Tuesday, 12 June 2018

Manfaat Pijat Bayi: Sentuhan Cinta Ibu untuk Kesehatan Bayi



Assalaamualaikum

Tulisan ini mau saya awali dengan pertanyaan buat pembaca yang ibu-ibu seperti saya. Sebagai ibu, pernah enggak memijat bayi teman-teman sendiri atau memijat anak kita waktu mereka masih bayi?  Sejujurnya, saya baru berani memijat Kakak Aira waktu bayi saat usianya sudah menginjak 3-4 bulan. Karena pijat bayi, walaupun saat itu sudah mulai ngetren dan sering terdengar, enggak pernah benar-benar saya saksikan di kehidupan sehari-hari. Dan, terutama, karena enggak ada yang ngajarin. 

Baby Aira dulu pertama kali dipijat sama dukun beranak, atau istilahnya "paraji" dalam bahasa sunda. Itu pun sekali saja waktu di Tasik di Rumah Papap dan Enin-nya Aira. Dipijatnya ya bukan pijat modern dan tampak sulit sekali buat saya yang masih ibu baru. Baru kemudian saya membuka salah satu paket hadiah JOHNSON’S® Baby dari seorang teman, saya menemukan VCD cara memijat bayi. Dan di situlah saya jadi tahu beberapa gerakan dasar pijat bayi yang mudah dan bisa dilakukan di rumah. Seperti gerakan pijat Butterfly dan Cross pada dada, gerakan mengayuh sepeda pada kaki, pijat I Love You, gerakan Milking India atau Swedia pada lengan, dan lain-lain. Dulu saya enggak ingat sih nama gerakan pijatnya, tapi cukup hapal dengan cara memijatnya. Selain bisa menenangkan, pijat bayi juga jadi semacam waktu bonding sama bayi kita.

Kalau sekarang, saya udah lebih pede kalau mau pijat baby Alia. Karena saya bisa dengan mudah menemukan tutorial pijat bayi di Channel YouTube-nya JOHNSON’S® Baby Indonesia. Dari bentuk persiapannya seperti apa saja, urutannya, dan bahkan simulasinya, jadi lebih jelas. Video di bawah ini salah satu contohnya,


Dan ternyata pijat bayi itu manfaatnya banyak sekali selain membangun ikatan (bonding) antara ibu dan bayi. Pertama, pijat bayi membantu merangsang stimulasi sensorik pada bayi yang merupakan kunci pertumbuhan, komunikasi, serta pembelajaran. Ke dua, kegiatan ini memicu stimulasi multisensorik yang membantu perkembangan psikologis dan emosional bayi serta melancarkan sirkulasi darah dan menguatkan sistem imunitas tubuhnya.

Enggak heran, perusahaan JOHNSON’S® Baby, sebagai salah satu perusahaan produk bayi terkemuka yang berfokus terhadap perkembangan holistik anak, meluncurkan inisiatif terbarunya yang diberi nama, “Sentuhan Cinta”. 

Apa sih program "Sentuhan Cinta" itu?

Jadi, Indonesia diperkirakan akan mengalami yang namanya Bonus Demografi selama periode 2020 – 2030. Yaitu saat jumlah orang di usia produktif akan mencapai sekitar 70 persen dari populasi. Ini artinya jika bayi memiliki kesempatan untuk tumbuh, mereka akan dapat meraih impian mereka di beberapa dekade ke depan dan memberikan kontribusinya pada pembangunan negara.

Nah, berangkat dari situ, program Sentuhan Cinta ini bertujuan mendorong ibu Indonesia untuk mendukung pentingnya sentuhan cinta ibu untuk kesehatan dan perkembangan bayi. Sentuhan Cinta bertujuan untuk memberikan bayi di seluruh Indonesia kesempatan yang sama untuk hidup agar mereka dapat tumbuh, berkembang, dan menggapai impian.

Melalui program Sentuhan Cinta, JOHNSON’S akan memulai perjalanan dan mengadvokasi para ibu di wilayah Indonesia dengan angka kematian bayi relatif tinggi seperti Maluku, Sumba, dan Sumatera Utara. Karena sesungguhnya, fase neonatal (fase 28 hari pertama pada masa hidup bayi) adalah saat paling krusial untuk pertumbuhan ke depannya).

Dalam program ini, JOHNSON’S® bekerja sama dengan Save the Children di Indonesia, Yayasan Sayangi Tunas Cilik untuk membantu edukasi ritual pijat bayi dan mandi bayi kepada para ibu di Indonesia melalui program “Kesehatan Ibu dan Anak”. Hebat ya? 

Dokumentasi program sentuhan cinta ini juga bisa kita lihat di instagram dan Channel YouTube-nya JOHNSON’S® Baby Indonesia.  Seperti di bawah ini,


Program Sentuhan Cinta di berbagai daerah di Indonesia.
Sumber: https://www.instagram.com/johnsonsbaby_id/

Di Jakarta sendiri, program "Sentuhan Cinta" ini mengajak teman-teman dari komunitas The Urban Mama  untuk hadir dalam Kelas Pijat Bayi yang diadakan pada Selasa, 5 Juni 2018 lalu di Gudang Gudang Yoga Studio, Kemang Timur. Di sana juga dipamerkan dokumentasi dari program Sentuhan Cinta ini. 
  


Sumber : The Urban Mama.

Teman-teman mau ikut berpartisipasi juga dalam program Sentuhan Cinta? JOHNSON’S® Baby telah bekerja sama dengan Alfamart dan Tokopedia sehingga para ibu seperti kita bisa berpartisipasi. Setiap transaksi pembelian semua jenis produk JOHNSON’S® Baby minimal Rp 25.000,- di Alfamart atau di Tokopedia, secara otomatis kita menyumbangkan Rp 500,- untuk Save The Children dan membantu mereka mendidik ibu lainnya di seluruh Indonesia agar bayi mereka tumbuh kuat dan sehat.

Buat teman-teman yang pingin tahu lebih banyak tentang cara memijat bayi serta program Sentuhan Cinta ini, cuss follow @Johnsonsbaby_id di Instagram atau bisa juga ke website JOHNSON'S® Baby  untuk lihat step by stepnya. Di Channel YouTube-nya juga banyak informasi penting buat Ibu-Ibu baru yang masih kagok dalam mengurus bayi newborn. 

Wassalaamualaikum.

Saturday, 9 June 2018

Nyobain Produk ERHA (pada Kulit Kusam dan Berminyak) - Part I




Assalaamualaikum,

Di tulisan kali ini aku mau bahas tentang perawatan kulit sama rambut. Sebenarnya ini semua berawal dari sejak lahiran si adek sih. Aku ngerasa sejak melahirkan kulit wajah rasanya tampak kusam. Ya wajar sih ya, setelah melahirkan memang wajah biasanya membengkak karena sisa proses melahirkan, penyembuhan di organ dalam, plus, cencu saja sisa-sisa begadang yang bikin muka tampak enggak segar. 

Tapi setelah beberapa bulan kok rasanya wajah begini-begini aja tampak tidak ada perubahan. Kalau googling-googling sih, katanya memang pengaruh hormon, makanya wajahnya tampak kayak menggelap. Lalu somehow aku ngerasa kulit wajah pori-porinya tampak lebih jelas, trus kayaknya gampang banget dihinggapin komedo. Ya Allah, begini ya rasanya menua. Iya, seriusan, rasanya wajah tampak tua sekali gitu. Aku sedih.

Ini berkebalikan sama keadaan kulit waktu aku masih hamil. Aku ngerasa pas hamil itu kayaknya jarang banget wajahku jerawatan. Malah kulit cenderung kering, padahal aslinya berminyak. Makanya banyak orang yang bilang aku hamil kemarin glowing. Jangan protes. Orang lain lho yang ngomong, bukan aku 😂. 

Pokoknya beberapa bulan ini aku mulai ngerasa insecure sama keadaan kulit wajah. Dan ditambah lagi rambut juga rontok parah. Iya, kalau nyapu kamar pagi hari, itu rambut hampir segenggam aja gitu yang rontok. Literally. Aku tahu ini salah satu masalah yang menghinggapi ibu menyusui. Tapi kalau hampir tiap hari kok rasanya sedih begitu. Rambut makin lama terasa makin tipis.

Beberapa kali niat pengen potong pixie cut tapi enggak kesampean terus karena susah mau nitip bayi buat pergi sendiri ke salon. Akhirnya malah nekat potong sendiri depan cermin sambil liat tutorial orang potong rambut di YouTube. Hahaha. 

Kalau dihitung, si adek sekarang sudah masuk usia 8 bulan, dan keadaan kulit wajah sama rambutku kayaknya belum menunjukkan perubahan. Sempat nyoba beberapa produk krim  yang dijual di pasaran tapi kayaknya ya gitu-gitu aja. Jadi sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Apalagi sebentar lagi mau lebaran. Biar wajah kelihatan cerah sedikit diajak silaturahmi, ya kan?

Akhirnya sejak minggu lalu aku nyobain rangkaian produk dari ERHA. Sebenernya awalnya takut pake produk krim perawatan karena aku lagi menyusui. Tapi ternyata produk yang OTC (Over The Counter)-nya ERHA APOTHECARY itu aman buat yang menyusui. Ini tipe produk perawatan yang bisa langsung beli di ERHA APOTHECARY ya gaes, bukan dari resep dokter. Jadi kita bisa langsung ke counter dan nanti akan dilayani sesuai kebutuhan kulit kita, tapi enggak perlu resep dokter. Aku juga sebenernya baru tahu tentang ERHA APOTHECARY ini dari salah satu influencer yang saya follow di instagram, namanya @lylaandalucia , yang katanya #TerjebakErha .




Rangkaian produk OTC dari ERHA ini hadir dalam konsep ERHA APOTHECARY dan bisa kita temukan di pusat-pusat perbelanjaan di berbagai kota di Indonesia. Ada 11 personalized category yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pelanggan. Di ERHA APOTHECARY, kita juga bisa konsultasi dengan tenaga ahli dan dokter untuk membantu konsumennya mengidentifikasi masalah kulit dan rambut. Jadi, kalau kamu lagi jalan-jalan di mall, bisa sambil konsultasi kulit dan rambut juga.



Nah, kembali ke permasalahan kulitku, minggu lalu aku dapat beberapa produk dari ERHA. Untuk permasalahan kulitku yang kusam, berminyak dan pori-pori besar, ada beberapa produk yang aku dapat dari Erha. Yaitu, TruWhite Activator Day Cream, TruWhite Activator Night Cream, Facial Wash for Oily Skin, dan Sun Block Perfect Shield Helios SPF 50 PA++. Sementara itu, untuk permasalahan rambutku yang rontok, aku dapat Erhair HairGrow Shampoo dan Erhair HairGrow Serum. Kita bahas satu per satu ya.




TRUWHITE ACTIVATOR Day Cream dan Night Cream


Sebagaimana biasanya produk perawatan kulit, biasanya kita dikasih krim siang dan krim malam ya. Krim yang aku dapat adalah TRUWHITE ACTIVATOR Day Cream & Night Cream.

Dari kemasannya kita dikasih tahu, Day Cream-nya mengandung Tyrosinase Inhibitor dan Niacinamide untuk menghambat pigmentasi berlebih. Vitamin E sebagai anti-oksidan,  juga perlindungan tehadap UV A dan UV B agar wajah cerah, sehat bercahaya. Juga ada Oil-Absorbance untuk membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit wajah.

Sementara itu Night Cream-nya mengandung Arbutin, Vitamin C, Chromabright MFF dan TegoCosmo C250 sebagai whitening complex yang membantu mencerahkan kulit. Diperkaya dengan Glycosphere Papain untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah kusam pada wajah. 


Day cream dan night cream ini teksturnya ringan dan memang tidak terasa oily. Yang aku suka wangi produknya sedikit sekali jadi tidak tercium wangi yang chemical. Krimnya tidak langsung cepat terserap di wajah, tapi juga tidak membikin wajahku yang cenderung berminyak tampak greasy. Aku benci banget krim perawatan yang bikin wajah jadi keliatan greasy. Ya memang kulitnya cenderung berminyak ya, jadi enggak suka kalau kulit tambah parah berminyaknya. Krimnya ini baru aku pakai sekitar satu minggu ya gaes, jadi kayaknya masih terlalu dini untuk memberikan review hasil kulitnya bagaimana. Insya Allah nanti di update kembali di part II.


ERHA 2 Facial Wash for Oily Skin

Info di balik kemasan: Erha 2 Facial Wash membersihkan wajah dari kotoran dan sisa make-up tanpa membuat kulit kering. Dengan kombinasi AHA, DMAE, Nicotinamide, dan ekstrak Witch Hazel yang dapat membersihkan dan membantu membersihkan minyak berlebih di kulit wajah.

Juga ada info mengenai peringatan terbakar matahari: Produk ini mengandung Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari dan khususnya kemungkinan kulit terbakar. Gunakan tabir surya, pakaian yang melindungi dari sinar matahri dan batasi paparan sinar matahari selama dan seminggu sesudah menggunakan produk ini.



Aku seneng sih dia kasih tulisan peringatan tentang AHA itu. Jadi kan kita lebih aware kalau harus pakai sunblock dan membatasi diri kalau ada sinar matahari. Selama seminggu ini aku pakai sih belum pernah ya sampai kena sun-burned. Mungkin karena emang day cream-nya udah ada SPF 25 dan beberapa hari terakhir juga aku pakai sunblock dari Erha juga.


Facial Washnya ini berisi cairan bening dengan busa yang ringan, seperti di bawah ini.


Ringan banget ya busanya? Kalau dipakai di wajah, kulit enggak terasa kering, malah lumayan lembab. Jadi kalau dibasuh air, kayak ada semacam lapisan yang ga hilang-hilang begitu. Wanginya juga lembut dan ga bau chemical.


erhair HairGrow Shampoo dan erhair HairGrow Serum

Nah, aku penasaran banget sama shampoo dan serumnya ini. Karena ini pertama kalinya aku pakai yang namanya serum rambut. Kalau shampoo-nya aku udah pakai 3 kali selama seminggu ini. Kalau serumnya aku baru pakai sekali.



Shampoo erhair HairGrow ini busanya ringan banget. Shampoo-nya boleh digunakan untuk mencuci kedua kalinya untuk hasil yang lebih optimal. Entah karena shampoo ini atau bukan, memang aku perhatiin akhir-akhir ini rambut yang bertebaran di lantai enggak sebanyak sebelumnya. Tapi rambutku masih rontok. Jadi kita lihat saja nanti sekitar satu bulan ya. Aku juga mulai kombinasiin shampoo ini sama serumnya supaya efeknya lebih terasa.


erhair HairGrow Serum


Akhirnya aku mencoba juga serum rambut yang pemakaiannya untuk 7 hari ini. Ini kemasannya lucu banget. Serum rambutnya dikemas di botol kaca bening dan dikasih ujungnya buat aplikasiin ke rambut. Tiap botol kecil ini isinya 8ml dan dihabiskan setiap kali pakai. Serum ini juga tidak untuk dicuci lagi. Jadi memang dipakai saat rambut sudah setengah kering atau benar-benar kering.


Ini dia ujung aplikatornya untuk mengaplikasikan serum ke seluruh akar rambut,


Serum HairGrow ini ternyata konsistensinya mirip air. Rasanya dingin saat diaplikasikan ke seluruh kulit kepala. Karena seperti air, kepala juga terasanya segar dan rambut juga enggak terasa berminyak. Rambut juga cukup cepat terasa keringnya seperti habis keramas. Nah, tapi mungkin karena produknya serum, wanginya tercium chemical sih. Tapi saat rambut kering wangi chemical-nya hilang, cuma tertinggal aroma lembut aja.

Nah, itu dia pengalaman aku nyobain Erha untuk kulit dan erhair buat rambut. Nanti setelah sebulan pemakaian insya Allah aku update lagi hasilnya ya. Semoga berhasil ngatasin kulit kusam sama rambut rontok sekarang. Semoga bermanfaat ya, buat yang lagi cari referensi tentang perawatan. Kalau kamu, ada yang pernah nyobain produknya Erha juga nggak?



Oiya, buat yang pengen tahu lebih banyak mengenai produk-produk ERHA Dermatology, ERHA CLINIC, atau ERHA APOTHECARY, kamu bisa follow di instagramnya ya di @erha.dermatology Di sana ada banyak info mengenai kesehatan kulit dan rambut juga.





Wassalaamualaikum.

Monday, 30 April 2018

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Assalaamualaikum,

Sesuai judulnya, kali ini saya mau bandingkan tiga gendongan yang saya miliki, yaitu Geos (Gendongan Kaos), BabyK'Tan, dan Hip Seat Carrier (merk Mooimom). Postingan ini saya tulis karena cukup banyak orang yang bertanya di DM instagram mengenai gendongan ini. Kenapa saya pilih gendongan ini, lalu enak yang mana dan lain-lain. Karena itu saya pikir saya akan tulis di blog saja, supaya jika ada yang bertanya lagi tinggal saya share saja postnya. Jadi tidak perlu menjelaskan berkali-kali.

Geos (Gendongan Kaos)
Geos adalah gendongan pertama yang saya beli bahkan sebelum melahirkan. Gendongan tipe ini relatively termasuk murah, harganya di kisaran Rp 90.000-150.000 tergantung merknya. 

Geos pertama yang saya beli online di @malilkids ukuran S, dan ternyata pas sampe saya coba kekecilan. Mungkin sayanya juga kepedean kali ya liat chartnya pilih S. Geos kedua hadiah dari teman, merknya Mere et Moi. Saya suka bahannya, sayang kekecilan juga karena ukuran S. Karena saya suka bahannya dan enggak sengaja nemu di baby shop ukuran M-nya, akhirnya saya beli lagi.


Ini bayik kira-kira usia 4,5 bulan.

Gimana rasanya pake geos? 
Menurut saya geos ini cukup praktis. Ukurannya kecil jadi bisa dilipat dan dengan mudah keluar-masuk tas saat dibutuhkan. Harganya juga cukup terjangkau.

Tapi sejujurnya geos bukan gendongan favorit saya. Pertama, kalau beli online, agak susah karena belum tentu pas. Kalo diitung saya jadi punya 3 geos, geosnya 1 saya kadoin ke teman yang memang badannya kurus. Yang satu lagi dijadiin selimut. Jadi jatuhnya agak boros juga karena ukuran yang ga pas ini. Hihihi. Saran saya kalo beli geos sebaiknya dicobain aja yah supaya ga salah ukuran. Tapi ya wajar juga sih karena memang harganya termasuk terjangkau.

Kedua, dari dulu saya kurang suka gendongan yang menaruh beban bayi di satu sisi saja. Saya pikir geos akan lebih nyaman daripada gendongan sling karena bahannya kaos (saya pernah pakai gendongan sling waktu kakak aira masih bayi). Dan ternyata memang betul lebih nyaman, tapi di atas setengah jam tangan saya sebelah udah enggak kuat karena pegal. Tapi poin yang ini beneran tergantung preference orang ya. Karena orang kan beda-beda. Ada teman saya yang malah nyaman gendong pakai jarik kemana-mana. Kadang tergantung bayinya juga nyaman atau enggak di dalam gendongan.

Kesimpulannya, menurut saya geos ini menang di praktis. Kalau cuma aktivitas di bawah setengah jam, gendongan ini oke. Harganya juga oke karena ga nguras kantong.


Baby K'Tan







Ini salah satu gendongan yang banyak ditanyakan di instagram ke saya. Even in real life, banyak teman yang bertanya mengenai gendongan ini. Yang ketemu saya tiap hari pasti sudah sering lihat saya pakai gendongan ini.

Baby K' Tan itu apa?

Simplenya, Baby K'Tan itu merk gendongan yang hasil akhirnya seperti baby wrap tapi instan. Terdiri dari 2 loop untuk menggendong, dan sash untuk menggendong lebih mantap. Sashnya ini kalau dibalik bisa dijadikan kantong. Cara pakainya lebih mudah daripada wrap, tidak perlu melilit-lilit.

Pertama kali lihat di instagram, karena waktu itu saya lagi cari gendongan yang cukup praktis dan nyaman untuk bayi yang usianya masih 2 bulanan. Soalnya saya masih kepikiran belum nemu gendongan yang nyaman padahal saya sudah harus mulai aktif keluar rumah bersama bayi.

Suatu hari, I came across Baby K'Tan profile, dan banyak sekali video yang mendukung grafisnya, dan banyak juga info mengenai cara menggendong yang baik. Baby K'Tan juga sudah mendapat sertifikasi hip dysplasia yang menjamin bahwa gendongan tersebut aman dan ga mengganggu pertumbuhan pinggul bayi.

Yang pingin tahu lebih banyak info mengenai kebaikan dari gendongan ini, silakan cari di instagramnya @babyktanid yah, karena saya juga enggak berniat promosiin, wkwkwk. Di sini saya mau share pengalaman saja selama menggunakan gendongan ini.

Kesan pertama saat saya melihat foto-foto di instagramnya, saya lihat bayi yang digendong dalam baby k'tan sepertinya nyaman sekali. Posisinya itu "snug", jadi kayak nyaman di bayinya dan nyaman juga di penggendongnya. Saya langsung mikir pengen beli gendongan ini.

Karena harganya memang enggak murah, sampai saya sempat bertanya ke beberapa orang yang pernah coba pakai babyk'tan di instagram. Alhamdulillah ya pada baik-baik ngejawab. Dari awal saya yakin gendongan ini nyaman sih, hanya ada beberapa kekhawatiran. Misalnya saat anak bertumbuh besar, apakah ia bakal tetap nyaman? Apa bakal melar ya karena bahannya kayak kaos doang gitu? Apa harus beli merk lokal yang mirip-mirip aja gitu ya biar lebih murah.

Etapi saya cari gendongan lain kok baliknya ke situ-situ lagi. Dan Hubby juga sadar saya mulai antar jemput si kakak bawa baby dari car seat ke kelas, kalo gendongannya ga nyaman saya bakal ngeluh terus. Lagian dia ingat juga itu geos 3 biji ga kepake karena alasan ga nyaman. Saya sih tipenya ga minta beliin karena memang saya sendiri suka perhitungan kalo soal duit, tapi  bakal ngeluh terus kalo enggak suka xD. Wkwkwk. Serba salah yah suamikuuh. Pukpuk Hubby. Singkatnya, akhirnya dibelilah itu Baby K'Tan. Ambil warna denim supaya masuk ke berbagai warna baju.

Jadi buibu, Baby K'Tan ini terdiri dari 2 bagian, yaitu 2 loop untuk menggendong, serta sash untuk lebih memantapkan gendongan supaya gendongannya "snug". Sash-nya ini kalau dibalik berubah jadi kantong untuk naruh gendongan. Jadi cukup praktis ya. Ini dia penampakannya.







Gimana Rasanya Pake Baby K'Tan?

Nyaman. Ga nyesel. Baby K'Tan ini bahannya emang kaos, tapi ternyata jahitannya kuat. Karena dari bahan kaos, gendongan ini juga bisa dengan mudah dilipat dan masuk tas ukuran medium. Baby juga nyaman digendong dan emang ada rasa 'snug' sama bayi. Jadi rasanya tuh kayak melukin bayi kemana-mana. Kerasa banget babywearing-nya. Dan rata-rata orang lain juga suka liat gendongan ini. saat dipakai Karena saya pakai yang warna denim, jadinya hampir selalu cocok sama baju-baju saya yang rata-rata casual. Bahannya juga enggak panas. Kalau lagi jemput kakaknya ke kelas dan matahari lagi tinggi, saya tinggal umpetin kepalanya Adek ke dalam kainnya jadi enggak ribet bawa topi.

Kekurangannya?
Tentu saja ada ya, walaupun enggak besar. Jadi waktu saya beli memang ukuran saya di antara XS dan S (Ukuran baju orang bule). Karena kepikirnya biar Hubby bisa pakai juga, akhirnya saya pilih ukuran S aja. Karena ukuran baju dia antara S dan M. Agak takut sebenernya bakal kegedean dan kurang ngerasa 'snug'. Pas datang ya memang demikian ya. Ukurannya cukup pas tapi ga benar-benar snug karena saya harusnya pakai XS. Jadi salah satu kekurangannya adalah kalau ukuran tubuh kita beda sama suami, kita enggak bisa pakai gendongan yang sama.

Kekurangan lainnya adalah, jika sudah dipakai beberapa lama dan belum dicuci, kainnya seperti agak mulur. Tapi kalau sudah dicuci dan kering, biasanya balik lagi. Malah kalau dipakai abis dicuci ini paling enak deh soalnya pas banget di badan.

Kelebihannya?
Baby K'Tan ini paling sering ditanyain orang kalau lagi jalan karena memang keliatannya bagus saat dipakai.
Kelebihan lainnya, Baby K'Tan ini ringkas dan bisa dilipat lalu dimasukkan ke dalam tas ukuran medium. Jadi misalnya kita lagi jalan-jalan lalu si adek pengen keluar dari gendongan, kita enggak perlu terlalu repot karena gendongannya bisa dimasukkan ke tas.
Sejujurnya, karena alasan yang terakhir itu saya suka banget sama si Baby K'Tan. Ga butuh banyak tempat di tas dan bayik juga nyaman digendong kemana-mana. Walaupun memang seiring bertambah besar tubuhnya terasa tambah berat pakai gendongan ini, tapi  sampai usia 6,5 bulan ini rasanya masih nyaman.

Overall, sekitar 5 bulan pakai gendongan ini, saya puas banget. Walaupun ada nyeselnya juga kenapa ga beli XS. Kenapa? Karena suami lebih suka pake gendongan Hip Seat Carrier daripada Baby K'Tan. Buat dia Baby K'Tan pakainya repot katanya, lebih suka yang tinggal ceklek-ceklek kayak ransel. Wkwkwk.





Gendongan Hip Seat Carrier (Mooimom)

Teman-teman mungkin pernah baca review saya ya tentang gendongan yang satu ini.

Baca di sini: Review Gendongan MOOIMOM Hip Seat Carrier

Sekarang saya mau review lagi ya setelah sekitar 3 bulan pemakaian. Setelah beberapa lama, it turned out, suami lebih menyukai gendongan ini daripada saya. Yes, pertama memang gendongan ini praktis seperti ransel. Tinggal ceklak-ceklek aja.

Selain itu, somehow, memang bentuknya lebih keliatan manly dibandingkan gendongan yang lain. Mungkin karena memang mirip seperti ransel itu tadi ya. Kalau Hubby giliran jaga si adek, lalu si adek rewel atau enggak bisa tidur, Hubby pasti otomatis ambil gendongan yang ini. Pakai Baby K'Tan katanya ribet pakainya. Iya, kalau Baby K'Tan suami selalu saya bantuin makenya.

Menurut Hubby, gendongan hip seat ini, seiring bertambahnya berat si adek kerasa lebih enak. Mungkin karena jadinya lebih mantap ya. Saya sendiri bawa gendongan ini kalau memang bawa stroller. Karena memang kalau ga bawa stroller, saat anak ga mau digendong jadinya mayan ribet naruh gendongannya karena ga bisa masuk tas. Apalagi kalau perginya sendiri tanpa hubby.




Kesimpulannya, 

Geos
(+)
Murah
Bisa dilipat
Kalau tidak dipakai bisa dijadiin selimut

(-)
Tumpuan di satu bahu bikin pegal
Salah satu tangan masih harus pegang leher atau punggung bayi kalau jalan
Kalau enggak pas ukurannya dan belinya online ribet juga.

Baby K'Tan
(+) 
bisa dilipat masuk tas
Ada kantongnya
Modelnya cakep. Kalo dipakai banyak yang bilang bagus
Nyaman

(-)
Kalau udah lama ga dicuci bahannya kayak rd mulur. Tapi kali dicuci balik lagi sih enak lagi bahannya.
Gendong hadap depan sepertinya kurang nyaman.

Hip seat carrier: 
(+)
Nyaman dipakai lebih lama saat bayi sudah tambah berat BB nya karena lebih mantap.
Lebih nyaman posisi saat hadap depan (walaupun posisi ini tetap gaboleh lama-lama ya, moms)
Suamiku lebih suka gendong bayi pakai ini

(-)
Kurang praktis karena bulky, tidak bisa dilipat kecil


Saya sendiri lebih sering pakai gendongan yang mana? Sampai saat ini (adek usia 7 bulan) saya masih lebih sering gendong pakai baby K'Tan karena alasan bisa dilipat itu tadi dan nyaman. Saya cuma gendong adek dari car seat di parkiran ke sekolah, jadi memang ga jauh. Kalau weekend sih jarang pakai gendongan karena ngemall biasanya pakai stroller aja. Dipake ngemall sampai 2 jam juga masih oke sih, masih nyaman juga. Cuma kalau travelling yang bener-bener seharian jalan di outdoor gitu kurang tau juga ya bakal nyaman atau engga. Soalnya belum pernah coba. Ini juga usia adek masih 7 bulan kan, belum begitu berat, dan belum terlalu demanding pengen digendong hadap depan. Jadi belum teruji nih, kalau beratnya nanti udah di atas 8 kg masih nyaman apa engga. Ini juga alasan kenapa saya masih mempertimbangkan punya hip seat carrier.

Kalau suamiku lebih suka mooimom hip seat carrier karena gampang pakainya tinggal ceklek-ceklek. Kalau jalan-jalan dia yang bawa atau si adek lagi pengen digendong terus, pasti suami ambil gendongan ini. 

Kesimpulannya? Semua gendongan ada plus-minusnya, tinggal disesuaikan saja yah sama kebutuhan kita. Asal jangan lupa sama syarat babywearing yang aman ini, 

Sumber: Instagramnya Baby K'Tan.

Dan jangan lupa, posisi punggung harus C-Shape, dan kaki harus M-Shape. Terutama buat newborn. Kalau saya sih udah 7 bulan juga tetep kaki kudu M-Shape.



Nah, semoga bermanfaat reviewnya. Selamat Babywearing, Moms!

Wassalaamualaikum.

Thursday, 26 April 2018

Bagaimana Membuat MPASI Rumahan & Membentuk Kebiasaan Makan yang Baik pada Bayi


Assalaamualaikum,

Weekend lalu, saya datang ke event yang diadakan The Urban Mama. Jadi secara regular memang The Urban Mama ini ngadain acara #TUMLuncheon. Acara yang biasanya berbarengan dengan waktu makan siang ini biasanya membicarakan berbagai tema menarik yang menjadi perhatian mama-mama dan keluarga-keluarga di perkotaan.

Tema yang diangkat minggu kemarin adalah mengenai Menyiapkan MPASI Rumahan bersama Phillips Avent. Semangat 45 sebenernya saya dateng. Karena kebetulan Adek Alia baru banget mulai MPASI. 

Walaupun saya pernah ngalamin yang namanya menyiapkan MPASI setiap hari saat Kakak Aira bayi, yang saya ingat sampai sekarang menyiapkan makanan buat bayi itu stressful. Iya stressfull, karena  bikinnya lama, cucian alat masaknya banyak, dan kadang Airanya GTM alias ga mau makan sama sekali. Ada lagi masalah klasik yang lain, yaitu sembelit. Kalau 7 tahunan lalu memang jarang ada forum yang bisa dipakai buat berbagi masalah per-MPASI-an. Biasanya info yang didapat sepotong-sepotong. Kalaupun ada bukunya isinya cuma resep. Jadi fix deh pokonya Mamanya kudu belajar lagi.

Sebelum mulai, kita makan salad dulu dari The Yummy Bowl. Ini enak lho, Aira aja sampai habis 2 xD.

Jadi ternyata pola pikir saya ini kudu dirubah ya waktu mempersiapkan MPASI buat bayi. Kenapa? Karena sesungguhnya saat kita menyiapkan MPASI, kita ini sedang membentuk kebiasaan makannya dari awal dan akan terbawa hingga usianya lebih dewasa. Pembicara di acara ini, Spesialis Anak dr. Ranti Hannah, bahkan mengatakan kebiasaan makan anak dimulai dari sejak ia di dalam kandungan ibunya. Jadi penting banget untuk membangun style makan yang responsif terhadap kebutuhan anak.

Ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan ibu saat memberi makan bayinya. Di bawah ini saya bikinkan tabelnya,


Untuk membentuk style makan yang responsif, latihlah anak untuk memahami sinyal lapar dan kenyang tubuh. Susun jadwal yang tetap untuk makan berat dan selingan. Jangan jadikan makanan sebagai reward atau hadiah, dan percayalah kepada anak anda. Ada beberapa tanda yang bisa kita perhatikan apakah bayi kita sedang lapar atau sudah kenyang:



Kiri ke Kanan : dr. Ranti Hannah Sp.A dan Ibu Santi Panjaitan dari Phillips Avent.
Juga ada beberapa tips untuk membentuk kebiasaaan makanan yang baik sejak bayi;
- Biasakan makanan yang sehat sejak hamil dan selama menyusui
- Saat bayi mulai makan, berikan makanan sehat sesuai rekomendasi (jenis dan jumlahnya)
- Kenali tanda lapar dan kenyang bayi (percaya pada sinyal lapar & kenyang anak)
- Orangtua memberi contoh dengan memakan makanan yang sehat setiap waktu dan meminimalkan makanan yang kurang sehat. 
- Bentuk suasana yang menyenangkan saat makan
- Susun jadwal rutin untuk makan. Maksimal 30 menit di meja makan.
- Jangan gunakan makanan sebagai hukuman atau hadiah
- Usahakan agar anak makan bersama keluarga. Anak jadi memperhatikan saat kakak atau ayah mencoba makanan baru. Serta bisa mengkomunikasikan saat ia lapar atau kenyang.
- Minimalkan gangguan seperti TV, gadget, mainan, atau lomba makan.
- Hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanan. Percayalah padanya saat ia memberikan sinyal kenyang.
- Ini bukan restoran! Hindari memberikan semua yang diinginkan anak.
- Jangan khawatir berantakan
- Pantau pertumbuhan dan perkembangannya

Di sesi kedua, kita diajak untuk membuat resep MPASI nusantara bersama Mama Kushandari Arfanidewi (@kelincitertidur) dengan menggunakan Phillips Avent Baby Food Maker. 





Resepnya ada 2, yaitu Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning dan Kue Pulut Mangga.
Duh, wanginya beneran berselera deh. Padahal cuma makanan bayi. Nanti resepnya saya tulis di akhir tulisan ini yah.

Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning (kiri), dan Kue Pulut Mangga (kanan)
Dan, ini dia nih Essential Baby Food Maker dari Phillips Avent. Masak makanan bayi jadi mudah karena satu alat ini bisa untuk mengukus dan melumat sekaligus. 


● sirkulasi oenguapan dari atas ke bawah untuk memastikan makanan matang merata sehingga tekstur dan nutrisi tetap terjaga
● desain tutup wadah yang cerdas sehingga semua bahan aman di dalam wadah, mencegah makanan masuk ke dalam tangki air. Melumat makanan bayi dari semua tahapan lembut sampai kasar
● Tangki air ekstra besar sehingga mudah dibersihkan dan diisi ulang.
● mengombinasikan langkah mudah mengukus dan melumat untuk membuat MPASI dari bahan dasar daging, ikan, dan sayur.
Kapasitas blender 1050 (cair) / 400 ml (padat). Kapasitas steam 720 ml, kapasitas wadah air 180 ml, panjang kabel 80 cm, 330 watt.

Mupeng juga yaah.. hihihi.


Senang sekali bisa mendapat ilmu per-MPASI-an bersama The Urban Mama. Kapan-kapan pengen ikutan lagi deh acara berfardah kayak gini.

Seru kalo udah ketemu sama mama-mama blogger ini.

Makan siangnya masih dari Yummy Bowl. Endess pisan..

Jangan lupa foto bareng bersama peserta dan pembicara.

Wassalaamualaikum.

Oia, berikut di bawah ini resep MPASI Tim Ikan Bumbu Kuning dan Kue Pulut Mangganya ya. Semoga bermanfaat.


Resep Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning
Bahan-bahan:
150 gr ikan sebelah
50 gr ikan teri
1/2 pack tahu sutera
Bayam
Butternut squash
Santan
Nasi putih
Minyak kelapa butternut squash

Bahan yang dihaluskan:
200 gr bawang merah
100 gr bawang putih
3 ruas kunyit
2 ruas jahe
6 butir kemiri
4 batang sereh
5 lembar daun jeruk
4 buah belimbing wuluh
Minyak kelapa seceukupnya

Cara membuat:
1. Campur nasi putih dengan santan, kaldu ayam bubuj, dan minyak kelapa. Kukus agar lembut dan blender
2. Bumbui ikan dengan bumbu dasar kuning, diamkan minimal 2 jam.
3. Kukus ikan, tahu, dan butternut squash, lalu masukkan bayam paling akhir
4. Blend campuran ikan hingga lembut dan sajikan dengan nasi yang sudah dikukus tadi.

Kue Pulut Mangga (Pure)
Beras putih
Ketan
Santan
Gula
Garam
Pandan
Mangga harum manis matang

Cara membuat:
1. Campur ketan dengan santan, gula dan garam. Kukus ketan dan beras hingga matang
2. Blender hingga halus
3. Kupas dan potong mangga harum manis.
4. Sajikan

Friday, 20 April 2018

Premium Moments: 2 langkah Membangun Karakter Anak melalui Bonding bersama Ibu





Assalaamualaikum,

*Mau disclaimer ya sebelumnya. Postingan ini mengandung curhat 😂.

Seminggu ini rasanya saya babak belur banget. Bukan babak belur abis berantem ya. Tapi rasanya lelah luar biasa tapi enggak bisa istirahat. Hahahha. *ini pun nulis sambil matanya uda jereng*. Kayaknya puncaknya beberapa hari ini karena capeknya uda mulai bikin nangis. 

Tiga hari ini adek bayi sakit flu, meler dan sulit tidur karena mampet hidungnya. Karena mampet, jadinya enggak bisa mimi. Walhasil, udah 3 malam berturut-turut begadang. Malam ini sih lumayan bisa tiduran jam segini. 2 malam sebelumnya saya sama Hubby gendong gantian. Lebih banyak saya sih yang gendong karena kasian liat Hubby besok harus ngantor. 

Dua malam kemarin alhamdulillah adek mau bobo digendong, tapi jadinya saya tidurnya sambil duduk sambil sekali-kali jalan kalau terbangun. Jadi beberapa hari ni kayak zombie karena kurang tidur. Hahahaha. 

Yang bikin tambah sibuk adalah berbarengan sama ulangan harian si kakak dan target setoran murojaah juz 30. Juga ditambah deadline beberapa pekerjaan jadinya saya mau nangis aja rasanya T_T. 

Tapi jadi ingat materi bagus yang saya dapet dari Blogger Gathering bersama Lotte Choco Pie weekend lalu mengenai bonding sama anak dan bagaimana pemberian apresiasi pada prestasi harian anak itu sangat penting. Jadi mau enggak mau mama kudu setrong dan semangat ya. 


Kalau sayanya semangat, pekerjaan jadi beres. Kakak Aira juga jadi lebih semangat menghapal suratnya. Saya berusaha mengapresiasi setiap ayat yang dihapalnya. Alhamdulillah anaknya sudah hapal sampai surat Al-zalzalah. Dan ia tambah semangat saat ia bisa mencapai prestasi kecilnya, sehingga semangat menggapai pencapaian yang lain. Alhamdulillah. Semoga Mama selalu bisa jadi ibu yang baik buat kamu ya, Nak :').



Dulu saya suka mikir, salah satu kelebihan jadi ibu rumah tangga itu adalah punya banyak waktu untuk memantau perkembangan anak dan mendampingi mereka setiap waktu. Kenyataannya? Menjadi ibu rumah tangga itu enggak kalah sibuknya karena rutinitas yang sangat banyak. Kadang karena kelelahan kita bisa juga lupa memberikan waktu khusus untuk bonding sama anak. Lupa juga memuji mereka. 

Mengapa sih waktu khusus untuk bonding sama anak itu penting? Toh, kan kita sebagai ibu rumah tangga selalu bersama mereka setiap waktu? 

Menurut Psikolog Anak, Anna Surti Ariani S.Psi., M.Sc., salah satu narasumber di Blogger Gathering bersama Lotte Choco Pie, waktu bonding sangat penting terutama seiring dengan orang tua yang sibuk, dan anak yang sudah masuk usia sekolah juga menjadi sibuk. Karena sama-sama sibuk, seringkali pencapaian kecil sehari-hari dari anak luput dari perhatian kita. Padahal pencapaian-pencapaian kecil ini merupakan prestasi harian yang layak diapresiasi. Jadi walaupun sibuk, orangtua harus menyempatkan waktu untuk bonding sama anak. Inilah yang kemudian disebut, Premium Moments.

Caranya sebenarnya mudah. Pertama, kita harus menyingkirkan semua gangguan seperti gadget, telepon, atau bahkan pekerjaan. Pastikan waktu kita betul-betul sama anak. Tidak cuma buat ibu rumah tangga, tips ini juga bisa dilakukan oleh ibu bekerja. Luangkan waktu, Bunda. Setengah jam saja sudah cukup. 

Ke dua, luangkan waktu untuk memberi reward atas prestasi hariannya. Prestasinya tidak perlu besar. Tapi berikan reward saat ia berhasil menyelesaikan misi-nya. Misalnya, saat anak yang lebih kecil menghabiskan makanannya. Jika berhasil, berikan reward pujian. "Wah, kamu hebat, Nak." Dan kita mungkin bisa tantang lagi anak kita untuk membereskan bekas makannya. Untuk anak yang lebih besar bisa kita tantang lagi untuk mencuci piring makannya sendiri. 

Reward bisa verbal dengan mengatakan "Kamu hebat!", dan jangan lupa sampaikan secara non verbal dengan memberikan tepukan, pelukan, atau intonasi yang memberi semangat. Yang paling utama, tentu saja kita harus memuji dengan tulus yah.

Enggak main-main lho. Pemberian apresiasi terhadap prestasi seorang anak, bisa berpengaruh pada jiwanya yang akan menjadi lebih percaya diri, lebih berempati, lebih peduli, dan lebih aktif saat usianya lebih dewasa. Pada akhirnya nilai-nilai baik ini yang nantinya akan membentuk karakternya saat sudah dewasa nanti. 


Kiri ke kanan: Oci Maharani dari Lotte Choco Pie, Brand Ambassador Carissa Puteri, dan Psikolog Anak Ana Surti Ariani.

Nah, kalau sudah ingat sama yang dikatakan Mbak Ana Surti Ariani itu, saya jadinya sadar kalau waktunya pembentukan karakter anak-anak kita itu sekarang. Bukan nanti-nanti. Mau enggak mau ya Mamak kudu setrong. Walopun capek (mamak ngaku sih sempet mewek juga sama si papa, hahahah). Tapi enggak boleh lama-lama karena waktu bonding ini berharga. Masa kanak-kanak itu kan cuma berapa tahun.  Jadi dinikmatin aja deh lelahnya biar nggak nyesel nanti di kemudian hari. Karena ini adalah Premium Moments.


Kalau Carissa Puteri bilang, premium momentsnya bersama anaknya Quenzino adalah saat sebelum tidur. "Q itu kalo tidur pasti maunya sama aku. Kalau sama orang lain tu ngobrol terus. Tapi kalau sama aku pasti deh ga lama tidur," katanya. Ia juga konsisten ngajarin tidying up atau beberes mainan setelah bermain. 

Menurut Mbak Oci Maharani, kali ini memang Lotte Choco Pie bikin campaign mengenai Premium Moments yang mengajak ibu-ibu di Indonesia untuk lebih menghargai premium moments bersama anak dan memberikan reward pada prestasi kecil yang diraihnya setiap hari. 

Kami pun para Mom Bloggers diajak untuk bekerja sama dengan anak-anak menghias frame foto. Seru deh 😄.





Ini dia hasilnya.




Salut deh buat campaign terbarunya Lotte Choco Pie ini. Enggak cuma kami, Mama-Mama lain di seluruh Indonesia juga diajak untuk lebih menikmati Premium Moments bersama anak-anak di rumah. Dan bahkan, kita bisa dapat hadiah utama jalan-jalan ke Jepang bersama keluarga!

Caranya gampang banget, log in ke www.lottechocopieindonesia.com/activity , dan tinggal vote video TVC yang bertema Homework, Shopping, atau Greeting. 


Kalau saya sih pilih homework, karena masa belajar adalah masa pendampingan yang penting buat saya. Kalau Mama premium moments-nya apa? Yuk pilih sesuai dengan kebiasaan kita di rumah. Kita bisa mendapatkan hadiah smartphone, shopping voucher, travel voucher, dan tentu saja hadiah utamanya yaitu jalan-jalan ke Jepang bersama keluarga.


Nah, tunggu apalagi? Yuk vote videonya. Periode voting berlangsung dari tanggal 12 April-13 Mei 2018 saja.

Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...