Thursday, 26 April 2018

Bagaimana Membuat MPASI Rumahan & Membentuk Kebiasaan Makan yang Baik pada Bayi


Assalaamualaikum,

Weekend lalu, saya datang ke event yang diadakan The Urban Mama. Jadi secara regular memang The Urban Mama ini ngadain acara #TUMLuncheon. Acara yang biasanya berbarengan dengan waktu makan siang ini biasanya membicarakan berbagai tema menarik yang menjadi perhatian mama-mama dan keluarga-keluarga di perkotaan.

Tema yang diangkat minggu kemarin adalah mengenai Menyiapkan MPASI Rumahan bersama Phillips Avent. Semangat 45 sebenernya saya dateng. Karena kebetulan Adek Alia baru banget mulai MPASI. 

Walaupun saya pernah ngalamin yang namanya menyiapkan MPASI setiap hari saat Kakak Aira bayi, yang saya ingat sampai sekarang menyiapkan makanan buat bayi itu stressful. Iya stressfull, karena  bikinnya lama, cucian alat masaknya banyak, dan kadang Airanya GTM alias ga mau makan sama sekali. Ada lagi masalah klasik yang lain, yaitu sembelit. Kalau 7 tahunan lalu memang jarang ada forum yang bisa dipakai buat berbagi masalah per-MPASI-an. Biasanya info yang didapat sepotong-sepotong. Kalaupun ada bukunya isinya cuma resep. Jadi fix deh pokonya Mamanya kudu belajar lagi.

Sebelum mulai, kita makan salad dulu dari The Yummy Bowl. Ini enak lho, Aira aja sampai habis 2 xD.

Jadi ternyata pola pikir saya ini kudu dirubah ya waktu mempersiapkan MPASI buat bayi. Kenapa? Karena sesungguhnya saat kita menyiapkan MPASI, kita ini sedang membentuk kebiasaan makannya dari awal dan akan terbawa hingga usianya lebih dewasa. Pembicara di acara ini, Spesialis Anak dr. Ranti Hannah, bahkan mengatakan kebiasaan makan anak dimulai dari sejak ia di dalam kandungan ibunya. Jadi penting banget untuk membangun style makan yang responsif terhadap kebutuhan anak.

Ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan ibu saat memberi makan bayinya. Di bawah ini saya bikinkan tabelnya,


Untuk membentuk style makan yang responsif, latihlah anak untuk memahami sinyal lapar dan kenyang tubuh. Susun jadwal yang tetap untuk makan berat dan selingan. Jangan jadikan makanan sebagai reward atau hadiah, dan percayalah kepada anak anda. Ada beberapa tanda yang bisa kita perhatikan apakah bayi kita sedang lapar atau sudah kenyang:



Kiri ke Kanan : dr. Ranti Hannah Sp.A dan Ibu Santi Panjaitan dari Phillips Avent.
Juga ada beberapa tips untuk membentuk kebiasaaan makanan yang baik sejak bayi;
- Biasakan makanan yang sehat sejak hamil dan selama menyusui
- Saat bayi mulai makan, berikan makanan sehat sesuai rekomendasi (jenis dan jumlahnya)
- Kenali tanda lapar dan kenyang bayi (percaya pada sinyal lapar & kenyang anak)
- Orangtua memberi contoh dengan memakan makanan yang sehat setiap waktu dan meminimalkan makanan yang kurang sehat. 
- Bentuk suasana yang menyenangkan saat makan
- Susun jadwal rutin untuk makan. Maksimal 30 menit di meja makan.
- Jangan gunakan makanan sebagai hukuman atau hadiah
- Usahakan agar anak makan bersama keluarga. Anak jadi memperhatikan saat kakak atau ayah mencoba makanan baru. Serta bisa mengkomunikasikan saat ia lapar atau kenyang.
- Minimalkan gangguan seperti TV, gadget, mainan, atau lomba makan.
- Hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanan. Percayalah padanya saat ia memberikan sinyal kenyang.
- Ini bukan restoran! Hindari memberikan semua yang diinginkan anak.
- Jangan khawatir berantakan
- Pantau pertumbuhan dan perkembangannya

Di sesi kedua, kita diajak untuk membuat resep MPASI nusantara bersama Mama Kushandari Arfanidewi (@kelincitertidur) dengan menggunakan Phillips Avent Baby Food Maker. 





Resepnya ada 2, yaitu Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning dan Kue Pulut Mangga.
Duh, wanginya beneran berselera deh. Padahal cuma makanan bayi. Nanti resepnya saya tulis di akhir tulisan ini yah.

Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning (kiri), dan Kue Pulut Mangga (kanan)
Dan, ini dia nih Essential Baby Food Maker dari Phillips Avent. Masak makanan bayi jadi mudah karena satu alat ini bisa untuk mengukus dan melumat sekaligus. 


● sirkulasi oenguapan dari atas ke bawah untuk memastikan makanan matang merata sehingga tekstur dan nutrisi tetap terjaga
● desain tutup wadah yang cerdas sehingga semua bahan aman di dalam wadah, mencegah makanan masuk ke dalam tangki air. Melumat makanan bayi dari semua tahapan lembut sampai kasar
● Tangki air ekstra besar sehingga mudah dibersihkan dan diisi ulang.
● mengombinasikan langkah mudah mengukus dan melumat untuk membuat MPASI dari bahan dasar daging, ikan, dan sayur.
Kapasitas blender 1050 (cair) / 400 ml (padat). Kapasitas steam 720 ml, kapasitas wadah air 180 ml, panjang kabel 80 cm, 330 watt.

Mupeng juga yaah.. hihihi.


Senang sekali bisa mendapat ilmu per-MPASI-an bersama The Urban Mama. Kapan-kapan pengen ikutan lagi deh acara berfardah kayak gini.

Seru kalo udah ketemu sama mama-mama blogger ini.

Makan siangnya masih dari Yummy Bowl. Endess pisan..

Jangan lupa foto bareng bersama peserta dan pembicara.

Wassalaamualaikum.

Oia, berikut di bawah ini resep MPASI Tim Ikan Bumbu Kuning dan Kue Pulut Mangganya ya. Semoga bermanfaat.


Resep Nasi Tim Ikan Bumbu Kuning
Bahan-bahan:
150 gr ikan sebelah
50 gr ikan teri
1/2 pack tahu sutera
Bayam
Butternut squash
Santan
Nasi putih
Minyak kelapa butternut squash

Bahan yang dihaluskan:
200 gr bawang merah
100 gr bawang putih
3 ruas kunyit
2 ruas jahe
6 butir kemiri
4 batang sereh
5 lembar daun jeruk
4 buah belimbing wuluh
Minyak kelapa seceukupnya

Cara membuat:
1. Campur nasi putih dengan santan, kaldu ayam bubuj, dan minyak kelapa. Kukus agar lembut dan blender
2. Bumbui ikan dengan bumbu dasar kuning, diamkan minimal 2 jam.
3. Kukus ikan, tahu, dan butternut squash, lalu masukkan bayam paling akhir
4. Blend campuran ikan hingga lembut dan sajikan dengan nasi yang sudah dikukus tadi.

Kue Pulut Mangga (Pure)
Beras putih
Ketan
Santan
Gula
Garam
Pandan
Mangga harum manis matang

Cara membuat:
1. Campur ketan dengan santan, gula dan garam. Kukus ketan dan beras hingga matang
2. Blender hingga halus
3. Kupas dan potong mangga harum manis.
4. Sajikan

No comments:

Post a Comment

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...