Langsung ke konten utama

A Short Trip To Ancol: Ocean Eco Park (Part 2)

Assalaamualaikum,

Halo! Saya mau melanjutkan cerita jalan-jalan ke Ancol part 1 kemarin. Setelah memandikan anak-anak yang main-main di pantai, makan siang dan shalat dhuhur, kami semua lanjut ke Ocean Eco Park. 

Ocean Eco Park sebenarnya memiliki berbagai wahana. Seperti Eco Farm untuk anak-anak yang bisa mengenalkan mereka pada hewan, dan juga bisa keliling-keliling bersepeda. Eco Park memang hijau karena banyak tamannya. Namun karena sudah terlalu siang, kami hanya berniat mengajak anak-anak naik cruise.

Katanya naik cruise ini pun seru. Anak-anak bisa menikmati naik perahu dan memberi makan hewan-hewan. Hmm, kayaknya lumayan seru ya? Kami pun jadi bersemangat deh.


Setelah pintu masuk ada terowongan-terowongan bambu sepert ini.

Area Eco Park ini sangat luas. Kita bisa memilih untuk berjalan, naik skuter, naik buggy car atau naik sepeda. Seandainya masih pagi sepertinya seru juga deh keliling-keliling naik sepeda di antara tumbuhan tanpa bertemu kendaraan besar begini. 

Menuju area naik cruise kami mengambil jalan yang memutar. Anak-anak yang sudah dari pagi main di pantai mulai kelelahan. Hahahaha...

Ketemu tanjakan si Bebe langsung minta gendong sama Papanya.

Ah, akhirnya sampai juga di dermaga. Di dermaga kita bisa membeli beras, jagung, makanan ikan dan daun kangkung untuk nanti diberikan pada binatang-binatang. Anak-anak senang banget bisa ngasih makan binatang sendiri. Mereka pun jadi belajar mengenai binatang.

Sambil menunggu cruise-nya tiba, kita ngasi makan ikan dulu, yuk!

Memberi makan ikan. Anak-anak awalnya takut-takut melempar makanan sendiri xD.



Setelah beberapa lama, akhirnya Cruise-nya tiba juga. Ini dia penampakannya,

Cruise di Ocean Eco Park.

Perahu ini muat diisi sampai sekitar 20 orang orang dewasa dan anak-anak. Perahunya memakai motor dan berjalan pelan melewati danau dan pulau-pulau buatan. Nikmat juga menikmati udara pantai dan semilir angin siang-siang begini. Anak-anak juga heboh banget nunjuk ke sana kemari sambil mengajukan pertanyaan-pertanyaan khas anak-anak.

Sepanjang danau, kita akan menemukan pemandangan hijau tumbuhan khas vegetasi iklim tropis.


Pohon-pohon menghijau sepanjang danau buatan.

Saya enggak tahu ini bangunan apa. Kalo kata si Bebe ini kayak castle :P.


Kami akhirnya sampai di suatu pulau buatan. Di pulau ini ada banyak rusa, angsa, bebek dan burung-burung. Turun dari cruise, kami langsung disambut oleh teman yang ramah dan senang diberi daun kangkung xD


Anak-anak takut-takut tapi excited. Hati-hati rusanya senang menyeruduk. Hahahaha...
Tapi jangan takut, karena ada petugas yang siap membantu, kok.


Bebe akhirnya berani memberi makan rusa. Yeay! Pintaar! :D


Bertemu angsa-angsa yang lagi ngadem.

Kami terus berjalan mengelilingi danau buatan. Di sini banyak burung-burung dan anak-anak pun senang sekali melemparkan beras dan jagung kering buat mereka.

Ada merpati dan ada kasuari juga.


Tumbuhan yang menghijau sepanjang jalan di Pulau buatan.

Eco Park cukup seru untuk didatangi. FYI, cuaca di sini khas iklim pantai alias panas, jadi enaknya pake sun block dan bawa payung. Tempatnya pun termasuk agak sepi untuk ukuran Ancol. Jadi kalau mau mampir ke sini enaknya sih di-combine sama main-main ke pantai atau ke lokasi lain biar jalan-jalan ke Ancolnya puas. Toiletnya cukup bersih dan enaknya toiletnya toilet jongkok jadi cukup nyaman deh buat lokasi seperti ini.

Hari sudah sore dan akhirnya kami pulang. Senang bisa jalan-jalan seru bareng teman-teman se-cluster. Semoga kapan-kapan kita bisa jalan-jalan bareng lagi. Aamiin ^^.

Wassalaamualaikum.

Komentar

echaimutenan mengatakan…
Keren juga ya...tapi masih kurang ijo yaaa..
Makasiii infonya miaa
Mia Fauzia mengatakan…
Sama sama echaa ^^. Iya ke sini enakan pagi atau sore
Meisza Adilla Herssy mengatakan…
keren yaaa kaa Miaaa. Pengen di Jogja juga ada taman-taman gitu dehhh ka, susah banget disini nyari taman :(
Lia Harahap mengatakan…
Terakhir main ke Ecopark gak naik perahunya. Abis kok ya matahari menyengat banget yaaa. Ternyata bisa kasih makan binatang yaa? Itu di pulau tengah-tengah kan, Mbak Mia? :)
Mia Fauzia mengatakan…
Ada Cha... Taman Sari... hihihihi...
Iya di Jakarta sekarang banyak taman. Ada taman tanjung, hidden park, hmm aku juga belum ngunjungin semua sih. Semoga nanti di Jogja bisa menyusul ya Cha banyak tamannya ^^
Mia Fauzia mengatakan…
Iya mataharinya menyengat karena iklim pantai kali yah?
Betul pulau-nya di tengah-tengah. Lumayan buat ngajak bocil kenalan sama binatang :D
HM Zwan mengatakan…
uwaaaa....bagus ya mak,kayaknya lebih sepi disini.asik kayaknya...^^
eh,si bebe rambutnya merah ya???hehe kayak buleeee :)
effie netta mengatakan…
baru tau di ancol ada ky gini, seru ya :)
Dwi Puspita mengatakan…
bagus bget ya...ini yg bagus kameranya atau pemandangannya yg bagus,,,hehehehe...
Nathalia Diana Pitaloka mengatakan…
wuih seru banget...
pengen deh maen ke sana jg :)

Postingan populer dari blog ini

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Assalaamualaikum, Sesuai judulnya, kali ini saya mau bandingkan tiga gendongan yang saya miliki, yaitu Geos (Gendongan Kaos), BabyK'Tan, dan Hip Seat Carrier (merk Mooimom). Postingan ini saya tulis karena cukup banyak orang yang bertanya di DM instagram mengenai gendongan ini. Kenapa saya pilih gendongan ini, lalu enak yang mana dan lain-lain. Karena itu saya pikir saya akan tulis di blog saja, supaya jika ada yang bertanya lagi tinggal saya share saja postnya. Jadi tidak perlu menjelaskan berkali-kali. Geos (Gendongan Kaos) Geos adalah gendongan pertama yang saya beli bahkan sebelum melahirkan. Gendongan tipe ini relatively termasuk murah, harganya di kisaran Rp 90.000-150.000 tergantung merknya.  Geos pertama yang saya beli online di @malilkids ukuran S, dan ternyata pas sampe saya coba kekecilan. Mungkin sayanya juga kepedean kali ya liat chartnya pilih S. Geos kedua hadiah dari teman, merknya Mere et Moi. Saya suka bahannya, sayang kekecilan juga karena ukuran

Survey TK di Depok

Assalaamualaikum, Seperti yang pernah gue janjikan, gue mau share hasil survey TK di Depok.  Hari pertama gue survey barengan sama Bu Pipit  ke Sekolah Alam Indonesia (SAI) dan Al-Azhar, hari ke dua ke Global Islamic Labschool (G-labs) dan Aisyiah bareng sama Mba Widya, temen satu cluster. Survey kali ini diniatin banget, karena setelah trial di Gymboree  gue belum survey lagi ke sekolah lain. Gue juga minta maaf kali ini gue cuma foto pakai tablet, jadi mungkin hasil fotonya ga sebagus pakai DSLR. Soalnya kalau pas survey bawa kamera rasanya ribet sekali. Hehehe... Okay. Let's start. TK Sekolah Alam Indonesia (SAI) SAI Depok lokasinya di Jl. Raden Saleh, tepat di pintu gerbang Studio Alam TVRI. Lokasinya termasuk lumayan deketlah dari rumah, tapi memang akses jalan termasuk jalan yang nggak terlalu besar dan banyak sekolah swasta lain yang berlokasi di jalan ini.  Gue penasaran dengan konsep sekolah alam yang katanya bagus dan ga bosenin. Katanya anak-anak dib

Cerita Trimester Tiga: Pilih-Pilih Rumah Sakit (Biaya Melahirkan di Hermina Depok & Bunda Margonda)

Assalaamualaikum, Bulan ini usia kehamilan saya sudah memasuki 36 minggu. Tidak terasa ya, kata beberapa orang. Tapi buat saya mah kerasa banget xD. Hahahaha. Ada rasa lega ketika menginjak masa-masa akhir kehamilan. Rasa syukur ketika akhirnya trimester pertama dan kedua sudah terlewati. Kehamilan kedua ini memang istimewa. Sempet ngalamin yang namanya bedrest, bolak-balik cek ke dokter, dan rasa lelahnya luar biasa. Padahal jaman hamil pertama dulu mah saya masih pake sepatu tinggi sampai usia 6 bulan kehamilan. Sampai usia 9 bulan masih kuat jalan-jalan naik motor. Sekarang? Boro-boro xD. Jalan setengah jam aja udah engap. Apalagi masuk trimester 3 ini. Perut rasanya sering menekan dan engap. Walaupun ternyata memang ini salah satunya disebabkan oleh placenta previa dan beberapa kondisi medis yang baru ketahuan setelah saya cek fetomaternal (mengenai cek fetomaternal ini insya Allah akan saya bahas di post yang lain). Satu lagi yang saya alami di trimester ini, seperti keh