Langsung ke konten utama

skyscanner Workshop: Belajar Mencintai Indonesia lewat Travelling

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau sharing ilmu dari workshop bersama Skyscanner bulan September lalu. It is a #latepost indeed, gapapa yah? Hehehe...

Workshop yang diselenggarakan di Ballroom Pullman Hotel Central Park Jakarta ini bertemakan Smart Travel Planning. Ini penting banget ya buat kita (nunjuk diri sendiri), keluarga kecil yang kalau mau apa-apa harus direncanakan terlebih dahulu. Kalau jaman masih single sih tinggal bawa badan, asal bisa nebeng tidur di tempat teman di kota tujuan, jadi deh. Atau asal ada teman seperjalanan yang susah-senang bareng, beres deh. 

Tapi kalau merencanakan perjalanan keluarga itu agak berbeda menurut gue. Pertama, harga tiket kudu dikali 3 dan bolak balik pula. Kedua, hotel harus yang nyaman karena ada anak kecil. Ketiga, itinerary dari tempat yang mau dikunjungi kudu jelas banget karena kalo enggak jadi riweuh karena berombongan. Hihihi... Nah, pas banget dong gue ikutan acara ini.


Hi! Saya lagi ikutan workshop bersama skyscanner ^^.

Hari itu yang pertama kami lakukan adalah mengunduh aplikasi dan di-challenge untuk menemukan harga terbaik pesawat bolak balik dari Jakarta-Singapore-Edinburgh-Singapore-Jakarta dengan waktu tercepat. Eaa... tentu saja saya nggak menang karena aplikasinya aja baru install hari itu :p.

Tapi permainan ini menjelaskan bagaimana dalam waktu terbatas kita masih bisa merencanakan perjalanan dengan harga terbaik. Penggunaan Skyscanner bisa menghemat banyak waktu ketimbang kita masuk ke berbagai situs masing-masing maskapai atau pencarian hotel hanya untuk membandingkan harga. Jadi semacam one-stop-shopping for traveller begitu.

Jika kita buka situs Skyscanner, maka kita akan menemukan bahwa travelling bisa jadi lebih mudah karena sistem metasearch yang terintegrasi langsung dengan para pihak ketiga yaitu perusahaan-perusahaan penerbangan dan perhotelan. Fasilitas ini juga dipermudah dengan penggunaan 30 bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Selain bisa ditemukan di website www.skyscanner.co.id, kamu juga bisa mengunduh aplikasinya lewat App Store atau Google Play. Hooo... #okesip.

Setelah pengantar dan games, ada sesi pertama yang diisi oleh talkshow mengenai Smart Travel Planning. Narasumbernya adalah Tika Larasati (Marketing Manager Skyscanner Indonesia), Anna Evrida (Senior Manager Digital Marketing PT Garuda Indonesia), Ratna Suranti (Direktur Pencitraan Indonesia dari Kemenparekraf), dan Dimas Surya (Co-founder dan Commercial Director Tiket.com).

Para pembicara: Dimas Surya, Anna Evrida, Ratna Suranti, dan Tika Larasati.

Wuih, ada 3 perempuan dengan Job Title yang kece-kece jadi narasumbernya! *fokus, Mi, fokus...* 


Di sesi ini yang paling menarik perhatian saya adalah saat presentasi dari Bu Ratna Suranti dari Kemenparekraf memutarkan video campaign Wonderful Indonesia. Duh, sumpah deh langsung mupeng pengen travelling. Subhanallaah.... Indonesia alamnya indah banget! Apalagi selama ini hanya bisa menikmati gambar-gambar travelling lewat travel blog macam Marischka Prudence atau Swastika Nohara.

Kalian tahu pulau Komodo dong ya? Coba tonton deh video Wonderful Indonesia untuk Pulau Komodo, Labuan Bajo ini. Ngeliatnya aja nangiis pengen pergi. Huhuhuhu... 


Menurut Bu Ratna, sekarang orang Indonesia lebih senang jalan-jalan ke luar negeri ketimbang di negeri sendiri. Padahal di Indonesia tujuan wisatanya banyak dan semuanya indah. 

Ini tentu saja memancing peserta workshop buat bertanya sama Bu Ana Evrida dari Garuda Indonesia,"Bu, kami pengen jalan-jalan keliling Indonesia. Tapi kok tiketnya mahal banget? Masih murahan ke luar negeri."

Menurut Bu Anna, saat ini tiket menuju tujuan-tujuan wisata di Indonesia macam Raja Ampat atau Labuan Bajo dan lain-lain itu masih terbentur sama wisatawannya. Peminatnya masih terhitung sedikit, karena itu harganya enggak bisa murah. "Makanya travelling di Indonesia dong. Kalau banyak peminat, harga tiket bisa murah." katanya. 

Pertanyaan itu tentu saja memancing pertanyaan lain. "Bu, kenapa sih Garuda harganya enggak murah?" Dan tentu saja seluruh ruangan riuh. Bu Anna pun sigap menjawab. Menurutnya, tiket Garuda itu memang agak lebih mahal dibanding maskapai low cost carrier. Tapi harga ini sudah all-in. Artinya, dengan harga segitu kita bisa mendapatkan penerbangan langsung (nggak pake transit), sudah termasuk makan dan bagasi.  Jadi penerbangan lebih nyaman. 

Tipsnya, jika ingin tiket Garuda yang lebih murah, kita harus memanfaatkan fasilitas pemesanan dari jauh hari, minimal 3 bulan sebelumnya. Manfaatkan masa promo, bisa juga dengan memanfaatkan fasilitas cicilan 0%. *catet*


Workshop
Sesi ke dua adalah workshop travelling. Di sini kami dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok teman seperjalanan. Ceritanya kami diberi sejumlah budget untuk merencanakan perjalanan bersama ke mana saja. Lalu kami diminta mebuat sebuah travelling board yang isinya mengenai rencana perjalanan kita tersebut. 

Saya satu kelompok sama Mak Shintaries, Mak Nunung, Khalida Fitri, dan Henny Hartini. Dan... setelah melewati sebuah diskusi yang cukup serius. Kami akhirnya memutuskan kami pengen ke Pulau Komodo, The Land of The Dragons. Tujuannya: kami mau selfie bareng di Pink Beach! Hahahaha....


Ini lho, diskusi kelompok yang serius banget aku bilang itu. Hahahaha... XD.
Ceritanya mau candid tapi kayaknya semua orang keburu geli sendiri.
Foto by si kakak anaknya Mak Nunung.

Dengan menggunakan fasilitas skyscanner, kami mulai mecari harga tiket dan hotel terbaik. Semua harga di print bersama dan kami pun mencari beberapa foto yang berhubungan sama pulau Komodo. Untungnya mak Shinta bawa laptop jadi ga ngantri di Komputer yang disediakan.

Di travelling board kami mencantumkan Itinerary, harga pesawat bolak balik Jakarta-Labuan Bajo, plus harga hotel, serta tidak lupa foto welfie kita bareng.

Ini dia Travelling Board kita. 

Yang serius banget pengen ke Komodo.
Ini Candid by mak Shintaries. Nah kalo ini sih candid beneran ya :p.
(photo courtesy of Shintaries)


Wuih, setelah selesai kami langsung foto dengan hebohnya.

Ini lho rekan satu tim saya. Henny, Mak Shinta, Mak Nunung, dan Khalida Fitri.

Bersama Mak Shinta, Jeng Sri, dan Khalida Fitri.

Pulang Workshop kami dikasih goodiebags yang isinya segambreng travelling kit. Ada buku-buku travelling, agenda, handuk, luggage tag, voucher diskon Garuda Indonesia dan kalender pariwisata Indonesia. 



Nah, makin pengen liburan deh ini yang lagi ngetiknya. Berarti nih, pelajaran pertama yang dilakukan nanti kalau mau liburan adalah buka situs macam Skyscanner ini dulu. Secara ya di situsnya semua harga tiket penerbangan berbagai maskapai udah tersedia tinggal dibanding-bandingin mana yang lebih cocok sama hati, enggak perlu banyak buka situs lain buat bandingin harga doang. Selain itu ada juga informasi berapa jam perjalanan setiap tujuan, jadi kita bisa bandingkan juga maskapai satu dengan lainnya.

Pelajaran keduanya: aku mau travelliiing, please! *dijitak Hubby pake cinta* :p


Pulang workshop saya dijemput Hubby dan Bebe yang abis jalan-jalan berdua di Central Park. Sebelum pulang kami sempat ke arah luar ballroom dan nemu spot kece di atas hotel Pullman ini.



Sekian cerita gue hari ini. I'll see you in the next post yah ;).

Wassalaamualaikum.


Komentar

dey mengatakan…
Nebeng Mia aja deh kalo mau travelling .. :D
Dwi Puspita mengatakan…
ahhhhhh,,,mupeng,,,,pengen ikutan juga acaranya,,,bakalan seru nih,,,,pulau komodo,,,,aku juga mau kesana,,,,
yogiezone mengatakan…
maaakkk...minta itinerary-nya dooonnnggg...:D
Lia Harahap mengatakan…
satu lagi sih yang rada kurang kalo di Indonesia. transportasi umumnya belum memadai. hehehe kalo di kota-kota negara lain kan cukup naik transportasi umum mereka aja bisa kemana2. hehehe. semoga Indonesia makin maju ya pariwisatanya :))
Roswitha Jassin mengatakan…
Pengen jalan jalan lagiiii.. ke danau toba ke bunaken de el el..
Elsa mengatakan…
pingin ikutan ke pulau komodo juga aaahhh
Uniek Kaswarganti mengatakan…
traveling boardnya keren Mia :) event2 di Jekardah selalu bikin mupeng deeehh... ;)

Postingan populer dari blog ini

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Assalaamualaikum, Sesuai judulnya, kali ini saya mau bandingkan tiga gendongan yang saya miliki, yaitu Geos (Gendongan Kaos), BabyK'Tan, dan Hip Seat Carrier (merk Mooimom). Postingan ini saya tulis karena cukup banyak orang yang bertanya di DM instagram mengenai gendongan ini. Kenapa saya pilih gendongan ini, lalu enak yang mana dan lain-lain. Karena itu saya pikir saya akan tulis di blog saja, supaya jika ada yang bertanya lagi tinggal saya share saja postnya. Jadi tidak perlu menjelaskan berkali-kali. Geos (Gendongan Kaos) Geos adalah gendongan pertama yang saya beli bahkan sebelum melahirkan. Gendongan tipe ini relatively termasuk murah, harganya di kisaran Rp 90.000-150.000 tergantung merknya.  Geos pertama yang saya beli online di @malilkids ukuran S, dan ternyata pas sampe saya coba kekecilan. Mungkin sayanya juga kepedean kali ya liat chartnya pilih S. Geos kedua hadiah dari teman, merknya Mere et Moi. Saya suka bahannya, sayang kekecilan juga karena ukuran

Survey TK di Depok

Assalaamualaikum, Seperti yang pernah gue janjikan, gue mau share hasil survey TK di Depok.  Hari pertama gue survey barengan sama Bu Pipit  ke Sekolah Alam Indonesia (SAI) dan Al-Azhar, hari ke dua ke Global Islamic Labschool (G-labs) dan Aisyiah bareng sama Mba Widya, temen satu cluster. Survey kali ini diniatin banget, karena setelah trial di Gymboree  gue belum survey lagi ke sekolah lain. Gue juga minta maaf kali ini gue cuma foto pakai tablet, jadi mungkin hasil fotonya ga sebagus pakai DSLR. Soalnya kalau pas survey bawa kamera rasanya ribet sekali. Hehehe... Okay. Let's start. TK Sekolah Alam Indonesia (SAI) SAI Depok lokasinya di Jl. Raden Saleh, tepat di pintu gerbang Studio Alam TVRI. Lokasinya termasuk lumayan deketlah dari rumah, tapi memang akses jalan termasuk jalan yang nggak terlalu besar dan banyak sekolah swasta lain yang berlokasi di jalan ini.  Gue penasaran dengan konsep sekolah alam yang katanya bagus dan ga bosenin. Katanya anak-anak dib

Cerita Trimester Tiga: Pilih-Pilih Rumah Sakit (Biaya Melahirkan di Hermina Depok & Bunda Margonda)

Assalaamualaikum, Bulan ini usia kehamilan saya sudah memasuki 36 minggu. Tidak terasa ya, kata beberapa orang. Tapi buat saya mah kerasa banget xD. Hahahaha. Ada rasa lega ketika menginjak masa-masa akhir kehamilan. Rasa syukur ketika akhirnya trimester pertama dan kedua sudah terlewati. Kehamilan kedua ini memang istimewa. Sempet ngalamin yang namanya bedrest, bolak-balik cek ke dokter, dan rasa lelahnya luar biasa. Padahal jaman hamil pertama dulu mah saya masih pake sepatu tinggi sampai usia 6 bulan kehamilan. Sampai usia 9 bulan masih kuat jalan-jalan naik motor. Sekarang? Boro-boro xD. Jalan setengah jam aja udah engap. Apalagi masuk trimester 3 ini. Perut rasanya sering menekan dan engap. Walaupun ternyata memang ini salah satunya disebabkan oleh placenta previa dan beberapa kondisi medis yang baru ketahuan setelah saya cek fetomaternal (mengenai cek fetomaternal ini insya Allah akan saya bahas di post yang lain). Satu lagi yang saya alami di trimester ini, seperti keh