Monday, 29 April 2019

Akhirnya Bisa Me Time: Nyalon di Moz5 Margonda Depok



Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau cerita sekalian review 'me time' saya di salon Moz5 Margonda, Depok. Well, as you know, it's been a hectic life for me after the birth of my second born. Selain capek mengurus anak-anak dan kerjaan lain, kami juga merenovasi total rumah selama 6 bulan. Disambung pindahan rumah lalu anak-anak sakit sampai dirawat. Jadi buat saya sekitar 8-9 bulanan terakhir ini lumayan cape dan bikin stress.

Setelah sekian lama akhirnya saya bisa merasa pikiran lebih plong, sedikit taking my own time to struggle dan akhirnya ada keinginan buat come back dan nulis lagi. Bukankah kita harus ngerasa full dulu sebelum bisa memberi buat orang lain? 

Memutuskan no nanny & no ART membuat hari-hari saya sibuk. Jadi ngambil me time itu susah banget. Selain karena weekend itu maunya kumpul dan jalan bareng, saya kadang mikir nggak perlu perawatan-perawatan ah. 

Taunya minggu lalu kami makan siang di resto di daerah Margonda. Dan ga jauh dari situ ada salon Moz5. Akhirnya mutusin mau ambil me time sementara suami bisa jaga anak-anak sambil main di mal. 

Pas masuk salon, suasananya udah beda ya karena isinya perempuan semua dan kayaknya pada nyaman banget perawatan. Ada yang lagi creambath, cuci rambut, dll. Jadinya mulai ngerasa iya sih ngga ada salahnya sebenernya perawatan. Toh, bunda kan lagi capek. Wkwkwkwk.

Di receptionist ada bermacam-macam perawatan yang ditawarkan. Tapi akhirnya hari itu saya ambil perawatan Hair Spa dan totok aura. Buat yang pengen tau price list perawatan di salon Moz5 bisa liat di bawah ini ya.








Saya diminta menunggu sebentar karena masih ada antrian, jadi saya mutusin shalat dzuhur dulu biar tenang nanti perawatannya. Ternyata mushalla-nya bersih dan nyaman.




Disediakan tempat wudhu juga

Mushalla kayak gini tu nilai plus banget sih buat saya. Kita jadi nyaman dan aura menenangkannya 'dapet banget'. Mushallanya bersih, bahkan tempat wudhunya juga bersih. Selepas shalat saya ke toilet juga dan toiletnya juga bersih. Jempol deh buat kebersihannya.

Saya mutusin duduk dulu karena tadi kan diminta menunggu, eh pegawainya malah proaktif tanya saya mau perawatan apa, dan saya langsung diminta ganti pakaian dengan kemben salon moz5 yang disediakan. Padahal pegawainya bukan receptionist yang di depan tadi. Nilai plus lagi deh buat moz5.

Perawatan yang pertama Totok Aura, harganya Rp 95.000. Ruangannya di lantai atas dan ada beberapa bed yang tersedia buat perawatan. 



Ini baru pertama kali sih saya nyobain totok aura. Wajah kita di bersihkan pakai susu pembersih sambil di-massage wajah. Dibersihkan, lalu dipijat pakai essential oil. Dulu sih suka mikir emang ngefek gitu ya pijat wajah itu. Tapi ternyata gerakan yang berulang-ulang di wajah kita itu rasanya relaxing. Apalagi dipijatnya ga cuma di wajah, tapi juga ke pundak, lengan atas, dan sedikit area punggung. Pijat di daerah punggung juga pakai hot stone/batu panas lho jadi rasanya nyaman. 

Saya sempet nanya sama Mba Endah, nama terapistnya. Kenapa gerakan-gerakannya begitu. Ternyata ya esensinya sama kayak pijat biasa di bagian tubuh lain, yaitu melancarkan peredaran darah. Selain itu, di bagian akhir perawatan wajah dan leher juga ditotok. Kemudian wajah kita diberi masker dan dibiarkan selama 15 menit. Emang ngefek sih wajah jadi rileks dan kulit wajah juga rasanya lebih plump gitu. 

Perawatan selanjutnya yang saya ambil itu Hair spa. Harganya sama, Rp 95.000. Rambut dicuci terlebih dahulu sambil dipijat. Setelah selesai digulung handuk dan pindah ruangan. Sebelum perawatan saya ditawari complementary drink teh manis hangat atau kopi hangat. Saya pilih kopi hangat, tentu saja.



Untuk hair spa, saya memilih krim rambut stroberi. Wanginya manis, enak deh kayak permen karet stroberi tapi segar. Kepala di massage lalu dibalut pakai handuk panas. Sambil menunggu krim meresap, kita di-massage leher, tangan, hingga punggung pakai essential oil. Lagi-lagi ada massage punggung dan pundak pakai hot stone. Enak deh.


Ini lho, yang namanya hot stone.

Selesai hair spa, badan dibersihkan dengan handuk dan rambut kembali dicuci. Lalu rambut dikeringkan dengan hair dryer. Karena rambut saya belakangan rontok lagi, saya minta dikeringkan biasa aja nggak di blow. 

So, gimana rasanya me time di salon Moz5? Rasanya nyaman, pelayanannya juga oke. Buat harga juga bersahabat. Yang saya suka lagi, produk yang dipakai adalah produksi Moz5 sendiri yang diberi nama MoAyu. Produk-produknya alami, cruelty free, dan bebas paraben. 

Ruangan di bagian atas pencahayaannya lebih redup jadi lebih relaxing.








Produk perawatan MoAyu dari Moz5.

Overall, seneng banget bisa me time di Moz5. Dan sekarang ada catatan penting juga buat saya tentang me time. Kadang karena disibukkan dengan berbagai hal, saya jadi suka malas me time karena ngerasa ga punya waktu. Tapi ya ternyata kita harus ngambil waktu aja. You know, make time for me time. 

Difotoin sama mba pegawai moz5. Ini no make up tapi ternyata keliatan ya segernya abis perawatan. Menurut saya, lho. Wkwkwk.

Oiya, ngomong-ngomong soal produk MoAyu yang diproduksi sendiri oleh Moz5. Saya pernah dapetin produknya di goodiebag event. Kebetulan yang saya dapat adalah rangkaian produk perawatan rambut.

Ini dia produk-produknya.

Yang saya dapat ini adalah shampoo, hair tonic, dan hair mask Energizing Ginseng. Manfaatnya memperkuat rambut rusak sekaligus menyuburkan akar rambut. Cocok banget deh buat rambut saya yang belakangan ini rontok lagi.

Shampoo Energizing Ginseng.

Yang saya rasain, wangi shampoonya enak tidak menyengat. Waktu dibusakan, shampoonya bukan tipe yang busanya banyak gitu. Jadi busanya ringan dan lembut buat rambut.

Tanpa paraben, tanpa lanolin, tanpa PABA, tanpa pewarna, dan cruelty free.
Kalo Hair Tonic-nya ini favorit sih. Kenapa? Karena ada spraynya! Yang saya kurang suka dari beberapa merk hair tonic di pasaran adalah ngga disediakan aplikator atau apapun yang memudahkan pemakaian hair tonic. Nah, di spray gini, ternyata pakenya jadi jauh lebih mudah. Apalagi buat mamak macam saya yang mandinya aja kejar-kejaran sama teriakan bayi. Nggak cocok kayaknya pakai produk yang pengaplikasiannya fussy dan ribet. Jadi kalo nyalon di moz5, dan pakai produknya di rumah, itu bisa banget ya, gaes.

Wah panjang juga ya cerita saya hari ini. Makasi ya yang sudah baca sampai selesai. Sampai jumpa di post berikutnya :).

Wassalaamualaikum.

Thursday, 19 July 2018

Cara Daftar Haji Reguler di Kota Depok

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau sharing tentang pengalaman saat mendaftar haji di Depok. Sebenarnya sudah dari awal 2018 kemarin tapi belum sempat tulis di blog.

Jadi ceritanya, sekitar awal 2018 saya sama Hubby akhirnya daftar haji. Pengennya sih dari jauh hari, mengingat antrian haji itu kan bertahun-tahun ya. Tapi saat itu kami berpikir, Rukun Islam menyebutkan Haji bila mampu. Sementara dulu itu kami masih punya KPR.

Hutang hukumnya wajib dibayar dan kami juga ingin segera lepas dari riba bank. Kami belum merasa sreg untuk daftar haji sebelum KPR lunas, jadi nabungnya prioritas untuk melunasi KPR terlebih dulu. Alhamdulillah tahun kemarin KPR lunas dan barulah kami mendaftar haji. Mungkin banyak yang berpendapat lain, tapi kembali pendapat masing-masing saja ya, karena saya tidak akan berdebat mengenai ini. Cerita pelunasan KPR dipercepat bisa dibaca di post-post berikut,

Baca juga:
Pelunasan Dipercepat KPR CIMB Niaga (2017)
Happy Birthday Bebe (2015)


Untuk mendaftar haji reguler, yang pertama kami lakukan adalah datang ke Bank, dalam hal ini kami pilih Bank Syariah Mandiri (BSM) yang kantornya paling dekat dari rumah untuk membuka rekening. Di BSM CS-nya langsung memberi tahu persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk daftar haji.

Sebelum kami datang ke bank, berbekal searching di internet dan di website kementrian agama, kami sudah mempersiapkan surat-surat seperti KTP, kartu keluarga dan lain-lain. Tapi ternyata ada satu syarat yang kami belum punya, yaitu surat keterangan domisili sampai kecamatan.

Sebenernya saya agak heran juga, karena dulu saya kerja di bank, keterangan domisili hanya untuk menggantikan jika KTP-nya masih luar kota, sementara KTP kami sudah Depok. Menurut saya sekarang kan sudah e-ktp dan sistemnya sudah online, kenapa perlu surat domisili lagi?

Setelah pertanyaan yang berputar-putar jawabannya (karena CS kayaknya masih baru), rupanya pihak bank tidak berani mengeluarkan nomor validasi jika syarat-syarat belum lengkap. Karena nomor ini hanya berlaku selama 1 minggu (kalau tidak salah) jadi memang riskan saat si calon haji mendaftar di kemenag dan ternyata tidak bisa diapprove karena kurang syaratnya.

Nomor validasi ini adalah nomor yang dikeluarkan dari sistem SISKOHAT ( Sistem Komputerisasi Haji Terpadu ) di bank, yang sudah online dengan sistem di Kementrian Agama. Akhirnya hari itu kami belum membuka tabungan haji karena harus mengurus surat domisili terlebih dulu.  Beberapa hari kemudian kami mengurus surat domisili ini dan akhirnya minggu depannya bisa buka tabungan haji.

Membuka rekening Tabungan Haji sama saja dengan membuka rekening tabungan biasa. Biaya buka rekening Rp 100.000,- plus untuk mendaftar mendapat porsi haji, kita menyetorkan dana awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) sebesar Rp 25.000.000,- . Jadi jumlahnya Rp 25.100.000,- Dana kami transfer dari rekening kami di bank lain, lalu didaftarkan di SISKOHAT oleh CS, sehingga mendapat nomor validasi. 

Saya kehilangan fotokopi syarat-syarat dari bank, tapi kemudian di departemen agama saya melihat syarat-syarat tersebut terpajang di dinding. Jadi saya foto, syarat-syarat pendaftarannya kira-kira seperti di bawah ini.


Karena kami buka rekening di bank dari pagi, dan syarat-syarat semuanya sudah lengkap, kami memutuskan langsung mengurus pendaftaran ke Kementrian Agama Kota Depok saat itu juga. Untuk pelayanan pendaftaran ini, Kementrian Agama Kota depok buka dari pukul 08.00-16.00. Kecuali Jumat sampai jam 16.30.


Pendaftaran ke Kemenag paling lambat 5 hari setelah membayar setoran BPIH, jadi jangan terlalu lama ya daftarnya. Setelah mendapat nomor validasi, langsung cuss daftar.

Kami sampai di kantor kemenag kira-kira pukul 10.00, dan antriannya sudah banyak ternyata. Kami dipersilakan isi formulir terlebih dulu lalu formulir dan syarat-syaratnya diserahkan kepada petugas. Nanti petugas akan entry data ke sistem, lalu para pendaftar akan dipanggil sesuai antrian untuk diambil foto dan sidik jarinya. 


Kami menunggu kira-kira sampai pukul 11.30 untuk difoto dan ambil sidik jari. Setelah itu menunggu lagi petugas meng-entry data dan meminta tanda tangan pimpinannya ke gedung sebelah. Kira-kira pukul 12.30 kami sudah mendapatkan SPPH atau Surat Pendaftaran Pergi Haji. 

Pendaftaran sudah beres. Kami bisa mengecek saat keberangkatan di website Kementrian Agama kira-kira 2 bulan lagi dengan memasukkan nomor porsi haji. 

Oiya, jika ingin melakukan pembatalan karena satu dan lain hal, berikut ini saya foto-kan juga syaratnya ya. 


Jadi kapan berangkat hajinya? Saya lupa, kayaknya masih 14 tahun lagi. Hahaha. Semoga disampaikan usianya untuk melihat lagi ka'bah dari dekat dan menunaikan rukun islam yang ke 5 ini. Aamiin yaa robbal 'aalamiin...

Baca juga :
Cerita Umrah (Part 1)
Cerita Umrah (Part 2)
Cerita Umrah (Part 3)

Wassalaamualaikum.









You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...