Rabu, 24 Juni 2020

Honest Review: Vacuum Cleaner Stick Kurumi KV05




Assalaamualaikum.
Kali ini saya mau review Vacuum Cleaner Stick Kurumi KV05. Ini judulnya pake ‘honest review’ nggak berarti kalo saya review itu ngga honest ya. Tapi biar click bait aja. Wkwkwk. Dan ini bukan sponsored post salah satu merk apa pun.

Saya lumayan mendapat banyak pertanyaan mengenai vacuum stick ini di instagram. Saya juga sempat bikin polling, dan ternyata banyak juga yang pingin tahu reviewnya gimana. FYI, saya sudah memakai vacuum cleaner stick kurumi ini selama sekitar 8 minggu atau hampir 2 bulan.

Saya termasuk ibu-ibu yang sangat merasa terbantu dengan adanya vacuum cleaner.  Banyak yang menanyakan sama saya, kalau sudah vacuum lantai, apa sudah nggak perlu dipel? Lalu apa bedanya dengan menyapu biasa?

Pada prakteknya, sebenarnya vacuum cleaner menggantikan peran menyapu. Yaitu menyingkirkan debu tapi tidak menggantikan proses mengepel. Bedanya, lantai yang divacuum biasanya lebih bersih daripada lantai yang disapu. Beneran deh, rasanya beda di telapak kaki kita saat menginjak lantai yang disapu dan di-vacuum. Karena proses menyapu biasanya membuat debu terbang dan berulang kali kembali ke lantai. Proses menyapu juga membuat arah menyapu harus mengikuti arah tertentu hingga keluar ruangan, dan keluar rumah. Sehingga biasanya memakan waktu lebih lama.

Sementara mem-vacuum atau menyedot debu di lantai, prosesnya langsung menyingkirkan debu dari lantai begitu saja. Yah, nggak hanya debu sih, tapi juga rambut-rambut, sisa makanan, dan kotoran yang sifatnya serpihan-serpihan. Jadi tentu hasilnya lebih bersih daripada menyapu. Seringkali, dengan mem-vacuum lantai saya jadi nggak perlu mengepel setiap hari banget. Bisa 2 atau bahkan 3 hari sekali, tergantung kondisi lantainya. Tapi kalau memang lagi kotor karena anak-anak main, atau lantai dapur, ya mau ga mau harus dipel juga.

Vacuum cleaner stick Kurumi KV05 ini adalah vacuum cleaner ke tiga yang saya miliki selain Electrolux Ergorapido dan Hand Vacuum Cleaner Zuupermum. Electrolux Ergorapido pernah saya review di post instagram saya di bawah ini. Sementara hand vacuum cleaner Zuupermum pernah saya review di sini.



Sudah punya vacuum cleaner cordless dan hand vacuum, ngapain beli lagi?

Sebenarnya si Kurumi bukan barang yang kami rencanakan buat dibeli. Hubby beliin saya Kurumi karena suatu hari tiba-tiba si Ergorapido ngadat ga mau nyala. Padahal saat itu kalau nggak salah sudah mau masuk bulan puasa. Kayaknya semua Mamak-Mamak tahu ya, bulan Ramadhan biasanya merupakan bulan terhectic buat Mamak-Mamak sepanjang tahun.

Hubby tahu banget saya nggak bisa bebersih tanpa vacuum cleaner, alat ini sangat memudahkan hidup karena bisa membersihkan dalam waktu jauh lebih singkat dibanding pakai sapu. Karena saya sempat stress saat pindah kembali ke rumah yang luasan lantainya nambah jadi dua kali lipat. Jadi saat si ergorapido ngadat, dan ternyata waktu servisnya makan waktu sekitar 2 minggu (dari sejak nelpon service center sampai servis selesai), ia langsung nawarin beliin vacuum cleaner baru buat cadangan kalau-kalau kejadian seperti ini terjadi lagi nanti. Saya nggak bisa ngebayangin ngelewatin bulan Ramadhan tanpa adanya vacuum cleaner. Mungkin saya bakal stress lagi 😁.

Setelah pilih-pilih, akhirnya pilihan saya jatuh ke Kurumi KV05. Pertimbangannya, Kurumi daya isapnya kuat, bentuknya stick kayak model Dyson kalo di luar negeri itu. Harganya hanya setengah dari harga Ergorapido atau Philips. Pikir saya, kalaupun sampe ngadat, seenggaknya harganya ga bikin nyesek banget. Hahaha.

Ini dia penampakan Kurumi KV05,


Awalnya ragu beli ini karena kayaknya Kurumi baru launch produk ini sekitar Desember 2019 di Indonesia. Buat yang belum tahu, Kurumi KV05 ini vacuum cleaner stick cordless (tanpa kabel) pertama dari Kurumi. Jadi wajar yah sedikit ragu.

Kalau diperhatikan, sebenarnya berat Kurumi ini nggak jauh sama Ergorapido, yaitu sekitar 2 kg. Cuma bedanya, Ergorapido bagian yang beratnya (motor dan tabung penampung) ada di bawah di dekat brush-nya, sementara pada Kurumi bagian yang beratnya ini ada di bagian atas yaitu di bagian pegangannya. 

Ini kerasa banget di awal pemakaian perbedaannya, karena saya terbiasa memakai Ergorapido yang pegangannya ringan dan bawahnya berat. Jadi rasanya kok kebalik, berat di pegangan, tapi terlalu ringan di bagian brush-nya. Tapi ini kayaknya hanya masalah kebiasaan sih. Lama-lama saya jadi terbiasa sama Kurumi, dan mengontrol ujung brushnya juga nggak masalah. Malah belakangan saya jadi lebih sering pake si Kurumi.

Desainnya yang kurus panjang memudahkan banget buat bersihin kolong-kolong kasur dan sofa. Sebelumnya pake ergorapido biasanya bagian bawahnya vacuum suka kejedot gitu sama furnitur, jadi nggak bisa sampe bener-bener masuk ke kolong furnitur yang tingginya nanggung. Sementara Kurumi bisa masuk dengan lebih leluasa. Desainnya yang panjang ini juga cukup memudahkan sih buat mencapai langit-langit rumah yang biasanya suka berdebu dan ada sarang laba-laba. Tinggal lepas aja ujungnya ini, terus ganti sama brush extension lain yang panjang. 


Kalau butuh bersihin permukaan yang justru harus pakai stick pendek, stick panjangnya juga bisa dilepas lagi dengan mudah. Tinggal ganti saja brush extension-nya dengan model yang lain.



Brush extension untuk karpet, sofa,
atau tempat tinggi yang agak sulit dijangkau.
Yang putih itu filter washable cadangan.

Nah, ini bagian atas dari Vacuum. Di sini adalah letak pegangan, motor, tempat charge, sekaligus tabung penampung debu dan filternya.

Keliatan ya itu debu-debunya di dalam tabung penampung debu.

Saya juga awalnya kurang nyaman dengan penempatan tabung penampung debu di atas situ yang saat dilepas, kita harus beneran pegang sticknya dengan baik supaya debu nggak terbang kemana-mana. Cara ngebuang debunya sih mudah, cuma ribet karena stick-nya yang panjang itu harus dibawa-bawa. Mungkin emang lebih baik dilepas aja kepala bagian atasnya itu dari stick kalo pas buang debu.

Satu lagi yang kurang praktis, vacuum cleanernya harus digantung di gantungan gini. Jadi dia nggak bisa berdiri sendiri. Gantungannya harus di-mount di dinding supaya kuat.


Saat saya di lantai bawah, biasanya vacuumnya saya taruh aja di keranjang gini biar ga jatuh. Hehehe.


Mekanisme chargingnya juga nggak otomatis di dudukannya, tapi harus dicolok seperti gadget. Jadi ya jangan sampe lupa nyolok. Kalau enggak, resikonya besok nggak bisa vacuum. Atau vacuumnya keburu mati sebelum kerjaan beres.


Nah, ternyata setelah 2 bulanan ini dibandingin sama vacuum pertama saya si Ergorapido, Kurumi nggak kalah performance-nya. Bahkan dalam hal waktu pemakaian setelah fully charged (baterai penuh), saya seringkali merasa Kurumi lebih lama waktu pemakaiannya. 

Walaupun di beberapa hal terasa kekurangannya Kurumi secara praktis. Seperti tidak bisa berdiri sendiri, atau nge-chargenya harus selalu dicolok nggak bisa otomatis nge-charge di stand-nya, atau posisi tabung penampungan di bagian atas. Saya pikir ini semacam pembiasaan saja.

Di sisi lain, Kurumi juga punya kelebihan. Dari segi bentuknya yang panjang sehingga bisa lebih leluasa masuk ke kolong furnitur, daya isap yang kuat, serta waktu pemakaian yang terbilang cukup lama. 

Dengan Kurumi saya bisa vacuum lantai 1 dan lantai 2 dalam tempo yang santai. Dan beberapa kali saya lupa nyolok chargernya, Kurumi masih bisa dipakai esoknya dengan sisa baterai yang tersisa walaupun biasanya akan kehabisan waktu di tengah-tengah. Tapi buat saya itu berarti waktu pemakaian yang lebih panjang. Oiya, kelebihan lain lagi, Kurumi harganya cukup terjangkau. Saya beli 2 bulan lalu harganya sekitar Rp1.700.000,00. 

Pada akhirnya, it’s all about functionality, dan buat saya produk ini bagus. Tapi disclaimer ya, mengenai keawetannya saya belum bisa buktikan apa-apa, karena saya sendiri baru pakai 2 bulanan. 


Itu dia review Vacuum Cleaner Stick Kurumi KV05. Semoga bermanfaat ya :).
Wassalaamualaikum.

Tidak ada komentar:

You Might Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...