Skincare Review : Huxley Secret of Sahara Essence Grab Water & Cream Anti Gravity

Assalaamualaikum,


Saya baru mulai pakai skincare sejak menginjak usia 30-an awal. Termasuk telat ya. Itu pun masih suka lupa dan enggak konsisten. Entah gimana skincare jarang masuk ke dalam jadwal harian saya. Dulu saya suka merasa mengurus kulit wajah itu ribet. Karena kulit saya tipe normal cenderung berminyak. Kalau salah skincare seringnya malah breakout. Kadang lebih mudah nggak pake sama sekali karena lebih sedikit masalah. 

Lalu datanglah pandemi Covid 19 yang tampaknya bikin kita semua harus kembali mengatur ulang semua prioritas. Bulan-bulan ini mau nggak mau jadi harus berkoneksi dengan diri sendiri. Banyak hal yang dipikirkan. Tapi salah satunya pemikiran mengenai self love dan self care. Termasuk salah satunya mengurus kulit wajah. Hal yang setahunan ini sering saya skip karena kalau malam biasanya harus menidurkan si kecil sampai ia tidur lalu saya sendiri juga jadi ketiduran karena keburu capek. Sementara kalau pagi banyak harus dipersiapkan agar urusan semua anggota keluarga beres. Saya jadi terbiasa menyelesaikan kewajiban terhadap orang lain di rumah dan ga mikirin diri sendiri. Karena ya jadi nambah pekerjaan. Jadi kebiasaan, terus lupa deh. Padahal sebenarnya bisa menyisihkan waktu untuk self care sebentar. Baru tahu rasa deh ketika liat wajah saya beruntusan, ada flek dan milia.

Akhirnya, saya memutuskan ini harus berubah. Sudah sekitar 3-4 bulanan belakangan saya menyisihkan waktu setiap hari setelah mandi dan sebelum tidur, untuk membersihkan wajah dan duduk 5-10-15 menit. Ambil kaca rias kecil, dan menggunakan skincare dengan tenang. Ini juga tampaknya waktu yang tepat buat memperbaiki kulit wajah karena saya nggak perlu pakai make up setiap hari, bahkan bedak sekali pun. Kulit wajah saya sekarang bisa dibilang jauh lebih baik daripada sebelum pandemi. 

Percaya deh, walaupun cuma 10 menit atau bahkan 5 menit kalau lagi ribet, selfcare masih bisa dilakukan. Dan hasilnya ada ternyata. Awalnya saya  hanya merasa harus menjalankan kewajiban terhadap diri sendiri. Tapi lama-lama saya merasa lebih baik. Pertama, karena sudah memberi hak diri saya sendiri. Kedua, karena kulit wajah saya ternyata membaik seiring waktu. Walau pun memang pada perjalanannya harus melalui momen cocok dan tidak cocok dengan produk yang dicoba. Dulu kadang ngerasa nggak suka dengan kulit wajah sendiri. Tapi setelah jadi bagian rutinitas, I begin to love my skin more now. And it’s just nice to feel that you’re getting better.

Selfcare 10 menit setiap hari setelah mandi. Cukup duduk saja sebentar.
Sekarang lebih nyaman walaupun nggak pakai make up.

Okay, tentang selfcare akan kita bahas lagi nanti. Kali ini saya mau review salah satu skincare yang saya pakai dalam rutinitas selfcare saya sekitar satu bulan terakhir. Namanya Huxley

Huxley adalah produk skincare Korea, dan setahu saya Huxley baru beberapa waktu terakhir ini secara official masuk ke Indonesia. Saya pakai 2 produk, yaitu Huxley Secret of Sahara Essence Grab Water dan Huxley Secret of Sahara Cream Anti-Gravity.

Huxley Secret of Sahara Essence Grab Water dan Huxley Secret of Sahara Cream Anti-Gravity.


Huxley Secret of Sahara Essence: Grab Water

Essence Grab Water ini yang paling bikin saya tertarik untuk mencoba karena banyak yang review bagus. Namanya sendiri menyiratkan manfaat hidrasi pada kulit, ya?

Botolnya dari semacam kaca yang tebal, dan bagian atasnya adalah pipet untuk meneteskan essence langsung di wajah. Jadi higienis nggak perlu sentuh produknya dengan tangan. Desain produknya kokoh, minimalis dan simpel. Saya suka produk yang kemasannya simpel seperti ini karena nggak terlihat mengganggu jika diletakkan di meja. 


Di kotak kemasannya, kita bisa menemukan klaim manfaat yang dari essence grab water. Dengan kandungan minyak biji opuntia dan ekstrak kaktus yang menenangkan dan menghidrasi kulit. Membuat kulit terasa lembut, kenyal dan menyegarkan.


Kulit saya termasuk tipe kulit yang normal-berminyak, tapi dehidrasi. Kulit saya bukan tipe dehidrasi yang kering kerontang gitu, tapi tipe gampang kusam dan berminyak. Susahnya punya kulit agak berminyak, produk-produk yang klaim-nya untuk kulit berminyak atau menghidrasi biasanya malah bikin wajah tambah berminyak dan akhirnya malah terlalu lembab jadi bikin breakout. Solusinya, saya harus cari produk yang sifatnya bisa menenangkan dan mudah diserap kulit.

Essence Grab Water ini punya tekstur seperti gel yang cair dan watery. Rasanya nyaman saat diusapkan di kulit dan menyerap dengan cukup cepat. 


Essence ini meninggalkan efek dan rasa yang lembab. Nyaman tanpa terasa greasy. Cocok di kulit saya yang cenderung berminyak. Aromanya wangi lembut. Saya nggak tahu pasti wangi apa tapi menenangkan dan tidak menusuk. I love the smell. Saat diaplikasikan, ada efek segar dan dingin di kulit wajah. 

Saya memakai essence ini selama sekitar sebulan, setiap malam sebelum tidur dan setelah mandi pagi sekitar 2-3 tetes, setelah mengaplikasikan toner terlebih dulu. Di kulit saya efeknya soothing. Menenangkan kulit saya yang biasanya gampang sekali berjerawat.

Efek melembutkannya instantly terasa. Buat kulit wajah saya, di minggu pertama saja efeknya langsung terlihat dan terasa. Wajah terasa lebih terhidrasi dan tekstur kulit membaik. Saya suka efeknya di kulit terutama saat bangun pagi. Saat di mana biasanya wajah saya berminyak. Kulit terasa lebih lembut, dan wajah juga nampak lebih cerah. Mungkin karena seiring waktu wajah jadi lebih terhidrasi.



Huxley Secret of Sahara Cream Anti-Gravity.

Sebenarnya, saat dua produk Huxley ini datang, saya mencoba essence-nya terlebih dahulu agar kulit saya “mengenal” formulanya dulu dari produk yang saya rasa paling cocok dengan kulit saya. Pengalaman saya dengan skin care yang berbentuk krim biasanya kurang baik. Skincare berbentuk krim biasanya bikin kulit saya terasa berkeringat, berminyak dan gerah. Rasanya pengen cepat-cepat cuci muka. Paling nggak nyaman kalau dipakai sebelum tidur. Jadi awalnya saya nggak begitu berharap banyak sebenarnya sama krim ini.

Setelah memakai essence grab water selama sekitar satu minggu dan ternyata hasilnya keliatan baik, akhirnya saya mulai mencoba krimnya pada malam hari saja. Sebagaimana grab water essence, Anti-Gravity cream ini memiliki wangi lembut yang saya suka. Kemasannya sama simpelnya seperti botol essence. Terbuat dari kaca tebal dengan tutup plastik. Juga diberikan spatula kecil untuk mengambil produk agar lebih higienis.



Krimnya berwarna putih agak kehijauan sedikit. 


Di kotak kemasannya kita akan menemukan klaim produk. Krim ini mengandung nutrisi biji opuntia dan anti-oksidan. Tidak hanya membuat kulit lembut, lentur dan lembab tetapi juga membantu kulit melawan polusi. 



Karena berbentuk krim, teksturnya tentu lebih berat daripada cairan gel grab water essence. Krim ini mudah dibaurkan dengan rata dan tidak cepat menyerap di kulit. Tapi terasa dingin, tidak seperti krim biasanya yang bikin saya rasanya gerah banget sampai pengen cuci muka. Dan meninggalkan rasa melembabkan.


Awalnya saya pakai krim Anti-Gravity ini sekali sehari sebelum tidur, tapi lama-lama malah jadi dua kali sehari. Ternyata walaupun lembab di kulit, nggak bikin saya kegerahan. Dan ada feeling kulit terasa plump dan lembut saat bangun di pagi hari. Jadi lama-lama saya malah suka dengan kelembabannya. Tekstur kulit saya membaik. 

Ini foto wajah saya sebelum pakai Huxley Essence Grab Water dan Huxley Cream Anti-Gravity. 


Dan ini foto kulit wajah saya setelah 2-3 minggu memakai kedua produk ini. 



Kulit wajah saya tampak lebih cerah dan terhidrasi. Kulit juga terasa lebih lembut dan plump. Untuk area flek gelap di wajah memang tidak banyak perubahan. Tapi flek kan memang sulit dihilangkan. Jadi konklusinya, saya suka banget Essence Grab Water dan Cream Anti-Gravity ini. 


Kesimpulan
Produknya sesuai dengan klaimnya. Saya kasih nilai 4,5 dari 5.

Harga lumayan pricey, tapi kalau lagi ada sale di Lazada Huxley Official Store, diskonnya lumayan banget dan gratis Huxley sheet mask.
- Huxley Essence Grab Water (Rp490.000,00)
- Huxley Cream Anti-Gravity (Rp490.000,00)

Repurchase? Yes.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Survey TK di Depok

Cerita Trimester Tiga: Pilih-Pilih Rumah Sakit (Biaya Melahirkan di Hermina Depok & Bunda Margonda)