan dari rasa lapar, ternyata masih ada pe-er lainnya. Bocil jadinya sering bilang bosen bosen xD. Main ini bosan, main itu bosan. Mungkin karena perutnya lapar jadi enggak bisa menikmati bermain. Apalagi sejak sekolah libur. Hahahaha. Jadilah kadang kita beliin mainan-mainan kecil kalo pas lagi jalan keluar. Entahlah beli gelembung sabunlah, slime-lah, squishy-lah. Padahal sebelumnya kami termasuk rada strict kalo beliin mainan. Saya sih terutama. Soalnya bocil kalo dibeliin mainan gitu kan suka ketagihan. Tiap mampir mini market bisa minta terus kan emaknya bete juga. Hueehehehhe. Tapi demi puasa ya udalah ya. Kadang papanya beliin stiker, puzzle, dll juga. Apalagi saya lagi hamil muda dan sempet bed rest, dan berpuasa juga. Jadinya kadang saya terlalu lelah untuk nemenin bermain dan jadinya kasian main sendiri.

Kadang saya donlotin videonya Charly's Crafty Kitchen dari yutub. Jadi ini channelnya kakak-adik gitu, mereka suka bikin DIY makanan, ngereview mainan, bikin kegiatan di rumah, atau jalan-jalan. Sebenernya dari dulu suka nonton si Charly dan Ashley ini, tapi sejak puasa bocil jadi ngefans, sampe bilang pengen ke ostrali buat ketemu Charly and Ashley. Hahahaha.

Mendekati minggu terakhir udah ga begitu berat lagi. Bocil sudah menikmati puasanya. Apalagi kami mulai mudik dan kalau mudik itu kan biasanya ada aja kegiatan. Sahur di mobil sambil disuapin juga berapa kali. Cape sih, tapi enak juga bocil ga bilang bosan bosan lagi. Mungkin karena sudah biasa dan kalo pulang mudik kan banyak orang. 

Sampai akhirnya malam takbiran, bocil enggak percaya gitu kalo besokannya udah nggak puasa, dan sudah lebaran. Dia kayaknya setengah percaya juga kalo ternyata dia mampu berpuasa full selama satu bulan. Dia seneng banget, terlebih kami, mama-papanya. Alhamdulillah satu milestone terlewati. Semoga tambah solehah, tabah pintar, dan tambah kuat ya, Aira. Aamiin.. allahumma aamiin... 

Ini telat banget sih ya buat ngucapin selamat idul fitri. Secara kemaren udah Idul Adha. Hahahaha. Saya cuma pajang foto dari socmed saya aja waktu Idul Fitri kemarin. Sekalian mau mengucapkan mohon maaf lahir batin ya, teman-teman. Jika ada kesalahan, mohon dimaafkan.

Wassalaamualaikum.
















Monday, 11 September 2017

[Sharing] : Pelunasan Dipercepat KPR CIMB Niaga

Assalaamualaikum,






Kali ini saya pengen sharing mengenai cerita pelunasan dipercepat untuk KPR di Bank CIMB Niaga. Pada awal tahun 2015 lalu kami melakukan pelunasan dipercepat KPR rumah kami di Cimahi, dan baru-baru ini alhamdulillah bisa melakukan pelunasan dipercepat KPR rumah kami di Depok.

Ternyata Allah memberikan kami jalan untuk bisa mempercepat pelunasan KPR rumah lagi di tahun ini. Siang itu, sepulang dari mengambil dokumen rumah, kami senyum-senyum saja sepanjang jalan. Rasanya lega luar biasa. Tak henti-hentinya rasanya bersyukur. Alhamdulillah wa syukurillah, Allah Maha Baik.

Di post ini saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman kami melakukan pelunasan dipercepat KPR di Bank CIMB Niaga. Karena kami dua kali melakukan pelunasan dipercepat KPR di bank yang sama, dan untuk mencari informasi pelunasan dipercepat ini agak sulit mencari prosedur di website resminya CIMB Niaga. Biasanya kita diarahkan untuk menghubungi Call Center / Phone Banking 14041, tapi call center ini biasanya juga tidak memberi informasi yang lengkap. Mereka biasanya mengarahkan ke cabang untuk pertanyaan mengenai pelunasan dan lain-lain ini. Padahal pengalaman saya waktu kerja di Bank, biasanya orang cabang kurang begitu mengerti mengenai produk bank yang tidak dilayani di cabang langsung seperti KPR atau kartu kredit. Hal seperti ini biasanya diselesaikan antara nasabah dengan bagian yang bersangkutan. Untungnya, kami menemukan beberapa orang yang sharing mengenai pengalaman pelunasan dipercepat KPR Bank CIMB Niaga di blog. Dan kami merasa terbantu sekali. Karena itu saya pikir tidak ada salahnya berbagi di sini. 

Sekitar tahun 2015 lalu sebelum melunasi rumah di Cimahi, kebetulan kami sempat mampir ke CIMB Niaga di daerah Simpang Lima Bandung, saya lupa nama gedungnya apa. Saat itu ada beberapa hal yang kami tanyakan terkait dengan KPR. Waktu itu kami diberitahu, untuk pelunasan rumah di Cimahi (tahun 2015 termasuk pelayanan wilayah Bandung, Jawa Barat)  kami harus kirim permohonan pelunasan KPR dipercepat ke alamat e-mail : ccl.jabar@cimbniaga.co.id

Waktu pelunasan rumah Cimahi tahun 2015 lalu itu sempat ada salah info juga sih. Katanya karena kami di wilayah jabodetabek, jadi kami bisa ambil dokumen di kantor CIMB Niaga Jl. Faletehan, Jakarta. Tapi ternyata orang CIMB Niaga di jl. Faletehan ngiranya kita mau pelunasan KPR yang di Depok. Padahal ternyata kalau rumah di cimahi memang bisa pelunasan di Jakarta, tapi setelah pelunasan, dokumen-dokumen rumah tetap diambil di kantor CIMB Niaga ditunjuk yang ada di Bandung. Saat itu kami harus janji temu dulu dengan orang CIMB Niaga di salah satu gedung Niaga di Jl. Lembong, Bandung, sebelum datang. Dan baru kemudian dokumen-dokumen diserahkan.

Nah, untuk pelunasan KPR rumah di Depok ini sebenarnya hampir sama. Kita tinggal mengirimkan surat permohonan pelunasan dipercepat melalaui e-mail. Namun, alamat e-mail yang ditujunya berbeda.  

Untuk pelunasan dipercepat rumah kami yang di Depok, kami mengirimkan permohonan pelunasan KPR dipercepat ke e-mail : admin.antiattrition@cimbniaga.co.id .  SLA (Service Level Agreement)-nya 5 hari kerja. Jadi tunggu 5 hari kerja nanti bagian yang bersangkutan akan menelepon untuk mengkonfirmasi kita mengenai pelunasannya. Berikut form lengkap yang harus diisi dan detail lain-lainnya. 

Setelah mengirim email dengan format yang harus diisi, tidak sampai 5 hari kerja, bagian pelunasan menelepon kami mengenai prosedurnya serta mengirim email resmi mengenai detail dan kelengkapan prosedurnya. 

Perlu diketahui, untuk pelunasan di CIMB Niaga, prosedur pelunasan dilayani pada tanggal 1-20 pada bulan yang sama. Jika lewat dari tanggal 20, maka pelunasannya akan dihitung untuk jatuh pada bulan berikutnya. Saran saya sih kalau mau pelunasan dihitung dulu tanggalnya dan dikira-kira juga dengan waktu yang diperlukan buat melengkapi prosedurnya supaya enggak kena tambahan bunga berjalan atau kena bayar tagihan KPR pada bulan tersebut. Jadi kita bisa nyiapin diri dan dananya. Selain itu, pihak bank juga ada cukup waktu buat melengkapi prosedurnya. Jadi kitanya ga mencak-mencak kalo enggak kekejar bayar di bulan yang diinginkan karena sudah memberikan spare waktu yang cukup.

Di hari pendebetan, sorenya kami cek di internet banking loan-nya sudah di angka Rp 0.00. Alhamdulillah wa syukurillah... tanggal 16 Agustus 2017 kesampaian juga kami merdeka dari KPR. Wkwkwk.. Pihak bank menginformasikan, kami bisa datang ke kantor Bank CIMB Niaga di Griya Niaga Bintaro untuk mendapatkan surat keterangan pelunasan beserta dokumen-dokumen rumah. 

Minggu depannya kami langsung datang ke Griya Niaga lantai 2. Ternyata prosedurnya sama sekali tidak ribet walaupun antriannya cukup panjang. Kami mengambil antrian dan menunggu dipanggil Customer Service. Prosesnya juga tidak memakan waktu lama. Sampai di lokasi pukul 10.00, dapat antrian no. 17, tapi prosesnya cepat jadi pukul 11.00 sudah selesai.

Nah, itulah pengalaman kami melakukan pelunasan KPR dipercepat di Bank CIMB Niaga. Perlu diketahui, tulisan ini sifatnya hanya sharing pengalaman. Selalu ingat untuk cek dan ricek kembali semua transaksi keuangan dan informasi resmi serta detail dari bank untuk mencegah tindakan penipuan. 

Semoga bermanfaat :).

Wassalaamualaikum.


You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...