Tuesday, 20 March 2018

Review All We Know (AWK) Baby Toiletries dari Mothercare : Liquid Talc, Baby Body wash, dan Baby Lotion



Assalaamualaikum,

Teman-teman yang punya bayi, pasti deh pernah ngalamin kulit bayinya merah-merah, ruam popok, dan biang keringat. Ini kayaknya masalah kulit bayi yang enggak ada habisnya ya. 

Dulu jamannya kakak Aira masih bayi, Aira mengalami biang keringat yang cukup banyak. Karena Aira lahir di Bandung yang udaranya lebih adem dan kelembabannya cukup rendah, Aira tidak terlalu memiliki masalah biang keringat. Kemudian di usia Aira 2 bulan kami pindah ke Depok yang udaranya panas dan kelembabannya tinggi. Aira jadi punya biang keringat yang sulit sembuh. 

Kebanyakan biang keringatnya timbul di bagian belakang kepala. Kemungkinan karena bayi newborn belum bisa tidur miring atau tengkurap. Jadi kalau kegerahan di bagian belakang kepala ini timbul biang keringat yang cukup banyak. Duh kasian. Sampai waktu itu sempet terpikir ini karena cuaca, atau karena produk perawatannya kurang cocok ya? Aira sempat berganti-ganti merk produk sabun, cream, sampai shampoo. Dari resep dokter sampai coba ganti sendiri. Alhamdulillah biang keringatnya berkurang saat Aira mulai bisa tengkurap dan tidurnya miring  ke kiri atau ke kanan. 

Tidak beda jauh dengan kakaknya, Alia juga sering timbul biang keringat di belakang leher. Terutama saat bangun tidur, karena saat itulah bagian kepalanya berkeringat paling banyak. Oia, sekarang juga Alia mendekati usia 6 bulan di mana semua barang pasti dimasukkan ke mulutnya. Dasarnya bayi memang suka main dan belum bisa mengontrol gerak tangannya, mainan dari teether sampai soft book seringnya basah karena digigit-gigit dan digosok-gosok ke wajahnya sendiri, hihihi. Ini juga jadinya sering menimbulkan merah-merah di sekitar mulut dan pipinya.

Saya jadinya mikir, mungkin kulit bayi itu memang sensitif ya. Kulitnya kan halus dan lembut, jadi memang perawatannya juga harus pakai produk perawatan bayi untuk kulit sensitif. Sampai minggu lalu saya baca tentang cara memilih produk perawatan kulit di The Urban Mama


Jadi menurut artikel tersebut, tidak semua bayi memerlukan produk perawatan untuk kulit sensitif. Bayi dengan kulit normal bisa dipakaikan produk perawatan yang diperuntukkan bagi kulit normal. Contohnya, rangkaian produk perawatan bayi All We Know (AWK) dari Mothercare. 

Saya jadi penasaran dan mulai mencari tahu tentang produk Mothercare. Ternyata rangkaian produk dari Mothercare ini aman digunakan untuk bayi yang memiliki kulit normal.  Terbuat dari bahan-bahan alami seperti olive oil dan chamomile, teruji secara dermatologis, hypoallergenic, bebas paraben, dan cocok digunakan dari sejak newborn.

Nah, sejak minggu lalu saya mulai mencoba memakaikan beberapa produk perawatan dari Mothercare, yaitu All We Know Baby Liquid Talc,  Baby Body Wash, dan Baby Lotion. Setelah mencoba sekitar seminggu, ternyata saya suka banget sama AWK series dari Mothercare ini.

Yang pertama saya perhatikan tentu kemasannya ya. Minimalis dan clean, jadi kalau ditaruh berjejer di atas dresser, shelf, atau rak peralatan bayi, kemasannya enggak ganggu karena terlihat rapi enggak mencolok. Botolnya yang berisi 300 ml ini juga berbentuk kotak dengan lengkungan di belakang. Karena bentuknya ini, botol jadinya stabil saat ditaruh dan enggak gampang tumpah. Nih, saya taruh di pinggiran bak mandi adek seperti ini juga saya enggak khawatir tumpah. 

Baby Liquid Talc, Baby Body Wash, dan Baby Lotion dari Mothercare.


Liquid Talc (125 ml) : Rp 99.900,-

Yang pertama bikin saya penasaran adalah liquid talc-nya. Karena kemasannya bilang, "It smoothes on as a liquid  and dries to a soft, silky powder." Ternyata liquid talc ini konsistensinya seperti lotion, tapi bukan lotion. Kalau diusap cepat kering. Dan saya coba gosok-gosok di tangan memang berubah konsistensinya jadi seperti bedak.

Benar-benar bedak, Pemirsah! xD
Liquid talc ini nyaman digunakan karena tidak seperti bedak bayi pada umumnya yang butirannya sering terbang. Karena bentuknya liquid, jadinya memakaikan bedak lebih mudah dan enggak meninggalkan noda bubuk bedak di kasur atau di lantai. 

Kalau dirasakan di kulit juga rasanya ada efek dingin yang menenangkan. Saya coba oleskan di pipi Alia yang kemerahan karena kebiasaannya yang kalau sudah pegang mainan dan bosan suka digosok-gosok ke muka sampai merah. Saya juga coba pakaikan di belakang punggung dan ruam di belakang kepalanya. Ternyata merah-merah dan ruamnya berangsur menghilang. 

Setelah saya lihat kandungannya ternyata liquid talc nya mengandung minyak zaitun untuk melembabkan dan chamomile yang menenangkan. Pantesan ini ada efek dinginnya. Wanginya juga enak tapi tidak berlebihan.


Baby Wash (300 ml) : Rp 99.900,-


Agak-agak tricky sebenarnya pilih-pilih sabun buat bayi. Sebagian sabun terasa sangat licin jadi seperti susah dibilas. Tipe yang licin walaupun sudah dibasuh air berkali-kali. Sebagian lagi terasa bersih dan gampang dibilas, tapi kadang takut bikin kulit baby jadi kering karena kurang lembab.

Baby wash dari Mothercare ini milky, konsistensinya lebih cair dari sabun baby biasa dan busanya ringan. Kadar kelembabannya cukup buat saya. Tidak bikin kering tapi tidak sangat licin sehingga sulit dibilas. Setelah mandi kulit bayi masih terasa lembab karena ada kandungan olive oilnya.


Baby Lotion (300 ml) : Rp 99.900,-

Yang saya notice pertama dari lotionnya, lotionnya tidak greasy. Setelah dipakai kulit terasa lebih lembut tapi tidak berminyak. Sebagaimana produk AWK Mothercare lainnya, lotionnya juga menganduk ekstrak chamomile dan olive oil. Wanginya juga lembut. Sehabis mandi paling seneng pake lotionnya sambil sedikit pijat bayi di kaki atau tangannya. Oiya, Baby lotionnya ini hypoallergenic 



Suka banget deh sama rangkaian perawatan bayi All We Know (AWK) dari Mothercare ini. Dan the best part is, sekarang lagi ada promo Buy 2 Get 1 Free Toiletries di Mothercare. Buat yang lagi mempersiapkan kelahiran bayi, atau lagi cari kado, cuss deh ke Mothercare terdekat atau langsung meluncur ke websitenya www.mothercare.id untuk dapatkan promo ini.


Wassalaamualaikum.

Monday, 19 March 2018

Welcoming Our New Family Member: Aqiqah Adek Alia



Assalaamualaikum,

Ini sebenernya latepost banget ya mau cerita tentang aqiqahnya adek Alia. Karena aqiqahnya kami laksanakan saat usia adek 40 hari.  Idealnya kan usia 7 hari ya, tapi apa daya si adek masuk fototerapi karena kuning. Saya juga masih harus memulihkan diri dulu pasca operasi caesar. 

Untuk melaksanakan aqiqah adek ini sebenernya saya sama Hubby  rada bingung awalnya karena pingin aqiqah di rumah kita aja di sini. Dulu kakak Aira 4 bulanannya di Tasik, aqiqahnya di Bandung. Adek Alia juga 4 bulanan di Tasik, tapi kali ini pingin aqiqah di rumah sendiri aja. Karena saya juga menjalani operasi saat melahirkan jadi otomatis dijagain dulu lah enggak bisa keluar kota dulu. 

Yang bikin bingung, biasanya kami kalo ada acara pengajian kan yang ngurusi orangtua. Kami cuma tinggal bawa badan aja, hehehe. Sementara di sini lingkungan perumahannya juga masih termasuk baru. Pinginnya sih ada ngaji dan shalawatan. Nah, untuk acara ngaji dan shalawatan ini, dulu waktu syukuran rumah baru saya pernah undang pengajian ibu-ibu dari kampung sebelah yang rata-rata ibu-ibunya sudah banyak yang sepuh, jadi sudah biasa memimpin pengajian. Tapi sekarang kan di lingkungan kami juga sudah ada pengajian, saya kok pengennya bisa berkumpul bareng tetangga saja, dan tinggal cari ustadzah yang bisa pimpin pengajian aqiqah. 

Buat teman-teman yang memiliki rencana untuk melaksanakan pengajian aqiqah, dan mungkin sempat bingung seperti saya. Di sini saya mau sharing juga dari pengalaman saya mengenai apa saja yang kira-kira harus dipersiapkan dalam menyelenggarakan aqiqah.


Mencari Ustadzah
Salah satu ustadzah yang saya kenal baik tidak bisa hadir di hari tersebut. Jadi saya bingung. Eh, alhamdulillah, salah satu tetangga, Mbak Dian Anita memberikan nomor kontak ustadzah, namanya Hj. Nina. Kebetulan salah satu tetangga yang lain, Mbak Deti juga pernah undang beliau buat isi kajian bareng Kompakers Depok. 

Akhirnya saya whatsapp Bu Nina mengutarakan keinginan saya. Saya ingin beliau mengisi kajian sekaligus memimpin doa serta acara aqiqah. Saya jelaskan kalau di lingkungan kami kebanyakan ibu-ibu muda, jadi mohon dibimbing untuk doa yang dibaca dan lain-lain. Kalau pengajian ibu-ibu yang sudah lama kan biasanya sudah biasa baca rawi. Sementara kami yang masih muda masih perlu dibimbing sepertinya. Alhamdulillah ustadzahnya mengerti :). 

Oke masalah ustadzah, selesai. Ticked. 




Mencari MC
Untuk urusan MC ini, saya enggak pake pikir lama, karena di cluster ada Mbak Kariza yang biasa pimpin acara kalau ada kegiatan entah di mesjid, sampai acara ulang tahun. Jadi saya langsung menghubungi Mbak Kariza buat jadi MC. Dan alhamdulillah Mbak Kariza bersedia.




Mengenai Makanan dan Minuman

Mengenai makanan dan minuman ini saya agak-agak kebingungan sebenarnya. Karena di rumah enggak ada ART dan saya juga habis melahirkan jadi memang bikin acara ini sebisa mungkin enggak terlalu merepotkan tapi teman-teman bisa menikmati. Alhamdulillah dibantu sama Mbak Deti yang dijadiin tempat konsultasi tentang jumlah makanan, perkiraan tamu, dan lain-lain. Saya juga sempat tanya-tanya sama sama Mbak Gilang, Mbak Wiwik, mengenai perkiraan jumlah makanan dan tamu yang datang. Karena saya beneran blank deh ngitung jumlahnya. Wkwkwk. Tapi kira-kira seperti di bawah ini saya mengaturnya.

PENYELENGGARA AQIQAH
Penyelenggara aqiqah ini tentu poin yang paling penting dalam acara aqiqah karena mereka yang mengurusi kambing aqiqah dari sejak disembelih hingga jadi masakan yang siap dibagikan. Sejujurnya saya dari sejak hamil sudah menjatuhkan pilihan ke Aqiqah Nurul Hayat, karena tetangga-tetangga di sini yang sering mengirim makanan aqiqah kotaknya dari situ. Saya perhatikan masakannya enggak bau kambing. Saya kurang suka soalnya sama bau kambing/domba yang menyengat. Lalu suatu hari saya menerima lagi kotak aqiqahnya dan ternyata di dalamnya terdapat price list dan menu. Saya pikir convinient juga kalau pesan di situ karena price list dan menunya jelas. Kita bisa pilih dengan nyaman, apakah mau dibuat nasi box atau dibuat prasmanan, atau juga bisa memesan lauk tambahan kalau diperlukan.

Karena bayinya perempuan, kambingnya hanya satu. Melihat pricelistnya, kami pilih masakan yang sudah jadi nasi boks sebanyak 100 boks karena sepertinya lebih praktis daripada prasmanan. Tadinya saya sulit mendapat jadwal di Nurul Hayat di hari sabtu itu karena memang sepertinya weekend itu waktu pilihan banyak orang untuk melaksanakan aqiqah. Acara saya mulai pukul 10.00 pagi, tapi ternyata katanya Nurul Hayat baru bisa memenuhi pukul 10.00. Saya langsung oke-kan saja, karena saya pikir toh tinggal bantu keluarga untuk taruh kotak makanan di kantong keresek putih. Tapi ternyata saat hari H, Nurul Hayat bisa mengirim sampai di rumah pada pukul 09.00. Alhamdulillah.

Oia, untuk pelayanannya juga yang saya alami cukup profesional. Semua pertanyaan berkaitan dengan aqiqah dijawab dengan baik di whatsapp. Untuk nasi boksnya hanya kefoto satu, lainnya keburu diambil karena langsung dikeresekin sama keluarga dan teman-teman tetangga di sini. Hehehe.



SNACK
Setelah diskusi sama suami, akhirnya kami putuskan untuk kue-kue untuk snack kami pesan Mbak Wiwied (instagram @wiedkartika ). Ada 3 macam yang saya pesan. 2 snack manis (kue sus, bolen cokelat dan bolen keju), serta 1 macam snack asin (risol ayam). Semuanya enak. Tapi favorit saya kue susnya. Maaf ya lupa kefoto. Kamera dipegang adek karena saya pegang bayi bayi terus sepanjang acara. Hehehe.

Selain itu saya juga beli brownies-brownies. Kebetulan Mama mertua dari Bandung dan Mbak Deti juga bawa kue jadi ada tambahan snack deh :D.

BAKSO
Nah, untuk makanannya biar lebih seru saya pesan bakso sama Mbak Sofia (instagram: @sofiataste ). Baksonya enak banget deh. Dagingnya kerasa banget, kuahnya enak, tapi enggak bau gajih. Laris manis pokonya. The best part is saosnya ada saos bawangnya gitu kayak baso Tasik. Baksonya dikemas pake cup seperti di bawah ini dan ada tutupnya. Jadi buat saya juga enak karena gampang bersihinnya :D.




MINUMAN
Untuk minumannya saya sediain air mineral dan es cendol. Ini juga sama ga kefoto juga. Wkwkwkwk. 

TENDA, SOUND SYSTEM, KARPET, DAN LAIN_LAIN
Untuk menaruh makanan agar tidak terlalu panas, saya pinjam tenda warga yang biasa dipinjam buat acara dari RT. Sound systemnya saya pinjam dari Mbak Gilang. Saya juga dapat pinjaman karpet dari Mbak Deti, Mbak Wiwik, dan Bu De Uut. Buat tambahan kipas angin saya pinjam Mbak Kiki, dan tambahan piring pinjem di Mbak Dian. Dan engga disangka banyak teman-teman yang bawa kado untuk adek. Terima kasih banyak ya, Teman-Teman. Kadonya berguna sekali Beruntung banget  punya tetangga-tetangga baik-baik banget gini :'). Terima kasih banyak ya, Teman-Teman :*.


Alhamdulillah akhirnya persiapan ini-itu selesai. Akhirnya adek resmi kami beri nama, Mufida Alia Firmansyah. Mufida diambil dari 'mufidah' artinya orang yang bermanfaat, karena kami ingin adek jadi orang yang bisa banyak memberikan manfaat untuk sekitarnya. Alia artinya derajat yang tinggi. Firmansyah diambil dari nama Papanya. 

Sebagaimana lazimnya aqiqah, kami juga mencukur rambutnya. Di sini hanya digunting sedikit, sisanya dicukur keesokannya. Dan sebagaimana Aira dulu, Hubby sendiri yang mencukur rambut Alia. Semoga menjadi anak yang solehah ya, Nak :').



















Alhamdulillah aqiqah adek berjalan lancar. Sekarang kami mulai terbiasa menjalani hari-hari kami sama adek. Saya juga mulai terbiasa jadi Mama anak dua. Tadinya anak 1 jadi anak 2 itu ternyata lumayan ughaa. Hehehe. Tapi cintanya tambah banyak berlipat-lipat. Alhamdulillah. 


Wassalaamualaikum.

Tuesday, 6 March 2018

Puncak Getaway (Part 2): Staycation di Pesona Alam Resort & Spa


Assalaamualaikum,

Masih bersambung dari post sebelumnya, setelah puas main di The Ranch, kami cuss lanjut ke Pesona Alam Resort & Spa. Hotel ini sudah nge-hits dari beberapa waktu lalu dan buat ngebook hotel ini di saat liburan itu susah banget. Kayaknya harus nge-book di jauh hari. 

Tapi kemudian saya nemu di blog orang, katanya kalau ga nemu di traveloka atau aplikasi booking hotel lain, coba aja langsung e-mail ke hotelnya. Karena dia cari di traveloka kosong, ternyata di e-mail malah dapet kamar. 

Waktu mudik nengok ortu, saya cobain e-mail ke hotelnya, dan memang betul responnya cepat. Mereka pun langsung memberikan link booking ke jaringan hotelnya, Tauzia Hotels. Tadinya mau booking dari situ, tapi eh saya sama Alia malah sakit. Jadi ditunda dulu deh, sambil berharap nanti kalo enggak dapat kamar bisa e-mail lagi dan mungkin ada orang yang cancel nginep.

Mendekati weekend, saat saya sama adek Alia sembuh, malah kamarnya udah ga nemu. Akhirnya yasutralah book hari Minggu aja. Nemu di Traveloka, itu pun sisa 2 kamar doang. Wkwkwk. Yasutra waelah yang penting bisa bobo.

Kalau teman-teman pernah main ke Taman safari, Rute ke Pesona Alam itu jalan masuknya sama lewat situ. Sebelum masuk kita sudah disuguhi pemandangan hutan pinus di kiri kanan. Hijau dan rimbun kayak masuk hutan lindung yang terawat. Ini foto bagian depan hotelnya, di ambil keesokan paginya.


Sampai di sana ternyata hujan. Tapi mau drop barang dulu ribet karena bawa bocils. Lagian baru jam setengah 1, sementara check in masih jam 2 siang. Akhirnya turun jam 1 an dari mobil. Check-in nya udah ngantri panjang sama yang mau check in plus yang pada check out. Ini hotel keknya peminatnya emang laur biasa sih. Mau foto di lobby-nya yang ngehits itu aja susah karena ngantri 😅. 

Kalau di foto, lobby-nya kayak besar ya. Padahal dibanding bangunannya,  menurut saya area lobby nya ini termasuk kecil. Ruang duduknya hanya satu dan kursinya terbatas. Lalu ada sedikit area open bar di satu sisi dan toko suvenir di sisi yang lain. Yang menarik tentu saja suguhan pemandangan pegunungan yang luas dari sisi lobi yang sengaja dibuka lebar tanpa pintu atau jendela. Pemandangannya bisa dilihat di foto paling atas dan di bawah ini. Yah, emang pemandangannya bagus sih walopun lobby-nya ga terlalu besar.




Kami masih harus menunggu jam check in, tapi resepsionis-nya janji bakal nelpon kalau bisa masuk sebelum jam 2. Waktunya masih cukup lama jadi kami turun dulu ke area bermain. Kakak Aira main pingpong dan main mini golf dulu. Sementara Mama dan Alia nunggu di ruang bermain anak. 
Seru juga sih bisa main di luar begini. Kalau pergi bareng sama keluarga lainnya kayaknya anak-anak bakal seneng main di area terbuka. 


Di bawah ada lapangan buat main mini golf dan main bola sepak. Ada juga kursi-kursi untuk duduk-duduk. Sayangnya masih hujan jadi Mama sama adek ga bisa turun, cuma bisa liatin aja dari jauh.  


Oia,ruang bermain anak indoornya menurut saya terlalu kecil. Dan saat saya sampai di situ, mungkin karena di jam-jam orang biasa check-out, menurut saya ruang bermainnya berantakan. Mungkin memang hotelnya meng-encourage tamu buat main di luar ya. Baru saja kami mutusin mau shalat dhuhur di mushala saja, petugas resepsionis menelepon dan menginformasikan kalau kami sudah bisa masuk kamar. Yeay, jadinya bisa shalat di kamar aja. 

Kami pesan tipe kamar deluxe, dan begini penampakannya,


Desain furnitur dan lain-lainnya ngingetin saya sama kamar di Hotel Ibis Style. 

Baca:



Ada safe deposit box dan kulkas kecil. Sayang kulkasnya enggak dingin :(.



Dain ini dia toilet dan kelengkapannya, 




Di kamar sebenarnya tersedia AC, tapi berhubung Puncak lagi hujan, jadi ga dinyalain AC-nya juga udah dingin. Hehehe. Emang kalo ke Puncak mah enaknya leyeh-leyehan sama makan, yes? So, mari kita leyeh-leyehan. 










Nama pun bawa bocah ya. Walaupun kakak Aira lagi masuk angin, tetep aja maunya berenang. Kebetulan kolam renang anaknya pakai air panas jadi enggak dingin. Ini dia kolam renangnya. Kolam renang letaknya di depan resto.


Minusnya, kolam renangnya ini menurut saya enggak terlalu besar. Terlalu kecil malah, untuk jumlah kamar yang tersedia. Kolam renang anaknya juga kecil. Apalagi banyak Ayah, Ibu, Embak, kakak yang pada nemenin anak-anak atau adiknya berenang di situ. Yang bikin kurang nyaman dari ukuran kolam yang ga begitu besar juga saat itu ada beberapa anak-anak laki-laki yang main semprotan air. Karena kecil ya jadinya kemana-mana. Ngeri kena sama anak-anak yang lebih kecil. 

Plusnya, di pinggir kolam renang ada penjaganya. Selain berjaga, setelah mandi juga kita bisa minta handuk bersih untuk bilas di toilet bawah. Ya karena gamungkin juga mandi di situ ya, mandi mah enakan juga di kamar sendiri. But I have to say, the swimming pool was not my favorite.

Tapi memang hotel ini dikelilingi alam yang indah banget sih. Jadi suasananya juga nyaman. Mau keliling-keliling doang di dalam hotel juga nyaman.






Playground


Kakak berenang sampai sebelum maghrib. Akhirnya kami istirahat di kamar. Si Adek udah tidur duluan disusul kakaknya. Tapi ternyata seitar jam 10 si kakak demam. Dari rumah udah persiapan termometer dan Sanmol drops buat si Adek yang memang sempat demam sehari sebelumnya. Eh, malah kakaknya yang demam. Akhirnya si kakak dibangunin dan dikasi obat adeknya. Ga lama panasnya turun dan mulai keringatan. Alhamdulillah.

Esok paginya kami sarapan di resto. Kami ambil yang include sarapan, tapi kalau ambil villa atau yang ga include sarapan, kita juga bisa makan di resto. Makanannya all you can eat. Kalau tidak salah Rp100.000/pax. Tapi maapin sarapan dan restonya enggak difoto karena saya ngerasa ribet aja gendong bayik, sarapan sambil moto. Papanya juga masih dalam rangka jagain si kakak yang merengek gamau sarapan karena katanya perutnya ga enak. Kayaknya si kakak takut muntah lagi kalau makan, kayak waktu di The Ranch sehari sebelumnya. Padahal yang bikin muntah itu justru karena masuk angin. Jadinya tambah malaslah pepotoan. Yang ada bujukin terus si kakak biar makan.

Baca juga: 

Yang pasti sarapan di Banyan Resto (Resto-nya Pesona Alam) ini recommended banget. Makanannya enak-enak, banyak pilihan dan melimpah. Rotinya banyak macam isian sama olesan dari croisant, waffle, toast. Bubur ayam, nasi uduk, mi ayam, sosis, sereal, yoghurt, susu, jus. Pokoknya you name it lah. Lengkap dan enak. Restonya juga besarnya nyaman. Dengan banyaknya tamu saya nggak ngerasa kayak rebutan makanan sama tamu lain. Duduk dan menyusui pun masih dalam jarak yang nyaman sama meja yang lain. Puas deh sama restonya.

Setelah makan dan istirahat sebentar, kami penasaran pengen jalan-jalan di antara hutan pinus yang ada sepanjang jalan ke hotel kemarin. Ah, seru banget sih kayaknya naik sepeda. Tapi kami jalan aja. Si kakak awalnya malas diajak jalan. Capek katanya, dan pengennya berenang. Tapi akhirnya mau juga. Jalan ke bawah itu ternyata mayan jauh dan pulangnya nanjak banget. Hahahaha. Mayan juga sambil gendong-gendong bayik ampir 6 kg. Tapi emang kalo bisa jangan dilewatin sih jalan-jalan di sini seru.














Akhirnya sekitar setengah 11 kami udah sampai kamar lagi. Saya packing sementara si kakak berenang ditemenin papanya. Jam 12 kami check out.

Overall, nginep di sini menyenangkan. Pemandangannya indah, dan bisa banget bersantai dengan cuma jalan-jalan di dalam hotel. Hanya saja tempat main anak di indoor yang ruangannya kecil dan kolam renangnya juga menurut saya terlalu kecil buat jumlah kamar yang banyak. Tapi si kakak seru-seru aja tuh sampai berenang dua kali. Jadi mungkin buat anak-anak mah fun aja kali ya. Sarapannya juara. Sebagai busui yang kalo pagi gampang banget kelaperan saya mah paling seneng sama sarapannya. Mungkin kapan-kapan boleh juga nginep di sini lagi.


Wassalaamualaikum.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...