Senin, 20 April 2015

Tentang Cinta Sepanjang Masa

Assalaamualaikum,

Minggu lalu saya mendapat kabar duka. Uwa Istri, istri dari Uwa (kakaknya Mamah), meninggal. 

Ceritanya beberapa waktu lalu Uwa dan Uwa Istri mengunjungi rumah sepupu saya. Suatu pagi Uwa Istri terjatuh setelah keluar dari kamar mandi. Anak-anaknya membawanya ke rumah sakit, namun tampaknya sudah tidak tertolong. Empat hari kemudian Uwa istri meninggal dan hari itu juga jenazahnya diantar ke peristirahatan terakhirnya di Ciamis. 

Saya cuma mendengar ceritanya melalui telepon dari Mamah. Mamah bercerita tentang saat terakhir Uwa dan Uwa istri. Dan mendengarnya saja rasanya enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mamah bercerita Uwa tampak terguncang. Namun saat ia membuka kafan, melihat wajah istrinya untuk terakhir kali, ia berkata,"Ya Allah, nyanggakeun. Abdi ikhlas." Saya pun ikutan nangis.

Iya, saya sedih sekaligus terharu. Setiap saudara di keluarga kami mengenal Uwa dan Uwa istri ini seperti pasangan yang enggak pernah terpisahkan. Walaupun sama-sama sudah sepuh, tapi pergi kemana pun selalu bersama. Dari cuma pergi dekat sampai ke rumah saudara jauh, selalu bersama. 

Banyak yang bilang makin tua, cinta itu enggak seperti cinta jaman pacaran. Cinta itu berubah jadi persahabatan yang dalam dan diisi dengan saling mengerti satu sama lain. Cinta juga berubah jadi tanggung jawab besar dalam memainkan peran masing-masing. Cinta enggak melulu tentang cinta yang kita rasakan waktu pertama kali jatuh cinta. 

Pikiran ini masih ada di kepala saya saat tiba-tiba video di bawah ini muncul di feed YouTube saya. Video talk show off air program Mata Najwa ini menghadirkan Habibie. Ini pertama kalinya saya melihat Habibie membicarakan cintanya pada Ainun secara langsung dan bukan dari buku. Nonton deh, lucu, inspiring banget dan bikin mewek :').




Tentulah yang paling saya ingat dari kisah cinta Habibie dan Ainun adalah saat buku dibuka oleh prolog Habibie sendiri. Mengenai pentingnya ia menulis buku mengenai Ainun agar bisa tetap rasional menghadapi kematian Ainun. Selain tentu saja kisah cinta mereka yang disampaikan dengan cara yang sederhana dan gamblang. 

Cinta mereka ada di rasa sabar, pengertian, kerja sampai jauh malam, hidup hemat, merawat anak-anak, dan yang paling penting, kehadiran mereka untuk satu sama lain. Selalu bersama, apa pun yang terjadi. 

Jika melihat cinta antara dua manusia yang bertahan sampai berpuluh tahun sampai keduanya dipisahkan kematian seperti ini, saya jadi berpikir cinta yang dirasakan saat pertama kali jatuh cinta itu ternyata adalah makna cinta yang sempit. Bahkan mungkin sangat sempit. Apalagi jika dikejar lagi dengan pertanyaan berikutnya, "Apa nanti di surga kita bisa berkumpul lagi ya?" 

Semoga kita semua bisa merasakan nikmatnya mencintai dan dicintai seperti itu ya :'). Aamiin.


Istrinya udah segala ekspresi. Suaminya ya gitu semua ekspresinya.
Hehehehe. I hope we can have that kind of love too ya, Hubby :').

Wassalaamualaikum.

33 komentar:

Anonim mengatakan...

Mbak Miaa.. baru nyadar kalau sekarang blognya udah rumah baru.. selamat-selamat. :D
semoga langgeng terus ya Mbaaaak. jodoh dunia-akhirat.. :D

Mia Fauzia mengatakan...

Hehehe.. makasih nitaa... iyes akhirnya .com juga.
Sama sama ya Nit, the same prayer for you :*

Febriyan mengatakan...

Pindah rumah juga??? Hmmm

Semoga kesampaian Mia yang diinginkan. Merasakan cinta seperti mereka yang km sebutkan.
Ainun Habibie memang kisahnya. Huaaaa. Bener2 jempol deh.
Febriyanlukito.com

Mia Fauzia mengatakan...

Iya... inspiring ya. Aamiin.. same prayer for you too, Ryan 😊

Mia Fauzia mengatakan...

Jiahahaha... ternyata Ryan pindah rumah jugak? XD

Adesi mengatakan...

kalo liat habibie ainun gitu aku merasa...



duh masih jauh banget kayaknya nemu cinta yang kayak gitu hehehee

Lidya Fitrian mengatakan...

wah aku juga baru ngeh kalo udah rumah baru, syukuran atuh :)

Unknown mengatakan...

Amiiin Ya Allah..
Jadi malu ya kadang kalo berantem dikit aja sama suami pikiran udah kemana2, padahl umur nikah juga baru kemaren2. Semoga jodoh dunia-akhirat yaa kita sama suami2

Bebe mengatakan...

Aamiin.. semoga ya Mia..
Aku juga salut ngeliat kisahnya pak Habibie dan ibu Ainun.

Memez mengatakan...

Hohooooo kalau lihat Habibie memang nih pria langka di dunia ya.. romantisnya tapi dengan realitas #Halahapasihbahasague

Masalah foto sama pak Suami... bukankah laki2 memang gitu ya Mi? Kita siiih udah asyik pose gimana gitu, eh dia lempeng ajah...

Pungky KD mengatakan...

Mampir ke rumah baruuu...yeeee....

Turut berduka ya Mia atas berpulangnya uwa istri,,,
Aku udah nonton Habibie yang di Mata Najwa itu...dan pastinya dong aku nangis....huhuhu....

Roswitha Jassin mengatakan...

Mia turut berduka ya atas kehilangan uwa istri. Langgeng terus Mama Papa Aira. Kece deh pinky pinky mah mianya ^^

Yeye mengatakan...

Prikiitiw lagheeee :p

Turut berduka yah Mia atas berpulangnya istri nya Ua..

Ms. Kat mengatakan...

ikut mengaminkan doanya mak, mudahan doanya jg kembali ke semua yg mengaminkan. btw ngakak baca captionnya, istrinya ekspresif suaminya malu-malu jaim hahaha

Irma Senja mengatakan...

Turut berduka cita mak mia,...dan turut berbahagia ya dgn cintanya :)

Lia Harahap mengatakan...

Turut berduka cita ya Mbak Mia.
Suka sama foto di bagian penutupnya :)

Jade Ayu mengatakan...

waa... rumah baruuuu...
turut bduka ya mamah Mia.. Amin Insya Allah qta diberikan ksempatan berkasihsayang sm suami smp seterusnya yaaa

Mia Fauzia mengatakan...

Insya Allah. Kata Pak Habibie cinta dua insan yang kita namakan jodoh itu rahasianya ada pada Allah :D. Semangaaat!

Mia Fauzia mengatakan...

Hahaha.. Iya ni Mba ngikut jejakmu. Alhamdulillah :)

Mia Fauzia mengatakan...

Aamiin... Iyaa Fen. Masih berusaha belajar saling mencintai dengan dewasa ya :')

Mia Fauzia mengatakan...

Aamiin... Iya Be. Salut banget yaa. Ternyata meninggalnya bu Ainun bisa bikin kita semua belajar tentang cinta :')

Mia Fauzia mengatakan...

Nah itu Mez maksud ekkeh. Habibie bicaranya gamblang enggak berbunga-bunga, mungkin pengaruh orang teknik, tapi romantis yaa. Ga pake tuh rayuan-rayuan ga jelas heehehe.

Hahahaha.. tampaknya para laki-laki memang begitu ya Mez xD

Mia Fauzia mengatakan...

Toss lagii Maak. Hehehehe.

Makasih ya Pungky. Iya mengharukan ya :')

Mia Fauzia mengatakan...

Makasih ya, Witha. Aamiin... Semoga WItha juga langgeng terus sama suaminya :))

Mia Fauzia mengatakan...

Ngikut jejakmu nih Ye. Makasih ya, Yeye

Mia Fauzia mengatakan...

Makasih Mak Irma, semoga Mak Irma dan suami juga langgeng terus ya. Aamiin :)

Mia Fauzia mengatakan...

Makasih ya, Lia.
Hehehe.. iya poto random, makasih ya Neng :)

Mia Fauzia mengatakan...

Makasih, Buyu. Aamiin.. Same prayer goes to you ya Buyu. Semoga rukun dan langgeng terus :)

Desi mengatakan...

ihiiyyy rumah barunya kereeennnn ;)))

gue juga selalu terharu deh ama cerita pak Habibi danibu Ainun..sungguh mereka cerminan cinta abadi dan saling setia sampai mati yaa.. :,)

Unknown mengatakan...

Huaaaa. Turut berduka cita ya Bu Mia. Semakin menuju ke akhir semakin hangat bacanya.. Semoga ya cinta kita selalu tumbuh seiring usia.

Anonim mengatakan...

turut berduka ya mbak mia, atas meninggalnya uwa istri.
btw, aku sama suami dulu first date nya nonton film ainun habibie, mbak. eh sekarang malah tetanggaan sama rumahnya beliau yang di cibubur, mbak :D

Anonim mengatakan...

turut berduka atas meninggalnya uwa, semoga amal ibadahnya di terima di sisiNya.

Santi Dewi mengatakan...

fotonya bikin ngiri deh... hehe... semoga tetap langgeng selamanya ya...

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...