Thursday, 19 July 2018

Cara Daftar Haji Reguler di Kota Depok

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau sharing tentang pengalaman saat mendaftar haji di Depok. Sebenarnya sudah dari awal 2018 kemarin tapi belum sempat tulis di blog.

Jadi ceritanya, sekitar awal 2018 saya sama Hubby akhirnya daftar haji. Pengennya sih dari jauh hari, mengingat antrian haji itu kan bertahun-tahun ya. Tapi saat itu kami berpikir, Rukun Islam menyebutkan Haji bila mampu. Sementara dulu itu kami masih punya KPR.

Hutang hukumnya wajib dibayar dan kami juga ingin segera lepas dari riba bank. Kami belum merasa sreg untuk daftar haji sebelum KPR lunas, jadi nabungnya prioritas untuk melunasi KPR terlebih dulu. Alhamdulillah tahun kemarin KPR lunas dan barulah kami mendaftar haji. Mungkin banyak yang berpendapat lain, tapi kembali pendapat masing-masing saja ya, karena saya tidak akan berdebat mengenai ini. Cerita pelunasan KPR dipercepat bisa dibaca di post-post berikut,

Baca juga:
Pelunasan Dipercepat KPR CIMB Niaga (2017)
Happy Birthday Bebe (2015)


Untuk mendaftar haji reguler, yang pertama kami lakukan adalah datang ke Bank, dalam hal ini kami pilih Bank Syariah Mandiri (BSM) yang kantornya paling dekat dari rumah untuk membuka rekening. Di BSM CS-nya langsung memberi tahu persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk daftar haji.

Sebelum kami datang ke bank, berbekal searching di internet dan di website kementrian agama, kami sudah mempersiapkan surat-surat seperti KTP, kartu keluarga dan lain-lain. Tapi ternyata ada satu syarat yang kami belum punya, yaitu surat keterangan domisili sampai kecamatan.

Sebenernya saya agak heran juga, karena dulu saya kerja di bank, keterangan domisili hanya untuk menggantikan jika KTP-nya masih luar kota, sementara KTP kami sudah Depok. Menurut saya sekarang kan sudah e-ktp dan sistemnya sudah online, kenapa perlu surat domisili lagi?

Setelah pertanyaan yang berputar-putar jawabannya (karena CS kayaknya masih baru), rupanya pihak bank tidak berani mengeluarkan nomor validasi jika syarat-syarat belum lengkap. Karena nomor ini hanya berlaku selama 1 minggu (kalau tidak salah) jadi memang riskan saat si calon haji mendaftar di kemenag dan ternyata tidak bisa diapprove karena kurang syaratnya.

Nomor validasi ini adalah nomor yang dikeluarkan dari sistem SISKOHAT ( Sistem Komputerisasi Haji Terpadu ) di bank, yang sudah online dengan sistem di Kementrian Agama. Akhirnya hari itu kami belum membuka tabungan haji karena harus mengurus surat domisili terlebih dulu.  Beberapa hari kemudian kami mengurus surat domisili ini dan akhirnya minggu depannya bisa buka tabungan haji.

Membuka rekening Tabungan Haji sama saja dengan membuka rekening tabungan biasa. Biaya buka rekening Rp 100.000,- plus untuk mendaftar mendapat porsi haji, kita menyetorkan dana awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) sebesar Rp 25.000.000,- . Jadi jumlahnya Rp 25.100.000,- Dana kami transfer dari rekening kami di bank lain, lalu didaftarkan di SISKOHAT oleh CS, sehingga mendapat nomor validasi. 

Saya kehilangan fotokopi syarat-syarat dari bank, tapi kemudian di departemen agama saya melihat syarat-syarat tersebut terpajang di dinding. Jadi saya foto, syarat-syarat pendaftarannya kira-kira seperti di bawah ini.


Karena kami buka rekening di bank dari pagi, dan syarat-syarat semuanya sudah lengkap, kami memutuskan langsung mengurus pendaftaran ke Kementrian Agama Kota Depok saat itu juga. Untuk pelayanan pendaftaran ini, Kementrian Agama Kota depok buka dari pukul 08.00-16.00. Kecuali Jumat sampai jam 16.30.


Pendaftaran ke Kemenag paling lambat 5 hari setelah membayar setoran BPIH, jadi jangan terlalu lama ya daftarnya. Setelah mendapat nomor validasi, langsung cuss daftar.

Kami sampai di kantor kemenag kira-kira pukul 10.00, dan antriannya sudah banyak ternyata. Kami dipersilakan isi formulir terlebih dulu lalu formulir dan syarat-syaratnya diserahkan kepada petugas. Nanti petugas akan entry data ke sistem, lalu para pendaftar akan dipanggil sesuai antrian untuk diambil foto dan sidik jarinya. 


Kami menunggu kira-kira sampai pukul 11.30 untuk difoto dan ambil sidik jari. Setelah itu menunggu lagi petugas meng-entry data dan meminta tanda tangan pimpinannya ke gedung sebelah. Kira-kira pukul 12.30 kami sudah mendapatkan SPPH atau Surat Pendaftaran Pergi Haji. 

Pendaftaran sudah beres. Kami bisa mengecek saat keberangkatan di website Kementrian Agama kira-kira 2 bulan lagi dengan memasukkan nomor porsi haji. 

Oiya, jika ingin melakukan pembatalan karena satu dan lain hal, berikut ini saya foto-kan juga syaratnya ya. 


Jadi kapan berangkat hajinya? Saya lupa, kayaknya masih 14 tahun lagi. Hahaha. Semoga disampaikan usianya untuk melihat lagi ka'bah dari dekat dan menunaikan rukun islam yang ke 5 ini. Aamiin yaa robbal 'aalamiin...

Baca juga :
Cerita Umrah (Part 1)
Cerita Umrah (Part 2)
Cerita Umrah (Part 3)

Wassalaamualaikum.









Saturday, 7 July 2018

Review Produk ERHA (Pada Kulit Kusam & Berminyak) dan ErHair (Pada Rambut Rontok) - Part 2

Assalaamualaikum,

Hari ini, saya mau buat review produk ERHA Apothecary dan ErHair setelah sekitar nyobain  sekitar 4 minggu. 


Mungkin sekali pandang juga kelihatan ya, kulit saya cenderung berminyak. Yang saya keluhkan waktu itu adalah kulit yang biasanya tampak kusam. Saya sih fine aja dengan kulit yang berminyak. Tapi karena berminyak, wajah lebih cepat keliatan kisam setelah bersihkan muka. Apalagi kalau lupa bersihin muka malamnya.  Akhirnya saya sering enggak pede kalau enggak pakai make up.

Seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya, saya juga punya masalah rambut rontok yang sangat parah setelah melahirkan 9 bulan lalu. Iya, melahirkannya udah lama tapi rontoknya masih separah itu. Kalau nyapu pagi, literally segenggam aja gitu rambut yang tersapu. Sampai akhirnya saya potong rambut se-leher, dan masih rontok juga. 

Tiap saya keramas saya cuci rambut pelan banget karena rontokannya banyak. Rambut rontoknya nutupin lubang drain di kamar mandi, dan juga banyak rambut nempel di handuk.

Di mana saya berada di situ rambut jatuh. Di dapur kalau lagi masak, di kasur sehabis berbaring, sampai sering nempel di kepala si Adek alia. I mean, separah itu rambut rontoknya.

Kayaknya sampai berapa bulan terakhir itu saya ngerasain rambut saya menipis sampai saya enggak mau nyentuh sisir. Seminggu paling cuma sekali saya nyisir. Untungnya saya pake jilbab jadi enggak kelihatan kalo enggak nyisir. Wkwkwk.. masih bilang untung xD. Saya khawatir bangetlah pokonya dengan keadaan rambut waktu itu.

Nah, kemudian saya coba produk dari ERHA dan ErHair ini. Yang mau baca review lengkap produknya apa saja, tekstur, cara pakai, dll, boleh baca tulisan part 1-nya di sini ya,

Baca: 


REVIEW PERAWATAN KULIT WAJAH

Ini produk-produk yang saya pakai waktu itu. Untuk perawatan kulit, saya dikasih seri Truwhite Activator untuk Day Cream dan Night Cream. Pencuci wajahnya Erha 2 untuk oily skin. Dan untuk siang hari juga saya dikasih Sun Block Erha 21 Perfect Shield Helios Total Skin Protector yang mengandung SPF 50 PA++.



Yang saya suka dari ERHA 2 for oily skin, pencuci wajahnya ngilangin minyak tapi enggak bikin kulit kering. Banyak produk yang ngilangin minyak tapi bikin wajah terasa kering. Kulit kayak ketarik gitu. Nah, kalau si ERHA 2 ini enggak. 

Buat krim siang dan krim malamnya, saya suka karena enggak bikin greasy kulit wajah. Saya kan kulitnya berminyak jadi paling sebel sama krim yang bikin wajah jadi greasy. Memang enggak secepat itu terserap di kulit, tapi buat saya cukup nyaman. 

Lalu ada produk yang belum saya review di tulisan sebelumnya, yaitu sun block Erha 21 Perfect Shield Helios Total Skin Protector. Ini dia produknya,


Ini sun blocknya SPF-nya gede banget, 50 Pa++, jadi perlindungan ekstra buat ngelindungin kulit. Apalagi pencuci wajahnya kan udah mengandung AHA yang biasanya enggak boleh terkena paparan sinar matahari langsung. Jadi wajib pakai sun block. Sun blocknya ini juga enggak greasy jadi saya lebih pede pakainya. 

Gimana keadaan kulit saya setelah pakai rangkaian produk ini?
Yang saya rasain efeknya enggak instan, which is good. Saya ngeri juga kalau efeknya instan. Kulit saya juga enggak pernah terasa terbakar matahari walau pencuci wajah ada AHA-nya, mungkin karena saya juga rutin pake sun block-nya dan emang aktivitasnya nggak terlalu lama terpapar sinar matahari langsung.

Baru belakangan ini justru saya perhatiin kulit wajah terasa lebih cerah. Kalau bangun tidur, setelah wudhu dan ngaca, wajah saya keliatan lebih cerahan.

Di awal pemakaian saya perhatikan kulit muka memang cerahan, tapi tekstur kulit saya nggak terlalu kelihatan membaik. Jadi saya mulai coba bersihkan wajah beberapa step dan pakai masker.

Nah, saya perhatikan, perawatannya ternyata jauh lebih ngefek kalau saya habis bersihkan muka yang sampai bersih banget. Seperti habis scrub wajah atau pakai masker. Jadi sejak tahu itu, saya juga jadi lebih rutin scrub muka dan maskeran biar efek krimnya lebih bagus lagi. Wajah juga keliatan lebih sehat sih jadinya. Ini foto before and afternya.

Sebelum perawatan dengan produk ERHA

Setelah perawatan dengan produk ERHA

Kalau dilihat, untuk bekas jerawat dan jerawat baru, produk ini ga banyak membantu. Tapi saya perhatiin kulit wajah saya emang lumayan cerahan sekarang. Saran saya kalo pakai produk ini, dibarengi juga dengan rutin exfoliate/scrub beberapa kali seminggu dan maskeran juga. 


REVIEW ERHAIR HAIRGROW SHAMPOO DAN SERUM BUAT RAMBUT RONTOK

Saya sebenarnya jarang pakai produk perawatan buat rambut. Saya biasanya kurang suka bau produk rambut yang biasanya menyengat. Jadi biasanya cuma pakai shampoo aja. Itu pun ikut shampoo anti ketombe yang dipakai sama suami dan memang biasanya enggak masalah.

Sejak rambut rontok itu, jujur awalnya saya enggak terlalu mikirin karena memang pengaruh hormon. Tapi saat makin lama makin mengkhawatirkan, mau nggak mau saya harus coba sesuatu.

Pertama ganti shampoo pakai Erha HairGrow dan pakai serum ini saya beneran ga expect terlalu banyak. Malah agak skeptis. Tapi ternyata di minggu pertama saja, saya keramas sekitar 3 kali seminggu sudah sedikit ada perubahan. Jumlah rambut yang rontok mulai berkurang. Saya nggak langsung pakai serumnya karena pengen ngenalin dulu zat kandungannya pelan-pelan ke rambut.


Baru lepas satu minggu saya mulai mencoba serumnya. Serumnya ini terdiri dari 7 ampul kecil berisi 8 ml. Dipakai saat rambut sudah bersih, setengah kering atau saat kering. 




Di kotaknya terdapat aplikator serum supaya serumnya keluar sedikit-sedikit dan bisa lebih mudah diratakan ke akar rambut. 


Pertama kali coba serum ini, baunya chemical dan cukup menyengat. Typical produk rambut biasanya. Waktu diaplikasikan ke akar rambut rasanya dingin. Dan surprisingly pengaplikasian serumnya gampang banget. Kalau udah biasa, nggak sampai 5 menit juga beres. 

Serum ini mengklaim bisa merangsang pertumbuhan (densitas) rambut dalam 4 minggu dengan kandungan Kopexil dan Ekstrak Panax Ginseng dan mengurangi kerontokan rambut dalam 3 minggu.

Setelah pemakaian shampoo dan serum sekitar 4 minggu ini, yang paling kerasa banget adalah rambut rontok yang berkurang jauh sekali. Kalau lepas ikat rambut, dulu biasanya rambut yang rontok bisa sampai 5 lembar atau lebih. Sekarang sekitar 1-2 lembar. Kadang juga ngga ada. 

Sudah nggak rontok? Masih ada rontok rambut tapi jelas banget sih nggak mengkhawatirkan seperti dulu. Kalau megang rambut juga entah perasaan saya aja atau memang rambut kayaknya udah nggak setipis sebelumnya. Tapi belom setebal rambut saya sebelumnya. Mungkin rambut jadi ada kesempatan tumbuh karena enggak banyak rontok. Moga-moga rambut saya makin membaik keadaannya.


Kesimpulannya?
Well, overall saya paling suka sama produk hairgrow shampoo dan hairgrow serumnya. Karena mungkin saat saya nyoba produk Erha ini keadaan rambut saya yang paling desperate seumur hidup saya T_T. Alhamdulillah udah jauh berkurang sekarang.

Untuk rangkaian perawatan wajahnya, saya suka kulit saya sekarang keliatan lebih cerah. Oia, produk ini nggak membantu menghilangkan atau mencegah jerawat. Mungkin karena fungsinya hanya mencerahkan, tapi saya sih fine aja karena jarang terlalu banyak jerawat juga. Produk ini juga menurut saya kurang membantu memperbaiki tekstur wajah. Jadi kalau mau efeknya benar-benar terasa cerah dan lebih sehat, sebaiknya dibantu dengan membersihkan kulit yang beneran beberapa step seperti scrub untuk eksfoliasi dan masker juga. Soalnya setelah saya scrub dan masker rutin produk ini jauh lebih terasa manfaatnya.

Nah, itu pengalaman saya 4 mingguan ini pakai produk Erha Apothecary dan erHair. Semoga bermanfaat ya. 

Oia, kalau teman-teman mau tau lebih banyak tentang produk-produk ERHA, silakan follow akunnya di instagram, @erha.dermatology

Wassalaamualaikum.







Tuesday, 3 July 2018

Tentang Jadi Ibu Dua Anak



Assalaamualaikum,

Enggak kerasa ternyata sudah hampir 9 bulan saya jadi ibu dari dua anak. Sepertinya hidup saya akhir-akhir ini predictable banget, malah mungkin membosankan buat banyak orang. Hahahaha. 

Saya hampir tiap minggu main ke mall yang sama dekat rumah. Yup, mungkin buat orang lain hidup saya semembosankan itu. Wkwkwk. 

Punya bayi lagi ternyata take so much of my time. Karena sejak awal memutuskan ART-less dan Nanny-less, jadinya di waktu-waktu tertentu saya benar-benar sibuk dan lelah. Untungnya memang hampir 2 tahun ini adik saya tinggal bareng sama kami jadi bisa bagi-bagi kerjaan di rumah. Hubby juga tipe suami yang mau berbagi kerjaan atau sama-sama urus bayi saat di rumah. Jadi physically saya memang suka lelah, tapi berusaha menerima ikhlas aja karena saya tahu suami juga sebenarnya suka lelah.

Karena sering merasa overwhelmed dengan pekerjaan di rumah, jadinya saya agak menurunkan ekspektasi mengenai how I want to entertain myself. Saya merasa bersyukur sekali diberikan kesempatan sama Allah buat punya anak lagi. Jadi saya berusaha enggak banyak ngeluh mengenai me-time. Tapi kalau ngeluh mengenai pekerjaan di rumah dan bagi waktu tentu saja masih sering xD. Yang pasti saya sangat sadar kalau anak kita usia bayi-nya tidaklah lama. 9 bulan rasanya cepat sekali berlalu. Seharian saya sering ngerasa sibuk sekali sampai waktu kayaknya enggak kerasa. 

Tiap ngerasa overwhelmed, saya liat wajah si bayik dan biasanya capeknya berkurang secara mental. Kadang bilang, "Nak, kamu seneng nggak jadi bagian dari keluarga kita? Makasi ya udah jadi bagian dari keluarga ini." 

Saya ternyata masih berusaha mengendapkan rasa, "I am a mother of two". Amazed bisa liat manusia lain selain Aira yang wajahnya mirip sama kita. Wkwkwkwk. 

Mengenai Kakak Aira dengan Adek 
Banyak yang cerita bagaimana saat si adik hadir, si kakak jadi merasa terganggu dan mencari perhatian sampai ngambek dan lain-lain. Alhamdulillah saya nggak ngalamin itu. Mungkin karena rentang usia yang cukup jauh, Aira memang pingin sekali punya adik.

Dari hari ke dua di rumah sakit, Aira sudah ikut rooming in di kamar perawatan. Tidurnya di sofa. Biasanya dia enggak kebangun malam, tapi saat adiknya hadir, Aira suka kebangun dan ngomel, "Adek berisik banget." Sambil tutup kupingnya. Hahahaha.

Tapi dia selalu excited dengan semua perkembangan adeknya. Aira tahu cara saya membersihkan Adek sampai tahu peralatan apa aja yang harus ada saat mandi, apa yang harus dilakukan saat adek nangis, sampai bisa nenangin adek sambil shalawatan dan tepuk-tepuk. Walaupun, biasanya kalau adek nangisnya sudah kelamaan Aira akan overwhelmed dan manggil-manggil saya.

Jadi ingat waktu adek ditindik kuping di RS. Kami waktu itu berada di dalam ruang dokter bedah plastik buat siap-siap tindik kuping. Si kakak lari-lari muter ruangan sambil ngomong "Awawawawa" sama dirinya sendiri dan tutup kuping. Rupanya dia stres liat adiknya nangis kesakitan karena ditindik. Dia kasian sama adiknya tapi belum bisa ngungkapinnya. 

Aira juga pintar banget ngajakin adek bermain. Sampai saya sama Hubby kadang ngerasa aneh sendiri, kami kayaknya ga selucu dulu waktu ngajakin main Aira waktu bayi. Dulu Aira sering banget ketawa tergelak-gelak. Kalau si adek, biasanya ketawa tapi dia paling ketawa tergelak-gelak kalau kakaknya yang ngajakin main. Jadi kalau jaman Aira bayi, "my parents are my idols.", kalau jamannya si adek, "kakak is my idol." Orangtuanya uda ga lucu lagi. Hahahah. 

Terus, si kakak pernah cemburu nggak? Ya pernah dong ya. Biasanya karena pingin main sama mama atau papa. Kadang Aira suka ngiler makanan yang disajikan buat MPASI adek. Apalagi kalo buah-buahan yang dia suka. Tapi di stage ini, Aira udah bisa ngerti kalo dijelaskan dengan baik. Sebaliknya, Aira juga bisa menjelaskan perasaan dan pikirannya jadi kami enggak terlalu bingung kenapa si kakak tiba-tiba cranky. Saya juga berusaha membiasakan supaya Aira cerita apa yang dia pikirkan, atau berusaha memperhatikan yang dia rasakan. Jadi lebih tahu apa yang harus dilakukan.

Yang paling belom dimengerti sama Aira adalah kenapa kalau adik lagi tidur dia enggak boleh berisik xD. Kenapa TV harus dikecilin, kenapa dia enggak boleh ngajakin main adek yang lagi kriyep-kriyep mau bobo. Well, basically kenapa menurut dia, adik harus tidur. 

Mamanya udah ngejelasin pentingnya tidur buat perkembangan otak bayi sampai bahwa kalo adek bobo mama bisa ngerjain hal lain. Tapi susah sih bikin ngerti bocil. Yang pasti sih kalo bayi lagi ngantuk dan enggak bisa tidur, bayinya cranky dan mamanya ikutan cranky. Hahahah


Mengenai Membagi Waktu untuk Dua Anak
Membagi waktu tentu saja enggak bisa. Karena saya ART-less dan Nanny-less, jadi prinsipnya ya kami selalu bersama. Nganter kakak sekolah, saya ngajakin adek. Tapi saat si adek waktunya mandi, saya juga ngajakin si kakak. Ya, sesimpel itu aja. Hahaha.

Kalau saya lagi kelelahan banget dan pengen istirahat, biasanya saya giring semua ke kamar supaya dua-duanya tidur. Soalnya si adek biasanya ga bisa tidur kalau si kakak masih berisik. Di waktu-waktu mereka tidur inilah kadang bisa curi waktu buat me-time. Sekedar tiduran sambil nonton youtube, baca buku, atau ngetik post buat blog. Tapi sering juga malah harus ngerjain tumpukan setrikaan yang kayaknya ga beres-beres. 


Pas puasa kemarin sebenernya paling berat. Saya puasa full 1 bulan, Kakak Aira juga sudah bisa full puasa 1 bulan sejak tahun kemarin.

Baca:

Tahun ini rasanya lebih berat karena saya puasa sambil menyusui, plus, si kakak udah masuk waktu ujian akhir semester. Nemenin yang belajar buat ujian sambil puasa dan ngurus bayi sendiri itu yah, rasanya... babak belur xD. 

Pulang sekolah biasanya saya suruh tidur siang dulu biar segeran. Kalau siangnya main, biasanya bocil suka cranky pas belajar sore sampai malamnya. Lagipula si kakak kan puasa, supaya ngehemat tenaga. 

Nah, kalau kakak udah tidur, biasanya adik bisa tidur. Saya juga butuh istirahat dulu sebelum mulai nemenin belajar. Sorenya si kakak bangun, saya biasanya udah lebih segar. Adek sudah mandi dan makan. Untungnya malamnya biasanya giliran Hubby yang nemenin belajar. 

Riweuh banget karena saat bulan puasa itu harus nyiapin makanan buat berbuka. Kalo udah ga kepegang auk deh saya angkat tangan. Malam tidur larut karena nemenin yg belajar, jam 3 pagi udah harus bangun lagi nyiapin sahur. Luar biasa bangetlah pokonya. Lega banget setelah ujian selesai. Tapi rupanya saya kecapean jadinya malah kena flu berat dan nular ke si Adek. 

Alia ikutan kena flu berat sampai hampir 10 hari. Entah berapa hari saya gantian begadang sama Hubby karena Adek hidungnya mampet dan gamau mimik. Seringnya tidur dalam keadaan duduk pake gendongan. Yaudalah ya, harus bersyukur bisa merem walo bentar. Bersyukur bisa full puasa. Bersyukur punya suami yang kompak urus anak. Walopun kami sama-sama teler. Hahahaha. Dan juga bersyukur akhirnya Alia sembuh dan sehat lagi.

Yang bikin tambah bersyukur, ternyata nilai akademik Aira paling tinggi di kelasnya. Semester lalu memang Aira juga nilai akademiknya paling tinggi. Tapi saya akui semester ini, apalagi pas ujian akhir, saya nemenin Aira belajar kayak keseret-seret karena lelah dan lapar. Papanya juga pernah sampe ketiduran nemenin Aira belajar. Ternyata nilainya masih bagus, Alhamdulillah... Masya Allah... Good Job, Aira! Mamaknya sampe bengong aja gitu liat piagamnya. Wkwkwk.


9 bulan ini rasanya waktu cepet banget berlalu. Pagi datang, enggak kerasa udah malam. Baru nginjak senin, nggak kerasa udah weekend. Tapi ya sudahlah dijalani saja. Saya pengen lebih nikmatin apa yang saya miliki sekarang. Waktu bersama anak-anak, dan waktu menikmati punya bayi kecil lagi. Saya berusaha mengenyahkan pikiran lelah dan bosan yang kerap menyerang. Yang pernah punya bayi, pasti tahu ya rasanya. Wkwkwk.

Kali ini saya maunya berpikir positif, apalagi mengenai me time. Kalau enggak bisa atau enggak ada waktu, ya sudah nggak usah dipaksakan. Berusaha jaga hati dan pikiran dari banyak keinginan yang belum bisa dilakukan karena punya bayi. Karena saya tahu, waktu anak-anak kecil ini sungguh ga akan lama.

Sering wondering deh. Rasanya baru kemarin saya ngegendong aira waktu bayi. Sekarang udah jadi anak SD. Saya gendong aira waktu bayi, usia saya masih 26 tahun. Sekarang gendong alia usia saya udah 34 tahun. Kadang saya ngaca sama Alia yang masih bayi dan takjub bedanya wajah dia dan wajah saya yang sekarang udah lebih tua. Kadang saya lupa sih rasanya udah menua. Hahaha.

Kalau udah gitu pengen pelukin anak-anak. Rasanya pengen mereka gini aja deh. Takut mereka keburu dewasa. Walopun suka cape, ternyata di lubuk hati saya nikmatin banget. 

Kalau dulu punya anak pertama sering pengen me time. "Ngurus anak terus, kapan gue ngurus diri sendiri?" pikir saya. Kalau sekarang, kayaknya pikiran saya berbeda. 

Pelajaran ini saya ambil saat bulan puasa kemarin itu. Nemenin anak belajar, sambil puasa dan menyusui, kurang tidur, harus nyiapin buka dan sahur, rasanya badan udah keseret-keseret waktu. Disambung sama adek Alia yang sakit dan bikin begadang terus. Tapi ternyata pada akhirnya Aira bisa mendapat nilai terbaik, Alia juga jadi sehat lagi. 

Mungkin memang it's all Aira, yang memang berbakat. Dan Alia juga sembuh karena kami periksa ke dokter. Tapi kejadian puasa itu membuat saya mengerti bahwa jadi orang tua itu nggak ada yang sia-sia. Waktu yang kita berikan untuk nemenin belajar, tidur yang kita relakan untuk ngegendong semalaman, walaupun kadang dikerjakan dengan terpaksa karena kewajiban sebagai orang tua, atau karena takut gagal jadi orang tua, ternyata nggak sia-sia. 

Suka ngerasa jerih kita ngurus anak itu kayak nggak selesai-selesai. Suka ngerasa 'kehilangan diri sendiri' saat ngurus anak. Longing for me time, pengen nyenengin diri sendiri juga. 

Tapi kemudian saya tersadar, kalau ternyata keberhasilan anak itu kebahagiaan saya. Kesehatan anak juga adalah kebahagiaan saya. Walaupun pas dijalanin bikin pinggang mau copot. Tapi usaha apa pun yang  kami lakukan sebagai orang tua, insya Allah enggak akan sia-sia. 

Iya, saya masih butuh me time. Tapi seperti saya bilang, I put my expectations for me time lower now. At least sampai Alia udah nggak bayi lagi. Aktivitas saya yang berhubungan dengan pekerjaan rata-rata yang bisa saya kerjakan di rumah di waktu weekday. Kalau butuh menghadiri acara di luar rumah, biasanya saya menyetujui yang weekend. 

Saya juga berusaha ngingatin diri sendiri. Udah saatnya jadi orang tua yang bukan cuma jalanin peran jadi orang tua dan mendampingi. Tapi udah harus jadi obor (Anchor, kalau ngutip status teman saya Rahma Charliyan) , yang menerangkan jalan buat anak-anak kelak. Gimana bisa jadi obor kalau sayanya ngeluh terus. Ditambah lagi, kalau kata Mamah saya dalam bahasa sunda, "Eta teh ganjaran." Ada pahalanya dari Allah. 

Buat teman-teman yang sudah jadi orang tua juga, semangat ya. Apa yang kita lakukan sekarang buat anak-anak, walaupun kayak kecil di mata orang lain, melelahkan, dan seperti nggak selesai-selesai, akan berpengaruh pada anak-anak kita. Pada keberhasilan mereka, kesehatan jiwa dan raga mereka. 

Wassalaamualaikum.


Tuesday, 12 June 2018

Manfaat Pijat Bayi: Sentuhan Cinta Ibu untuk Kesehatan Bayi



Assalaamualaikum

Tulisan ini mau saya awali dengan pertanyaan buat pembaca yang ibu-ibu seperti saya. Sebagai ibu, pernah enggak memijat bayi teman-teman sendiri atau memijat anak kita waktu mereka masih bayi?  Sejujurnya, saya baru berani memijat Kakak Aira waktu bayi saat usianya sudah menginjak 3-4 bulan. Karena pijat bayi, walaupun saat itu sudah mulai ngetren dan sering terdengar, enggak pernah benar-benar saya saksikan di kehidupan sehari-hari. Dan, terutama, karena enggak ada yang ngajarin. 

Baby Aira dulu pertama kali dipijat sama dukun beranak, atau istilahnya "paraji" dalam bahasa sunda. Itu pun sekali saja waktu di Tasik di Rumah Papap dan Enin-nya Aira. Dipijatnya ya bukan pijat modern dan tampak sulit sekali buat saya yang masih ibu baru. Baru kemudian saya membuka salah satu paket hadiah JOHNSON’S® Baby dari seorang teman, saya menemukan VCD cara memijat bayi. Dan di situlah saya jadi tahu beberapa gerakan dasar pijat bayi yang mudah dan bisa dilakukan di rumah. Seperti gerakan pijat Butterfly dan Cross pada dada, gerakan mengayuh sepeda pada kaki, pijat I Love You, gerakan Milking India atau Swedia pada lengan, dan lain-lain. Dulu saya enggak ingat sih nama gerakan pijatnya, tapi cukup hapal dengan cara memijatnya. Selain bisa menenangkan, pijat bayi juga jadi semacam waktu bonding sama bayi kita.

Kalau sekarang, saya udah lebih pede kalau mau pijat baby Alia. Karena saya bisa dengan mudah menemukan tutorial pijat bayi di Channel YouTube-nya JOHNSON’S® Baby Indonesia. Dari bentuk persiapannya seperti apa saja, urutannya, dan bahkan simulasinya, jadi lebih jelas. Video di bawah ini salah satu contohnya,


Dan ternyata pijat bayi itu manfaatnya banyak sekali selain membangun ikatan (bonding) antara ibu dan bayi. Pertama, pijat bayi membantu merangsang stimulasi sensorik pada bayi yang merupakan kunci pertumbuhan, komunikasi, serta pembelajaran. Ke dua, kegiatan ini memicu stimulasi multisensorik yang membantu perkembangan psikologis dan emosional bayi serta melancarkan sirkulasi darah dan menguatkan sistem imunitas tubuhnya.

Enggak heran, perusahaan JOHNSON’S® Baby, sebagai salah satu perusahaan produk bayi terkemuka yang berfokus terhadap perkembangan holistik anak, meluncurkan inisiatif terbarunya yang diberi nama, “Sentuhan Cinta”. 

Apa sih program "Sentuhan Cinta" itu?

Jadi, Indonesia diperkirakan akan mengalami yang namanya Bonus Demografi selama periode 2020 – 2030. Yaitu saat jumlah orang di usia produktif akan mencapai sekitar 70 persen dari populasi. Ini artinya jika bayi memiliki kesempatan untuk tumbuh, mereka akan dapat meraih impian mereka di beberapa dekade ke depan dan memberikan kontribusinya pada pembangunan negara.

Nah, berangkat dari situ, program Sentuhan Cinta ini bertujuan mendorong ibu Indonesia untuk mendukung pentingnya sentuhan cinta ibu untuk kesehatan dan perkembangan bayi. Sentuhan Cinta bertujuan untuk memberikan bayi di seluruh Indonesia kesempatan yang sama untuk hidup agar mereka dapat tumbuh, berkembang, dan menggapai impian.

Melalui program Sentuhan Cinta, JOHNSON’S akan memulai perjalanan dan mengadvokasi para ibu di wilayah Indonesia dengan angka kematian bayi relatif tinggi seperti Maluku, Sumba, dan Sumatera Utara. Karena sesungguhnya, fase neonatal (fase 28 hari pertama pada masa hidup bayi) adalah saat paling krusial untuk pertumbuhan ke depannya).

Dalam program ini, JOHNSON’S® bekerja sama dengan Save the Children di Indonesia, Yayasan Sayangi Tunas Cilik untuk membantu edukasi ritual pijat bayi dan mandi bayi kepada para ibu di Indonesia melalui program “Kesehatan Ibu dan Anak”. Hebat ya? 

Dokumentasi program sentuhan cinta ini juga bisa kita lihat di instagram dan Channel YouTube-nya JOHNSON’S® Baby Indonesia.  Seperti di bawah ini,


Program Sentuhan Cinta di berbagai daerah di Indonesia.
Sumber: https://www.instagram.com/johnsonsbaby_id/

Di Jakarta sendiri, program "Sentuhan Cinta" ini mengajak teman-teman dari komunitas The Urban Mama  untuk hadir dalam Kelas Pijat Bayi yang diadakan pada Selasa, 5 Juni 2018 lalu di Gudang Gudang Yoga Studio, Kemang Timur. Di sana juga dipamerkan dokumentasi dari program Sentuhan Cinta ini. 
  


Sumber : The Urban Mama.

Teman-teman mau ikut berpartisipasi juga dalam program Sentuhan Cinta? JOHNSON’S® Baby telah bekerja sama dengan Alfamart dan Tokopedia sehingga para ibu seperti kita bisa berpartisipasi. Setiap transaksi pembelian semua jenis produk JOHNSON’S® Baby minimal Rp 25.000,- di Alfamart atau di Tokopedia, secara otomatis kita menyumbangkan Rp 500,- untuk Save The Children dan membantu mereka mendidik ibu lainnya di seluruh Indonesia agar bayi mereka tumbuh kuat dan sehat.

Buat teman-teman yang pingin tahu lebih banyak tentang cara memijat bayi serta program Sentuhan Cinta ini, cuss follow @Johnsonsbaby_id di Instagram atau bisa juga ke website JOHNSON'S® Baby  untuk lihat step by stepnya. Di Channel YouTube-nya juga banyak informasi penting buat Ibu-Ibu baru yang masih kagok dalam mengurus bayi newborn. 

Wassalaamualaikum.

Saturday, 9 June 2018

Nyobain Produk ERHA (pada Kulit Kusam dan Berminyak) dan ErHair - Part I




Disclaimer: 
Saya tidak menyarankan pemakaian produk perawatan saat masa kehamilan. Saat masa menyusui, sebaiknya konsultasikan pemakaian produk perawatan apa pun pada dokter kulit atau dokter kandungan teman-teman terlebih dahulu ya. 


Assalaamualaikum,

Di tulisan kali ini aku mau bahas tentang perawatan kulit sama rambut. Sebenarnya ini semua berawal dari sejak lahiran si adek sih. Aku ngerasa sejak melahirkan kulit wajah rasanya tampak kusam. Ya wajar sih ya, setelah melahirkan memang wajah biasanya membengkak karena sisa proses melahirkan, penyembuhan di organ dalam, plus, cencu saja sisa-sisa begadang yang bikin muka tampak enggak segar. 

Tapi setelah beberapa bulan kok rasanya wajah begini-begini aja tampak tidak ada perubahan. Kalau googling-googling sih, katanya memang pengaruh hormon, makanya wajahnya tampak kayak menggelap. Lalu somehow aku ngerasa kulit wajah pori-porinya tampak lebih jelas, trus kayaknya gampang banget dihinggapin komedo. Ya Allah, begini ya rasanya menua. Iya, seriusan, rasanya wajah tampak tua sekali gitu. Aku sedih.

Ini berkebalikan sama keadaan kulit waktu aku masih hamil. Aku ngerasa pas hamil itu kayaknya jarang banget wajahku jerawatan. Malah kulit cenderung kering, padahal aslinya berminyak. Makanya banyak orang yang bilang aku hamil kemarin glowing. Jangan protes. Orang lain lho yang ngomong, bukan aku 😂. 

Pokoknya beberapa bulan ini aku mulai ngerasa insecure sama keadaan kulit wajah. Dan ditambah lagi rambut juga rontok parah. Iya, kalau nyapu kamar pagi hari, itu rambut hampir segenggam aja gitu yang rontok. Literally. Aku tahu ini salah satu masalah yang menghinggapi ibu menyusui. Tapi kalau hampir tiap hari kok rasanya sedih begitu. Rambut makin lama terasa makin tipis.

Beberapa kali niat pengen potong pixie cut tapi enggak kesampean terus karena susah mau nitip bayi buat pergi sendiri ke salon. Akhirnya malah nekat potong sendiri depan cermin sambil liat tutorial orang potong rambut di YouTube. Hahaha. 

Kalau dihitung, si adek sekarang sudah masuk usia 8 bulan, dan keadaan kulit wajah sama rambutku kayaknya belum menunjukkan perubahan. Sempat nyoba beberapa produk krim  yang dijual di pasaran tapi kayaknya ya gitu-gitu aja. Jadi sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Apalagi sebentar lagi mau lebaran. Biar wajah kelihatan cerah sedikit diajak silaturahmi, ya kan?

Akhirnya sejak minggu lalu aku nyobain rangkaian produk dari ERHA. Sebenernya awalnya takut pake produk krim perawatan karena aku lagi menyusui. Tapi ternyata produk yang OTC (Over The Counter)-nya ERHA APOTHECARY itu aman buat yang menyusui. Ini tipe produk perawatan yang bisa langsung beli di ERHA APOTHECARY ya gaes, bukan dari resep dokter. Jadi kita bisa langsung ke counter dan nanti akan dilayani sesuai kebutuhan kulit kita, tapi enggak perlu resep dokter. Aku juga sebenernya baru tahu tentang ERHA APOTHECARY ini dari salah satu influencer yang saya follow di instagram, namanya @lylaandalucia , yang katanya #TerjebakErha .




Rangkaian produk OTC dari ERHA ini hadir dalam konsep ERHA APOTHECARY dan bisa kita temukan di pusat-pusat perbelanjaan di berbagai kota di Indonesia. Ada 11 personalized category yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pelanggan. Di ERHA APOTHECARY, kita juga bisa konsultasi dengan tenaga ahli dan dokter untuk membantu konsumennya mengidentifikasi masalah kulit dan rambut. Jadi, kalau kamu lagi jalan-jalan di mall, bisa sambil konsultasi kulit dan rambut juga.



Nah, kembali ke permasalahan kulitku, minggu lalu aku dapat beberapa produk dari ERHA. Untuk permasalahan kulitku yang kusam, berminyak dan pori-pori besar, ada beberapa produk yang aku dapat dari Erha. Yaitu, TruWhite Activator Day Cream, TruWhite Activator Night Cream, Facial Wash for Oily Skin, dan Sun Block Perfect Shield Helios SPF 50 PA++. Sementara itu, untuk permasalahan rambutku yang rontok, aku dapat Erhair HairGrow Shampoo dan Erhair HairGrow Serum. Kita bahas satu per satu ya.




TRUWHITE ACTIVATOR Day Cream dan Night Cream


Sebagaimana biasanya produk perawatan kulit, biasanya kita dikasih krim siang dan krim malam ya. Krim yang aku dapat adalah TRUWHITE ACTIVATOR Day Cream & Night Cream.

Dari kemasannya kita dikasih tahu, Day Cream-nya mengandung Tyrosinase Inhibitor dan Niacinamide untuk menghambat pigmentasi berlebih. Vitamin E sebagai anti-oksidan,  juga perlindungan tehadap UV A dan UV B agar wajah cerah, sehat bercahaya. Juga ada Oil-Absorbance untuk membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit wajah.

Sementara itu Night Cream-nya mengandung Arbutin, Vitamin C, Chromabright MFF dan TegoCosmo C250 sebagai whitening complex yang membantu mencerahkan kulit. Diperkaya dengan Glycosphere Papain untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah kusam pada wajah. 


Day cream dan night cream ini teksturnya ringan dan memang tidak terasa oily. Yang aku suka wangi produknya sedikit sekali jadi tidak tercium wangi yang chemical. Krimnya tidak langsung cepat terserap di wajah, tapi juga tidak membikin wajahku yang cenderung berminyak tampak greasy. Aku benci banget krim perawatan yang bikin wajah jadi keliatan greasy. Ya memang kulitnya cenderung berminyak ya, jadi enggak suka kalau kulit tambah parah berminyaknya. Krimnya ini baru aku pakai sekitar satu minggu ya gaes, jadi kayaknya masih terlalu dini untuk memberikan review hasil kulitnya bagaimana. Insya Allah nanti di update kembali di part II.


ERHA 2 Facial Wash for Oily Skin

Info di balik kemasan: Erha 2 Facial Wash membersihkan wajah dari kotoran dan sisa make-up tanpa membuat kulit kering. Dengan kombinasi AHA, DMAE, Nicotinamide, dan ekstrak Witch Hazel yang dapat membersihkan dan membantu membersihkan minyak berlebih di kulit wajah.

Juga ada info mengenai peringatan terbakar matahari: Produk ini mengandung Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari dan khususnya kemungkinan kulit terbakar. Gunakan tabir surya, pakaian yang melindungi dari sinar matahri dan batasi paparan sinar matahari selama dan seminggu sesudah menggunakan produk ini.



Aku seneng sih dia kasih tulisan peringatan tentang AHA itu. Jadi kan kita lebih aware kalau harus pakai sunblock dan membatasi diri kalau ada sinar matahari. Selama seminggu ini aku pakai sih belum pernah ya sampai kena sun-burned. Mungkin karena emang day cream-nya udah ada SPF 25 dan beberapa hari terakhir juga aku pakai sunblock dari Erha juga.


Facial Washnya ini berisi cairan bening dengan busa yang ringan, seperti di bawah ini.


Ringan banget ya busanya? Kalau dipakai di wajah, kulit enggak terasa kering, malah lumayan lembab. Jadi kalau dibasuh air, kayak ada semacam lapisan yang ga hilang-hilang begitu. Wanginya juga lembut dan ga bau chemical.


erhair HairGrow Shampoo dan erhair HairGrow Serum

Nah, aku penasaran banget sama shampoo dan serumnya ini. Karena ini pertama kalinya aku pakai yang namanya serum rambut. Kalau shampoo-nya aku udah pakai 3 kali selama seminggu ini. Kalau serumnya aku baru pakai sekali.




Shampoo erhair HairGrow ini busanya ringan banget. Shampoo-nya boleh digunakan untuk mencuci kedua kalinya untuk hasil yang lebih optimal. Entah karena shampoo ini atau bukan, memang aku perhatiin akhir-akhir ini rambut yang bertebaran di lantai enggak sebanyak sebelumnya. Tapi rambutku masih rontok. Jadi kita lihat saja nanti sekitar satu bulan ya. Aku juga mulai kombinasiin shampoo ini sama serumnya supaya efeknya lebih terasa.


erhair HairGrow Serum


Akhirnya aku mencoba juga serum rambut yang pemakaiannya untuk 7 hari ini. Ini kemasannya lucu banget. Serum rambutnya dikemas di botol kaca bening dan dikasih ujungnya buat aplikasiin ke rambut. Tiap botol kecil ini isinya 8ml dan dihabiskan setiap kali pakai. Serum ini juga tidak untuk dicuci lagi. Jadi memang dipakai saat rambut sudah setengah kering atau benar-benar kering.


Ini dia ujung aplikatornya untuk mengaplikasikan serum ke seluruh akar rambut,


Serum HairGrow ini ternyata konsistensinya mirip air. Rasanya dingin saat diaplikasikan ke seluruh kulit kepala. Karena seperti air, kepala juga terasanya segar dan rambut juga enggak terasa berminyak. Rambut juga cukup cepat terasa keringnya seperti habis keramas. Nah, tapi mungkin karena produknya serum, wanginya tercium chemical sih. Tapi saat rambut kering wangi chemical-nya hilang, cuma tertinggal aroma lembut aja.

Nah, itu dia pengalaman aku nyobain Erha untuk kulit dan erhair buat rambut. Nanti setelah sebulan pemakaian insya Allah aku update lagi hasilnya ya. Semoga berhasil ngatasin kulit kusam sama rambut rontok sekarang. Semoga bermanfaat ya, buat yang lagi cari referensi tentang perawatan. Kalau kamu, ada yang pernah nyobain produknya Erha juga nggak?



Oiya, buat yang pengen tahu lebih banyak mengenai produk-produk ERHA Dermatology, ERHA CLINIC, atau ERHA APOTHECARY, kamu bisa follow di instagramnya ya di @erha.dermatology Di sana ada banyak info mengenai kesehatan kulit dan rambut juga.





Wassalaamualaikum.

Monday, 30 April 2018

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Assalaamualaikum,

Sesuai judulnya, kali ini saya mau bandingkan tiga gendongan yang saya miliki, yaitu Geos (Gendongan Kaos), BabyK'Tan, dan Hip Seat Carrier (merk Mooimom). Postingan ini saya tulis karena cukup banyak orang yang bertanya di DM instagram mengenai gendongan ini. Kenapa saya pilih gendongan ini, lalu enak yang mana dan lain-lain. Karena itu saya pikir saya akan tulis di blog saja, supaya jika ada yang bertanya lagi tinggal saya share saja postnya. Jadi tidak perlu menjelaskan berkali-kali.

Geos (Gendongan Kaos)
Geos adalah gendongan pertama yang saya beli bahkan sebelum melahirkan. Gendongan tipe ini relatively termasuk murah, harganya di kisaran Rp 90.000-150.000 tergantung merknya. 

Geos pertama yang saya beli online di @malilkids ukuran S, dan ternyata pas sampe saya coba kekecilan. Mungkin sayanya juga kepedean kali ya liat chartnya pilih S. Geos kedua hadiah dari teman, merknya Mere et Moi. Saya suka bahannya, sayang kekecilan juga karena ukuran S. Karena saya suka bahannya dan enggak sengaja nemu di baby shop ukuran M-nya, akhirnya saya beli lagi.


Ini bayik kira-kira usia 4,5 bulan.

Gimana rasanya pake geos? 
Menurut saya geos ini cukup praktis. Ukurannya kecil jadi bisa dilipat dan dengan mudah keluar-masuk tas saat dibutuhkan. Harganya juga cukup terjangkau.

Tapi sejujurnya geos bukan gendongan favorit saya. Pertama, kalau beli online, agak susah karena belum tentu pas. Kalo diitung saya jadi punya 3 geos, geosnya 1 saya kadoin ke teman yang memang badannya kurus. Yang satu lagi dijadiin selimut. Jadi jatuhnya agak boros juga karena ukuran yang ga pas ini. Hihihi. Saran saya kalo beli geos sebaiknya dicobain aja yah supaya ga salah ukuran. Tapi ya wajar juga sih karena memang harganya termasuk terjangkau.

Kedua, dari dulu saya kurang suka gendongan yang menaruh beban bayi di satu sisi saja. Saya pikir geos akan lebih nyaman daripada gendongan sling karena bahannya kaos (saya pernah pakai gendongan sling waktu kakak aira masih bayi). Dan ternyata memang betul lebih nyaman, tapi di atas setengah jam tangan saya sebelah udah enggak kuat karena pegal. Tapi poin yang ini beneran tergantung preference orang ya. Karena orang kan beda-beda. Ada teman saya yang malah nyaman gendong pakai jarik kemana-mana. Kadang tergantung bayinya juga nyaman atau enggak di dalam gendongan.

Kesimpulannya, menurut saya geos ini menang di praktis. Kalau cuma aktivitas di bawah setengah jam, gendongan ini oke. Harganya juga oke karena ga nguras kantong.


Baby K'Tan







Ini salah satu gendongan yang banyak ditanyakan di instagram ke saya. Even in real life, banyak teman yang bertanya mengenai gendongan ini. Yang ketemu saya tiap hari pasti sudah sering lihat saya pakai gendongan ini.

Baby K' Tan itu apa?

Simplenya, Baby K'Tan itu merk gendongan yang hasil akhirnya seperti baby wrap tapi instan. Terdiri dari 2 loop untuk menggendong, dan sash untuk menggendong lebih mantap. Sashnya ini kalau dibalik bisa dijadikan kantong. Cara pakainya lebih mudah daripada wrap, tidak perlu melilit-lilit.

Pertama kali lihat di instagram, karena waktu itu saya lagi cari gendongan yang cukup praktis dan nyaman untuk bayi yang usianya masih 2 bulanan. Soalnya saya masih kepikiran belum nemu gendongan yang nyaman padahal saya sudah harus mulai aktif keluar rumah bersama bayi.

Suatu hari, I came across Baby K'Tan profile, dan banyak sekali video yang mendukung grafisnya, dan banyak juga info mengenai cara menggendong yang baik. Baby K'Tan juga sudah mendapat sertifikasi hip dysplasia yang menjamin bahwa gendongan tersebut aman dan ga mengganggu pertumbuhan pinggul bayi.

Yang pingin tahu lebih banyak info mengenai kebaikan dari gendongan ini, silakan cari di instagramnya @babyktanid yah, karena saya juga enggak berniat promosiin, wkwkwk. Di sini saya mau share pengalaman saja selama menggunakan gendongan ini.

Kesan pertama saat saya melihat foto-foto di instagramnya, saya lihat bayi yang digendong dalam baby k'tan sepertinya nyaman sekali. Posisinya itu "snug", jadi kayak nyaman di bayinya dan nyaman juga di penggendongnya. Saya langsung mikir pengen beli gendongan ini.

Karena harganya memang enggak murah, sampai saya sempat bertanya ke beberapa orang yang pernah coba pakai babyk'tan di instagram. Alhamdulillah ya pada baik-baik ngejawab. Dari awal saya yakin gendongan ini nyaman sih, hanya ada beberapa kekhawatiran. Misalnya saat anak bertumbuh besar, apakah ia bakal tetap nyaman? Apa bakal melar ya karena bahannya kayak kaos doang gitu? Apa harus beli merk lokal yang mirip-mirip aja gitu ya biar lebih murah.

Etapi saya cari gendongan lain kok baliknya ke situ-situ lagi. Dan Hubby juga sadar saya mulai antar jemput si kakak bawa baby dari car seat ke kelas, kalo gendongannya ga nyaman saya bakal ngeluh terus. Lagian dia ingat juga itu geos 3 biji ga kepake karena alasan ga nyaman. Saya sih tipenya ga minta beliin karena memang saya sendiri suka perhitungan kalo soal duit, tapi  bakal ngeluh terus kalo enggak suka xD. Wkwkwk. Serba salah yah suamikuuh. Pukpuk Hubby. Singkatnya, akhirnya dibelilah itu Baby K'Tan. Ambil warna denim supaya masuk ke berbagai warna baju.

Jadi buibu, Baby K'Tan ini terdiri dari 2 bagian, yaitu 2 loop untuk menggendong, serta sash untuk lebih memantapkan gendongan supaya gendongannya "snug". Sash-nya ini kalau dibalik berubah jadi kantong untuk naruh gendongan. Jadi cukup praktis ya. Ini dia penampakannya.







Gimana Rasanya Pake Baby K'Tan?

Nyaman. Ga nyesel. Baby K'Tan ini bahannya emang kaos, tapi ternyata jahitannya kuat. Karena dari bahan kaos, gendongan ini juga bisa dengan mudah dilipat dan masuk tas ukuran medium. Baby juga nyaman digendong dan emang ada rasa 'snug' sama bayi. Jadi rasanya tuh kayak melukin bayi kemana-mana. Kerasa banget babywearing-nya. Dan rata-rata orang lain juga suka liat gendongan ini. saat dipakai Karena saya pakai yang warna denim, jadinya hampir selalu cocok sama baju-baju saya yang rata-rata casual. Bahannya juga enggak panas. Kalau lagi jemput kakaknya ke kelas dan matahari lagi tinggi, saya tinggal umpetin kepalanya Adek ke dalam kainnya jadi enggak ribet bawa topi.

Kekurangannya?
Tentu saja ada ya, walaupun enggak besar. Jadi waktu saya beli memang ukuran saya di antara XS dan S (Ukuran baju orang bule). Karena kepikirnya biar Hubby bisa pakai juga, akhirnya saya pilih ukuran S aja. Karena ukuran baju dia antara S dan M. Agak takut sebenernya bakal kegedean dan kurang ngerasa 'snug'. Pas datang ya memang demikian ya. Ukurannya cukup pas tapi ga benar-benar snug karena saya harusnya pakai XS. Jadi salah satu kekurangannya adalah kalau ukuran tubuh kita beda sama suami, kita enggak bisa pakai gendongan yang sama.

Kekurangan lainnya adalah, jika sudah dipakai beberapa lama dan belum dicuci, kainnya seperti agak mulur. Tapi kalau sudah dicuci dan kering, biasanya balik lagi. Malah kalau dipakai abis dicuci ini paling enak deh soalnya pas banget di badan.

Kelebihannya?
Baby K'Tan ini paling sering ditanyain orang kalau lagi jalan karena memang keliatannya bagus saat dipakai.
Kelebihan lainnya, Baby K'Tan ini ringkas dan bisa dilipat lalu dimasukkan ke dalam tas ukuran medium. Jadi misalnya kita lagi jalan-jalan lalu si adek pengen keluar dari gendongan, kita enggak perlu terlalu repot karena gendongannya bisa dimasukkan ke tas.
Sejujurnya, karena alasan yang terakhir itu saya suka banget sama si Baby K'Tan. Ga butuh banyak tempat di tas dan bayik juga nyaman digendong kemana-mana. Walaupun memang seiring bertambah besar tubuhnya terasa tambah berat pakai gendongan ini, tapi  sampai usia 6,5 bulan ini rasanya masih nyaman.

Overall, sekitar 5 bulan pakai gendongan ini, saya puas banget. Walaupun ada nyeselnya juga kenapa ga beli XS. Kenapa? Karena suami lebih suka pake gendongan Hip Seat Carrier daripada Baby K'Tan. Buat dia Baby K'Tan pakainya repot katanya, lebih suka yang tinggal ceklek-ceklek kayak ransel. Wkwkwk.





Gendongan Hip Seat Carrier (Mooimom)

Teman-teman mungkin pernah baca review saya ya tentang gendongan yang satu ini.

Baca di sini: Review Gendongan MOOIMOM Hip Seat Carrier

Sekarang saya mau review lagi ya setelah sekitar 3 bulan pemakaian. Setelah beberapa lama, it turned out, suami lebih menyukai gendongan ini daripada saya. Yes, pertama memang gendongan ini praktis seperti ransel. Tinggal ceklak-ceklek aja.

Selain itu, somehow, memang bentuknya lebih keliatan manly dibandingkan gendongan yang lain. Mungkin karena memang mirip seperti ransel itu tadi ya. Kalau Hubby giliran jaga si adek, lalu si adek rewel atau enggak bisa tidur, Hubby pasti otomatis ambil gendongan yang ini. Pakai Baby K'Tan katanya ribet pakainya. Iya, kalau Baby K'Tan suami selalu saya bantuin makenya.

Menurut Hubby, gendongan hip seat ini, seiring bertambahnya berat si adek kerasa lebih enak. Mungkin karena jadinya lebih mantap ya. Saya sendiri bawa gendongan ini kalau memang bawa stroller. Karena memang kalau ga bawa stroller, saat anak ga mau digendong jadinya mayan ribet naruh gendongannya karena ga bisa masuk tas. Apalagi kalau perginya sendiri tanpa hubby.




Kesimpulannya, 

Geos
(+)
Murah
Bisa dilipat
Kalau tidak dipakai bisa dijadiin selimut

(-)
Tumpuan di satu bahu bikin pegal
Salah satu tangan masih harus pegang leher atau punggung bayi kalau jalan
Kalau enggak pas ukurannya dan belinya online ribet juga.

Baby K'Tan
(+) 
bisa dilipat masuk tas
Ada kantongnya
Modelnya cakep. Kalo dipakai banyak yang bilang bagus
Nyaman

(-)
Kalau udah lama ga dicuci bahannya kayak rd mulur. Tapi kali dicuci balik lagi sih enak lagi bahannya.
Gendong hadap depan sepertinya kurang nyaman.

Hip seat carrier: 
(+)
Nyaman dipakai lebih lama saat bayi sudah tambah berat BB nya karena lebih mantap.
Lebih nyaman posisi saat hadap depan (walaupun posisi ini tetap gaboleh lama-lama ya, moms)
Suamiku lebih suka gendong bayi pakai ini

(-)
Kurang praktis karena bulky, tidak bisa dilipat kecil


Saya sendiri lebih sering pakai gendongan yang mana? Sampai saat ini (adek usia 7 bulan) saya masih lebih sering gendong pakai baby K'Tan karena alasan bisa dilipat itu tadi dan nyaman. Saya cuma gendong adek dari car seat di parkiran ke sekolah, jadi memang ga jauh. Kalau weekend sih jarang pakai gendongan karena ngemall biasanya pakai stroller aja. Dipake ngemall sampai 2 jam juga masih oke sih, masih nyaman juga. Cuma kalau travelling yang bener-bener seharian jalan di outdoor gitu kurang tau juga ya bakal nyaman atau engga. Soalnya belum pernah coba. Ini juga usia adek masih 7 bulan kan, belum begitu berat, dan belum terlalu demanding pengen digendong hadap depan. Jadi belum teruji nih, kalau beratnya nanti udah di atas 8 kg masih nyaman apa engga. Ini juga alasan kenapa saya masih mempertimbangkan punya hip seat carrier.

Kalau suamiku lebih suka mooimom hip seat carrier karena gampang pakainya tinggal ceklek-ceklek. Kalau jalan-jalan dia yang bawa atau si adek lagi pengen digendong terus, pasti suami ambil gendongan ini. 

Kesimpulannya? Semua gendongan ada plus-minusnya, tinggal disesuaikan saja yah sama kebutuhan kita. Asal jangan lupa sama syarat babywearing yang aman ini, 

Sumber: Instagramnya Baby K'Tan.

Dan jangan lupa, posisi punggung harus C-Shape, dan kaki harus M-Shape. Terutama buat newborn. Kalau saya sih udah 7 bulan juga tetep kaki kudu M-Shape.



Nah, semoga bermanfaat reviewnya. Selamat Babywearing, Moms!

Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...