Langsung ke konten utama

From Indonesia Fashion Week 2015 (PART II): THE EXECUTIVE

Assalaamualaikum,

Hari ini saya mau melanjutkan cerita dari IFW sebelumnya. Fashion show ke dua yang saya hadiri pada hari Jumat itu adalah The Executive In Collaboration with Hannie Hananto, Ria Miranda and Jenahara.

Setelah makan dan shalat ashar, kami bersiap-siap menuju Main Hall B di mana fashion show ini digelar. Menuju Main Hall kami sudah mulai agak santai dengan sekitar dan juga mulai have fun lihat-lihat bazaar. Lucunya, saya, Witha sama Mira terpisah sama Yeye dan Ayu di bazaar. Maklumlah ya perempuan enggak bisa lihat baju-baju bagus dipajang. Jadi ada yang pingin lihat-lihat serius, ada yang niatnya nungguin sambil jalan pelan-pelan. Lalu baru nyadar setelah agak jauh kok ternyata kita udah enggak ketemu lagi ya xD.

Akhirnya saya masuk ke Hall barengan sama Witha dan Mira. Karena hallnya besar kami pun bisa leluasa memilih tempat duduk supaya lebih bebas mengambil foto. Kami sampai keluar dari sayap yang satu lalu mencari tempat duduk lagi di sayap yang lain. Hahahaha... 

Jika diperhatikan, desain catwalk dalam main hall yang berbentuk persegi panjang dan lebar ke arah samping sudah menjadi ciri khas IFW. Desain ini memungkinkan audiens melihat desain pakaian dari berbagai sisi. Ini pun juga bisa dieksplorasi secara baik untuk menghasilkan koreografi yang menarik. Buat saya, saya jadi agak lebih leluasa melihat tanpa model terhalangi oleh kepala audiens.

Akhirnya tidak lama kemudian Fashion Show pun dimulai. Seperti yang sudah kita ketahui, The Executive adalah salah satu label dari grup Delami Brands yang khusus memproduksi pakaian kerja. Ini bukan pertama kalinya The Executive bekerja sama dengan desainer pakaian muslim. Pada IFW 2014 The Executive berkolaborasi dengan Hannie Hananto. Tahun ini  brand tersebut kembali menggandeng Hannie Hananto dan juga sekaligus dua desainer muslim muda lainnya yang sedang naik daun, Jenahara dan Ria Miranda.

Ketiga desainer ini menampilkan gaya The Executive yang busananya formal namun masih memperlihatkan ciri khas dari masing-masing desainer. Hannie Hananto yang sophisticated dan bold, Ria Miranda yang senang desain feminin dan pastel, serta Jenahara yang desainnya selalu muda dan edgy. Koleksi Hannie bertabur warna hitam putih, Ria bermain pastel dalam warna putih dan khaki, sementara Jenahara banyak bermain warna cokelat dan hitam.

Yuk, kita lihat satu per satu koleksinya.


HANNIE HANANTO

Koleksi Hannie Hananto ditampilkan pertama kali di atas catwalk dan langsung menarik perhatian saya. And I must say, this is definitely the celebration of monochromatic! 

Seperti kolaborasinya tahun lalu bersama The Executive, kali ini Hannie juga memakai warna hitam dan putih. Hannie memadukan hitam dan putih dengan berani. Jika saya biasa melihat hitam dan putih bergabung dengan modest, maka desainnya Hannie ini adalah warna hitam putih yang mencuri perhatian. 




Koleksinya memiliki cutting yang longgar, flowy, namun tetap clean. Banyak dress, atasan panjang dan celana yang berbahan sifon serta kaos. Padu-padannya pun keren deh. Ditambahkan aksesori topi, kacamata hitam, tas tangan hitam-putih,  sepatu hitam-putih, bahkan jilbabnya hitam-putih juga! Duh, kece banget! Very Urban-Lady-like!


Photo courtesy of tribunnews.com.

Photo courtesy of tribunnews.com.

Ini foto paling favorit. Many times, I wish I could be there, in the Fashion Photographer Pit, and took fashion pictures.
Photo courtesy of tribunnews.com.


RIA MIRANDA



Koleksi kolaborasi Ria Miranda dan The Executive masih menampilkan gaya khas Ria yang feminin dan pastel. Ria menggunakan palet warna cokelat muda, khaki dan putih. Pakaian-pakaian yang ditampilkan bersiluet lebar dan dengan gaya jilbab turki yang dilipat segitiga dan diikat sederhana.

Photo courtesy of tribunnews.com.

JENAHARA

Sedikit berbeda dengan dua desainer sebelumnya, Jenahara bermain di warna palet gelap hitam, cokelat dan krem. Desain pakaiannya muslimnya modern dan edgy. Para model yang memperagakannya pun memakai sepatu kets sehingga tampilannya tampak muda dan boyish.





Ria Miranda, Jenahara and Hannie Hananto.

Setelah fashion show The Executive saya memutuskan langsung pulang dan tidak melanjutkan menonton fashion show Irna Mutiara pada pukul 19.30 karena sudah terlalu malam. Dan ga nyangka di saat berjalan di antara bazaar saya bertemu dengan Echa padahal kita ga janjian. Nice to meet you, Echa ^^. 


Photo courtesy of Witha.

Begitulah cerita saya dari IFW 2015. Sampai bertemu di IFW tahun berikutnya :).

Wassalaamualaikum.


Komentar

NiaNastiti mengatakan…
poto2nya bagus2 banget Mbaa, ngiri aku g dapat yg sebagus itu, hihi :P
Febriyan mengatakan…
Kolaborasi yang keren ya. Tiga desainer top Indonesia dengan The Executive.
Anisa Muthi'ah mengatakan…
mba mia, makasih ya. aku nggak dateng tapi bisa dapet reviewnya selengkap ini. semoga impiannya jadi fashion photographer terwujud.
ohya, tadi sempet fokus di paragraph kedua, emang begitu yaa kebiasaan buibuu. haha
Dwi Puspita mengatakan…
acara beginian pasti seru abiz ya mbak, pengen juga nonton langsung...
Mia Fauzia mengatakan…
Mamaciih, Nia.. potoku yg pake watermark kacamatamia, yg lainnya photo courtesy Tribunnews.com ^^
Mia Fauzia mengatakan…
Iyes, betul banget :)
Mia Fauzia mengatakan…
Hehehehe.. aamiin... mamaciih Amuuth ^_^
Mia Fauzia mengatakan…
Iya mba seru buat nambah referensi fashion ^_^
besinikel mengatakan…
Gw pengen deh ikut2 acara beginian, tp dandanan gw kan gembel banget..... Dandanin gw, dong, Mi.. *lah maha curhat* :))))
Mia Fauzia mengatakan…
Gembel apaan, kece begitu jugaaaak... apalagi kaligrafinyaaa.. aak... akuh mupeng syekalih :D. Feni, sekali kali mitup atuh yuuuks kitaa
DIJA mengatakan…
15 tahun lagi,Dija mau hadir di IFW juga
Tri Sapta mengatakan…
Keren Mak ulasannya.

Postingan populer dari blog ini

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Assalaamualaikum, Sesuai judulnya, kali ini saya mau bandingkan tiga gendongan yang saya miliki, yaitu Geos (Gendongan Kaos), BabyK'Tan, dan Hip Seat Carrier (merk Mooimom). Postingan ini saya tulis karena cukup banyak orang yang bertanya di DM instagram mengenai gendongan ini. Kenapa saya pilih gendongan ini, lalu enak yang mana dan lain-lain. Karena itu saya pikir saya akan tulis di blog saja, supaya jika ada yang bertanya lagi tinggal saya share saja postnya. Jadi tidak perlu menjelaskan berkali-kali. Geos (Gendongan Kaos) Geos adalah gendongan pertama yang saya beli bahkan sebelum melahirkan. Gendongan tipe ini relatively termasuk murah, harganya di kisaran Rp 90.000-150.000 tergantung merknya.  Geos pertama yang saya beli online di @malilkids ukuran S, dan ternyata pas sampe saya coba kekecilan. Mungkin sayanya juga kepedean kali ya liat chartnya pilih S. Geos kedua hadiah dari teman, merknya Mere et Moi. Saya suka bahannya, sayang kekecilan juga karena ukuran

Survey TK di Depok

Assalaamualaikum, Seperti yang pernah gue janjikan, gue mau share hasil survey TK di Depok.  Hari pertama gue survey barengan sama Bu Pipit  ke Sekolah Alam Indonesia (SAI) dan Al-Azhar, hari ke dua ke Global Islamic Labschool (G-labs) dan Aisyiah bareng sama Mba Widya, temen satu cluster. Survey kali ini diniatin banget, karena setelah trial di Gymboree  gue belum survey lagi ke sekolah lain. Gue juga minta maaf kali ini gue cuma foto pakai tablet, jadi mungkin hasil fotonya ga sebagus pakai DSLR. Soalnya kalau pas survey bawa kamera rasanya ribet sekali. Hehehe... Okay. Let's start. TK Sekolah Alam Indonesia (SAI) SAI Depok lokasinya di Jl. Raden Saleh, tepat di pintu gerbang Studio Alam TVRI. Lokasinya termasuk lumayan deketlah dari rumah, tapi memang akses jalan termasuk jalan yang nggak terlalu besar dan banyak sekolah swasta lain yang berlokasi di jalan ini.  Gue penasaran dengan konsep sekolah alam yang katanya bagus dan ga bosenin. Katanya anak-anak dib

Cerita Trimester Tiga: Pilih-Pilih Rumah Sakit (Biaya Melahirkan di Hermina Depok & Bunda Margonda)

Assalaamualaikum, Bulan ini usia kehamilan saya sudah memasuki 36 minggu. Tidak terasa ya, kata beberapa orang. Tapi buat saya mah kerasa banget xD. Hahahaha. Ada rasa lega ketika menginjak masa-masa akhir kehamilan. Rasa syukur ketika akhirnya trimester pertama dan kedua sudah terlewati. Kehamilan kedua ini memang istimewa. Sempet ngalamin yang namanya bedrest, bolak-balik cek ke dokter, dan rasa lelahnya luar biasa. Padahal jaman hamil pertama dulu mah saya masih pake sepatu tinggi sampai usia 6 bulan kehamilan. Sampai usia 9 bulan masih kuat jalan-jalan naik motor. Sekarang? Boro-boro xD. Jalan setengah jam aja udah engap. Apalagi masuk trimester 3 ini. Perut rasanya sering menekan dan engap. Walaupun ternyata memang ini salah satunya disebabkan oleh placenta previa dan beberapa kondisi medis yang baru ketahuan setelah saya cek fetomaternal (mengenai cek fetomaternal ini insya Allah akan saya bahas di post yang lain). Satu lagi yang saya alami di trimester ini, seperti keh