Postingan

Ramadhan dan Lebaran Rasa #DiRumahAja

Gambar
Assalaamualaikum, Bener ya kata Raditya Dika, hidup di masa pandemi ini kok kayak film. Saya ngomong sama Hubby, “Rasanya hidup kita sebelum pandemi ini kayak bohong,” hahahaha. I mean, it’s so weird. Everything that is available for us, suddenly no longer available. Our life has changed a lot.  Kali ini saya mau cerita bagaimana Ramadhan tahun ini di tengah pandemi is actually a bless in disguise. Dari sekitar 2 minggu sebelum puasa I think I have prepared myself for  the Ramadhan that I have never experienced in 35 years of my life. Dan mungkin ini yang membuat saya bisa melewati Ramadhan tahun ini dengan pikiran yang justru lebih positif. Sebelum Ramadhan tiba, saya sempat menyelesaikan dulu puasa qadha tahun lalu 9 hari. Jadi ketika masuk bulan puasa, saya merasa minimal tahu rasanya puasa dengan kegiatan di rumah melulu seperti apa.  Saat puasa qadha itu awalnya bosan banget. Di rumah terus tapi nggak bisa makan apa-apa. Tapi ya namanya wajib harus dijalani

Honest Review: Vacuum Cleaner Stick Kurumi KV05

Gambar
Assalaamualaikum. Kali ini saya mau review Vacuum Cleaner Stick Kurumi KV05. Ini judulnya pake ‘honest review’ nggak berarti kalo saya review itu ngga honest ya. Tapi biar click bait aja. Wkwkwk. Dan ini bukan sponsored post salah satu merk apa pun. Saya lumayan mendapat banyak pertanyaan mengenai vacuum stick ini di instagram. Saya juga sempat bikin polling, dan ternyata banyak juga yang pingin tahu reviewnya gimana. FYI, saya sudah memakai vacuum cleaner stick kurumi ini selama sekitar 8 minggu atau hampir 2 bulan. Saya termasuk ibu-ibu yang sangat merasa terbantu dengan adanya vacuum cleaner.  Banyak yang menanyakan sama saya, kalau sudah vacuum lantai, apa sudah nggak perlu dipel? Lalu apa bedanya dengan menyapu biasa? Pada prakteknya, sebenarnya vacuum cleaner menggantikan peran menyapu. Yaitu menyingkirkan debu tapi tidak menggantikan proses mengepel. Bedanya, lantai yang divacuum biasanya lebih bersih daripada lantai yang disapu. Beneran deh, rasanya beda di t

Forest Walk di Cimory Riverside (2020)

Gambar
Assalaamualaikum, Kalau dihitung-hitung hampir 3 bulan kami #dirumahaja . Well, kecuali suami yang sejak #newnormal harus Work from Office (WFO) 3 hari seminggu. Kangen juga ya liat jalanan. Ternyata rasa aman dan kebebasan itu nikmat yang sering ga disyukuri. Btw, hari ini saya mau nulis tentang  Resto Cimory Riverside, Puncak, yang sempat kami datangi sebelum pandemi mulai.  Sebenarnya saya sudah nulis beberapa kali mengenai Cimory. Dari jaman Aira masih toddler, sampai jamannya udah ada riverside walk, sampai awal tahun 2020 ke sana ternyata sudah ada forest walk. Kalau mau lihat post Cimory tahun 2013 boleh klik di sini . Dan kalau mau lihat post Cimory tahun 2016 boleh klik di sini ya. Nanti kelihatan bedanya. Ngomongin Cimory nggak bisa lepas dari cerita sekitar tahun 2008 di hidup saya. Saat stay di Puncak    selama sekitar 4 bulan sebagai bagian dari program Management Trainee salah satu bank. Itulah pertama kali saya tahu resto Cimory Mountain View. Resto

Food Preparation dan Seni Mengatur Budget

Gambar
Assalaamualaikum. Hari ini saya mau cerita tentang food preparation. Saya merasa ini timing yang tepat buat bercerita karena di masa pandemi ini semua orang tentu harus melakukan food preparation.  Food prep yang memudahkan saya menyiapkan makanan selama bulan Ramadhan lalu, serta menyiapkan bekal makan siang untuk Hubby saat harus Work From Office (WFO) agar di kantor ia bisa physical distancing. Food prep ini sebenarnya blessing in disguise buat saya. I learned it the hard way, lewat pengalaman saya tahun lalu. Saat anak-anak bergiliran sakit bahkan sempat dirawat di RS.  Si kakak sakit hingga 14 harian, disambung si adek yang sakit 5 mingguan atau sebulan lebih. Yah, mungkin kebayang ya rasanya gimana ngejagain anak sakit, plus ga ada ART, plus masih jadi supir antar jemput, dan hampir setiap malam sulit tidur karena si adek di masa itu rewelnya luar biasa. Dua bulan rasanya hidup kayak zombie. Masih hidup aja rasanya sudah untung. Di kehidupan kami yang normal, sa

Make-Up Review : Emina Creamy Tint

Gambar
Assalaamualaikum, Semasa #dirumahaja ini bisa dihitung jari rasanya dandan. Boro-boro dandan lengkap, pakai pensil alis aja kalau mau zoom meeting. Hanya saja, belakangan jadi lebih sering pakai skincare. Dan karena jarang keluar, kulit wajah sekarang lebih cepat membaik kalau ada jerawat. Baru belakangan ini bisa pakai lipen lagi kalau mau zoom meeting atau bikin konten. Bedanya dulu malas banget, sekarang malah happy kalau ada alasan buat dandan. Jadi, mumpung lagi semangat, hari ini saya mau review lipen Creamy Tint dari Emina . Ini dia penampakannya, Creamy tint ini sebenarnya ada 5 shades, tapi saya cuma beli 4 shades, dari nomor 02-05. Simply karena shade 01 itu warna brick town, dan saya kurang suka sama warna brick karena wajah saya jadi keliatan pucat atau gelap kalau pakai warna ini. Walaupun saya sadar warna ini banyak yang suka :). So, ini dia shades 02 Peach Crush, 03 Sunbeam, 04 Wild Berry, dan 05 Cherry Soda. Botolnya kecil ya? Isinya me