Monday, 19 March 2018

Welcoming Our New Family Member: Aqiqah Adek Alia



Assalaamualaikum,

Ini sebenernya latepost banget ya mau cerita tentang aqiqahnya adek Alia. Karena aqiqahnya kami laksanakan saat usia adek 40 hari.  Idealnya kan usia 7 hari ya, tapi apa daya si adek masuk fototerapi karena kuning. Saya juga masih harus memulihkan diri dulu pasca operasi caesar. 

Untuk melaksanakan aqiqah adek ini sebenernya saya sama Hubby  rada bingung awalnya karena pingin aqiqah di rumah kita aja di sini. Dulu kakak Aira 4 bulanannya di Tasik, aqiqahnya di Bandung. Adek Alia juga 4 bulanan di Tasik, tapi kali ini pingin aqiqah di rumah sendiri aja. Karena saya juga menjalani operasi saat melahirkan jadi otomatis dijagain dulu lah enggak bisa keluar kota dulu. 

Yang bikin bingung, biasanya kami kalo ada acara pengajian kan yang ngurusi orangtua. Kami cuma tinggal bawa badan aja, hehehe. Sementara di sini lingkungan perumahannya juga masih termasuk baru. Pinginnya sih ada ngaji dan shalawatan. Nah, untuk acara ngaji dan shalawatan ini, dulu waktu syukuran rumah baru saya pernah undang pengajian ibu-ibu dari kampung sebelah yang rata-rata ibu-ibunya sudah banyak yang sepuh, jadi sudah biasa memimpin pengajian. Tapi sekarang kan di lingkungan kami juga sudah ada pengajian, saya kok pengennya bisa berkumpul bareng tetangga saja, dan tinggal cari ustadzah yang bisa pimpin pengajian aqiqah. 

Buat teman-teman yang memiliki rencana untuk melaksanakan pengajian aqiqah, dan mungkin sempat bingung seperti saya. Di sini saya mau sharing juga dari pengalaman saya mengenai apa saja yang kira-kira harus dipersiapkan dalam menyelenggarakan aqiqah.


Mencari Ustadzah
Salah satu ustadzah yang saya kenal baik tidak bisa hadir di hari tersebut. Jadi saya bingung. Eh, alhamdulillah, salah satu tetangga, Mbak Dian Anita memberikan nomor kontak ustadzah, namanya Hj. Nina. Kebetulan salah satu tetangga yang lain, Mbak Deti juga pernah undang beliau buat isi kajian bareng Kompakers Depok. 

Akhirnya saya whatsapp Bu Nina mengutarakan keinginan saya. Saya ingin beliau mengisi kajian sekaligus memimpin doa serta acara aqiqah. Saya jelaskan kalau di lingkungan kami kebanyakan ibu-ibu muda, jadi mohon dibimbing untuk doa yang dibaca dan lain-lain. Kalau pengajian ibu-ibu yang sudah lama kan biasanya sudah biasa baca rawi. Sementara kami yang masih muda masih perlu dibimbing sepertinya. Alhamdulillah ustadzahnya mengerti :). 

Oke masalah ustadzah, selesai. Ticked. 




Mencari MC
Untuk urusan MC ini, saya enggak pake pikir lama, karena di cluster ada Mbak Kariza yang biasa pimpin acara kalau ada kegiatan entah di mesjid, sampai acara ulang tahun. Jadi saya langsung menghubungi Mbak Kariza buat jadi MC. Dan alhamdulillah Mbak Kariza bersedia.




Mengenai Makanan dan Minuman

Mengenai makanan dan minuman ini saya agak-agak kebingungan sebenarnya. Karena di rumah enggak ada ART dan saya juga habis melahirkan jadi memang bikin acara ini sebisa mungkin enggak terlalu merepotkan tapi teman-teman bisa menikmati. Alhamdulillah dibantu sama Mbak Deti yang dijadiin tempat konsultasi tentang jumlah makanan, perkiraan tamu, dan lain-lain. Saya juga sempat tanya-tanya sama sama Mbak Gilang, Mbak Wiwik, mengenai perkiraan jumlah makanan dan tamu yang datang. Karena saya beneran blank deh ngitung jumlahnya. Wkwkwk. Tapi kira-kira seperti di bawah ini saya mengaturnya.

PENYELENGGARA AQIQAH
Penyelenggara aqiqah ini tentu poin yang paling penting dalam acara aqiqah karena mereka yang mengurusi kambing aqiqah dari sejak disembelih hingga jadi masakan yang siap dibagikan. Sejujurnya saya dari sejak hamil sudah menjatuhkan pilihan ke Aqiqah Nurul Hayat, karena tetangga-tetangga di sini yang sering mengirim makanan aqiqah kotaknya dari situ. Saya perhatikan masakannya enggak bau kambing. Saya kurang suka soalnya sama bau kambing/domba yang menyengat. Lalu suatu hari saya menerima lagi kotak aqiqahnya dan ternyata di dalamnya terdapat price list dan menu. Saya pikir convinient juga kalau pesan di situ karena price list dan menunya jelas. Kita bisa pilih dengan nyaman, apakah mau dibuat nasi box atau dibuat prasmanan, atau juga bisa memesan lauk tambahan kalau diperlukan.

Karena bayinya perempuan, kambingnya hanya satu. Melihat pricelistnya, kami pilih masakan yang sudah jadi nasi boks sebanyak 100 boks karena sepertinya lebih praktis daripada prasmanan. Tadinya saya sulit mendapat jadwal di Nurul Hayat di hari sabtu itu karena memang sepertinya weekend itu waktu pilihan banyak orang untuk melaksanakan aqiqah. Acara saya mulai pukul 10.00 pagi, tapi ternyata katanya Nurul Hayat baru bisa memenuhi pukul 10.00. Saya langsung oke-kan saja, karena saya pikir toh tinggal bantu keluarga untuk taruh kotak makanan di kantong keresek putih. Tapi ternyata saat hari H, Nurul Hayat bisa mengirim sampai di rumah pada pukul 09.00. Alhamdulillah.

Oia, untuk pelayanannya juga yang saya alami cukup profesional. Semua pertanyaan berkaitan dengan aqiqah dijawab dengan baik di whatsapp. Untuk nasi boksnya hanya kefoto satu, lainnya keburu diambil karena langsung dikeresekin sama keluarga dan teman-teman tetangga di sini. Hehehe.



SNACK
Setelah diskusi sama suami, akhirnya kami putuskan untuk kue-kue untuk snack kami pesan Mbak Wiwied (instagram @wiedkartika ). Ada 3 macam yang saya pesan. 2 snack manis (kue sus, bolen cokelat dan bolen keju), serta 1 macam snack asin (risol ayam). Semuanya enak. Tapi favorit saya kue susnya. Maaf ya lupa kefoto. Kamera dipegang adek karena saya pegang bayi bayi terus sepanjang acara. Hehehe.

Selain itu saya juga beli brownies-brownies. Kebetulan Mama mertua dari Bandung dan Mbak Deti juga bawa kue jadi ada tambahan snack deh :D.

BAKSO
Nah, untuk makanannya biar lebih seru saya pesan bakso sama Mbak Sofia (instagram: @sofiataste ). Baksonya enak banget deh. Dagingnya kerasa banget, kuahnya enak, tapi enggak bau gajih. Laris manis pokonya. The best part is saosnya ada saos bawangnya gitu kayak baso Tasik. Baksonya dikemas pake cup seperti di bawah ini dan ada tutupnya. Jadi buat saya juga enak karena gampang bersihinnya :D.




MINUMAN
Untuk minumannya saya sediain air mineral dan es cendol. Ini juga sama ga kefoto juga. Wkwkwkwk. 

TENDA, SOUND SYSTEM, KARPET, DAN LAIN_LAIN
Untuk menaruh makanan agar tidak terlalu panas, saya pinjam tenda warga yang biasa dipinjam buat acara dari RT. Sound systemnya saya pinjam dari Mbak Gilang. Saya juga dapat pinjaman karpet dari Mbak Deti, Mbak Wiwik, dan Bu De Uut. Buat tambahan kipas angin saya pinjam Mbak Kiki, dan tambahan piring pinjem di Mbak Dian. Dan engga disangka banyak teman-teman yang bawa kado untuk adek. Terima kasih banyak ya, Teman-Teman. Kadonya berguna sekali Beruntung banget  punya tetangga-tetangga baik-baik banget gini :'). Terima kasih banyak ya, Teman-Teman :*.


Alhamdulillah akhirnya persiapan ini-itu selesai. Akhirnya adek resmi kami beri nama, Mufida Alia Firmansyah. Mufida diambil dari 'mufidah' artinya orang yang bermanfaat, karena kami ingin adek jadi orang yang bisa banyak memberikan manfaat untuk sekitarnya. Alia artinya derajat yang tinggi. Firmansyah diambil dari nama Papanya. 

Sebagaimana lazimnya aqiqah, kami juga mencukur rambutnya. Di sini hanya digunting sedikit, sisanya dicukur keesokannya. Dan sebagaimana Aira dulu, Hubby sendiri yang mencukur rambut Alia. Semoga menjadi anak yang solehah ya, Nak :').



















Alhamdulillah aqiqah adek berjalan lancar. Sekarang kami mulai terbiasa menjalani hari-hari kami sama adek. Saya juga mulai terbiasa jadi Mama anak dua. Tadinya anak 1 jadi anak 2 itu ternyata lumayan ughaa. Hehehe. Tapi cintanya tambah banyak berlipat-lipat. Alhamdulillah. 


Wassalaamualaikum.

2 comments:

  1. Lavvv banget bacanya. Insyallah anakku juga bakal aqiqah di usia 40 hari. Cuma galau mau ngundang bapak atau buibu. Karena disini adanya ustad, tapi yang bisa baca rawit biasanya ibu ibu

    ReplyDelete
  2. Wah Alia sudah Aqiqah ya, alhamdulillah lancar ya semuanya

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...