Thursday, 19 July 2018

Cara Daftar Haji Reguler di Kota Depok

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau sharing tentang pengalaman saat mendaftar haji di Depok. Sebenarnya sudah dari awal 2018 kemarin tapi belum sempat tulis di blog.

Jadi ceritanya, sekitar awal 2018 saya sama Hubby akhirnya daftar haji. Pengennya sih dari jauh hari, mengingat antrian haji itu kan bertahun-tahun ya. Tapi saat itu kami berpikir, Rukun Islam menyebutkan Haji bila mampu. Sementara dulu itu kami masih punya KPR.

Hutang hukumnya wajib dibayar dan kami juga ingin segera lepas dari riba bank. Kami belum merasa sreg untuk daftar haji sebelum KPR lunas, jadi nabungnya prioritas untuk melunasi KPR terlebih dulu. Alhamdulillah tahun kemarin KPR lunas dan barulah kami mendaftar haji. Mungkin banyak yang berpendapat lain, tapi kembali pendapat masing-masing saja ya, karena saya tidak akan berdebat mengenai ini. Cerita pelunasan KPR dipercepat bisa dibaca di post-post berikut,

Baca juga:
Pelunasan Dipercepat KPR CIMB Niaga (2017)
Happy Birthday Bebe (2015)


Untuk mendaftar haji reguler, yang pertama kami lakukan adalah datang ke Bank, dalam hal ini kami pilih Bank Syariah Mandiri (BSM) yang kantornya paling dekat dari rumah untuk membuka rekening. Di BSM CS-nya langsung memberi tahu persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk daftar haji.

Sebelum kami datang ke bank, berbekal searching di internet dan di website kementrian agama, kami sudah mempersiapkan surat-surat seperti KTP, kartu keluarga dan lain-lain. Tapi ternyata ada satu syarat yang kami belum punya, yaitu surat keterangan domisili sampai kecamatan.

Sebenernya saya agak heran juga, karena dulu saya kerja di bank, keterangan domisili hanya untuk menggantikan jika KTP-nya masih luar kota, sementara KTP kami sudah Depok. Menurut saya sekarang kan sudah e-ktp dan sistemnya sudah online, kenapa perlu surat domisili lagi?

Setelah pertanyaan yang berputar-putar jawabannya (karena CS kayaknya masih baru), rupanya pihak bank tidak berani mengeluarkan nomor validasi jika syarat-syarat belum lengkap. Karena nomor ini hanya berlaku selama 1 minggu (kalau tidak salah) jadi memang riskan saat si calon haji mendaftar di kemenag dan ternyata tidak bisa diapprove karena kurang syaratnya.

Nomor validasi ini adalah nomor yang dikeluarkan dari sistem SISKOHAT ( Sistem Komputerisasi Haji Terpadu ) di bank, yang sudah online dengan sistem di Kementrian Agama. Akhirnya hari itu kami belum membuka tabungan haji karena harus mengurus surat domisili terlebih dulu.  Beberapa hari kemudian kami mengurus surat domisili ini dan akhirnya minggu depannya bisa buka tabungan haji.

Membuka rekening Tabungan Haji sama saja dengan membuka rekening tabungan biasa. Biaya buka rekening Rp 100.000,- plus untuk mendaftar mendapat porsi haji, kita menyetorkan dana awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) sebesar Rp 25.000.000,- . Jadi jumlahnya Rp 25.100.000,- Dana kami transfer dari rekening kami di bank lain, lalu didaftarkan di SISKOHAT oleh CS, sehingga mendapat nomor validasi. 

Saya kehilangan fotokopi syarat-syarat dari bank, tapi kemudian di departemen agama saya melihat syarat-syarat tersebut terpajang di dinding. Jadi saya foto, syarat-syarat pendaftarannya kira-kira seperti di bawah ini.


Karena kami buka rekening di bank dari pagi, dan syarat-syarat semuanya sudah lengkap, kami memutuskan langsung mengurus pendaftaran ke Kementrian Agama Kota Depok saat itu juga. Untuk pelayanan pendaftaran ini, Kementrian Agama Kota depok buka dari pukul 08.00-16.00. Kecuali Jumat sampai jam 16.30.


Pendaftaran ke Kemenag paling lambat 5 hari setelah membayar setoran BPIH, jadi jangan terlalu lama ya daftarnya. Setelah mendapat nomor validasi, langsung cuss daftar.

Kami sampai di kantor kemenag kira-kira pukul 10.00, dan antriannya sudah banyak ternyata. Kami dipersilakan isi formulir terlebih dulu lalu formulir dan syarat-syaratnya diserahkan kepada petugas. Nanti petugas akan entry data ke sistem, lalu para pendaftar akan dipanggil sesuai antrian untuk diambil foto dan sidik jarinya. 


Kami menunggu kira-kira sampai pukul 11.30 untuk difoto dan ambil sidik jari. Setelah itu menunggu lagi petugas meng-entry data dan meminta tanda tangan pimpinannya ke gedung sebelah. Kira-kira pukul 12.30 kami sudah mendapatkan SPPH atau Surat Pendaftaran Pergi Haji. 

Pendaftaran sudah beres. Kami bisa mengecek saat keberangkatan di website Kementrian Agama kira-kira 2 bulan lagi dengan memasukkan nomor porsi haji. 

Oiya, jika ingin melakukan pembatalan karena satu dan lain hal, berikut ini saya foto-kan juga syaratnya ya. 


Jadi kapan berangkat hajinya? Saya lupa, kayaknya masih 14 tahun lagi. Hahaha. Semoga disampaikan usianya untuk melihat lagi ka'bah dari dekat dan menunaikan rukun islam yang ke 5 ini. Aamiin yaa robbal 'aalamiin...

Baca juga :
Cerita Umrah (Part 1)
Cerita Umrah (Part 2)
Cerita Umrah (Part 3)

Wassalaamualaikum.









1 comment:

  1. Wah alhamdulillah udah daftar Haji ya Mia dan suami

    ReplyDelete

I would love to hear your comments :).
Mohon tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar. Komentar dengan link hidup tidak akan di-publish.

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...