Langsung ke konten utama

Staycation di Family Suite Clove Garden Hotel, Bandung

 

Assalaamualaikum,

17 Desember 2020 lalu, kami memutuskan untuk pulang menengok orang tua di Bandung dan Tasik. Karena pikiran sudah lumayan penat setelah sekian lama di rumah saja, akhirnya kami memutuskan staycation sebentar di Bandung. Staycation di masa pandemi sebenarnya takut juga. Jadi sengaja pilih waktu seminggu sebelum libur sekitar natal dimulai supaya tidak banyak bertemu orang. Bagaimana pun, di masa pandemi begini, being solitaire is the best choice. Meski judulnya staycation, tapi kali ini staycationnya nggak sebebas biasanya. Cuma di dalam kamar, nggak berenang di kolam renang umum. Yah, namanya juga musim pandemi. 

Pagi itu, selepas subuh kami berangkat dari rumah. Jalanan lancar banget. Pukul 8 kami sudah sampai di Bandung. Kami mampir di rumah teman untuk ambil pesanan kue. Seneng bisa bertemu sama teman walaupun hanya sebentar dan pake masker terus. 



Setelah itu kami mampir makan di Bakso Akung daerah Jl. Lodaya. Kayaknya saya udah lama banget ga makan di sini. Saya lupa porsinya banyak banget 😅. Untungnya saya ga lupa bawa tempat makan collapsible, jadi makanan nggak habis bisa dibawa ke hotel. Bakso dan mienya enak, jadi sayang banget sih kalo ga dibawa. Masalahnya, makan di tempat juga ga nyaman karena lagi musim pandemi. Makan pun rasanya diburu-buru. Emang paling bener dibawa aja deh ke hotel biar makannya nyaman.




Clove Garden Hotel ini letaknya di daerah Dago Atas. Kami ngikutin Maps, masuknya lewat Jl. Pahlawan, terus naik ke atas. Udaranya dingin seperti di Puncak. Jalanannya ga terlalu lebar tapi pemandangan di atas memang bagus. 

Sampai hotel, kami langsung check in. Di depan lobby udah langsung ada tulisan dijembreng begini,


Kita diminta membawa barang bawaan kita sendiri. Dan jika butuh sesuatu, diminta mengirim pesan lewat whatsapp untuk mengurangi kontak dengan pegawai. Jadi saat ke kamar pun kami bawa tas-tas kami sendiri. Ke kamar memakai lift, tapi karena ternyata hanya turun satu lantai, selanjutnya kami lebih suka menggunakan tangga saja agar tidak berpapasan dengan orang lain.

Akhirnya kami sampai di kamar. Di pegangan pintu sudah tergantung tulisan bahwa ruang tersebut sudah disanitasi. Tapi lupa nggak kefoto 😅.  Kamar yang kami pesan tipe Family Suite. Ada 2 kamar, living room, kitchen, 2 kamar mandi, dan Jacuzzi. Masuk ke dalam ruangan, nggak lupa semprot-semprot. Pegangan pintu-pintu, permukaan-permukaan meja, remote-remote, kursi, kasur, kran, Jacuzzi. pokonya semprot sana-sini. Walaupun disebutkan sudah disanitasi, tapi naluri Mamak-Mamak kan ya. Wkwkwk.

Ini dia beberapa ruangannya.

Kitchen. Lengkap dengan kulkas, sink untuk cuci piring, microwave, serta gelas, piring, serta cutlery lain.

Living room.


Kamar 1.

Kamar 1 menghadap langsung ke taman dan ke kejauhan. Si kakak langsung pilih kamar ini karena pemandangannya. Tapi kamar 1 ini tidak ada kamar mandi di dalam ruangan. Kamar mandi luar terletak di samping kitchen.

Kasurnya nggak terlalu rapi karena memang baru difoto keesokan harinya 😀.

Berbeda dengan kamar 1, di kamar 2 terdapat kamar mandi dalam dan safety box. Kamarnya menjadi terlihat lebih kecil dibanding kamar 1 tapi mungkin karena terdapat kamar mandi di dalam. Jadi kamar ini memang lebih suitable buat orangtua. 

Ada yang cuti tapi tetep kerja 😅.

Kamar 2 ini juga punya akses langsung ke ruangan Jacuzzi yang jendelanya juga bisa dibuka semua. 

Kamar 2.

Jacuzzi dengan akses langsung dari kamar 2.




Yang paling menyenangkan dari Family Suite tentu saja Jacuzzinya yang menghadap taman dan pemandangan dari jauh. Jendelanya yang full sepanjang dinding membuat kita seakan bisa merasakan outdoor di dalam ruangan. Jendelanya ini pun bisa dibuka, jadi bisa benar-benar duduk menikmati taman dari jendela sendiri.


Sesungguhnya Jacuzzi ini jadi salah satu alasan kami staycation di sini. Agar anak-anak bisa anteng bermain di kamar saja nggak perlu berenang di kolam renang. Jacuzzi-nya besar dan anak-anak senang bisa main bubble bath. Mereka tentu saja langsung pengen nyebur liat Jacuzzi walaupun udaranya di sini lumayan dingin dan sempet turun hujan sore itu.


Setelah anak-anak puas bermain, otomatis kami lapar lagi. Untungnya kami punya Mie Bakso Akung, beberapa slice pizza, dan Butterchococheesecake-nya @putri_narrafakitchen . Oiya, untuk yang pengen nginep di sini, saya saranin sih jangan lupa bawa makanan sendiri ya. Biar nggak ribet pesan dari luar atau cari makan ke luar. Karena lokasi hotel bikin males untuk keluar lagi cari makan.

Mie Bakso Akung.

Butterchococheesecake kesukaan anak-anak.

Malam di sini rasanya sunyi sekali. Mirip seperti di Puncak. Dan udaranya pun dingin, jadi AC di semua kamar kami matikan saat malam mulai larut. 

Oiya, ngomong-ngomong tentang AC, beberapa waktu lalu ada teman yang tanya apakah di sini AC-nya sentral. Saya kurang tahu di kamar tipe lain. Tapi di kamar kami saat itu AC-nya ada unit sendiri-sendiri di tiap ruangan.

Keesokan paginya, tentu saja anak-anak pengen main air lagi sampai puas. 



Puas main air, kami sarapan. Saat itu sedang ada penggantian atap di atas area makan, jadi kami makan di dekat area lobby. Nyaman banget karena tempat duduk tamu diatur berjauhan dan tamu pun tidak begitu banyak. Karena lagi pandemi, mengambil makanan tidak bebas seperti biasanya. 

Makanan diambilkan oleh petugas yang bermasker dan memakai sarung tangan. Tempat makanan berada berjajar di atas meja, tertutup dan dibatasi akrilik bening. Di sini saya juga lupa foto 😅. Tapi ya bisa dibilang sarapan cukup lengkap tapi enggak lengkap-lengkap banget. Ada nasi, nasi goreng, opor ayam, roti bakar, telur, minuman-minuman, buah. Hm.. apalagi ya.. wkwkwk. Nggak inget karena ditutup jadi lupa.

Ada sedikit rasa nggak bebas ngambil makanan. Tapi ya namanya lagi pandemi, jadi harus ngerti juga aturan untuk melindungi semua orang. Gimana pun, kita semua memilih untuk aman, kan? 

Area sarapan di dekat lobby.

Setelah sarapan, kami berjalan-jalan ke area taman dan lapangan hotel yang sepertinya sering dipakai venue untuk wedding.











Banyak juga yang tanya, saya dapat dari mana type Family Suite ini karena di Traveloka banyak yang nggak dapet atau terlihat nggak ada. Kami dapat kamar ini dari website resmi Clove Garden Hotel Bandung, ya. Waktu itu kami search di website booking semacam Traveloka pun memang sama nggak dapet juga. Untuk rate-nya, 17 Desember lalu dapet di harga Rp 1.900.000/malam. 

Overall, kami seneng banget sih bisa menikmati staycation di sini. Ada cukup ruangan untuk berlarian hanya di dalam kamar saja. Ada cukup sensasi outdoor saat buka jendela lebar-lebar. Ada cukup Jacuzzi buat main air dengan lebih bebas. Buat kami yang hampir setaun kemarin di rumah aja, ini cukup jadi refreshment sih. Walaupun banyak protokol, ya memang harus diikuti karena untuk keselamatan bersama.

Wassalaamualaikum.

Komentar

Della mengatakan…
Makasih share-nya, Mia. Aku juga sekarang semprot² udah jadi naluri, hihihihi..
Jadi berasa lebih tenang ya kalo staycation di tempat yang merhatiin protokol kesehatan. Aku udah masukin hotel ini di wishlist. Tapi mungkin nunggu covid agak redaan lagi :)

Postingan populer dari blog ini

Pilih-Pilih Gendongan (Review) : Geos, BabyK'Tan dan Hip Seat Carrier

Assalaamualaikum, Sesuai judulnya, kali ini saya mau bandingkan tiga gendongan yang saya miliki, yaitu Geos (Gendongan Kaos), BabyK'Tan, dan Hip Seat Carrier (merk Mooimom). Postingan ini saya tulis karena cukup banyak orang yang bertanya di DM instagram mengenai gendongan ini. Kenapa saya pilih gendongan ini, lalu enak yang mana dan lain-lain. Karena itu saya pikir saya akan tulis di blog saja, supaya jika ada yang bertanya lagi tinggal saya share saja postnya. Jadi tidak perlu menjelaskan berkali-kali. Geos (Gendongan Kaos) Geos adalah gendongan pertama yang saya beli bahkan sebelum melahirkan. Gendongan tipe ini relatively termasuk murah, harganya di kisaran Rp 90.000-150.000 tergantung merknya.  Geos pertama yang saya beli online di @malilkids ukuran S, dan ternyata pas sampe saya coba kekecilan. Mungkin sayanya juga kepedean kali ya liat chartnya pilih S. Geos kedua hadiah dari teman, merknya Mere et Moi. Saya suka bahannya, sayang kekecilan juga karena ukuran

Survey TK di Depok

Assalaamualaikum, Seperti yang pernah gue janjikan, gue mau share hasil survey TK di Depok.  Hari pertama gue survey barengan sama Bu Pipit  ke Sekolah Alam Indonesia (SAI) dan Al-Azhar, hari ke dua ke Global Islamic Labschool (G-labs) dan Aisyiah bareng sama Mba Widya, temen satu cluster. Survey kali ini diniatin banget, karena setelah trial di Gymboree  gue belum survey lagi ke sekolah lain. Gue juga minta maaf kali ini gue cuma foto pakai tablet, jadi mungkin hasil fotonya ga sebagus pakai DSLR. Soalnya kalau pas survey bawa kamera rasanya ribet sekali. Hehehe... Okay. Let's start. TK Sekolah Alam Indonesia (SAI) SAI Depok lokasinya di Jl. Raden Saleh, tepat di pintu gerbang Studio Alam TVRI. Lokasinya termasuk lumayan deketlah dari rumah, tapi memang akses jalan termasuk jalan yang nggak terlalu besar dan banyak sekolah swasta lain yang berlokasi di jalan ini.  Gue penasaran dengan konsep sekolah alam yang katanya bagus dan ga bosenin. Katanya anak-anak dib

Cerita Trimester Tiga: Pilih-Pilih Rumah Sakit (Biaya Melahirkan di Hermina Depok & Bunda Margonda)

Assalaamualaikum, Bulan ini usia kehamilan saya sudah memasuki 36 minggu. Tidak terasa ya, kata beberapa orang. Tapi buat saya mah kerasa banget xD. Hahahaha. Ada rasa lega ketika menginjak masa-masa akhir kehamilan. Rasa syukur ketika akhirnya trimester pertama dan kedua sudah terlewati. Kehamilan kedua ini memang istimewa. Sempet ngalamin yang namanya bedrest, bolak-balik cek ke dokter, dan rasa lelahnya luar biasa. Padahal jaman hamil pertama dulu mah saya masih pake sepatu tinggi sampai usia 6 bulan kehamilan. Sampai usia 9 bulan masih kuat jalan-jalan naik motor. Sekarang? Boro-boro xD. Jalan setengah jam aja udah engap. Apalagi masuk trimester 3 ini. Perut rasanya sering menekan dan engap. Walaupun ternyata memang ini salah satunya disebabkan oleh placenta previa dan beberapa kondisi medis yang baru ketahuan setelah saya cek fetomaternal (mengenai cek fetomaternal ini insya Allah akan saya bahas di post yang lain). Satu lagi yang saya alami di trimester ini, seperti keh